
Vano tiba di rumah sakit, sudah sangat sepi.. beberapa lampu juga sudah di matikan di lobby...
Vano menaiki Lift menuju lantai dimana ruanagan super VVIP tersedia, ia begitu yakin salsa disana...
Vano meberobos masuk pintu koridor ruang perawatan...
dari kejauhan Vano melihat Papanya tengah duduk lalu berdiri mendengar suara hentakan pintu...
"heh! anak bodoh! untuk apa kamu kesini?"
ucap pak Banu
"pah aku mau ketemu salsa" ucap Vano
"udah gilak ya kamu, hah? apa yang kamu perbuat dan kamu katakan pada istrimu? ceraikan dia!!!" ucap pak banu.
mata Vano melebar, ia tak menyangka akan ucapan papanya.
"gak! pa maksud papa aapa???"
"kamu yang bilang isterimh ja**ang kan? buat apa kamu sama wanita ja**ng?!!! buat apa?? hah???""
"paaa aku ga sengaja bilang kaya gitu"
buuggghhhh
buggghhhhhh
dua pukulan pak Banu mendarat di perut Vano
"kamu bilang ga sengaja hah? papa harus apa van, kalo orang tau salsa tau hal ini hah? mau ditaro dimana muka keluarga kita"
vano hanya terdiam, dan terlihat mengeluarkan air matanya
bu widya mendengar keributan langsung keluar ruangan...
"mahhhhhhhh" ucap vano
"stop, jangan sentuh mama" ucp bu widya..
"maah maafkan aku mah" kata Vano
"van, mama sakit mengetahui apa yang telah kamu ucapkan ada isterimu... mamatambah sakit melihat keadaan salsa! kamu kenap tidak pernah bisa menahan amarahmu? kenaa kamu ga bisa kontrol emosi mu???" ucap bu widya sambil menangis...
"mah pah, maafin aku.. izinkan aku ketemu istriku mahh pah" ucap Vano sudah memohon di kaki orang tuanya...
"bangun..BANGUN KATA PAPA!!" Ucap pak Banu menekan dan mengeras
vano bangkit...berdiri di hadapan kedua orang tauanya
"temui isterimu, buat dia benar-benar memaafkan mu, kalo sampai dua hari ia tak memaafkan mu, ceraikan dia.. dia pantas mendapatkan laki laki yang jauh lebih baik dari mu, dan sampai hal itu terjadi kamu juga harus siap kehilangan keluargamu"
ucap pak banu..
Pak Banu tak sungguh-sungguh dengan perkataan cerainya, dia hanya mengertak anaknya yang sejak remaja agak sulit menghadapi emosinya...
"tunggu" bu widya mengahadang Vano yang hendak masuk
"salsa sedang tidur, dari tadi dia mengeluh kesakitan sampai di beri obat tidur! kamu gak perlu kaget dengan keadaan isterimu saat ini" ucap bu widya
__ADS_1
Vano hanya mengangguk, dan mulai membuka pintu lalu masuk ke balik tirai lewat ruang tamu ruangan Rs itu..
bi inah kaget akan kedatangan Vano, dan langsung menyingkir bahakan keluar ruangan...
Air mata Vano kembali berlinang,
mata kiri salsa nampak bengkak membiru sampai ke pelipisnya..
bibir atas salsa terlihat bengkak dan ada bercak darahnya... kening salsa juga terlihat memar membiru...
bu widya yang mengikuti dari arah belakang Vano membuka selimut salsa, menujukan memar parah di bagian paha dan lutut Salsa...
Vano kaget melihat memar yang begitu lebar itu, vano menatap ibu widya seakan tak snaggup melihatnya.. bu widya juga memberi tau ada luka memar di dadanya...
"mahh cukup Vano gak kuat" ucap Vano lirih
"papa dan mama akan pulang, bi inah juga. bsk pagi mama kembali! jaga baik baik salsa atau kamu yang tidak dalam posisi yang baik! ucap pak Banu Ketus...
Mereka pun pergi meninggalkan Vano dan Salsa...
sungguh terdapat kekecewaan mendalam di hati Vano pada dirinya sendiri...
ia tak menyangka istrinya akan seerti ini...
*angkatlah rasa sakitnya yaa Allah, pindahkan ke tubuku, aku tak sanggup mlihat dia kesakitan*
hari semakin karut, vano tertidur duduk di kursi dengan kepala berada di ranjang salsa persis di tangan salsa...
saat adzan subuh Vano terbangun.. ia melakukan sholatnya...
Vano kembali menatap wajah isterinya sampai vano kembali tertidur...
tubuh salsa semakin terasa sakit, semakin sulit di gerakan...
"sayang sudah bangun yaa" ucao Vano
"untuk apa kamu disini, pergilah.. aku gamau lihat kamu" ucap salsa
"sayang , maafkan aku, aku mohon... aku ga sanggup liat kamu seoerti ini!!"
"kamu jahat, kamu cuma ga tega liat fisik aku saat ini, tapi kamu ga pernah pikir luka di hati aku sakitnya berkali kali lipat dari ini van.."
gleeeegggg!!! ucapan itu membuat vano bagai terhantam benda keras.. membuatnya sangat amat merasa bodoh saat itu...
"sayang aku minta maaf, aku hilaf, aku salah, aku gak berfikir sebelum berbicara, aku temakan api cemburu sayang, maafkan aku, aku menyesal.. sungguh.. " ucap vano sambil menangis...
salsa menitihkan airmata melihat vano menangis...
salsa memang yakin ucapan itu hanya emosi sesaat vano, salsa juga sudah memaafkan vano karena salsa memang bukan orang yang pendendam...
"aku mau minum" kata salsa
sonyak vano menghapus air matanya , mangambil air minum dengan sedotan di gelasnya....
"aawwww sakitttt" ucap salsa dengan anda menahan sakitnya
"astagfirullah, apanya sayang" ucap Vano..
vano mengenggam tangan salsa.. ikut merasakan kesakitan salsa...
__ADS_1
vano memencet bell tak lama oerawat datang...
"sust kenapa dia kesakitan begini" ucap vano
"karena seluruh tubuh nyonya memar pak, seluruh ototnya menegang sehingga akan nyeri sekali, dokter akan visit jam 8, sekarang ibu sarapan yaa nanti saya kasih obat" ucap suster
salsa terlihat kesakitan.. vano mencoba menyuapi salsa dengan bubur yang di berikan rumah sakit...
tak lama bu widya datang...
"bagaimana sayang?" tanya bu widya ke salsa tanpa melihat ke arah Vano
"makin sakit mah, susah gerak. lengan kiri salsa sakit banget mah" rengek salsa sedikit manja
"iya sayang ini lengan, dan pungung kiri mu memang memar, badan putih kamu jadi ternoda gini sayang" ucap bu Widya sedikit menyindir Vano...
Vano sendiri takut menatap dua wanita tersebut....
"mau ganti pembalut sayang?" tanya bu widya
"gimana caranya mah, bergerak pun sakit, kaki kiriku ga bisa di tekuk mah" ucap salsa
merekapun berfikri...
tak lama Thania datang menghampiri salsa, dan lagi lagi ia tak melihat bahkan tidak menegur Vano...
"mah... gimana aku di beri obat bius dan kebal aja mah, saat aku tidur nanti...aku minta tolong di bersihkan badanku, tapi nunggu bi inah datang mah" ucap salsa mengejutkan vano dan bu widya
bu widya menngis
"sayang kenapa harus seperti ini nak" ucap bu widya dan membuat salsa ikut menangis, vano hanya tertunduk...
"gak bisa saa, semua ada prosedurnya untuk memakai obat itu semua.. tentu kamu tau kan sebagai dokter.." ucap Thania...
"kak aku sudah tak nyaman, aku lagi haid kak,"
"iya kakak tau, itu kaka pakaikan pempes" ucap Thania
"lalu bagaimana kak? aku mau ganti, ga nyaman" rengek salsa yang juga pencinta kebersihan itu...
"hmmmm.. terpaksa kaka akan suntik baal bagian kakimu biar ga sakit, tapi dengan dosis minim jadi kita harus kerja cepat"
ucap Thania
"kak aku di bantu bi inah aja, kemarin bi inah kan yang bantu aku"tanya salsa
"ada kaka, mama, bi inah, dan suter kemarin, kan suami mu ilang" ucap thania menyindir
"yampun maafin aku mah, kak jadi merasa kurang ajar sama kalian"
"gapa sayang, mama juga perempuan kan"
"yaelah, dokter ama gituan mah udah biasa saa" ucap thania..
vani hanya terdiam tertunduk menyimak pembicaraa tiga macan di depannya...
*
*
__ADS_1
*