
Bi inah mulai menjelaskan.. bahwa kamar bi inah di ketuk sehingga terbangun, yang ia fikir itu majikannya makanya bi inah membuka pintunya.. lalu bi inah di bekap, dan di bawa ke ruang tengah di ikat di tiang... dia hanya meminta bi inah untuk diam, dia tidak melakukan apapun..
sama hal nya dengan sanusi dan satu satpam.. hanya ada satu satpam, karena satpam satunya pulang bergantian.
tiga pria kekar yang mukanya di tutupi tiba-tiba udah ada di hadapan mereka menyodorkan pistol sehinnga sanusi dan satpam itu tak mampu untuk berkutik..anehnya pintu gerbang yg di gembok dan telah di buka oleh nya dengan apik tanpa merusaknya...
sementara satpam komplek...
ia mengaku bahwa ada satu mobil yang telah terekam cctv itu datang menghampiri pos, memakai kemeja rapih, dia bilang mau antar jemput Vano yang akan pergi ke bandara...
mengingat Vano sering pergi urusan bisnis membuat satpam itu percaya...
saat pergi pun dengan santai mobil itu memberi hormat berupa klakson ada para satpam komplek...
tidak ada barang yang di ambil.. bahkan dompet salsa yang tertinggal di meja ruang tamu usai membayar pesanan makanan sore hari tak di sentuhnya sama sekali..
mendengar penjelasan dari berbagai pihak polisi akan menyelidikinya, dan meminta bukti rekaman cctv.. Vano mengambil ponselnya lalu mengirim ke Sandi untuk di pindahkan ke flashdiks...
setelah selesai polisi kembali pergi meninggalkan kediaman Vano...
mendengar itu semua membuat salsa tentunya semakin ketakutan, syok, bahkan pikirannya jadi kemana mana.....
waktu sudah menujukan Pukul 4 pagi, vano meminta salsa untuk kembali ke kamarnya di antar bi inah...
semua anak buah Vano dan Sandi masih berjaga di depan gerbang...
"apa ini san?"
"ancaman" ucap sandi
"maksud lo?"
"gue gabsa berbicara lebih jauh lagi... gue harus cari bukti dulu meskipun di otak gue udah bisa nembak siapa dalangnya"
kata sandi
"lakukan san, gue percaya sama lo!"
"gue harus balik, kasian Nadya.. gue akan kabarin secepatnya kalo anak buah kita udh menyelesaikan tugasnya"
"oke, kalo bisa kirim pesan gue dl, biar gue yang hubungin lo kalo waktunya tepat, gue takut salsa tau masalah ini" ucap Vano ke Sandi,
Sandi hanya mengganguk lalu pergi...
Vano bergegas ke kamarnya, menemui salsa.. dan berpaasan dengan bi Inah..
"salsa udah tidur bi?"
"belum den, tadi baru selesai sholat terus bibi disuruh panggil den vano" kata bi inah...
"maaf ya bii atas kejadian ini, semoga ga bikin bibi trauma dan berhenti kerja" ucap vano
"tenang den, bibi udah ikut orang tua non Salsa lama, hal mirip begini sudah sering terjadi..." ucap bi Inah
Dan Vano membalasnya dengan senyuman...
"jangan bilang kedua orang tua kita dulu ya bi, saya mau atasin dulu sendiri... bibi juga ga usah masak, bibi istirahat aja, nanti saya akan pesan makanan, tapi kalo saya ketiduran bibi jangan nahan laper yaa entar bibi jadi kurus" kata Vano sedikit memberi candaan di akhir kalimatnya
"hehe den bisa aja, tenang aja den bibi udah faham" ucap wanita paruh baya itu...
---------------
__ADS_1
Pukul 9 salsa terbangun...
"masss.. massss bangun"
"hemmm"
"mass pengen mie goreng mas"
*haduh baru melek mata udah minta mie goreng.... biniiiii ohhh biiinii
"jangan itu banyak MSG nya" kata vano yang masih menutup matanya...
salsa kesal sama Vano.. salsa akhirnya mengambil ponselnya memesan makanan yang ingin ia makan...
namun sebelumnya salsa membuka aplikasi pesannya, betapa kagetnya salsa membuka salah satu pesan di ponselnga...
salsa reflek membuang poselnya yang justru mengenai kaki Vano...
"gaaaaaaakkkkkkkkkkkkkk" lalu salsa menangis..
vano pun bangkit dari posisinyaa, antara kaget dengar suara salsa sama kaget ada yang nimpuk kakinya...
"sahang kenapa?"
melihat salsa menangis Vano nengambil ponsel salsa dan melihat sebuah foto jenazah bayi yang berlumuran darah...
"mas aku takut" hiks hiks hikss...
Salsa menangis dalam pelukan Vano..
Vano sangat kesal, muka nya memerah darahnya mulai mendidih...
salsa kemhdian mengangguk, dan melangkahkan kakinya ke kamar mandi..
vano segera meraih ponselnha keluar kamar dan memasuki ruang kerjanya...
vano mencoba menghubungi Sandi...
📞📞📞
Vano
gimana san?
Sandi
ya van, sorry gue juga abs ada masalah..
Vano
lo juga kena?
Sandi
iyaaa
Vano
lo bawa deh bini lo kesini, nginep disini beberapa hari, biar kita juga jd tenang buat sewaktu2 pergi.
Sandi
__ADS_1
oke tunggu gue. gue udah dapet beberapa info.
Vano
oke.
selesai menelfon Sandi, Vano bergegas kebawah, terlihat bi inah duduk di pintu arah ke kolam renang..
"bi ngapain?" kata Vano
"ga ngapa-ngapain den, justru lagi bingung gak ada kerjaan" kata bi Inah
"yaudah buatin mie goreng yaa, salsa katanya mau mie goreng" ucap Vano sambil membuatkan susu untuk Salsa
"baik... den vano mau juga?"
"saya mie rebus deh bi, kaya yang bibi buat buat salsa waktu itu"
bi inah berfikir sejenak...
"oh itu, baik den.. mau makan dimana den?"
"di kamar aja bi" kata Vano sambil melangkah meninggalkan bi Inah membawa susu hangat untuk istrinya...
Sampai Vano di kamar, melihat istrinya sudah menyelesaikan mandinya, sedang menyisir rambutnya sambil mengeringkannya...
"susu nya sayang" ucap Vano sambil mengecup kepala isterinya dan meletakkan susu cokelat di depan Salsa..
"makasih mas"
"iyaa. aku mandi yaa.. kita makan di kamar aja, nanti dibawain bibi" kata Vano bergegas ke kamar mandi...
Setelah mandi Vano memakan makannya bersama Salsa.. Vano menatap wajah istrinya yang berusaha menutupi keresahannya..
sebenarnya salsa sudah faham apa yang akan terjadi jika memiliki suami seorang pengusaha sukses, akan banyak kerikil gang menghampirinya... itu juga yang menjadi alasan Salsa menyembunyikan identitasnya sebagai anak pengusaha..
"sayang boeleh aku bicara sesuatu?"
kata Vano
"katakanlah"
"jangan bicara pada orang tua kita tentang masalah ini, aku akan menyelesaikannya dulu sendiri, aku bilang ke orang tua kita, kalo kita lagi jalanjalan... nah saat ini rumah kita di jaga oleh 10 orang suruhan ku, ternyata Sandi juga mengalami hal serupa, nah aku mengajak Nadya dan Sandi untuk menginap disini...
kamu usahakan jangan ada yang tau hal ini, aku juga berusaha untuk tidak ada tamu dirumah kita, agar meminimalisir teror ke orang terdekat kita.... aku minta kamu jangan panik, jaga anak kita baik baik, aku akan menjadi tameng mu dan anak kita juga tentunya. aku mohon jangan banyak bertanya, jangan banyak menangis, doakan aku saja sudah cukup..."
ucap Vano sambil memengang tangan isterinya...
Salsa tak sanggup lagi berkata kata. hanya anggukan saja yang ia berikan ke suaminya...
-
-
-
Thor sedih deh...
ternyata banyak yang gak bisa baca beberapa episode novelku yaa?? aku juga gatau sih itu kenapa..
dan thor juga baru engeh nih, bebrapa ketikan Thor menggunakan Bold tp pas di up kok gak ngebold yaa? thor jadi bingung... huhuuw
__ADS_1