
Saya harap dokter menjauhi Zafran... selama satu tahun saya berusaha menahan dan memendam kecemburuan saya terhadap dokter salsa... kalian begitu dekat tanpa kalian memikirkan posisi saya.. saya juga bukan orang yang berani menegur Zafran, saya takut kehilangan dia... sakit dok saat melihat kalian begitu akrab, tertawa lepas bersama... zafran begitu dingin ke saya, saya juga yakin pernikahan ini hanya sebatas pelampiasan zafran karena dia tak mungkin memiliki dokter Salsa.... hiks hiks hikss... aku tau kalian dari dulu sangat begitu dekat, tapi apa harus sampai sekarang bahkan dokter salsa sudah menikah dan memiliki anak"
Citra menangis tersedu sedu.. salsa juga sudsh menitihkan air mata saat Citra mengatakan Pelampiasan ...
"dokter.. maafkan aku,, mungkin akulah yang salah disini.. aku hanya menganggap Zafran sebagai sahabatku..suamiku pun tau kedekatan kami terbatas itu.. namun aku juga seorang wanita dok, aku tau bagaimana hati dokter yang terluka... tapi sungguh aku tak berniat menyakiti hati dokter. bahkan sedari dulu aku dan Zafran tidak memiliki hubungan apapun dok, prcayalah dok"
kata salsa yang juga sudah menangis saat itu...
"aku mohon dok, menjauhlah, dengan begitu mungkin dia kan mencintaiku .. yang aku rasakan saat ini, hanya keterpaksaan dari dirinya dok" kata dokter citra
"baiklah. aku akan menjauh.. maafkan aku dok... maafkan... aku yakin kalian akan bahagia dok, aku yakin..." kata salsa smbil mengenggam tangan dokter Citra...hiks hiks
merekapun akhirnya berpelukan, mungkin karena dokter citra lega telah mengeluarkan unek uneknya kala itu...
Salsa segera bergegas untuk pulang, waktu sudah sangat petang salsa masih terjebak macet akibat ada galian aliran listrik di jalan yang ia lalui...
Dirumah, Vano yang sedari tadi sudah pulang mulai cemas.. sudah hampir jam 6 Salsa belum juga kembali..
Lima belas menit kemhdian... terdengar bunyi klakson menandakan salsa pulang... keenan sedang bermain dengan Vano di kamar utama rumah itu..
sampai di rumah salsa bergegas masuk kedalam...
"bii keenan mana?" tanya salsa pada bi Inah..
"dikamar Tuan, lagi main non dari sore tadi" kata bi inah
"sore? vano memang pulang jam berapa bi?"
"sekitar jam 4 sudah di rumah non, non salsa mau makan? biar bibi siapin" kata Bi Inah
"nanti aja bi saya mau mandi dulu" kata salsa yang kemudian menaiki tangga,
di ujung tangga atas telah berdiri Vano menggendong Keenan...
"mami pulang tuhh, hay mamiii kenapa baru pulang, ken kangen mami" kata Vano seolah olah menyerukan suara keenan
"Assalammualaikum anak soleh, mami mandi dulu yaa" kata salsa sambil mencium pipi gembul anaknya...
"daddy kok ga di cium mih" kata Vano
yang telah di tinggal Salsa pergi ke kamar keenan.. sementara keenan juga merengek melihat Salsa menjauh darinya...
"mi mi miii" kata keenan..
"iya mami mandi dulu, biar bersih yaa nanti sama mami yaaa" kata Vano membujuk anaknya...
bi inah yang mendengar tangisan Keenan langsung beranjak naik..
"Tuan, biar sama saya aja den keenannya, mungkin den keenan mau ngemil biskuit" kata bi inah..
"yaudh bi, saya ada urusan sama salsa sebentar di kamar keenan, titip sebentar ya bi" kata Vano
"baik denn" jawab bi inah
Vano langsung masuk ke kamar keenan , untungnya pintu kamar itu tidak di kunci, dan terlihat salsa sedang menarik handuknya dan akan berajak masuk ke kamar mandi...
__ADS_1
"tunggu" kata Vano menarik tangan Vano
"sakit jangan kasar ya kamu" kata Salsa
"maaf, tapi kita perlu bicar saa, kita gabsa begini" kata Vano
"aku capek! gamau debat" kata Salsa
"aku minta maaf, aku salsah, aku gak ada hubungan apapun sama wanita itu"
"iyalah kan baru putus" kata salsa santai
"putus? apa maksud kamu si? "
"jangan sok polos! aku benci kamu Van, kamu jahat! kamu tega sama aku dan Keenan.." kata salsa yang sudah mulai menangis
"saa aku ga lakuin apapun, dia yang lebih dulu pegang bibir aku saa"
kata Vano.
salsa menatap tajam wajah suaminya
"kamu keterlaluan van!! pantes aja kamu ga mau aku hamil lagi. agar kamu bisa leluasa dulu sama hubungan gelap kamu kan?" hikhiks salsa menangis dengan sangat emosional
"aku bahkan gak tau apa yang kalian lakukan di luar sana.. bahkan aku juga gatau sejak kapan kalian bersama" sambung salsa dengan nada tingginya...
"SALSA CUKUP!!" Vano membentak salsa
"jaga bicara kamu, jangan berfikir terlalu jauh! aku dan dia hanya sebatas rekan kerja! dia notaris baru di perumahan, dan bukan aku yang menerima dia!!! Apa kamu anggap aku Sebejat itu?? hah??? Jawab!!!!! apa kamu berfikir aku lelaki bejat??? Hah???" kata Vano yang mulai tak dapat mengkontrol emosi nya...
salsa mendudukan tubuhnya di ranjang keenan.. menunduk sambil menangis tersedu sedu...
tanpa ada ucapan apapun dari mulutnya .
Vano yang merasa marah, juga mulai tersadar bahwa dia sudah membentak istrinya bahkan sampai menakuti istrinya...
Vano akhirnya tertunduh menghadap salsa, memegang tangan istrinya meski mendapat sedikit perlawanan...
"maafkan aku sayang, aku hanya akan menyentuh tubuhmu, aku gak mungkin melakukan hal itu selain sama kamu" kata Vano lirih..
salsa hanya terdiam, masih dengan isak tangisnya...
"jangan terus begini sayang, aku tak sanggup maafkan aku sayang maafkan" kata Vano
"keluar lah, aku sudah memaafkanmu.. aku butuh sendiri menenangkan diri" Kata Salsa
"sayang...."
"sudahlah aku harap kamu mengerti, keluarlah aku sudah memaafkan mu" kata salsa sambil beranjak pergi menuju kamar mandi...
salsapun membasahi dirinya emnggunakanair shower... entah ia harus mendengar perkataan suaminya atau malah mengijuti kecemburuannya....
Vano meminta bi romlah untuk membawakan makanan ke kamar Keenan, sementara keenan sedang dalam gendongan Bi Inah, nampaknya keenan sedang tak enak badan. tubuhnya sedikit sumeng...
"bii apa dia rewel hari ini?" kata salsa yang baru saja keluar kamar mandi melihat bi inah tengah mengindung Keenan
__ADS_1
"pagi tadi bersin bersin aja si non tp tetep aktiv... ini baru aja bibi rasain dia sumeng" kata Bi Inah....
"semalam juga agak demam dia bii, aku kasih penurun panas terus tidur lagi... pagi tadi ga demem bi?"
"engga non, malah ceria banget" kata Bi inah..
"permisi Non. ini makan malamnya saya di suruh Den Vano antar makanan non ke kamar..." kata Bi inah membawa satu mampan makanan
"taronsitu aja bii, makasih yaa" kata salsa menujuk sofa kecil di kamar keenan...
"non makan dulu, biar saya bikin den keenan pules" kata Bi Inah..
"baik bii.." kata Salsa
Keenan akhirnya tertidur pulas, sementara sementara salsa baru menyelesaikan makan malamnya sendiri...
Setelah merasa cukup, salsa memilih untuk tidur di samping keenan...
****
Pukul 1 malam, salsa terbangun karena Keenan tidur sanggat Gelisah..
"Astagfirullah keenan... panas banget nak badan kamu... " kata Salsa pelan.
salsa keluar kamar, memanggil bi inah dari lantai atas...
Namun tak akan sampai suara salsa menembus jarak antara lantai dua kamarnya sampai ke kamar bi inah yang ada di belakang...
Salsa panik, tak lama Keenan memuntahkan semua isi perutnya sesaat setelah salsa memberikan penurun panas.. membuat Salsa semakin panik... Salsa berlari ke Kamar Vano dengan air mata sudah mengalir...
"masss.. masss,, masssssss"
panggil salsa sambil mengoyakan tubuH Vano
"sayang.. kenapa?"
"mas keenan mas, keenan demam, muntah" kata Salsa panik..
Vano langsung bangkit dari kasurnya memegang Keenan yang tengah di gendong Salsa...
"Panas banget sayang" kata Vano
"iyaaa, ini gimana dong mas tadi jam 11 udh aku kasi penurun panas, barusan juga tapi malah muntah"
"kamu tenang, gantikan keenan baju, aku ganti baju dulu ,,, kita ke Rs" kata Vano
Salsa hanya mengganguk tanda mengiyakan kan membawa keenan ke kamarnya.. keenan menangis tak henti...
tak lama bi Inah datang karena tengah buang air kecil lalu mendengar tanggisan keenan
"non den keenan kenapa"
tanya Bi inah
"panas bgt badannya bi, terus muntah,... bibi tlg gantiin baju keenan, aku mau ganti baju ini kena muntah keenan ... kita ke rs bii" kata salsa
__ADS_1