
hari ini aku gak perlu mendengarkan ocehan mereka.. akan aku catat namanya, saat aku memimpin kalian adalah orang yang aku pecat di hari pertamaku nanti...
kata Khania dalam hati sambil berjalan menuju lift...
"khania ya?" kata seorang wanita
"iya, siapa ya?" kata Khani
" perkenalkan aku Dewi, aku sekertaris manager, tapi kemarin aku gak masuk... aku sudah di beritahu bahwa akan da karyawan training yang akan berdampingan dengan aku sebelum di pindah ke cabang" kata Dewi menjelaskan sambil tersenyum
"oh kamu sudah tau yaa, bantu aku yaa.. aku masih baru dan perlu banyak belajar..." kata Khani dengan senangnya...
"dengan senang hati..." kata Dewi dengan senyum mengembangnya
Merekapun tiba di meja kerja,,mereka akan berbagi meja kerja bersama hal itu memang sudah di ketahui oleh Khania sebelumnya...
"pak Anton belum datang ya?" tanya Khania polos smbil melihat ruangan berjarak tiga meter dari tempat ia duduk...
"hemm dia memang suka telat, bahkan suka ga masuk dengan alasan sakit, ban bocor, mobil mogok, kaki sakit, orang tua sakit.. aaa banyak lahhh" kata Dewi dengan polosnya
"hah???!!! terus absensinya gimana? kan fingerprint.." kata Khania
"yaa kalo sakit kan memang di perbolehkan ga masuk Nia...tapi kalo soal telat si aku gak tau yaa, mungkin dia nanti nulis keterangan meeting si luar, atau apa gitu ..." kata Dewi yang tidak paham dengan itu semua.
"oh gitu yaa, yaudah yuk ajarin aku yaa" kata Khania sambil memegang berkas.
Tak lama anton pun tiba.. dengan santai tanpa rasa berdosa ia melewati Khania dan Dewi...
bisa aja ni gue aduin ke abang atau papa. hemm..
Khania mengambil ponselnya berniat melihat apkikasi chatnya...
"khania, ponsel kamu itu kan mahal banget, kamu kerja apa seebelum ini??" tanya dewi penasaran pasalnya dia yang sudah bekerja dan mendapat gaji yang lumayan merasa sayang membeli ponsel dengan harga selangit..
"oh ini.. ini dapet hadiah giveaway wii hehe" kata Khania cengengesan
"giveaway? dari si raja konten yutup ya?" kata dewi penasaran
"ah iyaa wii, tau aja kamuu.."
raja konten yutup siapa sii? kenal juga enggak gue hahaha
"ihh beruntung banger kamu khania...kalo tas kamu pasti Kw juga ya?"
"ah iya dong mana mungkin aseli, kalo yg asli mahal ini cuma seratus ribuan aja" kata Khania terkekeh..
kalo mama tau ni gue bilang harga seratus ribu, pasti mama rambutnya langsung ngembang kaya singa marah hahaha
__ADS_1
"makan siang yu, udah waktunya nii" kata Dewi merapihkan ebberapa berkas...
"di cafe mana?" kata Khania yang juga sibuk merapihkan berkas
"hiih aku makan di warung ayam geprek aja, di belakang hotel ini.. enak loh meskipun kecil tempatnya dan ga seterkenal geprek artis"
huhu gimana ini, apa dulu kak salsa waktu nyamar jadi miskin begini jugaa? hekk kalo ga makan laper, makan sendiri juga berasa banget jomblo nya...
"khania ayoo, mau ikut gaa" kata Dewi melihat Khania yang sedang bengong
"eh tapi bersih ga tempatnya?" kata Khania mengambil dompet di tasnya
"bersih banget enggak, tapi bersih lah..." kata Dewi dengan jujur...
"yaudah aku ikut, aku ga laper laper banget si" Kata khania berbohong
kalo tempatnya ga memungkinkan aku nahan laper aja terus delivery... kenapa aku jadi terjebak di situaasi kaya gini sihh...
Merekapun tiba setelah berjalan kaki emnuju warung itu, terlihat banyak nya karyawan yang makan disana, mskipun bukan semuanya karyawan hotel... Khania pun ikut memesan akhirnya setelah melihat beberapa orang yang sedang makan dengan lahapnya...
Khania meliirik kanan kiri atas bawah, memang jauh dari kata standarisasi Khania.. tapi melihat orang makan terlihat begitu nikmat ya akan mengugah selera Khania...
Makanan datang, khania mengobok tangannya di sebuah mangkuk kecil.. itu pun atas saran dari Dewi...
Khania mulai mencicip, dannnn rasanya memang enak... Khania makan dengan lahap sambil bercucuran keringat, ranbut panjang dengan curlly di bagian bawah rambutnya pun berjuntai juntai menambah aura kecantikan Khania saat berkeringat...
Selesai makan mereka kembali ke dalan Hotel, masih ada 15 nenit lagi waktu istirahat mereka...
si dewi polos apa kepo si, kan gue bingung jawabnya... hadehh
"naik taxi"
"ihhh kamu kan masih karyawan magang, gaji kamu masih ga seberapa syaang kalo naik taxi, aku aja yang udah karyawan tetap naiknya ojol... " kata Dewi mengintimidasi Khania
"eh iya yaa, emang berapa gajinya?" tanya khania penasaran
"tiga jutaan si kayaknya"
"haaahhhhh tiga juta? ga salah itu uang jajan aku se----"
khania menahan ucapannya, hampir saja ia keceplosan
gilak tiga juta, itu cuma seminggu kalii huhu bensin PP sehari aja dua ratus ribu.. yang ada aku nombokin... abanggg tega banget si banggg... pahh mahh angkat aku dari siksaan abang... hiks hiks
Kata Khania dalam batinnya...
"jajan se aapa? makanya jangan boros kalo gaji di cabang agak berbeda sama di pusat" "kata Dewi menjelaskan...
__ADS_1
Khania masih terdiam dalan lamunan membayangkan uang tiga juta yang akan habis untuk bensin mobilnya selama lina belas hari....
****
Sementara di tempat lain, Salsa sudah memulai prakteknyaa...
Pasien Salsa tidak telalu banyak memang, salsa membatasi jumlah pasiennya demi waktu luangnya untuk keluarga nya terutama anak anaknya...
Hari ini Vano memberi kabar bahwa ia akan terlambat pulang karena masih harus meeting.. sementara Keenan dan Kinan berada di rumah bu Diana ...
Salsa memutuskan untuk menyusul Vano ke kantor kala itu agar supirnya tak harus menjemputnya.. Salsa menggunakan Taxi menuju kantor Vano...
Seperti biasa, Salsa disapa oleh para karyawan...
"raffi.. suamiku ada?" kata Salsa saat berada tepat di hadapan meja kerja Raffi
"bapak ada, lagi meeting bu di ruangan meeting..." kata Raffi menatap wajah Salsa dengan penuh kekaguman
"hemm aku tunggu di ruangannya yaa, kamu jngan bilang bilang tapi" kata Salsa mengancam Raffi.. pasalnya Salaa mau membuat kenutan pada suaminya...
mendengar perintah Salsa Raffi hanya menganguk...
sudah pukul 18.00, memang akhir akhir ini pekerjaan sangatlah adat, bahkan raffi dan Hafiz harus lembur sampai jam 10 malam ..
Vano dan yang Lainnya keluar dari ruang meeting...
"kalo sudah selesai kamu boleh pulang fi, tapi tolong send jadwal saya besok dulu ya" kata Vano sambil berjalan masuk ke ruangannya...
"DOORR"
"AAKKKHHH"...
"sayang..... astagfirullah kalo suami kamu jantungan gimanaa?"
"hehe maaf mas" kata salsa cengengesan
"ko kamu kesini, kangen ya?" ledek Vano yang kemudian duduk di kursi kerjanya
dengan manja salsa duduk di pangkuan suaminya
"iya emang gak boleh aku kangen suami aku sendiiri... kamu sibuk terus sih" kata Salsa dengan sedikit memanjakan nada bicaranya
"sayang kamu tau kan konsekwensinya kalo bangunin si ujang" kata Vano sambil memeluk erat isterinya...
"yaa aku tau, tapi gak disini mas, kamu masih lama?" kata sals berusaha mengalihkan pembicaraan"
"30 menit lagi,, kita sholat dulu yu" kata Vano mengecup pipi istrinya berulang kali..
__ADS_1
Salsa pun mengganguk.. mereka akhirnya sholat bersama di ruangan tersebut...
setelah itu Vano menyelesaikan tuagasnya sementara salsa merebahkan badannya di sofa sambil bermain ponsel ....