
Malam hari Saat Khania dan Raffi tengah meeting bersama sepasang calon pengantin yang di temani satu kerabatnya yang ternyata adalah adik dari calon mempelai pria...
"jadi masnya mau pakai delapan atau sepuluh kamar? Biar saya atur berdekatan" kata Khania
"pakai delapan mbak, tiga untuk keluarga wanita, empat untuk keluarga saya, nah satu kamar pengantin tolong bedakan lantai dan saya mau yang superior... " kata Pria itu...
"kalo untuk kamar pengantin sebenarnya itu akan dapat free dari kami mas, sudah termaksud dalam paket VIP yang mas pilih" kata Raffi
Itu cewek negeliatin Raffi gitu amat, bikin kesel aja...
"kalo gitu Tujuh aja deh... Mbak jadinya Tujuh aja" kata calon pengantin pria..
Khania hanya diam.. Memperhatikan wanita itu agak sinis...
"mbaakkk" tegur calon pengantin wanita
Raffi pun akhirnya menyadarkan khania dengan menabrakan kakinya dengan kaki Khania yang sebelahan...
"eh iya Sayang kenapa?" kata Khania
Sayang??? Khania manggil aku sayang? Kok tumben dia manggil sayang apalagi ini masih dalam konteks pekerjaan.... keajaiban...
Batin Raffi yang kesenangan
Kok ni cewek manggil ni cowok Sayang!
kata Wanita itu dalam hatinya..
Khania pun menyadari ucapannya dan kondisi saat itu...
"Duh maaf maaf, jadi bagaimn mbak, mas?" kata Khania...
"Apa kalian sepasang kekasih?" tanya calon pengantin Wanita dengan senyumnya..
Khania dan Raffi saling menatap, kemudian Khania mengangguk ke arah Raffi..
"iya mbak, kita baru mau tunangan, doakan semoga segera menikah seperti kalian" kata Raffi dengan bangganya...
"waah pasangan yang kompak, bekerja pun bersama...semoga lancar terus yaa" kata calon pengantin Wanita itu
"Aminn... Makasih mbak" kata Raffi dan Khania
Sementara Wanita yang merupakan adik dari Calon pengantin pria itu berdecak kesal, wajahnya menjadi datar dan jutek... Namun Khania dan Raffi tetap melanjutkan Meetingnya sampao selesai, tak perduli dengan wanita itu yang masih menatap Raffi...
Usai meeting, dalam perjalanan pulang....
"kamu kenapa sayang? Capek ya?" Tanya Raffi yabg mendapati keheningan di antara nya dengan Khania
"gapapa.... Raff aku boleh nanya?"
"boleh sayang, mau nanya apa?" kata Rafi dengan senyuman
"kamu sama abang suka ga meeting sama cewek-cewek sexy, cantik, menggoda gitu" kata Khania
__ADS_1
"gak juga si, kan lebih sering Abang sama pak Sandi kalo meeting, aku jaga kandang hehehe.... Tapi kalo meeting di kantor aku suka terlibat" kata Raffi
"ada tuh klien yang cantik sexy?" tanya khania
"yaa Ada aja sayang, kenapa bertanya kaya gitu? apa Abang mu dalam masalah"
"bukan soal abang kok"
"terus?"
" yaa nanya aja, nah apa kamu tergoda Raff sama cewek-cewek sexy itu??" tanya khania sedikit mencecar
"hemm apa kamu sedang cemburu sayang?"
"enggakkk, sudah jawab aja" kata Khania kesal
"aku gak akan tergoda sayang, bagaimana tergoda kalo gak ada ketertarikan.. Lagi pula aku punya kamu, percayalah aku bekerja bukan untuk itu.... Lagian kamu kenapa bertanya kaya gitu???"
"aku kesel tadi cewek yang adek calon pria kenapa ngeliatin kamu gitu, sambil senyum-senyum.. Ampe ga kedip matanya.. Sampe aku kesel loh liatnya... Emosiiiiiiiiii..... " kata Khania dengan kesalnya
" ohhhhhhhhhhhh, jadii karena itu kamu tadi melamun dan kamu panggil aku sayang untuk pertama kalinya????" kata Raffi sambil sedikit memicingkan matanya
Khania gugup.. Mukanya memerah , ia juga ingat kalo tadi dia memanggil Raffi dengan panggilan sayang...
"kenapa diam? Kenapa pipi kamu juga memerah??kamu cemburu kan????" kata Raffi sedikit terkekeh
"Iya Raffii aku CEMBURU, Aku ga suka kamu di pandangi berlebihan sama wanita lain, aku ga suka kamu deket wanita lain!!! Kata Khania dengan menaikan volume bicaranya dan memberi penekann..."
khania menatap Raffi
Cups!!! Kecupan Di Bibir Khania telah Raffi berikan untuk pertama kalinya...
Wajah Khania makin memerah, jantungnya semakin berdebar...
Lalu ia memegangi bibirnya...
"raffff"
Kata Khania
"maaf,,,,, percayalah sayang aku juga sama seertimu, takut kehilangan kamu , cemburu terhadap lelaki yang dekat dengan mu....." kata Raffi mebatap Khania
Ucapan Raffi menbuat hati Khania terenyuh, ia merasa sangat bahagia mendengarnya .
Khania melempar senyum terbaik ya...
"kamu yang pertama Raff" kata Khania sambil memegang bibirnya
"aku juga sama Sayang, makaa itu aku yakin menjadikan kamu yang terakhir" kata Raffi
Khania kembali tersenyum, ia menahan air mata yang sudah mulai mengumpul di bola matanya.
Tess!! Akhirnya air mata bahagua itu mengalir pelan...
__ADS_1
Raffi menarik Khania mendekat, menciun Bibir khania dengan sedikit lumatan yang berlangsung hanya lima detik... Tak ada balasan dari Khania karena itu membuat Khani sangat Syok dan berhasil membuat darah di tubuhnya seolah berhenti ..
"aku sangat amat mencintaimu Khania" kata Raffi dengan posisi keningnya dan kening Khania menempel, tak lupa Raffi hapus juga air mata yang tadi telah menetes
"aku juga mencintaimu Rafff" kata Khani..
Mata mereka kini sudah saking bertatap sangat deket...
Tiba-tiba ponsel Khania berdering tanda pesan masuk dan itu yang membuyarkan keromantisan di dalam mobil itu...
"abang nanya aku dimana" kata Khania setelah membuka pesan itu
"jawab jujur aja sayang" kata Raffi
" apa kamu sudah gila? Bisa-bisa abang ngamuk kalo tau aku kamu cium" kata Khania poloss
Raffi pun tertawa
"maksud aku jujur kalo tadi kita bertemu klien dan makan malam bersama mereka dulu" kata Raffi
"oh itu.. Iya aku jawab begitu" kata Khania yang sedikit malu...
Raffi pun melanjutkan perjalannya menuju kediaman Vano... Dengan hati yang sangat senang malam itu.. Sementara Khania masih merasa jantungnya sulit berdetak normal... Namun disisi lain ia merasa seorang wanita yang beruntung memiliki Raffi .....
Tiba diRumah Vano
"Salam untuk semuanya, maaf aku ga mampir, sudah malam ga pantes kalo bertamu" kata Raffi
"iyaa gak masalah Sayang" kata Khania malu-malu
"kamu manggil aku apa tadi?" tanya Raffi dengan tersenyum lebar
"Sayang!!!" kata Khania
"semakin mendekati hari bahagia kamu semakin berani, semakin nakal sayang" kata Raffi terkekeh
"halah perasaan aku biasa aja deh,, udah aku masuk yaa"
kata khania
"iyaa selamat istirahat sayang" kata Raffi
"selamat istirahat juga sayangku, hati- hati di jalan... aku mencintaimu" kata Khania sedikit malu malu...
Raffi pun menacapkan Gasnya setelah memastikan Khania telah masuk kedalam rumah Vano...
**********
**stop dulu yaa.. author pas lg ngetik ini tiba-tiba bunyi gedebugghhh gataunya anak aku jatoh dari tangga gara2 dia main HP. hiks hikss jadk agak blenkkkk huhuuuu untung part ini udh finish...
Jangan lupa Vote, like dan Komen kalian buat dukung aku agar tetep semangat UP hihii
Makasih sudah setia membaca.. happy reading..😍😍😍😍😘😘😘**
__ADS_1