Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 69


__ADS_3

Kabar kehamilan Salsa sudah mendarat ke seluruh keluarga, tentunya mereka menyambut dengan suka cita..


Vano membuat makan malam bersama, sedikit tak sengaja karena kedua keluarga mereka mengabari akan datang, maka itu Vano segera meminta bi Inah di bantu Romlah untuk masak, sebagian Vano memesan di restoran...


Salsa sangat senang kedatangan orang tua sekaligus mertuanyanya malam itu, belum lagi para iparnya yang selalu menyayangi salsa.. wejangan wejangan kehamilan mulai terlontar dari para orang tua, salsapun tak di perbolehkan kembali bekerja sebelum ia melahirkan..


kali ini salsa hanya menuruti permimtaan mereka, salsa tak ingin lagi mengecewakan keluarganya terlebih suaminya...


Hari demi hari salsa lalui dengan kebahagiaan dan penuh rasa syukur..


salsa yang masih merasakan mual saat pagi hari sehingga tak lagi menyiapkan sarapan untuk Vano sejak dua minggu ini... Vano tidak pernah mempermasalahkan hal itu hanya saja salsa merasa tak enak hati dengan suaminnya..


Selama kehamilan ini belum ada permintaan aneh aneh salsa yang di bilang kebanyakan orang adalah ngidam.. semua masih dalam batas wajar..


Usia kandungan Salsa kini menginjak 3 bulan, perut salsa kini mulai sedikit menonjol, tubuh salsa semakin berisi karena salsa sudah doyan makan... hal itu membuat Vano sanggat gemas melihat kemolekan tubug istrinya, salsa juga semakin manja ke Vano...


Perusahaan Vano kini semakin Jaya, atas dasar itu Vano semakin sibuk di kantor, Vano tengah mempersiapkan untuk membuka perusahaan tambang baru di Kalimantan..


Vano semakin sibuk mempersiapkan segala hal itu, padahal Vano hanya memantau dari kantor di jakarta tapi itu sangat memnyita waktunya...


Vano tiba di rumahnya pukul 8.30 malam...


menuju kamarnya..


"sayang kamu nangis?? kenapa??? tanya Vano


Salsa hanya terdiam.. dan tetap menangis..


memang sudah sepekan ini perasaan salsa sulit sekali di tebak, lebih tepatnya jadi sering baper...


"sayang jawab dongg, kamu kenapa??" tanya Vano


"mas kamu yang kenapa, kamu sibuk terus cari uang tapi ga mikirin aku dirumah bete! kamu tega mas!"


kata salsa sambil terisak


"sayang, aku kan kerjaa.. sebentar lagi cabang di kalimantan buka lo sayang"


kata vano


"BODO!" ucap salsa memalingkan muka nya


"yaudah aku minta maaf, besok aku libur deh.. kita jalan jalan ya?" ucap vano


salsa mengusap air matanya...


"kamu pikir aku bodoh! besok hari sabtu jelas kamu libur!!!!!"


ucap salsa yang sudah menganti nada tangis nya jadi nada kesalnya...


"heheh aku aja lupa" kata Vano terkekeh


"cih! hari lupa , istri lupa, lama lama ama anak lupa" ucap salsa


"astagfirullah... yaa ga mungkin sayang"


kata Vano


"sok sok istigfar... udah makan belum?"


kata Salsa..


meskipun dia kecewa atas sikap Vano, Salsa selalu memperhatikan kebutuhan Vano... itulah istimewanya salsa...


"belum sayang, tadi Sandi pulang duluan katanya Nadya sakit , jadi aku gak makan deh"

__ADS_1


"sakit apa nadya?"


"aku gatau sayang, Sandi tadi buru-buru"


"yaudah mandi sana, aku siapin makan"


"oke tayangkuu, cintaku" kata Vano


"jijik mas!" ucap salaa sambil meninggal kan Vano...


salsa mengambil ponselnya di kantung celana, mencoba menghubungi Nadya..


Terkejutnya Salsa bahwa Nadya memberi kabar atas kehamilannya... Salsa bahagia bukan main, kini sahabatnya juga sedang mengandung yang usia kandungannya tak jauh berbeda dari nya..


Salsa menyiapkan makan malam untuk Vano dengan rasa riang gembira, seolah melupakan rasa marahnya kepada Vano...


******


Tengah Malam hari di kediaman Vano..


"mau kemana sayang" kata Vano tersadar salsa melepas pelukannya saat tidur..


"mau minum sebentar mas"


Salsa menuruni kasurnya, membuka pintu kamarnya lalu bergegas menuruni tangga dengan perlahan...


namun belum sampai nya Salsa menururni tangga dia melihat tiga orang memakai sarung penutup kepala sedang menarik bi Inah secara paksa dengan mulut bi inah di tutup pengikat kain..


Jantung Salsa berdegub kencang.. para pria itu tidak melihat salsa karena lampu memang di gelapkan...


sebelum keberadaan salsa dibketahui, salsa segera masuk ke kamarnya mengunci pintunya..


dengan tubuh gemetar salsa membangunkan Vano..


"mass, maas, mas bangun" suara gemetar salsa membuat vano langsung terbangun..


"telfon polisi mas. cepat mas..."


"ada apa si sayang"


kata vano semakin tak faham..


salsa bergegas mengambil ponselnya dan membuka aksss cctv..


mata vano terbelatak melihat ada orang asik yang di yakini itu adalah rampok..


vano memeluk istrinya.. sambil menghubungi polisi...


tak lama terdengar, gedoran pingu yang cukup kencang...


"aku takut , aku takut mas" ucap salsa..


Vano menghubungi sandi, dan untungnya langsung sandi jawab saat itu juga....


"san rumah gue di masukin rampok, bi inah udah di sandra, gue di kamar sama salsa.. tolong lo segera kerahkan anak buah kesini, gue udh lapor polisi" kata vano


Sandi langsung menegerti, apa yang harus dia lakukan...


pintu kembali di ketok kencang tanpa ada suara manusia disana.. mereka memilih tetap diam..


"mas perut aku muali keram, massss aku takut" kata salsa


" yaa Allah sayang, kamu makannya tenang yaa, percaya sama aku kita akan baik baik aja"


"kamu diam disini" kata Vano

__ADS_1


vano berjalan menuju brankasnya, menekan kode brankasnya sampai terbuka.. Selama menikah salsa tidak pernah membuka, melihat bahkan menanyakan nya ke Vano..


belum selesai salsa gemetar tubuhnya bergetar dengan sangat hebat ketakutan..


isi brankas tersebut terdapat beberapa map, ada juga tumpukan bebrapa emas batangan, dan uang dolar yang cukup banyak. Vano menggeser dan memasukan tangannya lebih dalam, dannnn dia mengeluarkan pestolnya.....


Salsa syok melihat apa yang di pegang suaminya....


"massss,,,," salsa menggelengkan kepalanya


"tenang sayang, ini untuk berjaga.. kita harus tetap disini..." kata Vano yang terus memeluk istrinya


sudah sekitar 10 menit pintu itu tak lagi terdengar ketukannya..


Vano dan Salsa masih belum berani keluar sebelum polisi atau anak buahnya datang...


Ponsel Vano berdering, ternyata dari Sandi...


📞📞


vano


"gimana?"


"saya sudah tiba, polisi juga baru datang.. kita segera masuk Van, lo tetep di dalem sebelum gue beri aba aba keluar"


"hemm"


-vano memutuskan telfonnya-


"mass perut aku keram, aku udh berusaha tenang tp susah" ucap salsa mengeluh...


"sabar sayang, sabar anak daddy yangvkuat yaa kasian mommy" ucap vano mengusap perut salsa kemudian berbisik ke arah perut.


setelah menunggu 20 menit...


tok


tok


tok


"van buka, gue sandi" ucap sandi dari luar kamar


vano membuka pintunya perlahan, sudah ada Dua polisi mendampigi sandi...


"gimana?" tanya vano


"udah pergi, tapi kita perlu bicara"


"bini gue keram perut, harus ke Rs sekarang"


kata Vano...


"gak perlu mas, aku akan minum obat penguat janin..." ucap Salsa tiba-tiba menghampiri Vano dan dan Sandi


"bi inah gimana?" tanya Salsa khawatir


"bi inah dan dua satpam baik baik aja saa" jawa Sandi


"maaf pak, bu.. bisa kami minnta keterangan kalian?" ucap Salah satu polisi...


"baik pak mari kita kebawah, kita bicarakan di ruang tamu" ucap Vano


"mas aku ikut, aku takut!" kata Salsa memegang lengan Vano..

__ADS_1


Vano hanya mengangguk...


__ADS_2