Dokter Cantik

Dokter Cantik
35


__ADS_3

hai kakak kakak terima kasih, yang sudah mau mendukung karya saya, semoga suka dan menghibur. jangan lupa like, coment dan vote 😊


selamat membaca......


🌺🌺🌺🌺🌺


"kak dion" teriak dinda


dion tersenyum melihat dinda keluar dari lift, dinda menghampiri dion.


"maaf lama ya kak" dinda


"gak kok, baru aja, udah siap" ucap dion


"kita mau kemana kak" tanya dinda


"udah ikut aja, nanti kamu akan tahu" dion


mereka keluar dari perusahaan dinda, dion melajukan mobilnya menuju salah satu restoran di kota S, tak ada obrolan didalam mobil, dinda dan dion sama-sama bungkam, tak selang beberapa menit mereka sampai di restoran tersebut. Dion membukakan pintu untuk dinda, dinda tersenyum kepada dion, mereka memasuki restoran tersebut dan duduk disalah satu meja.


sorang pelayan menghampiri mereka dengan membawa buku menu, dan menyodorkanya pada dion dan dinda.


"kamu mau pesan apa din?" tanya dion


"emz aku pesan sepageti dan jus apel aja kak" ucap dinda


" ok, disamain aja mbak" ucap dion pada pelayan tersebut


"baik, ditunggu sebentar " ucap pelayan dan meninggalkan dion dan dinda


"dinda, gimana kuliah mu?" tanya dion memecah keheningan diantara mereka


" tinggal nyelesaiin TA aja kak, " jawab dinda


"apa kamu masih berhubungan dengan ryan?" tanya dion


dinda menggelengkan kepalanya, dinda tidak ingin berhubungan lagi dengan ryan setelah apa yang ia lihat ditaman. dion tersenyum melihat gelengan kepala dinda, dia senang dinda tak berhubungan lagi dengan ryan.


"dindaa" teriak seorang pria. dinda yang tak asing dengan suara tersebut menoleh kearah asal suara yang memanggilnya


"kak ryan" gumam dinda


"dinda, aku mau bicara sama kamu, berdua" ucap ryan sambil memegang tangan dinda. dion menarik tangan ryan


"lepasin tangan tunangan gue!" ucap dion


ryan tak berniat melepas tangan nya, ryan menatap sinis dion,

__ADS_1


" kak ryan lepasin tangan aku, kalau kakak ingin bicara, bicaralah sekarang!" ucap dinda


ryan melepas pegangan tanganya" aku perlu bicara sama kamu berdua dinda" ryan


" tidak kak, kalau kakak mau bicara, bicara disini aku gak mau memyembunyikan apapun sama kak dion!" ucap dinda. dion tersenyum pasalnya dinda menganggapnya sebagai calon suaminya.


"baik, kalau itu mau kamu, din, kemaren itu tidak seperti yang kamu lihat, aku tidak ada hubungan apa-apa sama lita, dia menyusulku kemari dan menemuiku, dia janji setelah aku menemuinya dia akan kembali ke kota X." jelas ryan


"aku ingin kamu balik sama aku lagi, kita perjuangin hubungan kita din?" timpalnya lagi


"maaf kak, dinda gak bisa, dinda mutusin untuk menerima perjodohan dengan kak dion, kak ryan udah bohongin aku, kak ryan berjanji tidak akan berhubungan lagi dengan wanita itu, tapi kak ryan masih menemuinya. maaf dinda tidak suka dibohongin. dan dinda maaf dinda tidak bisa melanjutkan hubungan dengan kak ryan" ucap dinda


Ryan yang mendengar itu, tidak percaya, dia merutuki kesalahanya. seharusnya dia tidak mememui lita waktu itu. ryan mencoba mengikhlaskan hubungannya dengan dinda kandas,


"baiklah, aku ngerti, ini memang kesalahanku, kebodohanku, tapi apakah boleh aku berteman denganmu din??" tanya ryan


Dinda melirik ke arah dion, dion tau kalau dinda meminta persetujuan darinya, dion mengangguk menyetujui,


"iya kak, kita masih bisa berteman" jawab dinda, kemudian ryan menghampiri dion dan menyalami dion.


" aku titip dinda, jangan buat dia menangis, buatlah dia bahagia, dan selamat kalian akan bertunangan" ucap ryan


"kamu tenang saja, aku tidak akan membuatnya menangis, terima kasih, kalau kamu tidak sibuk datanglah ke pertunangan kami" ucap dion


" terima kasih, ingsya allah kalau saya tidak sibuk, pasti saya akan datang!" ryan


"ya kak, kak ryan hati-hati salm buat syfa dan dokter agil." dinda


ryan mengangguk dan kemudian meninggalkan dion dan dinda.


"terima kasih sayang, sudah memilihku sebagai calon suamimu, aku akan berusaha membuatmu bahagia" ucap dion sambil memegang tangan dinda


"iya kak, sama -sama" dinda


kemudian mereka menikmati makan malam mereka yang sempat tertunda karena adanya ryan. setelah menikamati makanan mereka dion mengajak dinda kesuatu tempat.


"kita mau kemana lagi kak" tanya dinda


"kita mau ambil cincin pertunangan kita sayang." ucapp dion


dion memacu mobilnya kesalah satu mall di kota S, dion sudah sampai diparkiran mall tersrbut, dion membukakan pintu mobil untuk dinda, mereka berjalan beriringan, dion menggandeng tangan dinda dengan mesrah, mereka sudah sampai disalah satu otlet perhiasan terkenal dikota S.


"maaf tuan ada yang bisa saya bantu.?" ucap pelayan


" saya mau ambil pesanan saya mbak" ucap dion


"maaf, atas nama siapa tuan?" pelayan

__ADS_1


" atas nama dion putra mbak" dion


"oh baiklah, mohon tunggu sebentar tuan," pelayan tersebut mengambilkan pesanan dion, dion tersenyum dan terus menggenggam tangan dinda.


"maaf tuan ini pesanan anda" ucap pelayan sambil menyodorkan sepasang cincin emas putih


Dinda senang melihat cincin yang begitu indah, elegan, dion mencoba cincin dijari manis dinda,


"cantik" ucap dion


dinda tersenyum "iya, cantik banget cincinya kak" ucap dinda


"kamu yang lebih cantik sayang,"ucap dion


dinda tersipu, pipinya merona " gombal kamu kak," dinda


"beneran sayang," dion


"udah ah, malu tau dilihatin mbaknya terus," ucap dinda


"ya sudah mbak tolong dibungkus," ucap dion sambil memgeluarkan kartu ATM dari dompetnya. setelah mebayar cincinya dion menarik dinda leluar dari toko perhiasan tersebut.


"mau kemana lagi kita sayang" tanya dion


"pulang aja kak, dinda udah capek" ucap dinda


" ya sudah, ayo kita pulang" ucap dion


dion menggandeng tangan dinda sampai parkiran mobil. dan melajukan mobilnya menuju kediaman herman.


"hari ini aku seneng banget sayang.." ucap dion


"seneng kenapa kak" tanya dinda


"ya sayang, bentar lagi kita akan bertunangan dan tadi kamu sudah mau memerimaku, semoga nanti hubungan kita langgeng sampai kita tua nanti" dion


"amin, semoga aja ya kak" ucap dinda


Tak lama mobil dion memasuki pekarangan rumah herman, dion seperti biasa membukakan pintu mobil untuk calon istrinya, dion menatap lekat wajah dinda kemudian mengecup kening dinda.


" istirahatlah, besok aku jemput kamu." ucap dion


"iya kak, tapi gak usah dijemput kak, besok aku ke kantor kakek dan bareng kakek, gak papa kan??" dinda


" oke, jaga kesehatanmu dan cepatlah tidur, ya sudah aku pulang dulu, assalamualaikum"ucap dion


"waalaikum salam" dinda

__ADS_1


dion masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah herman, dinda masuk kerumah dengan hati berbunga-bunga


__ADS_2