
Vano dan Sandi telah tiba di Kalimantan, dari bandara erjalanan memakan waktu dua setengah jam untuk sampai lokasi tambang...
namanya perusahaan tambang memang tak nampak gedung berjulang tinggi, hanya seerti tanah lapang dan terdapat bangunan seperti sekolah dasar berbentuk later U, di belakang bangunan terdapat banyak alat berat untuk menambang..
Standart ke amanan juga di perhatikan untuk memasuki kawasan tersebut...
ini memang bisnis Vano yang pertama di dunia Pertambangan, namun Vano sudah mempelajarinya jauh sebelum memutuskan merambah dunia pertambangan... Vano dan telah manaru sahamnya di dunia pertambangan, karena hasilnya cukup memuaskan membuat Vano ingin memiliki perusahan itu sendiri.. kebetulan ada lahan yang di jual oleh seorang pewaris kala itu...
Saat Tiba......
Vano langsung memasuki sebuah ruangan yang akan ia hadiri dengan beberapa investor... Vano menerangkan beberapa rencananya terhadap gocangan saham perusahan barunya itu...
Jadi... Vano sengaja menyewa orang untuk berpura-pura menggantikan Aji sebagai orang kepercayaan Vano disana, dengan membuat seolah-olah Aji memiliki kesalahan besar terhadap perushaan..
Benar Saja...
Mendengar hal itu tentu Tuan Zain yang sudah bersilap ingin menguasai perusahaan Vano dengan hal Curang langsung menemui Dion...
Rencana Vano berjalan mulus, beberapa persen sham tertinggi Vano bisa seketika di kuasai Zain, tentunya Vano mengetahui dan membiarkan hal itu terjadi sementara... setiap pembicaraan lelaki paruh baya itu di rekam Dion... Semua berkas kecurangan itu sudah ada di tanggan Vano...
Para investor terbelatakn mendengar hal itu, beberapa dari mereka juga menjalin kerja sama dengan tuan Zain, dua di antaranya telah merugi...
Mereka mendukung semua rencana Vano..
Vano pun terasa mendapatkan suntikan energi kala itu, para investorpun memilih tetap menjalin kerja sama dengan Vano...
*
*
*
Vano tersadar, Dua jam hampir habis dari waktu terakhirnya menghubungi Salsa...
📞📞📞📞
vano
assalammualaikum sayang
salsa
waalikumsalam sayang...aku rindu kamu mas...
Vano
hemm jangan begitu, aku bekerja jadi tak tenang.
Salsa.
hemm baiklah, sayang aku pengen makan martabak telor
Vano
pesan aja sayang, atau suruh sanusi membelikannya
Salsa
hemm aku ingin kamu yang suapin saat aku makan mas
Vano
yampun sayang mana bisa, aku disni kamu disana...
__ADS_1
Salsa
aku tau kok
Vano
kalo aku temenin video call mau? aku masih di tambang, tapi aku segera ke hotel. perjalanan dari tambang ke hotel 30 menit. jadi pas kan martabak datang aku udah di hotel...
Salsa
hemm oke itu lebih baik dari pada tidak sama sekali mas...
Vano
yasudah mas siap siap berangkat ke hotel yaa.
Salsa
iya mas... hati hati..
***×****×
Vano dan Sandi bergegas ke Hotel untuk beristirahat dan memepersiapkan misi selanjutnya....
Setibanya di hotel Vano mengirim pesan ke salsa untuk menunggunya 10 menit lagi, karen Vano akan bergegas mandi, pekerjaan Vano hari ini lebih banyak di lapangan membuat tubuhnya berkeringat dan gatal...
Salsa pun membaca namun mengabaikan, karena martabak yang ia minta belum juga datang, karena pesanan Salsa cukup banyak...
Nadya yang sebelumnya mengetahui salsa meminta Sanusi membelikan martabak ikut menitip sesuatu yang ia inginkan..
Empek-mpek..
Setelah Vano selesai mandi dengan sedikit terburu-buru ia menatap ponselnya belum ada jawaban dari istrinya..
📹🎥📹🎥📹🎥📹
Vano
ko belum telfon sayang
Salsa
belum dateng pak sanusinya mas....
Vano
oh mungkin antri..kamu di ruang Tv sama siapa
Salsa
nih sama Nadya (mengeser ponselnya sehingga nadya terlihat)
Nadya
Sandi mana Van???
Vano
di kamarnya nadh...
Salsa
lebih baik kamu ke kamarnya mas, biar nadya juga bisa melepas rindunya..
__ADS_1
*cih kenapa harus aku yang ke kamarnya.. kalo bukan istriku yang minta, gak sudi aku...
guman vano dalam hatinya
"gak perlu van" (terdengar suara Nadya )
salsa
sudah sana mas, biar sama sama..
saat vano ingin meranjak pergi terdengar ketukan pintj, ternyata dia adalah Sandi membawa makanan..
makanan cepat saji yang berisi daging teriyaki dan beberapa menu lainnya...
Vano
bentar ada yang ketuk pintu, kayaknya sandi
dan benar saja itu Sandi..
Vano kembali meraih ponselnya
Vano
sayang mana Nadya, ini Sandi bersamaku
mata sandi menatap Vano penuh arti.
sementara salsa meletakan ponselnya atas meja di ganjal oleh bantal sofa, sehingga terlihat wajah Salsa dan Nadya.. Vano juga melakukan hal yang serupa dengan Salsa..
saat berbarengan pak Sanusi datang...
membawa banyak tentengan di tangannya...
bi inah bergegas membawakan piring mangkok sendok dan garpu yang salsa minta..
salsa menyuruh pak sanusi membeli..
-martabak telur 5 spesial porsi
- mpek-mpek kapal selam 16
- mpek mpek adaan 16
- sop buah 16 porsi
melihat banyaknya pesanan istrinya membuat Vano mebulatkan matanya keheranan
Vano
"kamu ga salah sayang pesan sebanyak itu
Salsa, sambil mengambil beberapa makanan
"enak aja, ini buat pekerja dirumah juga.. aku cuma ini aja"
ucap salsa sambil memperlihatkan satu kotak martabak telur, 1 mpek telur dan adaan, serta sop buah..
sementara Nadya mengambil Mpek-empek telur dan adaan, dan sop buah...
Merekapun seperti makan bersama..
Vano yang berada di sebrang sana juga sedang makan bersama Sandi...
__ADS_1
Selesai melakukan VideoCall vano dan sandi meminta istrinya untuk beristirahat.. sementara Vano dan Sandi akan membahas beberapa rencananya untuk besok...