Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 146


__ADS_3

Hari yang Cerah...


Pagi ini usai menjalankan ibadah sholat subuh Salsa kembali tertidur sementara Vano bergegas untuk segera ke kantor, banayak pekerjaan yang harus ia selesaikan, mengingat siang nanti ia harus ke Rs dan tiga hari kedepan ia akan pergi ke Bali...


Di Atas nakas ada sepiring roti bakar, dan sebuah memo...


Good morning sayang... maaf aku berangkat ke kantor tanpa menunggu kamu bangun, kamu pasti capek yaa.... Keenan juga akan berangkat bersama pak Sanusi, aku nyetir sendiri... nanti aku ke rumah sakit kita akan dampingi tes mama bersama...


i love You, Devano Wijaya


"mas Vano romantisnyaa" kata Salsa membaca memo singkat itu setelah bangun dari tidurnya...


Salsa pun mengirimkan pesan singkat kepada suaminya


📩 Salsa


Selamat Pagi Daddy..


Terimakasih sarapannya..


muuaaccchhhh 😘


morning kiss dari mami...


Namun Vano tak menjawabnya karena memang ia benar benar fokus pada pekerjaannya... Salsa pun memutuskan untuk mandi dan bersiap untuk segera ke rumah sakit...


Salsa menuju Rs, kali ini Salsa terlihat santai sekali menggunakan kaos berkerah, dan celana 7/9 dipadukan dengan sepatu falt nya...


sebagian orang mungkin mengira Salsa masih anak Abg...


Sampai di Rs salsa mengikuti brifing kecil dari Thania terkait pemeriksaan Ibu Widya...


Thania memang anak yang pandai, kecerdasannya bisa di samaratakan dengan Salsa juga Vano, hanya Saja


Usai Brifing mereka tinggal menunggu ibu Widaya datang... sambil menunggu dokter pun standby di poli masing masing.. tinggalah salsa dan Thania di ruangan Thania


"kak... aku mau tanyaa sesuatu"


"apa tuh?" kata Thania sedikit penasaran


"Tapi kaka jangan ketawa yaa" kata salsa


"iyaaa, apa sii aku penasaran"


"henm Khania pernah pacaran ga kak?" Tanya salsa sedikit takut


"hahaha kenapa nanya begitu??? apa kamu mau jodohin dia ya" kata Thania


"eehh enggak kak mana berani aku"


"kirain... Khania ga pernah pacaran setau aku, sebelum Vano nikah, emang Vano over protektif banget banget sama Khania... jangankan pacaran, punya Temen cowok aja di suruh jauhin, parah kan?! padahal mama papa ga pernah loh melarang, orang tua kita tuh enjoy bgt saa ga kolot" kata Khania..


salsapun menganguk anguk...


"tapi kakak pernah liat dia jatuh cinta?"


tanya Salsa

__ADS_1


"belum sih, ada apa si sa emang??"


"jadiiiiiiii.... kaka kenal kan sekertaris baru Mas Vano, nah dia itu kakak tinggkat si Khania ternyata... beberapa bulan lalu aku mergokin mereka makan di Mall tapi itu sebelum si Raffi kerja sama mas Vano... mas Vano tuh liat Kani sama si cowok taoi gatau kalo dia itu si Raffi karena keburu aku tahan buat ga ganggu si kani...."


salsa berhenti sejenak untuk merubah posisi duduknya


"nah terus ya kak, pas kemarin pelecehan si kani ini , si rafi yang lagi ikut Vano ikut gebukin si Anton, nah aku baru tau pas di RS,, aku curi pandang ke arah raffi dan Kani.. ehh mereka saking lirik,,, Nah kalo mereka saling jatuh cinta gimana kak? " tanya Salsa penasaran


"kalo aku si suka liat Raffi, sopan, baik, ganteng juga.... kalo udah urusan jatuh cinta kan masalah hati yaa, tapi untuk kasus si kani ini kita harus taklukin Vano dulu saa..." kata Thania


"jadi kaka setuju??? yaa mksd aku setuju kalo emg mereka saling jatuh cinta terus kita bikin Vano setuju?????" tanya salsa penuh semangat


"iyalah, asal itu baik buat Kani, kenapa engga"


"yess, kita team ya kak sekarang" kata Salsa cekikikann....


***********


Perusahaan Wijaya


Dengan sambungan telfon kantor, Vano memangil Raffi...


Raffi pun dengan cepat datang ke ruangan Vano, lalu di oersilakan duduk di sofa...


"apa benar kamu punya EO?" kata Vano to the point


"punya saya dan dua rekan saya pak, kita join" kata Raffi


"kalo begitu, bisa kamu bikin Party Ulang tahun?" tanya Vano


"buat anak bapak ya?" kata Raffi


"maaf pak saya kira untuk anak bapak..."


"kako boleh tau bapak mau di mana acaranya, dan konsepnya seperti apa" kata Raffi


"dibali, saya akan siapkan penginapan dan transportasi untuk kalian...bagaimana?"


"baik pak, konsepnya seperti apa pak?"


Vano Pun menjelaskan konsep yang ia inginkan malam itu..


"sip pak, saya sudsh catat semua... ngomong-ngomong kapan pak acaranya?" tanya raffli


"tiga hari lagi, tepatnya hari sabtu.. kamu bisa kesana jumat, kalo temanmu mau duluan gapap.. tapi kamu jumat tetep kerja karena pekerjaan kita sedang membeludak" kata Vano dengan tegas


"baik pak" kata Vano


"ini Depe nya" kata Vano memberikan amplop coklat dengan isi cukup banyak ..


"maaf pak sepertinya ini terlalu banyak untuk sekedar DP" kata Raffi


"yaudah pake aja dulu, kalo saya merasa puas saya akan kasih kamu Dp dan WO kamu juga bisa join di hotel saya untuk even tertentu..." kata Vano dengan bangganya


"wahh serius pak?"


kata Raffi kegirangan

__ADS_1


Vano hanya menganngguk


"makasih pak makasihh... makasih banyak.." kata Raffi kegirangan...


"saya mau ke Rs, orang tua saya mau medical chek up... saya sudah beri tau Sandi, dia akan handle semua, kalo ada apa apa kamu hubungi Sandi... " kata Vano sambil berjalan ke arah meja kerjanya merapihkan berkas di mejanya


"baik pak, saya permisi kalo begitu" kata Raffi


********


Pukul 11.30 semua anak menantu pak Banu telah berada di Rs, kini Ibu Widya tengah menjalani serangkaian test..


kini giliran Salsa yang akan mengecek Ibu Widya... seluruh keluarga ikut serta masuk ke dalam ruangan Salsa itu...


"maah tenang ya semua akan baik baik aja" kata Vano..


"dari tadi mama sangat tenang loh, taoi kalian yang bersitegang... " kata Bu Widya terkekeh ...


"ayo mah rebahan, kata Thania membntu Ibu Widya


Thania memberikan Gel di perut Ibu Widya


"kak itu apaan, kok kaka pakein mama gituan" kata Khania dengan polosnya..


"berisik!" kata Vano pada Khania...


"bodo!" sahut khania


"aku mulai yaa mahh"


Salsapun mulai mengecek perut ibu Widya dengan tongkat alat Usg itu...


Thania mendekati salsa sedikit memperhatikan layar dengan dekat...


beberapa kali mereka menyebutkan sesuatu dengan bahasa kedokteran...


"bagaimana sayang?" kata Pak Banu


"hemm bener si pah, mah, ini memang kista.. diameternya sudah 5 cm dan menempel pada usus sambungan mama, dan sedikit menempel di indung telur mama..."


"Lihat ini" salsa meminta semua melihat layar...


"kalo aku berfikir jika mama oprasi, kista ini pasti akan kita pecahkan di dalam, karena ia menempel, ga mungkin kita potong usus mama, beresiko pendarahan... nah klo disini dia nempel ke indung telur mama, liat deh, selebar ini menempelnya... (sambil mengarahkan kursor) nah mungkin indung telur mama akan di angakt satu..." kata Salsa


"gak masalah mama udah tua udah ga mungkin punya anak" kata Ibu widya


"apa kasus ini banyak???" kata Vano


"selama aku bekerja disni hanya ada satu aku alami dan harus mengangkat indung telur nya, tapi atas Kuasa Allah satu tahun menikah mereka punya anak" kata Salsa


"kan mama gak mungkin punya anak lagi" kata Ibu Widya


"kalo kamu bisa, lakukanlah sayang" kata ibu Widya...


"apa kamu mau sa?" kata Pak Banu


"maaf pah, mah, mas, kak,,, aku takut, aku gabisa... aku mau mama melakukann semua itu dengan dokter terbaik... tolong ngertiin aku, posisi aku saat ini hanya ingin jadi anak kalian, aku gamau jadi dokter pribadi kalian saat ini..." kata Salsa tertunduk

__ADS_1


Sangat sulit memang, jika salsa membantu Ibu Widya lalu terjadi sesuatu hal yang buruk pada Ibu Widya, tentu itu akan membuat semua keluarga Wijaya akan membencinya dan menjadi luka yang terdalam untuk Salsa...


Untungnya keluarga besar menerima alasan penolakan Salsa dengan baik......


__ADS_2