Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 140


__ADS_3

Hotel Wijaya II


"jadi Anton tolong sembunyikan identitas adik saya ini sama siapapun, saya mau dia benar benar memulainya dari nol meskipun dengan jabatn yang lumayan tinggi disini"


kata Vano memrintahkan Anton.. sementara Khania kesal dengan sikap kakaknya itu..


"baik pak, kira-kira sampai kapan Nona Khania disini? apa perlu saya siapkan ruangan Khusus?" kata Anton dengan sopan


"gak perlu, dia cukup di meja sekertaris pada umumnya aja,, gak lama hanya satu bulan aja baru saya pindahkan ke Pusat"


"bang, tapi aku sesekali harus izin karena harus bimbingan" kata Khania


"gak masalah... asal kamu izin sama Anton, anggep kamu magang disini, gaji kamu juga sesuai gaji orang magang" kata Vano dengan tegas


"tapi bang, itu abis sama bensin aku doang bang" kata Khania Protes


"aturan tetep aturan!! abang mau meeting dulu, Anton tolong laporkan ke saya kalo dia males. atau kerja ga bener"


"dan kamu khani, adik tersayang nya abang... jangan suka ngadu ngadu sama kakak ipar mu, kalo kamu ngadu ngadu abang turunin jabatan kamu jadi OB!!!


kata Vano...


Khania mendengar itu sangatlh kesal..


Bahkan kini Anton adalah atasannya dan dia adalah bawahannya...


Khania pun merasa takut kalo sampe bicara ke Salsa karena Ancaman Vano yang akan menjadikannya OB!!!


Anton pun mengajaknya ke lantai 7 dimana disitu terdapat ruangan Office yang di isi oleh para pengurus hotel...


Khania duduk di kursinya, kemudian ia di panggil oleh anton... rupanya Anton akan membimbing pekerjaannya di dalam ruangannya.. tentu membuat Risih Khania..


Usia Anton spertinya sama dengan Vano meskipun terlihat Vano lebih awet muda...


"kalo ngajarin kenapa harus di ruanganya? meja gue disana PC gue disana... dasar aneh!" kata Khania dalam hatinya...


Pukul 16.00 adalah jam pulang kantor. Khania pun bergegas pulang menaiki mobilnya..


untuk sekelas karyawan baru dan masih seorang mahasiswa memang mobil Honda HRV Turbo Prestige CVT tentu sudahlah sangat mewah..


bahkan untuk Sekelas manager hotel hanya memakai mobil sejuta umat...


"eh liat deh karyawan baru mobilnya mewah juga yaa, sebelumnya kerja apa ya dia" kata seorang karyawan...


"simpenannya om om kali" sahut satu karyawan...


"iya sih, pantes tasnya, bajunya, jam nya bermerk gitu..."


"


Khania yang memang belum memasuki mobilnya karena sedang membenahi isi mobilnya pun merilik sinis ke arah dua karyawan itu, perkataan karyawan itu jelas terdengar oleh kani yang hanya berjarak 2 mobil di sisi kanannya.. bahkan mereka sengaja pula belum menaiki mobilnya ketika melihat Khania.....


"abang, apa abang tega liat aku di kira simpenan om om... bahkan yang ngatain aku ga lebih baik dari aku... bahkan pake uang jajan aku juga tiga bulan bisa beli mobil butut itu.. mamaaa rasanya mau peluk mama, kalo aja mama tau kani di katain simpenan om om, pasti mama ngamukk kan mahh...


kata Khania dalam hatinya yang ingin sekali menangis...


dengan cepat Khania masuk ke mobilnya dan segera melajukan mobilnya dengan cepat.. di dalam mobil Khania menangis sejadi jadinya..


*******


******


*****


****


***


**


Setibanya dirumah Khania langsung berlari menuju kamarnya, ini adalah hal baru bagi khania.. selama ia bersosialisai di sekolah selama ini, semua orang tau siapa dia sampai pada akhirnya tidak ada yang berani dengannya...

__ADS_1


Bu Wijaya dan Pak Banu terheran melihat anaknya yang terisak berlari ke kamarnya


"khaniaaa ada apa?" tegur bu Widya setengah berteriak


"gapp mah, mau istirahat aja" kata Khania tanpa menoleh...


"pah kenapa dia" tanya bu widya pada suaminya


"entah mah, coba tanya Vano.. jangan jangan dia marahin Khania lagi mah..."


"iya nnti mama hubungi selepas magrib" kata Ibu widya...


*****


"masss"


"eh sayang, mas kira kamu di kamar anak anak"


kata Vao yang baru saja pulang dan masuk kedalam kamarnya


"aku juga belum lama sampai rumah, ini baru selesai mandi...Sholat nya mau jamaah mas?" tanya salsa menginat sudah masuk adzan magrib..


"boleh, mas mandi sebentar"


Salsa hanya mengangguk...


tak lama ponsel Vano berdering tanda panggilan masuk...


mama


"mass maama telfon nii, di ponsel kamu" kata Salsa sedikit berteriak


"angkat aja sayang, paling nanyain cucunya" kata Vano yang masih berada di kamar mandi


📞📞📞


Salsa


Mama


waalikumsalam sayang..


Salsa


mah mas vano lagi mandi baru pulang, ada yang penting mah?


Mama


engga seberapa penting si sayang.. mama cuma mau tanya khnania kenapa yaa kok pulang dari Hotel nangis sampe sekarang ngurung diri.. apa ada hubungannya sama Vano?


Salsa


yaa Ampunn... cob mah nanti aku tnya yaa, nanti aku telfon mama lagi.


mama


iya sayang makasih yaa, titip kecup untuk cucu maam yaa


Salsa..


iya mah, assalammualaikum


Mama


waalikumsalam sayang...


Selesai vani mandi Salsa langsung melayangkan pertanyaan pertanyaan kepada Vano...


Vano menjelaskan dengan alasan yang masuk akal.. dan selepas pulang kantor menurut laporan Anton, Khania terlihat biasa saja.. bahkan tidak menujukan muka kesedihannya...


Vano dan Salsa pun berkesmpulan sementara bahwa masalah itu bukan dari masalah di kantornya namun di luar itu......

__ADS_1


***********


"aku harusnya gak begini, mana bisa aku di lepas nantinya sama semuanya untuk memulai masa depan aku... aku harus nya belajar dari kakak kakak ku,, persetan dengan omongan mereka, nanti jika mereka tau pasti mereka akan malu sendiri .. "


kata Khania dalam hatinya....


*******


Pagi Hari.. Khania telah bersiap untuk berangkat ke Hotel, dengan rasa senang dan ceria.. pak Banu dan ibu Widya merasa Heran di buatnyaa..


"semalem nangis sekarang kegirangan, apa dia lagi jatuh cinta?" dalam hati Ibu widya


"mah pah aku berangkat yaa" kata Khania


"sayang kok makannya dikit. ini masih jan 7 loh"


"khani kenyang mah, justru karena udah jam 7 mah, soalnya perjalanan bisa satujam ke hotel cabang" kata Khnia menyalami kedua orang tuanya..


"assalmmualaikum"


"Waalikumsalam" kata kedua orang tua Khania menjawab salamnya......


"pah aneh ga si sama anak itu" tanya Ibu widya


"aneh si mah, taoi biarin aja, nanti papa pantau" kata Pak Banu dengan Tenang...


sementara di kediamanVano


"mas.. pokoknya kamu harus pantau Khani terus yaa, kasian loh dia smpe ga nyaman sama pekerjaannya.." kata Salsa


"baik ndoro puteri... " kata vano terkekeh


"keen kalo sudah siap ayo kita berngkat" kata Vano kepada Keenan


"oke daddy keen siap..."


"jangan nakal di sekolah ya nakk, nanti mami jemput.." kata Salsa mengecup kening anaknya


"loh kamu ga praktek sayang?"


"prakrek jam 2 mas, hari ini keen pulang jam 10.30 masih keburu" kata Salsa


"jangan terlalu capek, aku bisa suruh pak sanusi buat jemput Keenan" kata Vano menatap wajah isterinya


"ngga mass, sebekumnya aku mau mmpir dulu nanti ke sawalayan sama bibi sama Fatmah ngajak Kinn juga.. perlengkapan dapur udah pada abis..." kata Salsa ke suaminya


"oh gitu, yaudah hati hati yaa... nanti mas trasfer yaa" kata Vano mengecup kening isterinya


"iyaa mass, kalo mau transfer yang banyak sekalian" ledek salsa


"sip tenang aja sayang... " kata Vano sambil berjalan meuju mobilny


"hey aku bercanda lohh"


kata salsa terkekeh..


Mendengar itu Vano pun ikut terkekeh di tanbah mimik Salsa begitu lucu...


*****


****


***


**


*


hay novel keduaku sudah rilis lohh, mampir untuk baca yaaa. jangan lupa tinggalkan jejak apresiasi kalian untuk akuu...


i love youuuu 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2