Dokter Cantik

Dokter Cantik
EPS. 109


__ADS_3

Pagi harinya mereka bangun untuk membersihkan diri laku beribadah... mereka cukup kesiangan, pukul 5.20 mereka baru terbangun.... setelah menyelesaikan ibadahnya Salsa turun kebawah untuk menyiapkan sarapan dan bekal keenan..


setelah 30 menit salsa di dapur membantu Bi Romlah, ia bergegas membangunkan Keenan dan Vano...


setelah keduanya bangun, Salsa memandikan keenan, lalu di ambil alih oleh bi inah untuk memakaikan pakaian Keenan karena salsa juga akan bersiap untuk ke kantor..


tak lupa salsa memakaikan Dasi suaminya, seperti apa yang dia lakukan setiap harinya....


Setelah semuanya Rapih, mereka bergegas untuk sarapan bersama...


usai sarapan, Vano dan Salsa yang kini berangkat dengan satu mobik bergegas mengantarkn Keenan ke sekolahnya..


Keenan sangat senang hari ini bisa di antar kedua orang tuanya...


Di dalam perjalanan, Keenan tak henti bercerita tentang sekolah, les, dan kegitan dirumah ketika kedua orang tuanha bekerja...


dengan waktu tempuh 15 menit mereka tiba dinsekolah Keenan...


"ayo mami anter sampe kelas" kata Salsa..


"horeeeee, aku seneng mih" kata keenan kemudian menyalimi Vano, Vano membalas dengan mengecup kening anaknya


"yang pintar ya, jangan nakal..." kata Vano


"siap Daddy" kata keenan..


Salsa dan Keenan turun dari mobil mewah milik Vano itu , mereka memasuki loby sekolah.. selepas hilangnya bahu salsa dari pandangan Vano, Vano teringat ucapan Keenan bahwa bangak yang mengagumi isterinya.... timbullah rasa cemburu yang akhirnya membuat Vano bergegas turun dan mengejar isterinya...


benar Saja , pesona Salsa memang mampu menghipnotis siapa saja yang melihatnya.. tak hanya kaum adam, banysk kaum wanita juga menggaumi ke cantikan Salsa...




gayanya Mbak Salsa dan babang Vano today.... hihiii


****


Vqno yang memasuki loby sekolah anakknya pun ikut meramaikan banyak pasang mata ketika melihat Vano yang baru saja melintas... banyak wali murid yang juga mangantarkan sekolah anakknya...


terlihat Salsa berdiri di depan kelas, terlihat sedang berbincang dengan seorang wanita berseragam...


"ada apa sayang" kata Vano yang langsung menghampiri istrinya merangkul pinggang isterinya


"eh.. selamat pagi pak Vano...wah senang sekali yaa Keenan pasti hari ini di antar kedua orang tuanya" Ucapp Miss Likta, guru Keenan di kelas...


salsa dan Vano hanya melempae senyumnya saja...


"oh iya mas, jadi Keenan di minta bermain piano saat pembukan pentas seni pekan depan" kata salsa


"bagus tak masalah, apa anaknya senang Mis?" tanga Vano


"Keenan cukup bersemangat pak, untuk itu saya meminta izin ke bapak dan Ibu, nanti Keenan akan berlatih dengan teman-teman nya yang akan bernyanyi setiap pulang sekolah sekitar tiga puluh menit sampai satu jam"


kata Miss Likta sedikit takut berbicara hak itu ke Vano dan Salsa..Pasalnya Likta tau siapa Orang Tua Keenan...


"tak apa Miss, asal Keenan nya mau, kalo Keenan tidak mau atu sedang lelah mohon jangan dipaksa yaa Miss..." Kata salsa lembut


"iya baik buu, kami juga akan kabari jika ada latihan" ucap Miss Likta


"Baik miss, Kalo begitu Kami pamit, titip Keenan ya miss..."kata Salsa lembut dan santun


"dengan senang Hati buu" Kata Miss likta

__ADS_1


"keenn, byee.." kata Vanoo


"daddy... mami.. hati hati, terimakasih udah anyar Keen" ucap Keenan dengan bahagianya hari itu...


"sama-sama... ingat yaa selama daddy dInas luar, ga boleh nakal yaa.. jaga mami" kata Vano


"siap bos!" kata keenan dengan antusias


Vano dan Salsapun bergags menuju parkiran sekolah itu...Vano menggandeng tangan Salsa membuat banyak pasang Mata menatap keduanya... bagi Para Wali Murid yang melihatnya itu menjadi bahan bincang bincang kala itu...


yaa entah apa yang mereka bincangkan, itubtak menarik perhatian Salsa maupun Vano... Salsa hanya menebar senyumnya saja...


*****


Samapainya di kantor Salsa , mereka bergegas masuk ke ruangan Salsa, telah ada Susan menyambut mereka di mejanya...


"pahi pak.. buu" kata Susan


"pagi susan, hmm rapat dengan kepala Devisi 15 menit lagi yaa.. saya ngaso dulu sebentar" kata Salsa menebar senyumnya


"oke buu" kata susan yang emmang sudah bersikap santai ke salsa...


Salsa menyusul Vano yang sudah lebih dulu masuk...


"mas mau kopi?" tanya Salsa


"ngga sayang, maunya peluk" kata Vano memeluk isterinya dari belakang


"masss ini kantor bukan kamar" kata salsa


"jangan ngomongin kamar sayang, aku jadi pengen" kata Vano dengan muka penuh artinya itu


"astaga mas semalem apa ga cukup? pangkal paha ku aja sampe linu ni" kata Salsa dengan ekspresi agak kesalnya


"gapap sayang biar jadi dedeknya Keen" kata Vano


"aaminn" jawab salsa singkat..


"sayang nanti meeting sama Tama jangan deket deket, aku ga suka" kata Vano


"iyaaa, aku tau batasan mass, apa kamu gapercaya aku?" kata Salsa yang kesal menghadapi sikap cemburu suaminya...


"percaya sama kamu mah, sama si Tama yang gapercaya" kata Vano menatap isterinya


"sama dong, aku juga percaya kamu, tapi aku gapercaya sama perempuan di luar sana" kata Salsa sinis


sontak membuat Vano terbelatak, jarang salsa juga menunjukan sikap sedikit posesifnyaa itu kecuali saat ia sedang hamil keenan...


"kamu cemburu ya?" kata Vano meledke isterinha


"kalo aku gak cemburu , kamu wajib mempertanyakan cintaku" kata salsa


"hemmm so sweett... kamu janji yaa Jangan tinggalin aku?" kata Vano yang memeluk isterinya sangat erat itu


"aku akan ninggalin kamu kalo kamu berkhianat mass" kata salsa santai


"mana mungkin aku berkhianat" kata Vano masih memeluk isterinya


"iyaa ku tau, makanya aku gakan ninggalin kamu, karena kamu gak akan berkhianat" kata Salsa mencoba melepas pelukan suaminya...


"sudah ayo bersiap, ini materinya" kata salsa memberi sebuah map transparan...


"oke, aku pelajari sebentar... " kata Vano kemudian mengecup kening Salsa lalu menuju sofa ruangan itu....

__ADS_1


****


Setelah selesai melaksanakan Rapat, Vano tinggal menunggu Sandi dan supirnya datang untuk menjemputnya di kantor Salsa untuk menuju Bandara...


Sesekali Vano sambil membantu isterinya mengoreksi beberapa berkas sebelun di tanda tangani...


ponsel Vano berdering menandakan Sandi sudah di Bawah menunggu Vano..


"sayang, sandi sudah tiba.. aku berangkat yaa" kata Vano mengecup kening isterinya


"iya mas, ayo aku antar" kata salsa berdiri dari sofa.. Vabo pun mengangguk...


merekapun keluar ruangan itu..


"pak buu.." tegur Susan


"san 30 menit lg kita meetinf sama DTA , siapkan semua ya, saya ke loby dulu" kata salsa yang langkahnya terhenti, begitu juga Vano


"jaga isteri saya dari Tama yang genit itu, kalo ada apa apa nanti kamu yang saya oecat" kata Vano tegas


"apaan si mass.. ga lucu, enak aja main pecat pecat.... jangan dengerin ya saan" kata salsa yang melirik suaminya tajam


"hehe baik pak saya akan jaga ibu..." kata Susan dengan tenang menghadapi suami Bosnya yang merasa cemburu....


mereka pun meninggalkan susan menuju lobby.... sudah ada mobil Sandi teroarkir di depan pintu utama...


"barang gue di mobil udah San?" tanya Vano


"udah di masukin pak Sanusi tadi"kata Sandi santai


"yaudah sayang, aku berangkat yaaa" kata Vano lagi lagi mengecup keninh isterinya, salsa mencium pungung tangan suaminya


"hati hati ya mass, jangan lupa makan dan sholatnya" kata salsa...


"oke sayang sippo" kata Vano melangkah masuk ke mob Sandi...


"saan, take care ya... Jaga Vano baik baik,, barang antik aku tuh" kata Salsa pada sandi


"hahahahah sipp Nyonyahhhh, titip Nanad juga yaa" kata Sandi membalas ucapan Salsa


"tenang ajaa..." kata Salsa...


Sandi dan Vano pun pergi, supir Sandi menbawa mereka menuju bandara dengan selamat...


Sementara Salsa dan Susan sudah berada di sebuh resroran, berasama Dikta dan dua karyawan nya.. terkihat Tama terkejut ketika Salsa yang datang untuk Meeting, kini ada rasa cangung terhadap Salsa saat ia tau bahwa Salsa sudah menikah dan memiliki anak, terlebih ia mengetahui siapa suaminya....


Selepas Meeting Salsa bergegas pergi ke Rs sementara Susan kembali ke kantor menggunakan Taxi...


saat Salsa berjalan menuju mobilnya


" Ibu Salsa,,," kata Tama dari arah mobilnya yang di parkir bersebrangan dengan mobil salsa...


salsa hanya menoleh...


Tama menghampiri Salsa


"maaf ganggu waktunya bu, saya hanya mau minta maaf, saya gak tau ibu sudah menikah bahkan memiliki anak, saya mohon maaf" Kata Tama


"iya gak papa, itu hanya salah faham... hemm saya permisi yaa karena saya masih ada urusan mendesak" kata Salsa sambil membungkukan badan...


"baik bu silkannn" kata Tama...


Salsapun masuk ke mobilnya yang sudah ada Pak Sanusi menunggu, dan segera membawa Salsa menuju Rumah Sakit...

__ADS_1


__ADS_2