Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 125


__ADS_3

"kamu dandan sayang?" kata Vano terkejut melihat isterinya sudah bermakeup ringan meskipun hari sudah menujukan pukul 21.00...


Salsa tersenyum..


"emang salah make up malem?"


"ya bukan gitu emang mau kemana, tumben?" kata Vano heran...


"yaa gak kemana mana lah, cuma pengen aja.. kayaknya aku jelek aja kalo ga make up" kata Salsa


mendengar itu Vano langsung tertawa...


"kamu lucu sayang, bahkan aku gak pernah liat kamu jelek"


"mass itu kan kata mata keranjang kamu, bukan kata mata normal aku" kata Salsa kesal


"kalo ngomong yaa hemm! iya mata aku memang mata keranjang, tapi keranjangnya udah ke isi kamu semua" kata Vano menatap isterinya


"mas kenapa kamu jadi lebay gini, jadi takut aku" kata salsa memicingkan matanya


"takut? takut kehilangan aku kan???"


kata Vano sambil menaik turunkan alisnya.


"heuh! pede bangett!! mass.. kapan aku bisa pulang?" kata Salsa


"besok boleh pulang, tapi ga boleh capek, bedrest selama 1 bulan..." kata Vano kemudian mencubit pipi isterinya


"huh bisa bulukan aku dirumah" kata salsa sedikit kesal...


"tenang sayang, kan ada aku yang selalu mengawetkan dirimu,,, jadi ga bulukkn" kata Vano


salsa menatap suaminya siniss,,


"mas kamu itu pria dingin, arogan, dan sok kecakepan, jadi ga pantes gombal gombal gitu, jijik dengernya" kata Salsa Protes...


Vano pun terkekeh mendengar kata kata salsa itu...


"udah kamu tidur yaa, aku juga mau bebersih terus tidur..." kata Vano sambil berjalan mematikan lampu utama itu ..


Malam itu mereka tidur berdua bersama dalam satu ranjang yang hanya cukup untuk mereka tidur tanpa ada celah..


*****


Pagi hari ...


Setelah usai sarapan dan bersiap untuk pulang, Salsa dan Vano kini hanya tinggal menunggu beberapa resep obatnya datang...


mereka menunggu sambil menyibukkan diri masing masing..


Vano dengan ponselnya sementara salsa hanya menonton siaran TV..


Terdengar ketukan pintu yang kemudian Vano memepersilakannya untuk masuk...


"pagiiiii..." sapa wanita cantik


"dokter Citraaaa" sapa Salsa yang masih duduk di atas kasurnya kemudian membentangkan tangannya seolah ingin berpelukannn...


merekapun berpelukkan...


"apa kabar dok, apa sudah enakan sampai mau pulang?" kata dokter citra


"udah dok, bosen loh disini" kata Salsa sambil membenahi ranbutnya


"mas kenalin, dokter Citra,,, istrinya dokter Zafran" sambung salsa kemudian memperkenalkan Citra ke suaminya..

__ADS_1


Vano hanya mengangguk,


*keluar sombongnya ni laki gue, awas aja kamu mas!!!


"dok, makasih ya tempo hari udah bantu aku, adik ipar ku udah cerita semuanya" kata salsa tersenyum bahagia...


mendengar kata adik ipar Vano langsung menoleh ke arah Salsa dan Citra...


"oh jadi dokter yang kerumh orang tua saya ya, terimakasih saya ucapkan, kalo bukan karena kalian mungkin saya ga punya bukti bukti yang lebih kuat lagi" kata Vano yang langsung masuk kedalam percakapan salsa Dan Citra


"sama- sama pak Vano, saya sama dokter Hanum juga kemarin," kata Citra


"oh yaa? terimakasih sekali lagi... mana suami mu?" kata Vano basa basi


"oh kalo pagi dia praktek di RSUD pak.." kata dokter citra


"Dokter salsa, Selamat yaaa atas kehamilannya... duh aku baru tau kalo dokter cantik satu ini lagi hamil" kata Citra dengan gya bicaranya ya g sangat ramah


"makasih dok.. semoga dokter juga cepet isi yaa... " kata salsa dengan sunyum sumringahnya


"Aamiin... dok kalo begitu aku pamit yaa, aku ada janji sama beberapa pasien, takutnya sudah datang" kata dokter citra


"iya dok, selamat bertugas... makasih yaa" kata Salsa


"iya sama sama.... mari pak saya permisi" kata Citra ke Vano..


Vano hanya membalas dengan anggukan....


*****


*


*


Di perjalang pulang menuju rumah Vano...


Pak sanusi sampai melihat ke arah sepion belakang...


"peyek?? dimana adanya?" kata Vano bingung


"ya gatau tapi aku kepengen," kata Salsa dengan muka asamnya


tiba tiba pak sanusi yang mendengar kemauan majikannya berbicara..


"maaf tuan, maaf non, kalo mu peyek bisa nanti isteri saya buatkan, hemm menurut saya si enak, barangkali cocok dengan lidah non Salsa...soalnya isteri saya juga suka terima pesenan peyek" kata pak sanusi dengan sopan..


"wah boleh, aku mau yang kacang ya pak, tapi jangan lama lama kalo bisa secepatnya" kata Salsa sambil membayangkan gurihnya pyek renyah di mulutnya...


"berhenti dulu pak" kata Vano mengagetkan Salsa dan pak sanusi


"ada apa tuan muda??" kata Pak sanusi yang sedikit takut karena habis memberikan usul tentang peyek...


"kamu hubungi istrimu dulu bilang suruh bikin, jadi ga pake kelamaan" kata Vano dengan tegas ..


"oh iya baik pak" kata pak sanusi yang segera mengambil ponselnya dan menlfon istrinya.


dengan senyum sumringah Salsa merasa bahaagia, membayangkan makan peyek aja sudah nikmat apalagi memakannya langsung...


Setelah selesai menelfon mereka melanjutkan perjalanan lagi menuju rumah mereka..... Salsa akan kembali ke rumahnya setelah satu minggu berada di rumah pak Latif..


"bii keenan mana?" kata salsa yang baru saja tiba dirumahnya namun tak mendapati keberadaan anaknya..


"maaf non, tadi den keenan pulang sekolah di jemput Nyonya besar dan di ajak ke rumahnya non" kata bi Inah sambil tertunduk


"oh yaudah gapap bi, nanti biar mas Vano yang jemput.." kata Salsa tersenyum..

__ADS_1


Salsa belum masuk kedalam kamarnya, ia masih menatap sekeliling rumahnya... masih ada rasa haru pada dirinya.. ternyata ia bisa kembali dengan kondisi hubungannya yang telah membaik...


Vano mendapati keberadaan isterinya sedang duduk di sofabed ruang Tv pun menghampirinya.. mereka menonton Tv bersama sambik menu ggu makan siang...


Sore hari.. saat salsa baru saja bangun dari tidurnya.. ia pun ingin sekali mebikmati sore hari di taman rumahnya..


Salsa pun menuruni anak tangga perlahan...


sementara suaminya masih melakukan sholatnya...


"non maaf ini peyeknya" kata Pak Sanusi yang baru saja datang memarkirkan sepedah motornya..salsa yang sedang duduk di terasnya itu nenoleh dengan cepat...


"asik... makasih pak san.. berapa harga jualnya kalo setoples ini?" kata Salsa melihat toples yang cukup besar dan isinya padat..


"kata isteri saya geratis non, semoga non salsa suka" Kata Pak san...


"non ini lemontea hangatnya" kata bi inah..


"makasi ya bi, bi tolong ambilin dompet saya di kamar, tanya mas Vano aja kalo gak bii" kata salsa...


"baik non"


kata Bi inah lalu bergegas pergi..


"pak san aku cobain yaa" kata Salsa ke pak sanusi yang masih mematung itu


"silakan non..." kata pak sanusi


salsa pun mencoba peyeknya itu.


"wah enak, sesuai harapan saya..." kata Salsa


"syukur non,kalo begitu saya permisi ya non" kata pak sanusi...


Tak lama Vano datang dari dalam rumah..


"sayang, ni dompetnya... untuk aapa?" kata Vano


"untuk ini" menujuk toples peyek di pangkuannya"


"wah dari pak sanusi ya, cepet juga" kata Vano...


Salsa hanya menaik turunkan alisnya.. kemudian ia memanggil pak sanusi lagi...


salsa mengekuarkan uang di dometnya Sekitar swpuluh lembar uang merahan...


"maaf untuk apa non" kata Pak sanusi bingung


"untuk isteri bapak, bilang saya mau pesen 2 toples lagi" kata salsa


Vano dan pak Sanusi terheran heran mendengar permintaan salsa... pasalnya satu topes aja belum habis tapi udah minta dua lagi...


"ba.baik non, tapi ini juga masih kebanyakan uangnya non" kata Pak sanusi


"gapapa, itu rejeki istri bapak" kata Salsa dengan senyum tebaiknya


Pak Sanusi sangat senang kala itu, memang gajinya cukup besar bekerja disana namun ia kibi juga harus menghidupi mertuanya yang sakit sakitan..


Salsa dan Vano memang majikan yang baik dan pengertian.. terutama Salsa ia selalu memerhitungkan kebaikan seseorang padanya..


hatinya yang tulus membuatnya disayang oleh siapa saja...


*


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2