Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps, 197


__ADS_3

Sudah Satu Jam Khania membersihkan dirinya, merelaxsasikan dirinya dengan merendamkan tubuhnya dengan air hangat...


Khania tentu masih sangat kesal dengan Raffi juga kedua Abanganya...


bisa-bisanya Raffi mau menuruti kemauan kedua Abangnya itu...


Tak hanya Khania, Salsa dan Thania juga kesal atas perlakuan suaminya terhadap warga baru di keluarga Wijaya...


Khania keluar kamar mandi dengan setelan pakaian tiudr dengan celana pendek di atas paha, itulah kegemaran Khania..


Rambutnya yang masih basah ia balut dengan handuk, Pas ketika Khania keluar dari Kamar mandi, ketukan pintu terdengar...


"cih! pasti Raffi" kata Khania kesal, pasalnya Raffi tidak memiliki akses card sebagai pengganti kunci kamar...


Di tempat Lain juga hampir serupa, Vano dan Byan tengah mengetuk kamar mereka, karena mereka tidak membawa akses card, mereka saling tatap karena memang kamar mereka bersebelahan...


kembali ke Kamar Khania...


Dengan wajah sudah super jutek Khania berjalan ke arah pintu, dibukanya pintu kamar itu...


"Sayang" Sapa Raffi dengan Senyum manis


"masuk!" kata Khania jutek


"makasih"


Raffi berjalan masuk, khania menurutp pintu kamarnya lalu membalikkan badannya, berjalan ke arah sofa sambil menatap Raffi yang hendak membuka sepatunya...


"Bisa-bisanya kamu mengabaikan aku" Kata Khania dengan tangan yang sudah di pingang


Raffi sedikit syok lalu melihat ke arah isterinya...


"maaf, kata mereka kamu lagi di isi ilmu sama kedua kakak perempuan mu, jadi yaa aku nurut aja, pikir ku itu bisa mempermudahkua" Kata Raffi berkata Jujur


"apa? di isi ilmu? Ilmu apa?" kata Khania penasaran


"Ilmu bikin dede bayi" kata Raffi dengan sangat Jujur


"WHAT???!!"


"FIX!!! kamu di kerjain, bahkan aku dari tadi sendirian" kata Khania yang amarahnya sudah agak turun karena ini murni di kerjain Byan dan Vano...


"iya, aku di ajak main catur, untung aku menang lawan keduanya, kalo kalah aku hrs main smpe menang 2* " keluh Raffi pada Khania


"sudah manidlah dulu" Kata Khania sambil merain ponselnya di atas nakas


"oke sayang" kata Raffi berjalan sambil mengevup kening isterinya yang tengah duduk di tepi ranjang

__ADS_1


blushhhhh


pipi khania memerah, jantungnya berdebar kencang..


DI TEMPAT LAIN...


Vano dan Byan masih sibuk mengetuk pintu kamar nya masing-masing..


"bang giman nii mereka tidur kali ya" kata Vano sudah lelah karena teruz mengetuk pintu


"buka kamar ajalah, gerah butuh mandi" Kata Byan yang sudah duduk di lantai beralaskan karpet itu


"ogah, makin panjang urusannya nanti... kalo mau abang aja sana" Kata Vano yang tak ingin memiliki tambahan masalag dengan isterinya...


Sebenarnya Salsa dan Thania mendengar ketukan kamar itu hanya saja mereka membiarkan sampai kapan suami mereka bertahan.. belum lagi Khania yang mengirim pesan singkat nya kepada kedua kaka perempuanya, bahwa para suaminya telah menjual nama mereka di Hadapan Raffi agar Raffi mau bermain Catur bersama.. hal itu tentu membuat Salsa dan Thania geram...


Tak lama Salsa membuka Pintu Kamar itu...


jeklekk...


"sayangku" sapa Vabo


Salsa tak menjawab hanya memalingkan badan dan berjalan masuk ke dalam kemar..


"rejekii... bang duluan yaa, semangat bang ngetoknya," kata Vano meledek Byan


"sayang aku di dpan sudah hampir bulukan nungguij kamu buka pontu loh" Kata Vano dengan Lirih sambil membuka sepatunya


"oh iyaaa yaa, maaf tadi lagi males, nangung lagi keringin rmbut" Kata Salsa Santai sambil memainkan Ponselnya...


"APA??? oh lg nangung yaa keringin rambut" Kata Vano dengan sendu


"hemm"


Sementara di Depan Kamar Byan..


ia masih semangat mengetuk pontu Kamar hotelnya.. beruntung hotel sedang sepi pengunjung di lantai tersebut jadi tak banyak orang lulu lalang...


Tak lama Khania membukakan pintunya...


didapatinya Byan yang sedang berusaha bangun dari duduknya, disambarnya Telinga Bian kuat-kuat,, di tariknya Byan mengarah kedalam Ruang kamar...


"awwwwww aduu duuu sakit sayang, sakit awwww pedes banget" kata Byan meringis kesakiran...


Di Lemparnya Byan ke atas sofa...


Thania sudah memicingkan matanya dan tangannya sudah berada di pingang...

__ADS_1


alamak, ini menyeramkan sekali....


Dalam hatu Byan...


"Udah puas main caturnya?" kata Khnaia bagai Kepsek kiler marah


"udah sayang, kalah aku"!kata Byan jujur berharap ada belas kasih dari Thania


"bagus! sekarang kamu pilih tidur di luar apa di sofa?!" kata Thania


"dimanapun asal berdua kamu aku siap! " kata Byan


"cih! gak ada Jatah sebulan!!! ingat itu" kata Thania langsung beranjak ke atas kasur


"hah? adu sayang kalo bercanda jangan gitu dong, seminggu aja aku hampi Gilak gimana sebulan" Kata Byan jujur


"Bawel!! diam aku mau Tidur" kata Thania


Byan dengan Lesuh beranjak ke kamar mandi memikirkan ucapan Thania tadi


Dintempat Lain..


Vano baru saja selesai mandi, ia melihat isterinya sudah tertidur pulas memeluk guling, kedua anak mereka tidur bersama para pengasuhnya karena sebelum acara selesai mereka sudah mengantuk..


Vano merebahkan tubuhnya di samping isterinya... di peluknya Salsa, namun dengan sigap Salsa melepaskan pelukan itu...


"sayang belum tidur yaa" kata Vano


"kamu atau aku yang mau tidur di sofa?" kata Salsa ketus


"sayang mah jangan gitu, aku minta maaf yaa" kata Vano kembali memeluk Salsa dari belakang tubuhnya


"minta maaf sama Khania!"


"iya besok sayang, sekrang bobo dulu" kata Vano dengan Pedenya


"sebelum minta maaf dan di maafkan oleh Khania kita ga seranjang, Jatah ujang juga STOP" kata Salsa tegas


"aaah apa-apaan si sayang, aku ga mau"


"terserah, pindah sana ke Sofa atau aku yg pindah" kata Salsa berusaha membangunkan tubuhnya...


"ehhh iya iya iyaaaaa aku tidur di sofa" kata Vano dengan lesunya...


Salsa hanya terkekeh pelan...


Bayan pun mengalami hal yang sama dengan Vano, ia tidur di atas Sofa dengan sangat terpaksa...

__ADS_1


ini karena ide gilanya Bang Byan, gue jd sengsara gini... baru juga sekali jail udah begini efeknyaaa.... Dalam hati Vano..


__ADS_2