
Usai melakukan serangkaian Test Bu Widya kembali ke rumah bersama Khania dan pak Banu.. Salsa, Thania dan Vano masih harus melanjutkan kegiatannya masing masing...
"aku balik kantor ya sayang, kamu jangan sampe kecapean..." kata Vano yang sedang berjalan berdampingan dengan isterinya
"iyaa mas, harusnya aku yang bilang ke kamu, kamu jangan sampe kecapean" kata Salsa yang hendak mengantar suaminya ke mobilnya...
"tapi aku bakal sibuk sampe besok sayang, nah hari jumat kita ke bali yaa, aku ada undangan disana kamu, keenan, kinan ikut" kata Vano sambil menebar senyumnya
"hah? kok mendadak mas?" tanya salsa
"gak mendadak kok mas juga baru dapet undangannya tadi... yaudah masuk gih" kata Vano yang sudah berada di depan mobilnya...
"yaudah, kamu hati hati ya mas.. jangan lupa makan malamnya! salam buat Raffi..." kata salsa tersenyum menatap suaminya yang sudah membuka pintu mobilnya..
bugh
suara pintu mobil kembali tertututp...
"kenapa nitip salam ke Raffi? naksir?"
kata Vano sinis dan memegang erat lengan isterinya
cups!
salsa dengan cepat mencium bibir suaminya
"enak aja, masa aku ama berondong, ada yang naksir sama Raffi, tapi masih jadi rahasia....kata Salsa tersenyum
"udah cepet balik kantor aku udah telat 30 menit untuk praktek" kata Salsa smbil membuka pintu mobil suaminya...
"kamu gabsa dong bikin aku penasaran gini" kata Vano
"nanti ada saatnya aku jelasin, kamu kerja dulu yaaa, cari uang yang banyaaakk banget" ledek salsa
"udah matre ya sekarang" kata Vano terkekeh
"bukan matre mas tapi realistis" salsa dan Vanontertawa terbahak bahak...
"aku berangkat yaa, kelamaaan sama kamu bikin ujang menuntut sesuatu" kata Vano terkekeh
"mesum! males deh" kata salsa memalingkan Wajah nyaa dan berjalan masuk ke Rs..
Vano pun terkekeh melihat ekspresi istrinya yang memerah seketika...
Salsa berjalan menuju Lobby.. hingga samoai di depan pintu lobby seseorang menarik tangan Salsa dan ....
PLAK
tamparan keras menyambar pipi salsa...
dua Satpam yang melihat langsung menghamoiri dan memegang tangan seseorang yang menampar Salsa...
"Prilly!!! Apa Apaan kamu!!!!" kata Salsa marah dan merasa pipinya sangat sakit bahkan begitu perih dirasa
"kamu jahat! kamu jahat! aku cuma minta kamu bebasin suami aku saa, kenapa malah dia kena pidana berlapis" kata Prilly dengan marahnya
"itu urusa suami dan mertua aku, aku gak ada snagkut pautnua tentang itu, lagi pula suami mu salah, wajar kalo di hukum"
__ADS_1
"kamu jahat saa, kamu wanita macam apa hah?"
Keadaan semakin tak kondusif, banayak pasang mata yang mendekat dan menonton kejadian itu...
"aku tegaskan sekali lagi, kesalahan suami mu itu harus di oertangung jawabkan, urusan hukuman itu semua sudah kami serahkan kepada pengacara... dan jika kamu ingin minta keringanan silakan kamu berurusan langsung dengan Pengacara kami!" kata salsa tegas dan berusaha meninggalkan Prilly..
"bawa wanita ini pergi, jangan sampe masuk, dokter Thania bisa marah" kata salsa berjalan melewati Prilly...
namun kareena Prilly sudsh kerasukan setan emosi dengan sengaja ia menyelengkat Salsa...
Bughhh
Salsa jatuh tersungkur
"aaakkkhhhh"
kata salsa yang merasa sakit bagian kakinya...
Thania datang dari dalam Rs, Thania diberi tau seorang perawat yang mendapat kabar dari resepsionis.
"Saaaa" teriak Thania
Salah satu satpampun mencoba membantu salsa untuk bangun...
"****** lo!" kata Prilly kegirangan
"kak sakit kak" kata Salss memegang kakinya..
"ambil kursi roda!" perintah Thania, entah kepada siapa di tujukan namun ada salah satu pegawai Rs yang berada di lokasi segera mengambilkan kursi roda itu...
"saya tidak akan mengotori tangan saya untuk wanita yang tak jelas seperti kamu, kita akan lanjutkan di kantor polisi" Thania berbicara pada Prilly dengan telunjuk yang menunjuk-nunjuk di hadapan prilly...
"gue gak ada urusan sama lo! urusan gue cuma sama keluarga Wijaya yang Gila hormat!!!"
"apa lo bilang??? lo bilang keluarga gue gila hormat??? keluarga gue wajar di hormati banyak orang, karena mereka tau siapa kami, beda sama lo yang hanya bisa menilai kami yang terlihat gila hormat!!! oh yaa.. lo perlu tau gue kayaknya, gue pemilik Rumah Sakit ini, Thania Wijaya!! Anak Pertama dari Banu Wijaya....!! selanjutnya mari kita saling kenal lebih dalam di kantor Polisi!!!!!
"kak udah kak" kata salsa yang sudah berada di kursi roda
"BAWA DIA!!" kata Thania kepad adua satpam yang sedari tadi menahan Prilky, meskioun Prilly Berontak , tapi tak bisa mengalahkan dua satpam bertubuh kekar...
"ke UGD sa" kata Thania pada salsa
"anter adik saya" kata Thania pada pegawai Rs
Thania memijit kepalanya sambil mengambil ponsel nya...
"balik ke Rs lagi van, Salsa di tampar orang ga di kenal, gue udah kirim orang nya ke kantor polisi, lo suruh kek siapa aja ke Kantor polisi buat urus dia!" kata Thanai dalan sambungan telfon dan langsung mematikan sanbungannya ..
Vano yang baru sekitr 10 menit beranjak dari rumah sakit langsungsung memutar arah untuk kembali Ke Rs....
Vano yang belum mengerti oermasalahannya langsung menghubungi pengacaranya...
"Apa lagi iniiiiii" kata Vano sambil memuluk Stirnya saat terjebak lampu merah....
setelah lampu hijau Vano menacap gas nya kencang...
sementara Salsa di IGD merasa kakinya sangat amat sakit...
__ADS_1
"kak urut aja deh, ada kenalan mommy biasa ngurut" kata Salsa ke Thania sambil meringis kesakitan
"dasar!! coba kita rontegen buat visum sekalian, aku gamau lepasin cewek tadi" kata Thania geram
"kak gaperlu kok, cuma salah faham aja, dia itu isterinya Anton kak" kata Salsa..
"ohh jadi diaa.. hemm emang yaa jodoh itu cermianan diri, liat kelakuannya!! sama!!!"
kata Thania kesal
"udah kamu nurut aja pa kata kaka, suami kamu jg pasti marah bgt"kata Thnia
"baw sust" kata Thania meminta suster merontegen Salsa
ternyata disisi lembut ka thania, dia juga punya jiwa yang mirip Vano....
Kata Salsa dalam hati nya...
Tak lama Vano datang...
terlihat Thania sedang berbincang bersama salah satu dokter di sebuah ruanagan di samping IGD...
"kak" panggil Vano teriak dari kuar ruangn, karena pintu tak tertutup
khnia pun mengahampiri Vano dan menyudahi obrolan dengan dokter lain..
"gimana ka ceritanya bisa ampe bgini, salsa nya mana..? di IGd gak ada" kata Vano
"dia lg rontegen" kata Thania menjawab dan ia melanjutkan menceritakan kejadian yang telah terjadi...
Salsa pun selesai rontegen...
"mass" panggil Salsa
"yaa Allah sayang, pipi kamu sampe merah gini, terus kaki gimana hasilnya?" kata Vano dengan paniknya
"15 menit lagi keluar hasilnya pk" kata seorang perawat...
"aku ga mau di rawat yaa, aku mau di urut aja pasti lebih cepet sembuhnya" kata Salsa
"yaudah kamu pulang, ini ada obat nyeri" kata Thania
"makasih kak"
kata Vano
"tapi mas di tas aku sama Asip buat kinan masih di atas..." kata Salsa..
"tunggu di mobil aja, kaka suruh Yessy bawain ke mobil" kata Thania
Salsa dan Vano pun mengangguk...
--------
Tiba di Rumah Vano, sudah ada tukang urut di rumah mereka... dulu salsa pernah alami keseleo saat dinsekolah, di bantu juga oleh si embok ini..
saat itu juga ada Ibu diana... awalnya salsa hanya bilang kecetit kakinya supaya pak Latif tidak panik, mengingat pak latif memiliki penyakit jantung....
__ADS_1