Dokter Cantik

Dokter Cantik
42


__ADS_3

Hari ini dinda akan berangkat ke perusahaanya, karena sudah lama dia tak mengunjungi perusahaan yang di dirikanya, awalnya dion akan menjemputnya tapi dilarang sama dinda, karena maya pun mengingatkan sama dinda bahwa untuk seminggu kedepan dion dan dinda tidak boleh bertemu dahulu karena mereka dalam masa pingitan.


Dion sempat uring2an masalah pingitan, dia sempat tidak setuju karena tidak diperbolehkan bertemu sama dinda, tapi dinda menjelaskan sama dion dan akhirnya dion menuruti kemauan dinda, setelah perdebatan panjang dengan dion melalui sambungan telfon dinda berangkat menuju AD grup diantar oleh supir keluarga Herman.


"pak nanti siang tolong antar saya ke butik langganan kakek,"ucap dinda pada supir barunya


"siap nona" jawab supir


"oh ya, saya belum tau nama bapak, karena bapak masih baru bekerja sama kakek kan?" tanya dinda


"ya, betul nona, perkenalkan nama saya irfan, saya keponakan pak joni nona" jawab irfan


"hemmz, kayaknya mas irfan gak pantes saya panggil bapak, karena masih muda, hehheehe" ucap dinda


"itu terserah nona saja, tapi kalau difikir lagi emang saya masih muda hahhaha" jawab irfan


"maaf nona, saya lancang sudah tertawa seperti tadi" timpal irfan


"sudah gak papa, gak perlu terlalu formal kalau hanya ada saya sama kamu" jawab dinda


Setelah itu dinda sampai di depan AD grup, irfan buru2 membukakan pintu mobil, dinda tersenyum kepada irfan, lalu dinda masuk menuju ruang Ceo, disana sudah ada rendi dan reyhan.


"hello baby, apa yang membuatmu datang kesini?" ucap rendi, dinda masuk keruangan reyhan yang disana ada rendi, dinda mendudukan diri disofa,


"gak ada, ingin mengecek kinerja kak rendi," ucap dinda

__ADS_1


" baby, came on,,kamu tau gimana kinerja aku selama ini," jawab rendi sambil berjalan menuju dinda, dan duduk di depan dinda,


"ehem, calon pengantin itu gak boleh keluyuran dek,kenapa kamu datang kesini" tanya rey


"kalian ini kenapa sih, aku kesini tuh kangen sama perusahaanku," ucap dinda sambil mengerucutkan bibirnya, reyhan dan rendi tertawa gemas.


"ok, ok ini perusahaanmu, terserah kamu mau kesini atau tidak, btw ada yang bisa saya bantu nona" canda reyhan


"kak rey nanti tolong urus undangan untuk colega kita, dan untuk kak rendi penjagaan selama acara pernikahan aku serahin semua sama kak rendi" ucap dinda


"siap bu bos!" ucap reyhan dan rendi bersamaan


"ok, bentar lagi aku mau cabut, mau kebutik kakek sudah menungguku, bye kak ren bye kak rey" ucap dinda sambil meninggalkan rendi dan reyhan


"sabar kak, dinda kan emang gitu orangnya, sekejap datang sekejap pergi, apalagi dia sekarang juga penerus HS grup belum lagi kesibukanya jadi dokter" jawab rendi


"ya kamu benar ren, dia adalah dewi penolong buat keluarga kita, apalagi mama yang sudah menganggapnya seperti putrinya sendiri" ucap reyhan


"benar kak, aku masih ingat ketika keluarga kita hancur dia yang menarik keluarga kita, meskipun umurnya masih muda, aku tak merasa keberatan aku akan membantunya dan membuat perusahaannya menjadi sukses" jawab rendi


Di butik langganan Keluarga herman, dinda yang sudah sampai dibutik itu yang diantar oleh irfan supir barunya, dinda langsung masuk ke butik itu yang disambut okeh pelayan butik itu.


"selamat siang nona dinda, tuan herman sudah menunggu anda di dalam" ucap pelayan itu, dinda tersenyum dan mengikuti pelayan butik dari belakang, disebuah ruangan khusus disana sudah ada keluarga besarnya termasuk calon mertua dinda, dion masih belum datang karena masih ada jadwal operasi di rumah sakit.


"dinda, kamu sudah datang nak?" ucap maya

__ADS_1


" ya bundaku sayang" jawab dinda sambil memeluk bunda maya


"ya ampun, anak ayah ini sudah mau nikah tapi manjanya tidak bisa hilang," kata firman


"biarin, mumpung bunda disini yah, dinda kangen kalian?"ucap dinda dan memeluk firman, firman dengan senang hati membalas pelukan putri manjanya


"sudah2 kangen2an nya, sekarang dinda coba kebaya untuk akad dan gaun untuk resepsinya dulu sayang" ucap nadia


"baik tante" jawab dinda


"eitz,, bukan tante sayang,, mami oke!" ucap nadia sambil mencubit hidung calon menantunya


"baik mamiii" ulang dinda.


mereka semua mencoba kebaya untuk acara pernikahan putra-putri mereka, tak lama dion datang, dion disambut oleh nadia dan langsung disuruh mencoba baju yang akan dikenakanya nanti saat acara pernikahan.


dinda sudah keluar dengan balutan kebaya warna putih, terlihat sangat cantik dan anggun, dan dion juga keluar dengan setelan yang senada dengan dinda, dion takjub akan kecantikan calon istrinya.


Semua keluarga sudah mencoba pakaian masing2, bayu dan keluarga farhan sudah kembali ke kantor Mabes TNI sedang kan firman dan maya ada urusan di kota S yang harus diselesaikan dan Herman kembali kekantor. dinda dan keluarga calon mertuanya sekarang menuju kantor W.O ternama dikota S, untuk merundingkan konsep yang dipakai nanti pada acara pernikahan dion dan dinda.


Karena keluarga dion yang ingin menyiapkan semua acara pernikahan putra sulungnya, dan untuk keluarga dinda akan diurus oleh firman dan maya, kedua keluarga saling membantu untuk menyiapkan acara pernikahan dion dan dinda karena waktu yang tinggal beberapa hari lagi...


hai kakak kakak jangan lupa like, coment dan vote yaaa😊😊😂


apabila ada kekurangannya saya menulis mohon kritik dan saranya 😊

__ADS_1


__ADS_2