Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps 68


__ADS_3

**hay hay...


aku rasa ini episode yang kalian tunggu-tunggu.. yaa aku juga menanti ini sihh hehe


btw aku memang sedang dirumahkan alias gak bekerja karena COVID19 tapi dirumah pun aku harus mengurus suami yang juga sedang libur dan anakku...


jadi tentunya ada pekerjaan yang aku kerjakan juga dirumah, tapi tetep banyak luangnya sih hehee


oh iyaa aku mau kasih tau kalian juga... aku gakan buat visual yaa bebsss😘😘😘😘😘


silakan kalian berimajinasi sendiri bayangkan sendiri sosok wanita cantik cem mana dan cowok ganteng cem mana hehehe


jangan lupa tinggalkan jejak bukti bacaan kalian yaa bebs😘 biar akunya jadi makin cemungutttsss lagihh hehehe


sehat selalu kaliaannn.. semoga musibah wabah negri ini segera berlalu....😇**


*


*


*


*


------------------


Vano membawa salsa duduk di sofa kamarnya.. Vano mengambil dompetnya, ponsel, lalu menggendong salsa membawanga ke mobil...


Sanusi segera membuka pintu mobil untuk majikannya itu, dan menutupnha saat keduanya masuk.. Sanusi mengendarai mobil dengan kecepatan sedang sedikit kencang...


Di mobil salsa merasa mual, ingin muntah.. Untung saja bi inah membekali beberapa kantung pelastik dan tisu basah...


Tiba di Rs, salsa dibawa ke UGD..


UGD dengan sigam melayani Salsa selaku dokter dan istei dari Vano.... Salsa sangat lemah kala itu... Kepalanya makin pusing, rasa mualnya tak juga mereda...


Salsa segera di periksa...


"maaf dr. Salsa.. Kapan anda terakhir datang bulan?"


Ucap salah satu dokter perempuan yang memeriksa salsa ..


Vano hanya menyuringkan alisnya...


"astagfirullah dokkkk???"" ucap Salsa seolah dia tau maksud dokter tersebut...


Hal itu malah membuat Vano bingung...


Dokter yang memeriksa salsa justru malah tersenyum...


"ada dokter Hanum di atas, mau kesana aja?"


Tanya dokter itu...


Vano makin tak mengerti arah pembicaraan mereka...


"tunggu, istri saya sakit apa dok?"


"gak sakit apa apa pak" ucap dokter itu tersenyum


"apah??? Apa kamu ga waras?? Istri saya muntah dari pagi, sampe pucat badanya lemas, sekarang kamu. Bilang dia gak sakit" bentak Vano menbuat keadaan UGD menegang


"mau kamu saya pecat??" ucap Vano kesal.


"vanooo!!! Aku emg gak sakit, ayo antar aku ke atas! Dan jangan macam2 main pecat orang aja!!!"


Ucap Salsa kesal..


"dok maafkan suamiku, terimakasih yaa.. Tolong bantu aku call ke atas, aku segera ke atas" ucap sala membangunkan badanya dari ranjang..


"tak apa dokkk...baik dok akan saya hubungi perawat atas.. Sehat selalu ya dokk" ucap dokter itu, sementara vano masih tak mengerti..


Vano masih diam membisu mendorong Salsa dengan kursi roda... Salsa juga hanya diam memikirkan betapa bodohnya Salsa baru ingat bahwa sudah satu bulan tak datang bulan..


*apa ini ke ajaibanMu yaa Allah


guman salsa dalam hati

__ADS_1


Mereka tiba di lantai dimana dulu tempat Salsa praktek..


Beberapa suster menyapa salsa dan vano..


"dokterr, apa kabar?"


"baik sust..."


"tensi dulu yu dok"


Salsa hanya mengangguk


"agak rendah dok, dokter makin cantik deh, kesini pasti bawa kabar baik ya"


"insya Allah..." salsa tersenyum


"aaminn,tunggu bentar ya dok satu pasien di dalam"


Vano hanya diam diam memikirkan sesuatu


"ada apa sebenarnya???"


Tanya vano ke salsa


"sssttt aku gak mau bicara sama orang yang marah-marah"


Ucap salsa


"hhhhhhuuuhhhhh... Aku ga marah sayang, jadi ada apa ini kenapa kesini??" ucap vano pelan


"kan tadi kamu yang maksa ke Rs" ucap salsa kesal


"iya sayang tapi kenapa ke lantai ini, ke dokter siapa kita?"


"aku sudah telat sebulan sayang" ucap salsa berbisik ke vano...


Vano diam membisu dan terasa badannya kaku mendengar ucapan Salsa...


Salsa hanya memandangi ekspresi suaminya yang begitu lucu, Vano tersadar oleh tertawanya Salsa yang sedang menatapnya...


Tak lama mereka di persilakan masuk..


"apa kabar dokter salsa, pak?" sapa dokter Hanum yang terlihat memancarkan senyumnya...


"baik dokk" ucap Salsa


"bohong dok, dia muntah2 dari kemarin" celetuk Vano membuat dokter dan kedua suster tertawa..


"biasa pakk.. Yuk dok berbaring di bantu suster"


Ucap dr. Hanum yang masih duduk mencatat sesuatu


"terakhir haid kapan dok?"


"6 minggu yang lalu dok"


Dokter hanum bangkit lalu mulai menggerakan tongkat usg ke perut salsa yang sudah di berikan gel...


"wah selamat dokter, pak... Ini lihat, sudah 4 minggu ya usianya.. Semuanya baguss, baik"


Vano yang mengegam tangan Salsa memperkuat eratannya, memberi senyum terbaik pada Salsa dan dokter...


"allhamdulillah" ucap Salsa dan Vano


"Baik, mari pak duduk... " ajak dokter hanum, semntara salsa di bantu suster...


" maaf sbelumnya, karena dokter Salsa ada riwayat keguguran, tentu dokter Salsa juga tau ya dok bahwa kandungan dokter kali ini agak rentan.. Jadi bapak sebagai suami harus pintar jaga mood istri, ga boleh kecapean, jangan terlalu sering naik turun tangga nakan yang bernutrisi" ucap dokter hanum..


Salsa sebetulmya sudah faham.. Namun biar dokter hanum menjelaskan agar vano lebih memahaminya..


"satu lagi pak, bapak harus puasa berhubungan suami istri dulu sampai 3 minggu kedepan ya pak" ucap dokter hanum


"hah 3 minggu, lama banget dok" ucap vano membuat Salsa malu, dan membuat dokter serta suster tertawa kecil...


"yaa memang begitu pak, kasian dede bayiknya masih sangat rentan..." ucao dokter hanum..


"dokter Salsa ini mau oake obat apa?" tanya dokter hanum yang faham Salsa adalah seorang dokter kandungan, tentu dia tau setiap orng memiliki pilihan, dan pemikiran yang berbeda.. jadi dia yakin Salsa nemiliki beberapa obat yang justru salsa percaya bagus....

__ADS_1


Salsa mengucapkan beberapa jenis obat yang kemudian di catat oleh dokter hanum...


"oke dok, jadi ada yang mau di tanyakan lagi dok, pak? tanya dokter hanum setelah mencatat resep..."


"cukup dok" ucap Vano


"oke deh, ini resepnya, nanti kontrol lagi 3 minggu yaaa" kata dokter Hanum


Vano pun bangkit dari duduknya mengambil posisi di balim belakang kursi roda Salsa..


"baik dok, terimakasih" ucap Vano lalu menjulurkan tangannya untuk berjabat...


"sama-sama pak, sehat selalu dok" ucap dokter Hanum yang juga berdiri kemudian mengantar pasangan itu ke depan ruangan...


*


*


*


"sayang jaga dia baik baik yaa" ucap Vano sambil mengusap perut salsa


salsa hanya mengangguk mengengam tangan Vano yang ada di perut Salsa


"sayang mau minum" kata Salsa sambil menunggu obat


"yahh di mobil sayang, aku ambil dulu ya" kata Vano,


Salsa hanya mengangguk..


baru Vano melangkah nama salsa di panggil dari apotek..


"ambil obat dulu sayang" kata Salsa yang meilihat vano bingung mau maju ke parkiran atau ambil obat...


Vano menuruti Salsa untuk mengambil obat...


***


Sesampainya di rumah...


Vano membaringkan tubuh isterinya yang sudah terlelap, waktu sudah menujukan pukul 11 malam...


Salsa terlihat membaik, tak ada lagi muntah bahkan pusing pun sudah tak ia keluhkan ..


Vano pun bisa beristirahat dengan tenang dan nyenyak karena kebahagiaan tengah menyelimutinya....


pukul 04.00 subuh..


bahkan Adzan subuh belum terdengar...


Salsa berlari ke kamar mandi, merasa sangat mual... aktivitas salsa itu membuat Vano terbangun..


Vano segera menghampiri Salsa, menijat tengkuknya pelan..


Vano seorang laki laki resik sebenarnya merasa jijik sekali dengan muntahan salsa setiap muntah, sedikit membuatnya tak nafsu makan, tapi rasa jijik itu sirnah melihat wajah istrinya pucat dan tubuhnya melemas.


Terdengar suara Adzan, Vano Dan Salsa bergegas mensucikan diri dan kemudian sholat... seerti biasa, Vano menjadi Imam sholat salsa...saat solat Salsa merasa ingin sekali muntah, tapi Salsa berusaha menahannya.. karena sebentar lagi salam...


setelah selesai, masih dengan mukena nya Salsa berlari ke kamar mandi untuk muntah lagi lagi dan lagi...


"aku gabsa apa-apa liat kamu kaya gini terus, aku sedih" kata vano yang membantu salsa membuka mukena nya..


"memang begini mas" ucap Salsa


"mas???kamu panggil aku mas?"


kata Vano kaget


"iyaa, kita sudah mau punya anak, akan terasa malu jika hanya sebutan nama yang terucap dari mulutku, apa kata anak kita nanti" ucap Salsa..


"aku sebenarnya mengharapkan panggilan itu sejak dulu sayang" ucap Vano mengecup kening Salsa


"aku sudah berniat mau panggil kamu 'mas' saat kita akan punya anak sayang" kata Salsa memeluk suaminya...


"jaaangan peluk-peluk sayang, sinyal kamu kuat banget buat bangunin 'ujang', sementara aku harus puasa 3 minggu"


Salsa tertawa mendengar ucapan Vano dan segera melepas pelukaannya tak ingin membuat Vano semakin tersiksa....

__ADS_1


__ADS_2