
***maaf aku kemarin cuma up sedikit.. huhu.. mendadak kemarin dapet kerjaan yang harus di selesaikan hari itu juga π’, belum lagi kerja dirumah tuh bikin susah konsen ada aja yang bikin bentar bentar bangkit dari depan laptopππ ...
Anakku yang usianya masih 3,5 tahun agak manja pas emaknya libur padahal ada babehnya juga dirumah huhuuuuu
belum lagi pekerja di rumahku ikut di liburkan karena COVID 19 jadi aku harus membagi waktu...
Kalian ada yang mengalami hal serupa gak?
Oh iyaa aku punya sedikit ide cerita buat di jadikan Novel.. kira-kira Up dalam waktu dekat atau bikin novel ini selesai dulu ya???
aku minta masukannya yaa...
β€β€β€β€β€β€β€β€β€β€
Btw ada bebrapa yang komen nanyain jamu yang biasa aku konsumsi hihiii jujur aku jadi maluu wakakaka.. tapi emg semenjak aku menikah aku emg rutin minum jamu resep temurun min 1 minggu sekali hihiii
Hasilnya??? hahahha gitu deh wakakak
malu aku gaysss.... π π π π **
*
*
*
*
Hari kedua di Kalimantan...
"Siap san??" tanya Vano dengan senyum licik
"Sangat! udah lama kita gak lakukan permainan ini hahaha" ucap Sandi lebih lecik lagi..
"bagus, jangan lupa penjagaan harus jaga jarak aman, jangan sampe waktu kita habis disini, gue udah rindu Salsa" kata Vano
"Cih lu pikir lu doan! udah ayo.. kita ga perlu lama"
*
*
*
Tiba di Kantor Tambang milik Tuan Zain...
"silakan masuk tuan, ada sudah ti tunggu Tuan Besar" ucap seorang Wanita Sexy
Vano masuk bersama Sandi...
"pagi tuan Vano...silakan duduk"
"pagi tuan, terimaksih"
"ada angin apa anda sampai anda sudi menemui saya yang kecil ini" Ucap Zain
"jangan merendah tuan, saya yang justru kecil dalam hal ini... saya ingin tuan bekerja sama dengan perusahan baru saya, saya membutuhkan suntikan investor demi kelangsungan hidup Perusahaan kecil ini..."
Ucap Vano yang sudah Geram...
"HAHAHAHA anak muda yang sombong..... kamu menawarkan kerja sama saat perusahanmu hampir mati karena para investor kabur???" kata tuan Zain sambil menghisap rokoknya..
"maafkan kami Tuan, kami justru terlalu mempercayai orang suruhan kami sehingga tak melihat mana peluang mana jurang" kata vano menunduk
"baik lah saya akan mejadi investor satu satunya setelah investor lain kabur hhahahhaha" dengan rasa Percaya diri tuan Zain berbicara , menertawakan Vano seolah kemenangan hanya milik Zain se orang...
Dengan sikap tenang Vano kala itu membut zain percaya.. bahkan Sandi juga seolah mematung meski ingin sekali ia menghajar Pria yang telah meneror kehidupannya.
"syukurlah, berapa persen yang akan anda inveatasikan? tanya Vano
__ADS_1
"tak banyak, hanya 50 persen hahahahaha, bagaimana? aku bisa langsung menyetabilkan harga sahamu bukan??"
kata Zain dengan bangga sambil mengisap rokoknya...
*dasar Bodoh!!! sepuluh dari limapuluh persen adalah milikku yang telah kau curi tua bangkaa!! maka dengan begitu perushaanmu akan langsung bangkrut, dan akulah pemenang atas ini... terimaksih telah memberikan seluruh perusahanmu secara cuma cuma Zain...
ucap Batin Vano merasa menang....
"benarkah? sungguh Mulia hati tuan... Ucap Vano..besok saya akan kembali untuk melengkapi berkas berkas yang di perlukan"
kata Vano yang mulai berdiri
"baik saya akan tunggu segera" ucap Zain seolah mempersilakan Vano pergi....
Setelah menyelesaikan rencana awalnya Vano bergegas menghubungi istrinya sesuai dengan janjinya... begitu juga Sandi terlihat mengirimkan pesan singkat untuk istrinya..
Mereka memang sosok yang berbeda, Vano yang terlihat kaku justru bisa seketika romantis dengan istrinya,, sementara Sandi yang terlihat Santai justru merasa kaku saat berhadapan dengan istrinya....
Vano mentap Sandi dengan Laptop di hadapannya, di sebuah ruangan di Tambang miliknya... Vano berfikir jika suatu saat Sandi pergi dari sisinya untuk memulai bisnisnya itu akan membuat kekuatan Vano berkurang...
Selama ini memang Vano selalu mendukung Sandi.. bahkan Sandi sudah mulai berbisnis di bidang Proerty yang dia buat dengan uang hasil kerjanya bersama Vano.. meski hanya membuat perumahan kecil namun sudah cukup membuatnya bangga.. di tambah desain yang di buat oleh Nadya saat mereka belum maenjadi suami istri itu menambah keyakinan Vano kalo suatu saat Sandi bisa saja melancarkan Bisnis nya bersama istrinya dan meninggalkan Vano....
"tatapan lo menjijikan banget Van" kata Sandi
"dih apaan lo?"
"lah lo ngapain natap gue kaya natap sekertarisnya Zain" ledek Sandi
"heh jangan sembarangan lo! kalo bini gue denger bisa tamat hiduo gue, dan hidup lo"
ucap Vano kesal
"menyeramkan sekali tuan, sungguh aku takut" ledek Sandi dengan ucapan nyeleneh nya
"menjijikan!!sekarang bahas yangbperlu kita bahas"
"haha baiklah... jadi apa lo akan makan harta si tua bangka Van?
ucap Vano dengan santai
"lo yakin? ini bukan nya bakal bikin pertambangan ini maju?" kata Sandi
"cih gue ga sudi, semua yang dia miliki itu dari hasil mencuri kan? dan dari hasil bisnis haramnya.. jadi buat apa gue mencicipi harta haram itu... kembalikan ke pemiliknya saja" ujar Vano sambil menyenderkan kepalanya...
Ucapan Vano memang berhasil membuat hati Sandi selalu bersyukur bekerja dengan orang yang jujur meskipun terkadang sikap dan ucapan Vano begitu menyakitkan..
"oke, kapan bergerak?
tanya Sandi
"besok, setelah MOU palsu itu dia tanda tangani maka langsung adakan rapat tertuutp dengan Para Investor di tempat yang aman..."
"sipl gue bakal atur di sore hari..." kata Sandi
*
*
*
Jakarta pagi hari...
uuekkkkk uekkk euwkk
terdengar suara itu dari kamar Nadya...
"Nad apaa kamu baik baik saja?" tanya salsa yang sudah masuk dengan terburu-buru untuk melihat keadaan sahabatnya
"im ok... gue cuma mual di pagi kok saa, siang sampe malem enakan si bahkan gapernah mual atau sampe muntah..."
__ADS_1
kata Nadya menjelaskan...
"itu tak akan lama Nad, bersabarlah aku dulu juga begitu bahkan sampai malam juga aku merasa mual" kata Salsa menenangkan Nadya..
*
*
Hari telah berganti dimana hari ini adalah hari kemenangan Vano..
"siap?" tanya Sandi
"tentu!"
jawab Vano sambil berjalan...
mereka kembali menuju kantor pertambangan milik Tuan Zain..
"terimakasih Tuan Zain, sungguh kehormatan bagi saya bisa bekerjasama dengan anda"
kata Vano melihat berkasnya di tanda tangani oleh Zain
"Tentu.. makansiang lah bersamaku untuk perayaan ini" ajak tuan Zain
"sungguh aku tak menyangka dan sebuah kehormatan kau mau mengajakku makan siang, tapi maaf aku lebih dulu berjanji pada isteriku untuk kembali siang ini" kaga Vano berpura pura
"sayang sekali... anda terlihat menurut dengan isteri anda yaa" Ucap Zain meremehkan
"aku hanya menyayanginya Tuan... saya permisi untuk bersiap kembali Tuan.. terimakasih atas kerja samanya ..." ucp Vano yang kemudian berjabat tangan untuk segera pergi...
Vano dan Sandi bergegas ke hotel..
Sandi telah membuat sesorang bernama sama dengan mereka untuk melakukan penerbangan dari kalimantan ke jakarta, dan telah melakukan cekout ke pihak hotel..
Antisipasi itu berbuah hasil, anak buah Tuan Zain bahkam datang ke Hotel untuk mengecek keberadaan Vano dan Sandi, namun nihil.. terdapat juga pemerbangan atas nama mereka...
"Sungguh cerdik" ucap Vano ke Sandi
"tentu, ku tunggu bonusnya" ledek Sandi
" cih! dasar matre!" ucap Vano...
Tentu apa yang di bicarakan oleh Sandi bukanlah hal serius,, tanpa mendapatkan bonuspun Gaji yang di berikan Vano sungguh Fastastis.. bukan karena Vano dan Sandi bersahabat, tapi karena Loyalitas tanpa batas yang Sandi berikan ke Vano...
Sore Haripun tiba...
π¨ to: My wife
sayang, aku akan melaksanakan meeting besar dengan para investor, ini akan memakna waktu panjang, aku janji akan mengabarimu segera, Aku mencintaimu sayang... ππππ
π© my wife
oke, aku akan menunggu kabarmu segera..
aku menunggumu..
aku merindukanmu..
dan
aku mencintai mu..
ππππ
Vano bagai mendapat suntikan semangat dari jawaban pesan singkat yang ia kirimkan ke salsa..
Vano dan Sandi bergegas meninggalkan kamar hotel dan menemui para investor di ruang rapat yang sengaja Vano sewa di hotel tersebut....
*
__ADS_1
*
*