Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 154


__ADS_3

yaa Ampunn ini kenapa jadi dekdekan, padahal Raffinya juga masih disana... kuatkan hamba yaa Allah.. jangan buat hamba pingsan disini, jangan bikin hamba kena serangan jantung ginii...


duh kenapa jadi gemeteran gini sihh....


eehhhh tuh kan dia kesinii... eehh ko dia ngedeketin sii... kuatkan hamba yaa Allah... Aamiin...


"tenang aku ga gigit, mukanya jangan tegang gitu" kata Raffi menghampiri Khaniaa


"aku biasa aja" kata Khania mengelak


Raffi hanya terkekeh memandangi wajah Khania yang sangat tegang...


"oh iya kamu cantik banget malam ini, aku makin jatuh cinta" kata Raffi menatap Khania dengan menyanggah dua wajahnya dengan tangan di atas meja..


Bluuusssssshhh pipi Khania memerah, jantungnya berdebar makin kencang dan cepat...


"aku kira kamu se kaku kanebo kering, tau nya kamu gombal juga ya" kata Khania berusaha relex


"Aku cuma mencob memposisikan diri aku, saat bekerja, bersosialisai, dan saat seperti ini(Raffi terdiam, membangunkan badanya membisikan Khania) saat aku bersama kamu"


Khania semakin salah tingkah di buatnya...


"kesana yuk" kata Raffi menunjuk bibir pantai


Khania hanya mengangguk...


Raffi mengandeng tangan Khania..


lalu mereka berada di atas pasir namun jauh dari hempasan ombak...


"Khania......"


"iyaa raff..."


Merekapun menghentikan langkahnya, lalu saling menatap..


"apa jawaban itu sudah ada?" tanya Raffi to the poin


"jaa.. jaawab-an apa ya raff??" kata Khania Pura - Pura lupa


"yakin kamu lupa?" kata Raffi masih menuntun Khania dan mereka kembali berjalan...


"apa soal perasaan kamu?" kata Khania


"iyaa.. aku mau tau jawaban kamu, bukan aku sudah bilang, dua hari lagi berarti tepatnya malam ini," kata Raffi


"hmm aku bingung raff" kata Khania


"bingung? apa karena status aku yaa, karena kita beda kasta?" kata Raffi sendu


"tolong kamu Jangan berfikiran tentang siapa kamu yaa Raff, apalagi soal perbedaan kasta! orang tua aku gak mendidik aku untuk menbedakan sesama manusia loh" kata Khania menjelaskan...


"maaf... "


"raff boleh aku jujur?" kata Khania, lalu Raffi mengangguk


"berapa banyak mantan kamu?" tanya Khania dan membuat Raffi kaget lalu mulai mengeluarkan ingatan lampau nya...


"dua" kata Raffi


"banyakkkkkk" kata khania menatap Raffi sinis

__ADS_1


"dua kok banyak... kamu berapa emg" tanya Raffi


"aku belum pernah pacaran, yang nembak banyak tapi ga ada yang aku terima.. males takut di bikin nangis" kata Khania polos


"apa aku juga termaksud?" kata Raffi


Khania terdiam cukup lama


"aku gatau Raff" kata Khania


"kenapa? kalo kamu belum bisa pacaran gapapa, aku paham dan mengerti" kata Raffi tersenyum


"raff...."


"hmm"


"AKU UDAH JATUH CINTA SAMA KAMU" kata Khania dengan penuh penghayatan bicara.


"maksud kamu?"


"aku mau jadi pacar kamu..." kata Khania sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya


Raffi pun merasa senang mendapat jawaban bahagia dari mulut Khania...


"kok si tutup, kamu ga seneng ya?" kata Raffi yang lagi kegirangan sambil menarik pelan tangan Khania yang menempel di mukanya


"aku malu, aaaaa" kata Khania dengan pipi merah merona nya...


"Hahaha.... masa kmu gak mau liat muka aku yang seneng ini.." kata Raffi sambil menatap Wajah Khania...


*degh degh degh degh


yaa Ampun Raffi kenapa aku bisa semakin jatuh cinta sama dia....


Batin kedua sejoli itu...


Raffi pun memeluk Khania, dengan reflek dan perasaan senang, Khania juga membalas pelukan hangat itu...


"Raff.... boleh aku minta sesuatu?" kata Khania pelan memecah lamunan mereka berdua


"apa?" kata Raffi


"aku gak mau Kak Vano atau yang lain nya tau hubungan ini .... hmm aku mau mereka tau nanti, minimal sampe aku Wisuda" kata Khania sambil melepas peluakan itu..


"baiklah, Tapi kalo kamu mau tau, aku udah sangat Yakin akan hubungan kita, sekali lagi terlepas kamu adalah anak dari keluarga Wijaya..." Kata Raffi sambil memegang tangan Khania erat...


"bantu aku yaa buat meyakinkan Dua Pria di hidupku kalo aku sudah cukup dewasa" kata Khania tersenyum


"maka aku juga akan meyakinkan mereka atas kamu" Sambung Khania dengan senyum merekahnya


"Terimakasih Khania... Selama Kita backstret kita saling jaga hati yaa?" Kata Raffi menatap wajah Khania


"iya Raff... sebenrnya aku juga takut galau, soalnya kakak aku dua-dua nya pas pacaran pernah galau, nangis, gak makan, ngurung diri... aku takut tuh sebenrnya kaya gitu" kata Khania Jujur...


mendengar itu Raffi langsung tertawa Terbahak bahak, memang sebenarnya itu pula yang khania takuti ketika menjalin suatu hubungan di tmbah Vano yang protektif terhadap pergaulan Khania, maka itu Khania sendiri memilih tidak pacaran dan menolak laki-laki yang mengajak ia pacaran....


Tapi kini berbeda ceritanya dengan Raffi, ada dorongan kuat dari hatinya yang mampu mendobrak benteng pertahanan Khania...


"khania... yang namanya menjalin sauatu hubungan antara satu orang pria dan wanita, itu pasti akan ada masalah, selisih paham, berbeda kemauan, dan lain-lain... itu pasti ada, namun gimana kita yang menjalanin aja punya sikap seperti apa, bijak atau enggak!!!


Kalo hubungan itu gak ada bumbu-bumbu cekcok kecil, cemburu, salah faham.. kita gak akan bisa belajar lebih baik buat bangun kehidupan yang menuju sempurna lohh...."

__ADS_1


kata Raffi sambil mengenggam tangan Khania...


khania hanya mendengarkan memahami pembicaraan Raffi


"yang penting dalam menjalin hubungan itu kita harus saling percaya, harus saling mendukung satu sama lain, sama komunikasi yang harus bener-bener terjalin dengan baik"


Sambung Raffi


"iyaa aku faham sekarang... Makasih udah kasih aku pengertian kaya gini Raff" kata Khania sambil menatap Raffi


"muacchhhh" kecupan singkat mendarat di kening Khania


bulsshhhhh pipi khania merah merona, Jantungnya kembali berpacu dengan cepat...


ini adalah ciuman pertama laki-laki lain yang mendarat ke kening Khania selain kedua laki-laki di hidupnha...


"Aku sayang, aku mencintaimu Khania" kata Raffi kemudian


"a.. aku, aku juga sayang kamu Raff" kata Khania terbata-bata


"apa aku yang pertama?" kata Raffi


khania mengangguk...


"maafkan aku..." kata Raffi merasa tidak enak


"gapapa,, kita balik ke kamar yu.. sudah 50 menitan" kata Khania mengalihkan pembicaraan...


Merekapun berjalan menuju kamar, Khania juga menanyakan tentang keterlibatan Raffi di acara ulang tahun khania ini...


Khania tiba di depan kamarnya di antar oleh Raffi..


"selamat istirahat yaa, mimpi indah sayang" kata Raffi mengecup tangan Khania..


Raff, kenapa kamu selalu bikin jantung aku dekdekan kaya gini... sekarang kamu panggil aku sayang??? aaaakk mau pingsan aja rassnya, kenapa ini begitu indah yaa Allah.....


"k.. kamu juga ya Raff, selamat istirahat, mandi air hangat biar ga masuk angin... mimpi indah..." kata Khania


Khania pun masuk ke kamarnya, ia melihat pintu sambungan ke kamar pak Banu dan Ibu Widya terkunci, ia tau pasti itu atas bantuan Ibu Widya dan Kak Thania...


Khania oun mengirim sebuah pesan ke Thania memberi Tahu kalo Khania sudah berada di kamarnya...


Malam itu menjadi malam yang sangat Bahagia bagi Khania selama hidupnya.. ia membayangkan wajah Raffi saat kegirangan mendengar jawaban Khania, itu membuag Khania senyum senyum sendiri di dalam kamarnya....


Begitu juga Raffi, ia terus membayangi wajah Khania yang malu-malu, hal itu membuat Raffi begitu menyukai bahkan mencintai Khania...


*********


****Kira-kira kalian team mana nii??


SALSA - VANO


KHANIA - RAFFI


hihihiii**


****Maaf Upnya kemarin dikit yaa.. aku kemarin aku kedatengan adik iparku, ngungsi dia karena rumahnya lagi di perbaiki sedikit jadi ga enak kan buat nyuekin dia hihii


BTW aku sebenernya udah agak longgar, PRTku idah masuk kembali hihi


siap siap crazy up deh yaaa , entah hari ini atau besok hihi soalnya aku hari ini piket ke kantor (setiap selasa jadwalku) ..... harap maklum yaa 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


sehat terus kalian 💓💓💓💓💓**


__ADS_2