
Kania yang baru tiba di rumah Fano langsung menuju kamar milik Nano dan Salsa karena menurut Bi inah Salsa sedang berada di kamar bermain dengan Putri kecilnya...
tok-tok-tok
"Kak ini khani boleh masuk nggak" kata kani sambil mengetuk pintu
Di dalam kamar Fano dan Salsa terkejut mendengar suara ketukan pintu berasal dari adiknya...
"ya Masuk aja kakak di dalam" kata Salsa sambil sedikit berteriak kani pun langsung masuk ke dalam kamar tersebut dan langsung menghampiri Salsa dan keponakannya yang sedang berada di sofa sementara Vano sedang duduk di tepi kasur....
dengan cepat kan Ia pun langsung menghampiri kakaknya duduk di samping salah satu
"kakak maafin aku ya gara-gara aku Kakak jadi sakit kayak gini,,, ya ampun Kakak itu pipi Kakak sampai merah kayak gitu terus Kaki Gimana sakit nggak Kak???" kata Khania panjang Lebar
"kalau nanya tuh yang benar jadi orang jangan nyerocos kayak gitu nggak sopan" kata Vano sambil memicingkan matanya kearah Kania
"iyaa maaf maaf maaf keceplosan" Katakan iya sambil menatap abangnya
"Kakak nggak papa kok Sayang tenang aja Ini udah mendingan udah diurut juga,, besok juga udah pulih kalau masalah pipi sih tinggal merahnya doang udah nggak terlalu sakit kok....." kata salsa sambil tersenyum ke khania
"maafin aku yaa,, Kakak kayak gini gara-gara Kania"
"jangan begitu,, Kak nggak papa kok Kan aku ngelakuin ini karena kamu memang adik kakak ,, Wajar dong kalo kakak melindungi adik nya " kata Salsa sambil mengusap-usap rambut Kania
"Makasih ya Kak aku Beruntung banget kakak tuh bisa hadir di keluarga kita....pasti orang yang duduk di sana juga sangat beruntung punya kakak " kata Khania sambil menujuk ke arah Vano
Salsa hanya terkekeh...
"hmmm kamu ke sini sama siapa?" tanya Salsa
"sendirian aja kak, tapi tenang udah di izinin ama mama kok" kata Khania sambil tersenyumm...
saat mereka sedang asyik mengobrol dan Fano tetap dalam posisinya sambil bermain ponsel tiba-tiba pintu kamar mereka terketuk..
ternyata Bi Inah datang memberi kabar bahwa di bawah sudah ada sekretaris Vano, Raffi yang datang untuk membahas pekerjaan...
Vano pun bergegas untuk turun...
Mendengar nama Raffi membuat Kania sedikit terkejut pasalnya Sudah beberapa hari Raffi dan Kania tidak kontekan apalagi bertemu....
Salsa pun langsung memperhatikan muka Kania kala itu,, ternyata Kania begitu senang...
"Aduh pucuk dicinta ulam pun tiba....nggak niat ketemu Raffi tapi ternyata Rafi kesini jugaa... yaa Allah semiga jantung ini baik baik ajaa..." kata Khania dalam hati
"kenaa Khania?" kata salsa smabil terkekeh
"ehh gapapa kak... kaka mau sesuatu? biar khania ambilin..." kata khania
"nggak sayang, panggilin Mba fatmah aja yaa, ini Kinan ngantuk" kata Khania...
Namun belum sempat Khania keluar, mba Fatmah sudah datang terlebih dahulu atas suruhan Vano...
sedikit terlihat kekecewaan di raut wajah Khania....
Kini hanya Salsa dan Khania yang berada di kamar itu....
"kamu mau cerita sesuatu khania? kaka siap kok jadi oendengar setia kamu" kata Salsa sambil menatap adiknya..
"hah? cerita apa kak? ngga ngga aku gamau cerita apaa apaa!!" kata Khania tersipu malu
"yakin??? kalo soal Raffi juga gamau nii di ceritain?" kata Salsa meledek adiknya
"kak???? ih aku malu kak" kata Khania
__ADS_1
"malu kenapa, cerita aja kali aja kaka bisa bantu" kata Salsa
"hmmmmmm sebenrnya aku juga gak faham si kak sama perasaan aku sekarang, Dulu emang aku lihatnya Raffi ganteng, tapi sekarang lebih dari ganteng kak, dia care sama aku, meskipun yaa dia agak kaku kaya abang" kata Khania
"dekdekan ga kalo ketemu Raffi???" tanya Salsa
"yaialahkak, waktu aku makan siang bareng dia di Mall aja ya kk aku ampe keringet dingin, muless kakk" kata Khnia dengan jujur nya
Salsa pun tertawa mendengar kejujuran adiknya...
"tuh kan, kaka!!!! khani jadi malu deh kalo gini" kata Khania dengan pipi merahnya
" kok malu, gapapa , dari pada di pendem sendiri.. yakan? " kata Salsa...
Merekapun Asyik mengobrol...
Hingga Tiba saatnya makan siang...
"sayang ayo makan siang" kata Vano tiba tiba masuk ke kamarnya..
Salsa sedang membaca sebuh buku, sementara Khania sedang memainkan ponselnya...
"kamu emang udah selesai mas kerjanya?" Tanya Salsa
"belum, nanti lanjut lagi" kata Vano
"terus Raffinya mana?" kata Salsa
Kala itu Khania hanya diam, berusaha menjadi oendengar ya g baik...
"ada dia juga makan siang disini kok" kata Vano
Khania mendengar itu langsung tersedak air liurnha sendiiri
"kenapa dek?" kata Vano
"gapap bang,, ayo kak ayo bang khania laper" kaga khania sambil beranjak
"Ayo sayang aku gendong" kata Vano yang kemudian benar benar menggendong salsa sampe bawah
"mas aku malu sama khania dan Raffi"
kata Berbisisk
"biarin aja sayang, kalo dia ga suka kita usir aja" kata Vano terkekeh
"mamiii kenapa daddy gendong mami, gak gendong keen" protes Keenan yang sedang memperlihatkan mainan barunya kepada Raffi
"kan kaki mami sakit sayang... belum bisa tururn tangga..." kata Vano yang kemudian menurunkan Salsa
"keen mau di gendong juga?" tanya Salsa pada anaknya
"mau mih, tapi sama om Lafi aja mih, daddy kan capek abs gendong mami" kata Keenan dengan polosnya
"ayok om gendong" kata Raffi cepat
khania hanya menatap Raffi penuh ke kaguman, sesekali Raffi juga mencuri pandang melirik Khania...
"yaudah ayok sini kita makan" kata Salsa yang sambil berjalan terpincang pincang...
Khania duduk di samping Raffi kala itu, salsa duduk di samping Keenan, sementara Vano duduk di kursi utama...
Sebenarnya Khania mau duduk berhadapan dengan Raffi agar bisa bertatapan dengan Raffi...
__ADS_1
begitu juga raffi ia merasa senang duduk berdampingan dengan Khania, namun ia tak puas menatap khania....
Selesai makan siang mereka duduk sejanak di ruang keluarga seerti biasanya...
"Khani, habis ini pulang... mama nyuruh pulang istirahat" kata Vano kepada khania
"gak bisa sore aja kak?" tanya Khania
"gak! mama juga sendirian dirumah, udah nurut aja!" kata Vano
"mass tadi kaki khnia keram lagi, aku takut deh nanti dia ga stabil injek pedal gas" kata Salsa sambil mengedipkan matanya ke Khania
mendengar itu khania langsung bingung tak menentu, pasalnya kakiknya sejak kemarin pun sudah tak sakit sedikitpun...
"di anter Sanusi aja" kata Vano
"eeh jangan, nanti dia mau anter Keenan Les mas...tuh si Raffi aja, biar kamu juga istirahat dulu, aku mau di kompres pipi nya sama kamu mas" kata Salsa sedikit merayu suaminya
"kha iaaa kalo bukan karena kamu gak mungkin kakak begini lohhh, jatuh deh harga diri kakak" kata Salsa dalam hatinya
"*ini isterinya pak Vano agresif juga yaa, eh tapi bagus deh, jadi gue ads kesempatan ngobrol sama khania...."
"kaaaakk I love u bangettttt*!!!!" kata khania dalam hati...
"salsa begini pasti karena si ujang udah libur tiga hari... ujang juga kangenn sayang" dalam hati Vano yang salah faham itu...
"yaudah Raf anter adik saya.. abis itu baik lagi ke sini" kata Vanoo
"ayo sayang" kata Vano ke salsa sambil menggendong isterinya...
Salsa pun melempar jempol tangannya yang melingkar di leher Vano untuk Raffi dan Khania ....
khania da raffi hanya terkekeh...
Di dalam mobil Khania dan Rafi saling berbincang seputar kesehatan Khania,sampai akhirnya Raffi terkekeh mendengar bahwa Salsa bohong kalo Kaki Khania sakit...
"apa secara gak langsung, isteri pak Vano mendukung kita?" kata Raffi ke Khania
DENG!!
"Mendukung dalam hal apa ya Raff?" kata Khania pelan
"aku suka sama kamu khania, terlepas dari kamu anak siapa.. bahkan dari kita pertama ketemh di kampus"
Deg deg deg deg deg deg deg......
jantung Khania berdebar cepat....
"aku hmmm akuuuu" kata Khania salah tingkah
"kamu mau jadi pacar aku khanai??"
Tanya Raffi dengan cepat
YaTuhan serangan apa ini??? mau pingsan aja rasanyaa....
dalam hati khania.
Pipi Khania sudah memerah...
"gak harus jawab sekrang kok, dua hari kagi aku minta jawaban kamu yaa" kata Raffi tersenyum...
sementara Khania masih terdiam membisu namun nampak wajah yang sangat senang.....
__ADS_1
*****