Dokter Cantik

Dokter Cantik
EPS. 143


__ADS_3

"sayang,,, kenapa Khania???"


tanya Salsa yang baru tiba di IGD sementara Thania berada di ruang IGd memriksa adiknya...


Vano memeluk isterinya erat...


"aku gagal jadi seorang kakak sayang" kata Vano yang tanpa di sadari telah meneteskn air matanya...


Salsa membalas pelukan suaminya sesaat lalu melepasnya pelan, salsa menatap Wajah Vano Penuh amarah, dan rasa penyesalan...


Tiba-tiaba Thania datang...


"otopsi selsai, Khania aku kasih obat penenang... dia segera dibawa ke ruang rawat,, kita kesana aja sekarang" kata Thania kepada Salsa dan Vano...


di ruang perawatan


"udah hubungin mama papa?" tanya Thania


"udah kak, bentar kagi juga dateng" kata Vano sambil mengurut keningnya...


sementara Salsa masih bingung dengan situasi saat ini, ia tak mengerti apa yang terjadi.... bahkan salsa sampai membatalkan prakteknya hari ini demi berada di ruangan Rawat itu...


tak lama kemudian, datang Pak Banu dan Ibu Widya...


"yaa Allah, Khania hiks hiks hiks" kata Ibu Widya memeluk anaknya yang terbaring...


"jelaskan apa yang terjadi Van..."kata Pak Banu


Vano pun menjelaskan kejadian dari awal mula kedatangannya ke Hotel Cabang untuk memberi tahukan bahwa Khania besok akan pindah ke pusat karena Pak Banu hendak cuti untuk melakukan medicalchekup di Singapur... namun yang ia temui malah pelecehan pada adiknya...


Mendengar penjelasan Vano membuat semua terkejut... Salsa sampai berpelukan dengan Thania... sementara Ibu Widya memengangi tangan putrinya...


"ini salah Vano.. harusnya Vano ga lakuin ide gila Vano naro khania ke cabang" kata Vano dengan penuh penyesalan


"niat kamu baik, hanya saja pria itu yang brengsek! papa pastikan laki laki itu akan busuk di dalam bui" Kata Pak Banu dengan nada marahnya...


"siapa yang ngurus di kantor polisi Van?"


tanya pak Banu


"aku udah telfon Sandi pah, Sambil nunggu Joe Hutapea tiba, dia lagi di medan dan sore ini kembali" kata Vano menjelaskan


Joe Hutapea adalah pengacara Kondang, dia juga pengacara pribadi keluarga Wijaya...


Perusahaan Wijaya


khaniaa... kenapa kamu bohong.. kamu bilang kamu hanya seorang anak pengusaha baju, ternyata kamu seorang anak dari pengusaha segala bidang dan anak orang terkaya di Indonesia...


apa ini alasan kamu berkali kali menolak kedekatan bersama aku.. karena kita tak sebanding???


Batin Rafii dalam hati...Raffi masih berada di perusahaan sama sekali tidak konsemtrasi menyelesaikan pekerjaannya.. pikirannya hanya tertuju kepada keadaan Khania...


tiba-tiba Rafi di kagetkan dengan teguran Sandi yang entah sudah berapakali dia memanggil nama raffi ..


"maaf pak saya melamun..."


kata Raffi


"ikut saya, kita ke kantor polisi, kamu bisa jadi saksi kan? " tanya Sandi kala itu...


"Bisa pak, pak ini kunci mobil Adiknya Pak Vano tadi saya suruh bawa"

__ADS_1


kata Raffi


"yaudah kita pake itu saja..." kata sandi sambil berjalan


"taa.. tapi pak" kata Raffi yang agak ketajutan


"gapapa... tenang aja, Vano gak akan marah, apalgi adiknya" kata Sandi dengan santainya sambil terkekeh meliht respon Raffi...


**********


Setelah 3 jam, Khania terbangun...


ia membuka matanya secara perlahan...


ia mendapati tiga wanita hebat yang berada diruangan rawatny..


"maaahhh" kata Khania pelan...


"sayang sudah bangun, apa yang sakit nak" kata Ibu Widya, sontak membuat Thania dan salsa terbangun...


"kaka periksa ya" kata Thania sementara salsa mendorong alat tensi dan memerksa tensi Khania...


"normal kak" kata Salsa


"kamu akan segera membaik dek" Kata Thania


"tapi kepalaku pusing kak, pipi ku juga berdenyut" kata Khania dengan Lirih...


"iya dek, kening kamu benjol, pipi kamu memar, bibir kamu sedikit terluka" kata Thania menjelaskan


Ibu Widya pun menangis sejadi jadinya...


"mah please suara tangisan mama ga enak banget buat di denger, malah makin nyut nyutan mahhh" kata Khania


"kurang ajar!!! mama khawatir sama kamu, kenapa kamu malah ejek mama!!! hiks hiks hiks


"kita bersitegang kamu malah bercanda" sambung Thania


"kamu emang gapap de?" kata Salsa


"udah tenang, aku gapapa, aku ga nyangka aja tadi dapet perlakuan kaya gitu.. takut, sampe sekarang juga takut, tapi udah terjadi kan, mau gimana lagi? berarti sekarang aku cuma bisa hati hati aja jaga diri yakan mah, kak? yang penting dia ga sempet nodain aku lebih jauh.... " kata Khania yang begitu dewasa... antara dewasa sama pasrah dan bodo amat jadi satu sih gaes...


"kamu kerasukan dek?" kata Thania heran


"kakak nii aku serius, tau ah" kata Khania kesal


,"sudah sudah sekarang kamu minum dulu yaa, mau makan ga?" tanya Ibu Widya


"mau, sate padang enak kali mah" kata Khania polos...


"nanti mama minta papa beliin ya" kata ibu widya


"loh papa ama ka Vano mana mah emangnya?"


"papa sama kedua abangmu ada kerjaan" kata Ibu Widya singkat..


Khania hanya mengangguk seraya mengerti...


"oh iya mah, ini behel aku bracketnya goyang, kayaknya tadi kena tamparan deh, sampe begin" kata Khania memperlihatkan gigi samping kirinya...


dengan reflek Thania menoyor pipi Khania

__ADS_1


"jorok lu dekk"


"awwww sakitt kak!!!!" teriak khaniaa


"ehh maaf maaf reflek"


kata Thania


"mahh sakit hiks hiks, ini beneran sakit loh pipinya.. tega banget si hiks hik"


rengek Khania


"yaudah udah duahh, nanti mama kompres yaa, udah diem yaa.." kata Ibu Widya


"besok kakak minta Vannya kesini buat perbaiki behel kamu, mudah mudahan bisa di lakukan di ruangan ini" kata Salsa dengan senyuman


tak lama Thania pamit untuk merapihkan meja kerjanya, sementara bu widya berada di dalam kamar mandi...


hay tinggal Salsa dan khania...


"kak boleh tanya sesuatu?" kata Khania


"boleh, tentang apa?" tanya salsa


"kak tadi ka Vano dateng sama cowok namanya Raffi... kaka kenal?"


tanya khania penasaran


"ohh dia, dia sekertasis abangmu, baru sebulan ini, ada apa? apa kamu kenal?


kata Salsa dengan menambah beberapa perranyaan


belum sempat khania menjawab salsa kembali menyambar


"eh dia satu alamamater loh sama kamu, apa kenal?" tanya Salsa lagi


"dia kakak tingkat aku kak.. selisih dua tahun, tapi dia masih suka aktif sama kegiatan kampus, eh tapi kalo udah kerja sama abang tau deh yaa masih aktif ga sama kegiatan kampus" kata Khania terkekeh


salsa oun tersenyum dan tertawa kecil..


"owalah, dunia sempit yaa dekk.. dia baik dek? tanya Khania


"baik banget kak, Perhatian lagi kak, tapi sayang dia ga romantis kak, sama kaya abang, agak kaku gitu" kata khania menjelaskan


kenapa khania sampai sejauh itu mengenal Raffi, apa khania dan raffi sempat dekat? atau mereka saling suka???


dalam hati salsa


"hehe cowok begitu rata rata cowok yang komitmennya kuat loh dekk, hati hati kepincut"


Ledek Salsa


Khania hanya rerkekeh mendengar ucapan kakak iparnya itu ...


yaa emang udah kepincut ,tapi gue juga udah terlanjur bohong sama dia.. sekarang dia tau gue siapa sebenerny, apa ia dia masih mau pepet guee kaya kemarin kemarin??????


****


***


**

__ADS_1


*


*


__ADS_2