Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 184


__ADS_3

BANGKOK, THAILAND


Pagi ini mereka Mereka pergi berlibur ke Bangkok tanpa membawa satu pengasuh pun... Itu semua sesuai dengan permintaan Salsa... Dengan alasan ia ingin mendapatkan quality time bersama. Dengan senang hati Vano menyetujuinya, karena menurutnya ini sebuah tantangan tersendiri...


Setelah menempuh perjalanan di udara selama 3.5 Jam mereka memutuskan untuk mampir di sebuah restoran di bandara untuk makan siang...


Sebenarnya ada alasan tersendiri Vano mengajaknya ke Thailand, yaa apalagi kalo bukan melihat, merasakan sendiri suasana di Thailan, karena Vano berniat membentangkan sayapnya di Thailand....


Usai makan siang Mereka bergegas menuju hotel yang sebelumnya sudah mereka Booking...


"daddy kapan Jalan-jalan nya? " renggek Keenan


"Kita istirahat dulu malam nanti baru kita kelilng yaa" kata Vano pada Keenan..


"mas mau kopi atau teh?" tanya Salsa yang baru saja merebahkan tubuh Kiinan yang tertidur dalam pelukkannya..


"enggak sayang, aku masih kenya... qyok kita istirhat saja" kata Vano yang merasa lelah


"hemm, baiklah" kata Salsa kenudian merebahkan Tubuhnya...


Sore harinya mereka bergeas menyusuri Ibu Kota.... Bangkok merupakan kota terbesar yang Thailand miliki...


*pengalaman pribadi*


Bangkok memang terkenal dengan tempat destinasi wisata yang cukup menarik, mulai dari kotanya, bangunan yang unik, serta memiliki beberapa pusat kuliner yang harganya sangat rerjangkau.. jika pelancong datang ke Bangkok dari Indonesia tentu tidak akan kaget jika datang ke foodstret, karena harga yang diberikan cukup murah meriah...


Namun Bangkok memang kurang cocok untuk berlibur bersama anak-anak di malam hari, mengingat saat malam hari banyak sekali kebebasan s*x di pinggir jalan...


jadi Jika membaaa anak-anak berlibur Ke Bangkok baiknya di sibukan di pagi dan siang hari, banyak destinasi yang sangat menarik...


********


"mas kita makan dimana?" tanya Salsa sambil mendorong kereta bayi yang di tumpangi Kinan, sementara Vano mendorong Keenan yang juga duduk di keretanya.


"di Shopia Resto... enak kok makananya,, halal" kata Vano


"apa kamu pernah coba???" tanya Salsa penasaran


"pernah sama sandi waktu itu..." kata Vano


"ohhh... mas nanti habis makan balik hotel yaa, yang aku tau di sini kalo malam orangnya suka sembarangan buat hemmmm" kata Salsa memberhentikan ucapannya


"sembarangan buat???" kata Vano terkekeh, pasalnya Vano sudah cukup tau akan hal itu. .


"ahh lupakan mas, pokok nya usai makan balik hotel ya mas" pinta Sals


"Iya... mas juga berfikiran sama kok sama kamu" kata Vano menatao isterinya


Merekapun tiba di Resto yang cukup bagus bahkan cukup elite, resto Shopia ini pengunjung tidak perlu khawatir, pasalnya resto ini halal untuk muslim...


Usai makan mereka berjalan menuju hotel sambil melihat dan menikmati Kota Bangkok..

__ADS_1


**********


PAGI HARI


Muacah


"good morning Daddy" kata Salsa mengecup singkat Bibir Vano


"morning sayangku" kata Vano Membelai rambut lurus isterinya


Salsa pun berjanjak dari kasurnya, ia segera memesan sarapan pagi lewat layanan hotel... Setelah memesan ia mandi, sementara Vano masih bermalasan di atas kasurnya karena usai subuh Vano baru saja bercinta dengan isterinya..


Usai Salsa Mandi ia memaksa Vano untuk segera mandi...


"mas ayolahhh, nanti habis kamu baru anak-anak aku bangunin untuk mandi" kata Salsa sambil memakai pelembab tubuh


"iyaaa sayang, sabar jangan ngomel gitu.... Nanti aku makan loh" ledek Vano


"mass mulai dehh" kata Salsa berdecak kesal


------


Meninggalkan Vano, Salsa dan kedua anaknya yang tengah berlibur Di Thailand, Bangkok....


Di jakarta Khania tengah di sibukkan dengan segudang pkerjaannya, begitu juga Raffi yang di tinggal Vano berlibur..


Padahal mereka akan bertunangan minggu depan, Acra akan di lakukan di Ballroom Hotel Cabang milik keluarga Wijaya, semua atas permintaan Khania yang enggan rumahnya kelak jadi berantakan dan menhusahkan para pekerjanya dirumah.....


Acara ini di gelar cukup sederhana bagi keluarga Wijaya sesuai dengan permintaan Khania..


Meskipun di daerahnya Raffi termaksud orang yang berkecukupan materi namun Khania memang tak ingin secara berlebihan...


Raffi berjanji akan menjemput Khania selepas jam pulang kantor mengingat mereka harus mengambil kebaya....


Pukul 17.40 belum juga Nampak kehadiran Raffi di hotel...


Ini gara-gara abang!!! Bisa-bisa nya dia liburan sementara Aku sama Raffi disini ketar-ketir di kejar-kejar sama pekerjaan!!! kata Khania berdecak kesal


Tak lama Raffi menghubungi Khania dan berkata jika sudah berada di parkiran, mendengar Itu Khania bergeas keluar mencari keberadaan Raffi...


Melihat Mobil Raffi Khania segera masuk.. dan sedikit membanting pintu saat menutupnya...


"Sayang kenapa? maaf aku telat, aku tadi ikut pak Sandi meeting sayang" Kata Rafi menatap Khania


"gapapa... aku kesel aja sama abang! bisa-bisa nya dia berlibur sementara kita babak belur sama pekerjaan.. " kata Khania kesal


"lohh memangnya kamu masih di Bantu Abang?" kata Raffi..


"hemm sedikit, aku masih belum percaya Diri" kata Khania


"hemm begitu.... hemm kita mau makan dulu atau ke butik dulu?" kata Raffi menhalihkan pembicaraan

__ADS_1


"Kebutik dulu, aku sudah tak sabar" kata Khania sambil tersenyum bahagia


"hemm baik Tuan Putri" kata Raffi meledek


"terimakasih pangeranku" balas Khania meledek


******


Usai mengambil baju di Butik mereka menuju sebuah restoran untuk makan malam..


pembicaraan Serius pun di layangkan oleh Raffi..


"Khania....."


"ya sayang"


"apa pernikahan kita bisa di percepat?" tanya Raffi yang membuat Khania tersedak karena merasa kaget dengan ucapan Raffi


"loh ada apa sayang? bukanya kita sudah sepakat, tiga bulan setelah acara lamaran ini" kata Raffi


"gapapa sayang,... Ibu seertinya sudah tidak sabar jngin memiliki cucu, setiap hari dia menghubungiku meminta aku memperceoat acara pernikahan kita" kata Raffi dengan sedikit Ragu


"Benar kah?"


"he'eh..... Akhir-akhir ini ibu sering sakit, menurut dokter Ibu terlalu banyak pikiran"


"tentang apa sayang?? apa kamu tau?" kata Khania seirus, dan di jawab anggukan oleh Raffi


"ibu memikirkan kamu sayang, ibu khawatir dengan hubungan kita dengan perbedaan status sosial kita" kata Raffi tertunduk


"Astagaa... harus berapa kali aku katakan, Keluarga ku tidak mempermaslaahkan itu,, lagi pula lihatlah kamu sekarang, kamu memiliki usaha yang menjanjkan! aku yakin selagi kita berusaha semua akan menjadi lebih baik"


"Aku minta maaf, mungkin itu hanya ke khawatiran ibu" kata Raffi


"hemn.. sebelum acara pertunangan, aku akan bicara sama ibu... aku mau meyakinkan dia bahwa yang ibu khawatirkan itu berlebihan" kata Khania


"hem lalu bagaimana cara kamu meyakinkan aku?" kata Raffi pada Khania


Khania berfikir sejenak lalu,


Cups!


kecupan hangat mendarat di bibir Raffi, membuat Raffi kaget bukan main...


"kenapa kamu jadi senakal ini sayang?" kata Raffi


"sstt diam!!" kata Khania sambil mengumpat di balik Telapak tangannya karena merasa Malu..


******


maaf lama Up author kumat Vertigonya, rasanya kalo main ponsel itu bagai naik kemidi onbak... pusing 😥😥😥

__ADS_1


__ADS_2