Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps.178


__ADS_3

Usai mandi Vano mendapati Isterinya sedang tertidur bersama Kiinan di atas ranjang rumah sakit.. Memang nampak lelah di wajah Salsa, bahkan dia belum Makan sejak malam hari... Rupanya rasa kantuk dan lelah mengalahkan rasa laparnya...


Vano pun membiarkan Salsa tertidur dengan Kinan..


*******


Pukul 9 Pagi...


Salsa telah bangun dan mandi, lalu menganti pakaiannya dengan pakaian Rs, Ia tidak tau jika Vano telah meminta Sanusi membawakan pakaian juga untuk nya..


Vano hanya diam melihat isterinya tak memakai pakaiannya malah memakai pakaian pasien..


Tak Lama keenan datang bersama Mba Fatmah dan Bi Inah...


"Mamiiiiii" kata Keenan kencang memeluk Salsa yang baru saja keluar dari kamar mandi


"Keennn" kata Salsa memeluk Keenan


"Maaf Tuan, Nyonya.. Keenan gak bisa di bujuk lagi, dia maksa mau ikut kesini" kata Bi Inah


"gapapa bii" jawab Salsa


"Loh, Nyonya kok pake baju pasien, apa Nyonya sakit??"


"iyaa saya lupa tadi mau minta bawain baju" kata Salsa yang keburu tertidur tadi sebelum meminta di bawakan baju


"loh tadi kan udah saya bawakan Nyah, pak Sanusi udah bawain juga kesini pagi-pagi sekali" kata Mbak Fatmah


Salsa menatap Vano, Vano pun menatap Salsa namun langsung memalingkan nya...


"oh gitu, gak ada yang kasih tau saya bii, jadi biarin aja pake ini juga... Dari pada gak pake baju" kata Salsa sedikit kesal..


Vano hanya terdiam dan tetap dengan posisi duduknya sambil memndangi laptopnya..


Bi Inah yang sudah Fahan akan situasi itu akhirnya memulai obrolan baru...


"Nyonya maaf den Keenan belum makan, maunya sama Nyonya di suapin, tadi baru minum susu aja" kata Bi Inah


"oh iya bii gapapa"


"keen mami suapin yaa, nanti kalo keen sakit mami sad" kata Salsa


"oke mih, adik kapan bangunnya mih" tanya Keenan dengan polosnya


"tadi udah bangun, terus bobo lagi, nanti kalo bangun keen temenin main yaa" kata Salsa


"oke deh mih..."


Di tengah Salsa menyuapi Keenan, Kiinan pun bangun dan menangis histeris dan hanya ingin bersama Salsa..


Bi Inah dan Mba Fatmah pun tidak bisa menenangkan Kiinan..


Akhirnya Salsa mendudukan Kiinan di pangkuannya dan tetap menyuapi Keenan...

__ADS_1


Vano melihat Salsa sedikit kerepotan akhirnya menghampiri Salsa...


"kiinan sama daddy yu?" kata Vano menjulurlan kedua tanggannya


Kiinan hanya diam malah memainkan selang infusnya


"yuu sama daddy yuu lihat cat tuhh ada cat" kata Vano membujuk Kinan,


Kiinan pun akhirnya dalam gendongan Vano..Bi inah membantu menggerakkan tiang infus ke arah mereka berjalan di dalam ruangan rawat itu..


Selesai menyuapi Keenan Salsa beralih menyuapi Kiinan..


Kiinan masih dalam gendongan Vano, lalu Salsa menyuapinya sambil memberi candaan...


"Ciluuk-----baaaaa" kata salsa sambil menyodorkan makanan ke mulut Kinan..


"mami biar keen mii" kata Keenan menghampiri


"ciluukkk-- Baaaa" kata Keenan kemudian di sambut tawa oleh Kiinan..


Setelah mengabiskan cukup makakan Kiinan bermain di kasur bersama Vano dan Keenan...


"Nyonya sakit? Kok pucaat" kata Mbak Fatmah


Salsa yang baru saja keluar dari kamar mandi itu memang terlihat pucat... Mendengar itu Vano langsung menoleh ke arah Salsa..


"engga kok mbak, cuma lagi datang bulan udah biasa kaya gini"


"belum!" celetuk Vano ketus


Salsa hanya menoleh lalu menuju meja makan...


"mau saya belikan sesuatu?" kata Bi Inah


"gak usah bi, ini aja" kata Salsa membuka makanan yang Vano belikan..


Hanya beberapa suap Salsa memakannya, lalu meminum obat penambah darahnya..


"saya buatkan Teh manis nyah, silakan di minum..." kata mbak Fatmah..


"makasih mbak, maaf merepotkan" kata Salsa


"nggak kok Nyah hanya teh" kata Fatmah..


Di Tempat Lain di Jam makan siang..


"kenapa lama sekali" kata Khania


"maaf sayang, pekerjaan aku agak banyak kalo abang mu gak masuk mendadak gini" kata Raffi


"kenapa abang gak masuk" tanya Khania heran


"apa kamu gak tau sayang?? Kinan sakit, semalam di opnam"

__ADS_1


"Apaaahhh??? Kamu yang bener??? Kok aku gatau??! Mama juga ga bilang apapun saat sarapan tadi" kata Khania dengan kagetnya


"Abang baru ngabarin aku pagi tadi juga si, mungkin dia juga baru mengabari mama pagi tadi" kata Raffi menerka nerka


"aku tetlfon mama dulu buat mastiin"


Kata Khania meninggalkan meja makan nya itu ...


Tak lama ia kembali


"tuh kan bener, mama gatau, malah mama lagi arisan sama mama nya kak salsa.. Biarin aja abang paling di cincang sama mama" kata Khania pada Raffi


"hahahaha kamu lucu sayang kalo lagi ngomel gitu" ledek Raffi


"hah kamu ini, habis makan aku mau ke Rs ah.. Mau liat prosees cincang mencincang" kata Khania


"aku gak bisa anter sayang, masih ada meeting nanti, berkasnya masih di aku belum aku seerahin ke pak Sandi" kata Raffi


"gapapa kok aku bisa sendiri" kata Khania


"tapi nanti sore aku ke Rs kalo memang ada berkas yang harus di TTD untuk besok"


"nah kalo gitu aku doain supaya ada berkas yang harus di TTD sama abang" kata Khania terkekeh


"dasar anak nakal" ledek Raffi terkekeh sambil mencolek hidung Khania


"nakal begini kenapa suka aku" kata Khania


"yee siapa yang bilang aku suka kamu??" kata Raffi meledek


"lah terus???!"


Raffi mendekatkan wajahnya ke arah telinga Khania...


"Aku itu cintaa bukan suka" kata Raffi berbisik...


blussshhhhh wajah Khania memerah bagai udang tersiam air panas...


"ihhh gomballl, males deh" kata Khania menutupi rasa malunya...


"gak gonbal sayang, aku beneran.. belah aja dada aku pasti udah ada pahatan nama kamu di hati aku" kata Raffi menggoda khania


"Stooppp aku bisa pingsan disini Raff kalo kamu gombalin terus" kata Khania sambil senyum senyum malu


"ahhh kamu juga suka kan aku gombalin"


"tau ahhh Raffiii males dehhh" kata Khania merajuk


"hahaha iya iya, yaudah abisin makannya katanya mau ke Rs" kata Raffi


Khania hanya mengangguk lalu memakan makanannya ...


*******

__ADS_1


__ADS_2