
Satu Minggu berlalu.
Salsa kini merasa senang karena masa cutinya sudah usai dan ia bisa kembali ke Rumah Sakit untuk praktek...
Berulang Vano meyakinkan Salsa tentang keputusannya kembali Praktek, namun Salsa yakin akan Pilihannya...
Sekalgi lagi memang bukan karena soal Rupiah... lagi lagi karena panggilan hati yang membuat Salsa yakin untuk kembali...
kalo bicara soal Rupiah tentu lebih banyak pemberian suaminya dari pada hasil bekerja nya di Rs...
Pagi Hari yang Cerah...
"mas kamu ga ngantor? kok pake pakaian santai gitu" kata Salsa yang mendapati suaminya baru saja turun dari kamarnya menuju meja makan...
"hari ini ke hotel aku sayang, Khania mau mulai bekerja di hotel" kAta Vano sambil mengecup kening Isterinya
"oh yaa.. aku seneng dengernya, terus kuliahnya?"
"tinggal skripsi aja, aku juga udah cek ke kanpusnya... mungkin dalam dua bulan ini kalo dia tekun dia bisa lulus" kata Vano yang sudah duduk di meja makannya
"Aamiin semoga selalu di beri kemudahan... ingat loh mass, kamu itu benar benar jadi panutan Khania, jangan kamu kecewain dia, harus sabar ngajarin dia..."
kata Salsa menasehati suaminya, pasalnya memang Vano sedikit keras dengan adiknya itu...
"iyaaa enggakk" kata Vano sambil menggelengkan kepalanya
"kalo kamu jutek, galak, ngomelin khania karen hal sepele... hemm kamu berurusan sama aku lohh" kata salsa sambil menaik turunkan Alisnya
"serem ih ancemannya..."
"bodo.... aku panggil keenan dulu" kata salsa kemudian menuju bibir anak tangga untuk memangil Keenan...
.....
Hotel Wijaya II ...
"pagi Nona.. Saya Anton selaku manager disini"
"yaa pagi... bang Vano belum datang?" Tanya Thania
"belum, saya dapat kabar dari pihak pusat, katanya Sekitar pukul 10 baru tiba..." ucap Anton sopan
"apah jam 10???" kata Khania kesal, pasalnya Khania di minta datang ke Hotel Cabang pukul 8 pagi, dan jarak dari Rumahnya ke Hotel Cabang butuh waktu 40 menit...
__ADS_1
Awas kau bang... baru pertama aja udah ngerjain aku begini.. liat aja aku kerjain balik...
abang pikir aku gak bisa ngerjain abang!!!!
bendera perang di kibarkan ~~~~
"yaudah, saya tunggu disini.. nanti kalo saya bosan kamu bisa ajak saya berkeliling hotel" kata Khania yang kemudian duduk di Lobby Hotel itu
Khania mengambil ponselnya, mencoba menghubungi Salsa, Khania pun menjelaskan bahwa dia sudah di Hotel namun Vano belum datang, bahkan dia disuruh datang jam 7.30 ontime,, sementara manager hotel bilang Vano akan tiba sekitar pukul 10...
Salsa yang baru saja melepas Keenan untuk berangkat sekolah bersama dengan Nadya pun segera masuk kerumah, menuju suaminya yang tengah duduk di Ruang keluarga sedang bercengkrama dengan Kinan...
Dari jarak Satu meter... salsa bertolak pingang.. matanya memicing tajam ke arah Vano...
"kinan, sepertinya Daddy gak buat salah, kenapa mami seperti macan marah begitu" kata Vano berucap pelan seolah berbicara pada Kinan...
"Kenapa sayang, kok jutek gitu, nanti cantiknya ilang lohh... " kata Vano dengan jantung cukup berdebar...
"kenapa kamu ngerjain Khania, dia sudah di Hotel Cabang sejak tadi, dan kamu masih disini bersantai... tega kamu!!"
DENG!!!
KHANIAAAA BERANI KAMU MELIBATKAN KAKA IPARMU, HEMM AWAS KAMU...
"Jangan salahin khania yang ngadu ke aku, lagian kamu kenapa nempatin dia ke cabang? itu lokasinya jauh dari rumah, dan jauh juga kalo ke kampus dia mas.. kasihan!!" kata Salsa yang mencoba membela adik iparnya...
"tunggu tunggu... bukannya papa minta Khania di Hotel Pusat karena papa mau pensiun.. dan papa bilang, semua bisa di handle dari pusat dengan mengandalkan orang kepercayaan di cabang"
Deng!!!!
duh kenapa gue lupa kalo saat papa ngomong itu ada Salsa...
"iya iyaaa, aku juga akan taro di pusat sayang, tapi hari ini aku mau kenalin dia ke cabang sekalian liat lokasi disana biar kako khania kerja dan pantau hotel dari kejauhan dia bisa menerka nerka keadaa di cabang" kata Vano berusaha menjelaskan
"sekarang kamu ganti banju mas, segera berangkat. kasian Khania!! awas kalo khania kamu marahin disana, nanti malam aku tidur sama keenan!" kata salsa mengancam suaminya
Dengan cepat Vano bergegas berganti pakaiannya...
Salsa bersikap begitu karena merasa kasihan pada adik iparnya yang selalu di kekang, bahkan sering di marahi oleh Vano semenjak Khania merusak kepercaayan orang tua dan kakaknya, dulu Khania terpengaruh oleh temnya, dia jadi berani meminta sesuatu, dia sering menghabiskan wktu untuk main, belanja dan pernah ia bolos sekolah... nilainya juga sempat anjlok...
Nah semnjak itu Vano jadi sedikit keras, namun menurut Salsa bukan dengan cara yang Vano berikan kalo ingin membjat adiknya berubah... kala itu Memang Salsa yang selalu melakukan pendekatan pada adik iparnya sampai sekarang adik iparnya itu bersimap jauh lebih baik..
Meskipun sudah jauh lebih baik, namun Vano masih bersikap keras, suka memarhi khania.. itulah yang salsa tidak suka.. makanya Salsa berusaha membela adiknya jika kesalahan itu masih di baawah batas normal, yaa tentunya juga dengan nasehat nasehat dari Salsa dengan cara nya Salsa sendiri.....
__ADS_1
******
Setelah Jam makan siang, Salsa bergegas pergi ke Rs untuk memulai aktivitasnya...
Kinan kini di asuh oleh Ratna... Ratna a merupakan Keponakan dari Bi Romlah, dulu Ratna pernah bekerja menjadi babysister , dan pengalamannya sampai 7 tahun..
usia Ratna terbilang masih cukup muda yaitu 29 tahun... di usia 21 tahun ia sudah menjadi janda karena suaminya harus di tahan oleh polisi saat ia tengah mengandung...
Selama sebulan kerja Ratna bagus, Apa yang Salsa ajarkan selalu cepat ia tangkap, dan belum sama sekali mengecewakan...
Meskipun Kinan berada dalam asuhan Babysister, namun Salsa tak begitu saja melepas semua perawatan anaknya ke baby sister...
Bi Inah tetap mengawasi Keenan, juga mengawasi Kinan.. selama Salsa Vano tak di rumah, memang keadaan rumah di kontrol Bi Inah.... Para pekerja dirumah Vano pun selalu menghormati Bi Inah yang sudah sangat di percaya oleh Salsa dan Vano...
Di Rumah Sakit Wijaya
"selamat siang dokter, makin cantik aja dok" kata suster Nita yang kini akan membantu Salsa
"siang sust, makasih loh padahal cantikan suster" kata salsa sambil memakai jas putihnya...
"duh jangan bilang begitu dok, saya malu masa saya di bandingin sama dokter yang cantik luar biasa, anaknya udah dua pula taoi masih singset" kata suster Nita
"ahh kamu ini, sudah ayoo bekerja" kata salsa
"baik dok, baru ada dua pasien.. mau mulai sekarang?" kata Suster Nita
"lima belas menit lagi yaa, ku mau telfon rumah dulu" kata salsa yang kemudian di anggukkan oleh Suster Nita
Salsa pun menghubungi ponsel yang standby dirumahnya untuk memastikan keadaan Keenan dan Kinan yang baik baik saja saat ia tinggal... Salsa juga tak lupa menghubungi suaminya memberi kabar bahwa ia telah sampai di Rs dengan selamat...
Salsa pun memulai prakteknya dengan Semangt, dan mengakhirinya dengan senang...
*****
**guys.. makasih yang udah setia membca, untuk tetep bikin aku semangat aku minta dukungan kalian lewat Vote, Like dan Komen..
Maaf jika masih banyak kekurangan, dan maaf juga karena masih banyak Typo bertebaran dimana mana.. hihi
oh iya jangn lupa yaa baca juga Novel ke dua aku hihii... silakan cek Karyaku...
"Janda Hanyalah Statusku"
😀😀😀**
__ADS_1
happy reading All...
😘😘😘😘