Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 71


__ADS_3

Sandi dan Nadya sudah tiba di kediaman Vano..


Salsa menyambut kedatangan sahabatnya yang juga sedang hamil dengan rasa bahagia, salsa memeluknya erat seolah emnandakan masalah ini akan mereka lalui bersama..


Salsa mengajak Nadya ke dalam kamar tamu yang akan Nadya dan Sandi tempati beberapa waktu kedepan...


Kamar iru berada di lantai dua, kamar Salsa dan Nadya hanya di batasi Ruang Kerja Vano yang sebenarnya tak boleh sembarang orang masuk..


Salsa berbincang dengan Nadya di kamar tamu itu.. Nadya tengah menceritakan rasanya mual di pagi hari dan membenci ketika melihat suaminya bangun tidur... sampai akhrnya Nadya meceritakan tentang teror di rumahnya...


Sementara sejak datang Vano dsn Sandi bergegas ke ruang kerja Vano, ruangan itu pun di kunci...


"pas gue balik dari sini tadi subuh, depan pintu apart gue udah ada darah, yang gue sendiri gatau itu darah apann, buru-buru lah gue tlp OB buat bersihin...pas gue Masuk bini gue tidur yaudah gue mandi, ternyata pintu gue ada yang ngetok lagi, di buka lah ama si Nadya... dia ngasih paket, katanya buat Bini gue, di buka sama dia.. isinya boneka barbie ada darahnya.... syok lah dia van"


Kata Sandi menceritakan kejadian yang dia alamin...


"boneka berdarah, mirip... tadi juga salsa dapet gambar dari nomer ga di kenal, foto bayi berdarah gitu... jadi info apa yang lo dapet???" tanya vano


Sandi berdiri merubah posisinya yang sebelumnya duduk, dengan menghela Sandi mulai menjelaskan informasi yang dia dapat....


"Tuan Zain...Mafia Narkoba, dia juga Pengusaha Tambang tingkat menengah di Kalimantan, gue rasa dia gak terima soal pendirian perusahaan kita yang gak melibatkan dia untuk kerjasama, dan dia juga tau kita bekerja sama dengan perusahaan besar... belum lagi lahan tambang milik lo itu dulunya punya dia sebelum di jual karena perusahaan dia sempet anjlok karena bisnis haramnya mulai terendus" Sandi menjelaskan


"lo yakin? kita bahkan belum pernah ketemu dia" kata Vano


"kita emang belum ketemu dia,,, tapi dia Sering nyamperin Aji di Pembangunan, seolah dia mau kerja sama di belakang kita, tapi Aji bilang semua sesuai prosedur dan mempersilakan Zain datang ke kita, dan itu yang bikin dia Marah..."


"SIA*AN!!" Vano mulai geram..


"Aji bilang sama gue kalo are kita sempet padam listrik pas Aji cek ternyata ada pemutusan aliran ke kita, itu awal mula Aji curiga kalo Tuan Zain mulai beraksi"


"Kurang ajar!!!" Vano mulai kesal dan terdiam penuh arti...


"gue ada ide..." kata vano setelah cukup lama berdiam membisu


Vano mulai menjelaskan rencananya...


Sandi mengangguk seolah Faham akan apa yang di maksud Vano..


Vano sudah memantapkan rencananya tersebut dengan Sandi, tak perlu berlama mereka menemukan orang yang akan bekerja untuk kasus ini..


Kabar buruknya mereka harus tetap waspada atas berbagai penyerangan dari pihak Zain, karena Vano dan Sandi berusaha pura-pura buta akan hal ini demi lancarnya rencana Vano...


Keaman kediaman Vano semakin di perketat, keluarga Vano maupun Salsa telah menegetahui masalah ini, mereka sebenarnya sudah biasa menghadapi masalah serupa dalam dunia bisnis, hanya saja kini Vano dan Sandi telah memiliki isteri yang kapan saja bisa di celakai...


Sudah 2 pekan dari kejadian itu, Nadya pun masih berada di rumah salsa, kini Bi Romlah juga ikut tinggal disitu untuk membantu bi Inah...


hari demi hari berlalu, Salsa dan Nadya bagai burung dalam sangkar, tak bisa keluar rumah meski hanya sekedar ke mini market... mereka hanya menyibukan diri dengan bercerita, membaca buku, masak dan melakukan senam hamil dengan bantuan DVD...

__ADS_1


Antara Rasa Jenuh dan Takut menyelimuti dua Bumil itu...


Tiga minggu berlalu....


Setelah pulang bekerja Vano dan Sandi makan malam bersama istrinya di kediaman Vano..


seerti biasa selepas makan malam mereka berbincang di ruang keluarga sambil menonton TV...


"mas, aku dan Nadya perlu kontrol loh.. apalagi aku sudah lewat satu minggu jadwal kontrol ku" kata salsa protes


"iyaa.. samapai kapan kita berada di dalam rumah terus menerus, membosankan" timpal Nadya...


"sabar sayang, setelah aku kembali dari kalimantam yaa" kata Vano dengan menatap ke arah Sandi lalu kembali ke istrinya...


"hah ke kalimantan???" ucap Salsa


"i..iya sayang aku pergi sama Sandi" ucap Vano memberanikan diri...


tatapan tajam kedua mata para wanita menuju mata lelakinya... sepasang mata yang seolah mata seekor macan yang akan menerkam masangnya...


detak jantung Vano dan Sandi juga berdegub kencang...


"dengar dulu,, kita kesana gak akan lama, setelah itu keadaan kita akan seperti semula" kata Sandi yang berusaha tenang


mendengar bahwa keadaan akan seperti semula membuat Salsa dan Nadya sedikir tenang, sekaligus bahagia...


"gak akan lama nya tuh berapa lama?" kata Nadya


"aku si maunya 3 hari sayang, tapi aku mana tau kalo pekerjaan disana gabsa sampai 3 hari" ucap Vano pura pura bodoh


"kapan akan berangkat?"tanya salsa jutek


"besok siang setelah meeting di pusat" ucap Vano


"ohhhhh" kata salsa


"Naad aku duluan yaa, lama lama disini rasanya laper lagi mau makan orang"


kata salsa ke Nadya guna menyindir Vano


Sontak Vano merasa kaget akan ucapan istrinha.. memang sejak hamil, salsa banyak berubah.. jadi mudah marah, tersingung, dan manja terhadap suaminya..


sementara Sandi menertawakan ucapan Salsa...


Nadya yang melihat reaksi Sandi kala itu langsung berdiri...


"sama saa aku juga mau ke kamar, tanganku tiba tiba ingin mencabik cabik seseorang, lebih baik aku lampiaskan ke bantal gulingku" ucap Nadya kemudian melangkah ke arah tangga...

__ADS_1


sandi yang semula tertawa kecil itu menjadi mematung... kata mencabik itu menbuat badannya linu...


"San, hayo kita hadapin" ajak Vano sudah berdiri meskipun Vano punya rasa takut juga


"iya ayo" kata Sandi yang sok tenang....


Sampailah mereka di kamar masing-masing...


salsa tengah duduk di sofa, sedang ingin minum vitamin...


"mau minum vitamin ya sayang" kata vano polos


"hemm"


kata salsa kemudian meminum Vitaminnya.


"sayang jagan marah, ridhoi suamimu, aku ke sana untuk bekerja menyelesaikan masalah yang sudah 80 persen selesai" kata Vabno


slsa berfikir, dia adalah seorang istri.. harusnya dia memang mendukung dan mendokan pekerjaan suaminya..


"hemmm" kata salsa


"jangan ham hem ham hem aja sayang aku ga tenang jadinya" kata vano memgang tangan istringa


"huuuuufth oke, ad syaratnya saat kau berada disana" ucap salsa singkat


"oke apa?


"kabari aku setiap 2 jam sekali, utamakan telfon atau videocall, kalo lagi meeting boleh pesan singkat, tapi pesan singkat juga dinsertai bukti kamu lagi sibuk meeting.. segera kembali saat pekerjaan selesai" kata Salsa


"Siap laksanakan Nyonyah" ucap vano memeluk istrinya


"yaudah aku siapkan bawaanmu"


kata salsa yang segera melepaskan pelukan Vano


"aku mau main dulu sayang, sebelum puasa" kata vano berbisik mesra


vano langsung mencium bibir Salsa... mereka pun akhirnya melakukan kenikmatan dunia sampai pada puncaknya...


selama hamil Vano tak pernah melakukannya lebih dari 1 ronde dalam sekali bermain, menurut salsa itu kurng baik bagi keamanan kandungannya yang baru saja masuk trimester kedua...


Vano pun memahami keadaan itu.....


Hal serupa juga Terjadi di kamar Nadya dan Sandi.. setelah bernego siasi antara suami dan istri lalu menemui kata sepakat maka terjadilah hubungan suami isteri itu....


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2