Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 174


__ADS_3

Hari berganti..


karena Weeknd Khania bangun pukul 10.30 pagi di tambah rasa lelah di badannya juga menjadi Faktor utama nya tertidur sangat nyenyak...


saat bangun Khania menatap ponselnya, terdapat beberapa misscall dari Raffi.. khania segera mengirimkan pesan singkat untuk Raffi


📩 Khania


hay Sayangku ada apa menelfonku?.. Aku baru bangun sayang, maaf yaa. ini aku mau mandi terus makan, karena sudah lapar...


Sekitar lima menit Khania mengiri. pesan itu namun tak ada balasan dari Raffi, akhirnya Khania memutuskan untuk mandi...


usai mandi pun belum ada balasan untuknya Dari Raffi....Saat itu pula khania memutuskan untuk turun dari kamarnya dan mencari makanan untuk mengganjal perutnya...


"pah... mah..." sapa Khania dari tangga kepada kedua orang tuanya di ruang keluarga


"aduuhhh anak gadis macam apa ini jam segini baru bangun" kata Ibu widya


"maklum mah abis kerja rodi" ledek khania


"hemmm selalu ada alasan" kata Pak Banu


"mah ada sesuap nasi ga? laperr" rengek Khania


"Banyakkkk, jangankan sesuap" kata Ibu Widya sambil beranjak dari duduknya


"habis makan papa mau bicara yaa" kata pak Banu pada Khania...


"sip pah, isi amunisi dulu" kata Khania menyahuti....


Khaniapun menuju meja makan dan memakan makanan yang di ambilkan oleh Ibu Widya...


saat makan ponselnya berdering tanda pesan masuk, yang ternyata dari Raffi...


📩 Raffi


Iya gapapa, sayang ini aku lagi di jalan menuju rumah Ayah Ibu, katanya Ibu sakit makanya tadi aku mendadak pulang, ini aku sudah mau sampai... nanti aku telfon ya 😘


Khania hanya membaca Pesan itu, ia sedikit kaget karena calon mertuanya dikabarkan sakit....


Usai makan Khania bergabung dengan Kedua Orang Tuanya..


"pap, papa kenal Kemal?"


tanya Khania to the poin


"Kemal Ramadhan?"


khania mengangguk

__ADS_1


"dia beberapakali memepercayakan hotel kita untuk beberapa acaranyaa.. ada apa?"kata pak Banu


"dia mau ngajak kerjasama lagi pah, eh tapi ujung-ujungnya ga enak pah pake bilang suka lagi sama Khania"


kata Khania berkata Jujur


"Haaahhhh?" kata kedua orang Tuanya...


"terus kamu terima?" kata Bu Widya


"mama ini sembarangan kalo ngomong!!!!!" kata Khania kesal


"eh emang salah ya mama nanya gitu?"


"ya salah mam, kan aku ada Raffi... lagian juga aku ga suka cowok kaya gitu mam, dia aja kemarin minum wine" kata Khania dengan wajah tak sukanya


"yaa kadang kan di acara seperti itu memang ga enak menolak minum, makanya kamu harus pandai menahan diri saat ada di tempag seperti itu.." kata Pak Banu


"iya aku tahu... tapi menurut Papa aku lanjutin kerjasama ini atau enggak" kata Khania


"Yaa lanjutkan aja, tapi kamu ceritain sama Raffi kalo perlu ajak dia kerjasama" kata pak Banu


"nah masalahnya semalam itu Raffi udah ketemu si Kemal itu pah, tapi Khania ga berani cerita kalo Kemal itu Naksir aku, jd aku cuma cerita sebatas pekerjaan" kata Khania


"yaa jelasin lagi lahhhhh, gitu aja repot... Raffi bukan anak yang neko-neko, mama yakin dia percaya dan gak marah kalo kamu jujur" celetuk Ibu Widya


"iya deh nanti Khania obrolin kalo dia udah balik dari Cirebon" kata Khania


"iya mah, Ibu nya sakit katanya" kata Khania


"salam dari kami semoga lekas sembuh" kata Pak Banu


Khania hanya mengangguk, merekapun masih berbincang, Pak Banu juga mulai menanyakan soal Tander kemenangan Khania.. beberapa arahan juga ilmu di berikan oleh Pak Banu..


***********


Lima Hari Berlalu...


Setelah kembalinya Raffi ke Jakarta setelah dari Cirebon, Raffi dan Khania memang belum saling bertemu, karena banyaknya kesibukan masing-masing yang harus di emban...


Hari ink Khania akan berkunjung ke Kantor Vano karena Vano yang memintanya..


Khania datang 30 menit lebih awal agar bisa berbincang dengan Raffi... Khania sebelumnya sudah meminta Izin ada Vano dengan alasan ia akan membahas pekerjaan sedikit Dengan Raffi.. Vano pun memberi Izin karena Vano juga sedang melaksanakan meeting dengan Sandi dan beberapa Klien nya...


Khania telah Tiba di Kantor Vano, ia langsung menuju Meja kerja milik Raffi, dan duduk tepat berhadapan dengan Raffi hanya terbatas meja saja...


Khania memulainya dengan Basa-Basi lalu melanjutkannya ke Intinyaa ..


"sayang, kamu inger cowok yang di lobby hotel waktu di bogor?" tanya Khania serius

__ADS_1


"hemm inget, kenapa?"


"begini sayang, kan waktu itu di acara malam, dia lagi ngajak aku ngobrol tuh, nah galama aku terima telfon kamu yang bilang mau jemput aku, nah disitu aku senang dong tanpa aku sadari muka aku juga berekspresi senang... eh dia muji-muji aku sayang, pake bilang jatuh hati sama aku" kata Khania berhengi sejenak, menatap Raffi yang ekspresinya masih senyum-sengum melihat Khania menjelaskan cerita yang sebelumnya iya sembunyikan


"nah terus aku syok dong, aku ga suka aja seolah dia ga profesional karen Sebelumnya kan ucah bahas pekerjaan.... akhirnya aku tinggal aja dia ke kamar sama Dewi, baru deh aku pulang nah dia udang Ngetem di lobby juga ternyata, pake minta maaf segala.. " Lanjut Khania menjelaskan


"udah ceritanya?" kata Raffi sambil senyum-senyum..


Khania pun mengangguk...


"pertama, aku harus siap mental ni sayang kalo punya pacar, calon isteri cantik kaya kamu, pinter kaya kamu, dan anak seorang Banu Wijaya.... Kedua, kalo aku ga cemburu itu berarti aku bohong! Tapi aku berusaha banget nih sayang, buat percaya sama Hati kamu yang cuma untuk aku... Ketiga Aku hargai kejujuran kamu yang terlambat ini, padahal aku mau setiap ada sesuatu yang berkaitan dengan hubungan kita harus segera di bicarakan.... Ke empat, kanjutkan aja kerja sama itu, dia juga udah Call pihak aku buat jadi EO nya... dan kita bisa terus barengan saat meeting bahkan saat acara berlangsung..."


"Aku bingung Raff mau bicara apa, aku ga nyangka loh kamu gak marah, padahal aku udah dekdekan banget" kata akhania mengehela nafasnya kasar


"kata siapa aku ga marah? aku marah loh!!!"


"iyaaa ku minta maaf.." kata Khania tertunduk


"ada Syaratnya" kata Raffi menaik turunkan alisnya...


"apa??"


" kamu harus makan siang bareng aku biar aku ga marah lagi" kata Raffi terkekeh


"Ah itu si aku juga mau!! bikin dekdekan ajaa kamu mah sayangkuu" kata Khania dengan centil nya...


merekapun tertawa dengan lepas tanpa ada beban dalam hubungan mereka yang semakin mendekati hari bahagia namun banyak juga kerikil kecik di tengah jalannya...


*******


******


*****


***


**


*


kalian luar Biasa...!!!!!!!! aku mau nih kasih Crzy Up lagi tapi pada ngeVote gaa?????? hahaha


Awalnya si ga terlalu mikirin Vote.. tapi kok aku seneng yaa masuk 100 besar hahahaha


Norak yak? hahha maaf yaa...


Oh iya... tenang gays jangan pada Berasumsi dengan si pelakor dan pembinor hehe itu bukan permasalah utama di kasus Khania Raffi... jangan lupa di inget kalo mereka pasangan yang Biasa aja, ga kaya Vano dan Salsa yang karakter awalnya di bikin sangat amat Perceft hingga membuat siapa aja suka bahkan tergila-gila hihiiii


Kalo soal Orang lain naksir menaksir sama pasangan kita mah itu coban percintaan menurutku,.. tapi karena karakter Raffi dan Khania adalah Cinta sesungguhnya jadi aku rasa gak akan ada Pelakor dan pembinor... hehehe

__ADS_1


tuh yaa Uthor bocorin biar gak berasumsi yang lain lain, lagi puasa ga baik hehehe


__ADS_2