Dokter Cantik

Dokter Cantik
36


__ADS_3

Dinda hari ini akan mengunjungi perusahaan HS grup bersama herman. Herman akan meeting bersama client didampingi dinda. Sebenarnya dinda ingin fokus pada kuliahnya mengingat dia sekarang sedang skripsi, tapi dia tidak bisa menolak permintaan kakeknya.


Setelah meeting selesai, dinda diajak ke sebuah butik terkenal dikota S, dia akan fiting gaun pertunangan dengan dion, padahal dinda sudah menolak, dia ingin acara pertunangannya dengan dion diadakan secara sederhana, tapi tidak dengan kakeknya yang sangat antusias dengan acara pertunangan sang cucu.


Sesampainya dibutik, disana sudah ada calon mertua dinda dan juga opa hadi, dinda memyalami mereka tapi dinda tidak melihat dion ada disitu, semua anggpta keluarga dion dan herman mencoba baju yang telah dipesan sebelumnya, tak lama kemudian dion datang ke butik itu.


"maaf, dion terlambat semuanya" ucap dion


dinda tersenyum melihat kedatangan dion, tapi dinda buru2 masuk kamar ganti untuk mencoba kebaya nya.


"ya sudah, coba kamu coba kemeja ini" ucap nadia sambil menyerahkan kemeja batik


"ya ma.." ucap dion sambil melangkah menuju kamar ganti


Tak selang beberapa menit dinda dan dion sama2 keluar dari kamar ganti, kedua keluarga tersenyum melihat mereka yang begitu serasi, dinda dan dion saling pandang, keduanya terpesona satu sama lain, sampai deheman alfian membuat keduanya merasa malu.


"ehem, sudah saling pandangnya, gak takut apa kalu matanya nanti keluar" canda alfian


"apaan sih pa" jawab dion sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"ehm, kek baju untuk keluarga ayah biar dinda yang kirim, sekalian buat abang dan juga keluarga om farhan" ucap dinda


"oke, apa kamu hari ini akan kerumah om kamu din?" tanya herman


"tidak kek, aku hari ini ingin kerumah abang, sudah kangen kalau boleh dinda mau nginap disana sekalian besoknya mau kekampus untuk sidang kek" ucap dinda


" ya sudah, terserah kamu, kamu jaga diri baik2, biar nanti diantar sama dion, ya kan dion" ucap herman


"iya kek" jawab dion sambil tersenyum, sebenarnya gak ingin dinda menginap dirumdis bayu, karena bagaimana pun bayu bukan abang kandung dinda, dia tidak ingin dinda terlalu dekat dengan bayu, meskipun ini pemikiran yang egois menurutnya.


Mereka telah pulang, herman kembali bersama bima, begitu juga alfian dan istri, kalau untuk dion dan dinda sekaranng menuju rumdis bayu. dinda sebelumnya sudah menghubungi bayu, bayu yang mendengar adeknya akan kerumdisnya merasa senang, mengingat audah lama tidak bertemu dengan dinda, semenjak dinda tinggal bersama herman.


Didalam perjalanan dinda hanya diam tidak ada percakapan diantara mereka.

__ADS_1


kemudian dion membuka percakapan diantara mereka, awalnya dion ragu takut dinda marah


"dind, apa kamu serius mau menginap ditempat abangmu?" tanya dion


"iya, emang kenapa kak?" jawab dinda


"emh kalau boleh aku minta kamu jangan menginap disana, kamu cewek dan disana pasti ada teman2 abang kamu juga," ucap dion


"jadi, kak dion ngelarang dinda nginep ditempat abang gitu!" dinda


"bukan gitu dind, aku khawatiir ada apa2 aja" dion


"ada apa2 , apa sih kak, dulu aku juga sering nginep disana dan baik2 aja, bahkan ajudanya abang aja sama aku sopan kok!" jawab dinda


"aku gak suka kamu nginap disana dinda, sebentar lagi kamu jadi istri aku, bagaimanapun juga bayu itu bukan abang kandung kamu, aku gak suka!" tiba2 suara dion meninggi


"cukup kak! aku gak sula kamu bilang gitu! sebelum aku kenal sama kamu, aku sudah menjadi adiknya abang bayu! meskipun dia bukan abang kandung aku, dia menyayangi ku seperti adik kandungnya sendiri bahkan melebihi adik kandung sendiri, sudahlah lebih baik kak dion turunin aku disini, lagia sudah dekat juga!" ucap dinda


'stop disini, aku bilang stop!" ucap dinda dia kecewa sama dion


dion menepikan mobilnya, dinda membuka pintu mobil dion dan keluar sar mobil, dion mengikutinya dan mencekal tangan dinda. dinda menepis tangan dion.


"dinda, aku minta maaf, aku egois aku hanya ingin kamu bersama ku, aku mencintaimu dinda?" ucap dion


" sudahlah kak, aku ingin sendiri sekarang, lebih baik kak dion pulang alu akan naik taxi" ucap dinda sambil meninggalkan dion.


dion merutuki kebodohannya, dion memasuki mobilnya, dia memukul setir mibilnya, dia berfikir kalau nanti dinda akan membatalkan acara pertungannya yang akan diadakan lusa, setelah lebihbtenang dion melajjukan mobilbya menuju rumdis papanya.


dinda menaiki taxi menuju rumdis abangnya dengan persaan kecewa pada dion, setelah dipos penjaga sudah ada ajudan bayu yang menjemput dinda, dinda turun dari taxi dan membayar taxi tersebut. eki menghampiri dinda yang beru turun dari taxi.


"dek dinda," sapa eki


"hei bang eki, sudah lama gak ketemu ya bang" dinda

__ADS_1


"iya, wah saya dengar sekaranv sudah jadi seorang ceo juga ya dek, kamu hebat dek!" eki


"gak kok bang! malah aku pingin hidup seprti orang biasa aja!" dinda


"ya udah ayo, nanti kalau kelamaan abang bisa dihukum sama komandan bayu" eki


"hehehehe bang bayu emang galak ya bang!" dinda


"bukan galak, tapi tegas dek hehehe" eki


"wahh, cewek kamu ki" tanya seorang yang berjaga dipos


"bukan bang, ini adeknya komandan bayu, saya suruh menjemputnya didepan" eki


"ohh saya kira cewek kamu, soalnya saya tidak yakin masak adek yang cantik itu mau sama kamu hahahaha"


"enak aja kamu bang, gini2 aku tuh kembaranga lee min hoo tau!" jawab eki


dinda tertawa geli mendengar perkataa eki


"udah bang, ayo keburu diomelin sama abang! mari saya duluan pak.." ucap dinda kepada penjaga pos


"iya dek, hati2 sama eki ntar digigit"


"enak aja emang saya anjing gigit orang!" eki


eki melajukan motornya dengan kecepatan sedang, karena dinda membawa banyak paper bag jadi eki menaruhnya di depan biar dinda tidak kesulitan....


hai kakak kakak jangan lupa like, coment dan vote yaa😊


jangan lupa juga mampir di novel ke 2 ku " my beautiful waiter"


jangan lupa dukunganya kak😊

__ADS_1


__ADS_2