
Setelah 30 menit menempuh perjalanan dengan kecepatan super akhirnya Vano tiba..
"sayangggg kamu gapapa?"
Tanya Vano panik
"gapap kok"
Jawab salsa santai
"ga papa gimana, aku liat di cctv kamu kesakitan, ayo ke rumah sakit" pinta Vano dengan nada super panic
"no, aku tau ini masih panjang, aku gamau berlama di Rs..lebih baik kamu mandi, ganti pakaian santai"
Pinta salsa
"sayang tap----"
"cepeat sebelum aku mules lagi" kata salsa yang sudah sedikit lemas bersandar di sofa menyambar memotong pembicaraan Vano
Khania yang melihat wajah Vano seperti ketakutan hanya tertawa kecil di balik bantal sofa yang menutup setengah bagiaan muka nya...
Vano kembali setelah mandi, melihat isterinya tengah menangis dan adiknya Khania tengah mengusap bagian pingang belakamg salsa..
"kenapa???" tanya Vano
"sakit katanya bang" jawab Khania
"yaudah minggir" kata Vano..
Kemudian salsa duduk mengatur nafasnya, mukanya sudah terlihat lelah menahan sakit...
Kali ini sakit yang ia rasakan, karena mulesnya hanya datang 1-2 jam sekali kan kadang kuat kadang lemah... Belum teratur...
Vano duduk di samping isterinya..
"ke Rs yu?" ucap Vano pelan
"no mas, paling baru bukaan 2 kaya gini tuh..."
"yaa mas ga tega kamu kaya begini sayang"
"ya memang begini mas"
Vano pun duduk di lantai di depan perut Salsa
"Anak pintar Daddy, jadi anak baik ya nak.. Jangan bikin mami berlama lama menahan sakit yaa, daddy menunggumu di sinii, ayo keluar"
Ucap Vano kearah perut salsa sambil mengusapnha..
Tak lama salsa merasakan Kontraksi rasa sakit pingang dan mulas...
"awww masssss hiks hikss Astagfirullahhh.."
Vano duduk di samping salsa..
Khania menitihkan air matanya melihat salsa menangis...
Kini posisi salsa seperti orang sungkeman di depan Vano namun tangannya melingkar di pingang Vano dan mendekap suaminyaa sehingga kepalanya berada di antara dada dan perut Vano..
"mass maafkan aku selama menajadi seorang isteri kamu banyak kesalahan yang aku buat, maafkan aku mas atas hilafku selama ini"
Kata Salsa , Vano menitihkan air matanya dan segera menghapusnya lalu mengusap pingang Salsa
"ridhoi aku masss.... hiks hiks hikss.....massssss sakitt" sambung salsaa..
Vano memegang lengan kanan kiri salsa menandakan salsa harus segera bangkit...
"aku mencintaimu sayang... Aku selalu meridhoi keputusan yang baik untuk kamu dan kita.... Sekarang kita ke Rs yaa??"
Salsa hanya mengangguk, dia melihat kini pipi suaminya telah basah...
"mass telfon mommy dulu" kata Salsa sambil meraih ponsel nya...
Vano menagangguk..
📞📞📞📞
Salsa
"assalammualaikum mom, mom salsa minta maaf atas segala kesalahan salsa mom, salsa mohon kerendahan hati mommy memafkan dan mendokan salsa,"
__ADS_1
Salsa nyerocosss dan belum memberikan Ibu Dina kesempatan berbicara...
"waalakumsalam, kamu kenapa si sa ? Ada masalah apa?" tanya bu Diana Panik
"mom salsa mules, mau lahiran, doakan salsa yaaa salsa mau ke Rs Sama mas Vano, udah ya mom salammmualaikum" kata salsa..
----
"masss astagfirullah, sakittt hiks hiks hik"
"yaudah ayok sayang" ajak vano menuju Rs
"telfon mama dulu" kata salsa yang sudah meletakkan ponselnya di telinga
📞📞📞📞
"assalammualaikum mah, mamahhh salsa minta maaf atas segala kesalahan salsa selama jadi menantu mama yaaa, salsa mohon kerendahan hati mama memafkan dan mendokan salsa,"
Salsa juga nyerocosss dan belum memberikan Ibu Widya kesempatan berbicara...
"waalakumsalam, kamu kenapa sayang, apa yang Vano lakukan sama kamu ? Tanya ibu Widya
"gak ada mam, salsa mules, mau lahiran, doakan salsa yaaa,, ini salsa mau ke Rs Sama mas Vano, udah ya mom salammualaikum" kata salsa..
----
Salsapun berdiam dulu msngatur nafasnya di sofa.. kurang lebih 20 menit...
kemudian ia di papah menuju mobil, di ikuti bi Inah dan Khania..
Khnania ikut ke Rs kala itu, khania duduk di depan, sementara Vano dan Salsa duduk di belakang kemudi di bangku terpisah khas mobil mereka...
Sementara Bi inah tetap di rumah karena bi inah akan mencuci dan menguburkan plasenta di samping makam janin anak salsa dan Vano....
"bii doain salsa yaa, maaf kalo salsa banyak salah" kata salsa ke bi inah
"non orang baik, gak ada salah sama bibi... Bibi akan doakan non kok" kata bi Inah yang sudah berkaca kaca kala itu
Sanusi dengan tenang membawa majikannya yang sudah merintih kesakitan.. Dengan kecepatan sesuai keadaan jalan membawa mereka ke Rs dalam waktu 30 menit, mengingat sudah jam pulang kantor jalan agak ramai...
Salsa di bawa ke ruang Bersalin langsung tidak terlebih dulu ke IGD karena Vano sudah mengatakn salsa mules dari jam 11 siang...
"massss sakittttt" kata itu yang keluar dari mulut salsa..
Vano tak henti memandang isterinya, memegang tangannya..
Mengusap perut dan pingangnya..
Posisi salsa kini sudah berubah ubah..
Duduk sambil memeluk Vano yang berdiri....
Tiduran miring menhadap suaminya, bahkan Samapai menunging ia lakukan karena rasa sakit dan sedikit tak nyaman...
Kedua orang tua mereka telah sampai di Rs, menghampiri Khania yang duduk di depan ruang tunggu...
"gak boleh masuk mahh, katanya satu orang aja..."
Ucap khania ke mama nya yang sebenarnya di tujukan juga untuk ibu diana yang hendak masuk....
"hahhh ayo jeng masuk aja.. kalo mereka marah saya pecat nanti" ucap bu Widya yang mulai kesal kala itu karena khania melarangnya masuk..
Para suami dan khania hanya menggelengkan kepala nya...
"perempuan" kata Banu
Ucapan itu mengundang tawa pak Latif dan khania
Ibu widya dan Ibu diana masuk, salsa masih ada di ruang 1 dimana itu ruang persiapan bersalin...
"momm, mahhh" sapa salsa
"sayanggg, kuat yaa nakk bismillah" kata bu Diana
"sabar sayang, mama yakin kamu kuat, mama percaya kamu" kata bu Widya
Hanya anggukan yang salsa berikan
"pembukaan berapa sekrang? Kata bu Widya
"15 menit yang lalu si tujuh mah kata dokter" vano menjawab
__ADS_1
"minum saa, kalo perlu makan biar ada energi" kata bu Diana
Salsa hanya menggeleng kepalanya...
Tak lama..
"massssss ketubanku pecahh... Awwwwww mulesssss mass momm, maahh muless" suara rintihan salsaa
"susterrr ini anak saya ketubannya pecah" kata bu Diana
"saya periksa yaa," kata dokter Hanum yang baru datang
Pemerisaan pembukaan di lakukan, ketuban juga sudah pecah...
"dokter Salsa, pak, bu, ini udah pembukaan 9.. Yuk dok pindah ke ruang bersalin, bisa bangun ga?" kata dokter hanum
"saya gendong aja dok" kata Vano cepat
"baik pak, tapi maaf Ibu Ketua sesuai prosedur RS hanya boleh satu orang yang nunggu, tapi kalo ibu mau ikut masuk saya--------"
"saya mengerti dok, lakukan yang terbaik untuk Salsa, saya tunggu di luar" kata bu Widya
"baik, dengan sepenuh hati" kata dokter hanum...
Salsa sudah di gendong Vano untuk pindah ke ruang khusus bersalin, dimana tempat tidurnya pun berbeda...
Kaki Salsa sudah di sanggah oleh sanggahan kaki yang sudah menempel dengan ranjang bersalin...
Vano berada di smping salsa, terus memandang isterinya, entah apa yang harus ia katakan..
Vano tak henti mengucap dalam hati nama Sang Pencipta, untuk memudahkan proses melahirkan istrinya...
Vano juga tak lepas mengengam tangan Salsa, mengecup kening Salsa dan mengusap rambut Salsa dengan tangan satunya...
"sudah lengkap dok" ucap bidan Yessy ke dokter Hanum..
"baik... Dokter Salsa, sudah lengkap yaa, mari kita berjuang... Saat mules silakan mengejan, kalo ga mules jangan ya dok,, dokter sudah faham kan"
Kata dokter hanum
Salsa mengangguk
"dokkkkk muless" kata salsa
"baik ayoo, 1... 2...3..... Bagus dokk, sudah terlihat sekali,,, kalo masih mules ayo lakukan lagi .. "
Salsa mengangguk lagi
"satu ... Duaaa... Tigaaa ............"
Salsa mengejan dengan kuat...
Oweeeekkk
Oooweeeekkkkk
Oooowwweekkkkk
"Allhamdulillah" terdengar ucapan syukur di ruangan itu...
"dokter, pak Vano bayinya lakilaki, tampan" kata dokter Hanum mengangkat bayi tersebut
"Terimaksih sayang, aku Mencintaimu" kata Vano yang sudah menangis menciumi istrinya tak henti....
"dokter Salsa sekarang plasentanya yaa," kata dokter Hanum, lagi lagi Salsa hanya mengangguk..
"sudah... Dokter Salsa ini gak saya jahit yaa, gak ada robek.. Dokter hebat" kata dokter Hanum
"allhamdulillah" kata Salsa
"klo begitu saya kembali ke poli ya dok tadi masih ada 2 pasien, dokter beristirahatlah... Pak Vano nanti bisa mengAdzakan anaknya setelah di bersihkan ya pak" kata Dokter Hanum ke kedua pasangan itu
"baik dok terimakssih dok" kata Vano
*
*
*
*
__ADS_1