Dokter Cantik

Dokter Cantik
41


__ADS_3

Hari ini, hari pertunangan dinda dan dion, semua yang ada dikediaman herman sangat sibuk hari ini, keluarga Dr. firman ayah angkat dinda sudah datang dari pagi, tak terkecuali bayu dia sengaja ijin cuti agar bisa membantu persiapan acara pertunangan adik tersayangnya, begitu juga dengan keluarga om farhan yang sudah menganggap dinda seperti putrinya sendiri.


Dinda masih didalam kamarnya, ia tak diperbolehkan keluar kamar karena para pegawai dari salon yang dipanggil untuk mempercantik dinda, maya, rita dan clarisa masuk kedalam kamar dinda, mereka ingin melihat dinda didandani.


"wah, anak bunda cantik, kamu seperti almh. mamamu sayang" ucap maya


"makasih bunda, maaf ya bunda, dinda tidak bisa jemput bunda sama ayah" ucap dinda sambil memeluk maya


"iya sayang, tidak apa2" jawab maya


"kak dinda emang cantik banget, ya kan mi, bener kata bude, nanti kalau claris udah dewasa ingin kayak kak dinda mi" ucap claris


"iya, makanya kamu belajar yang rajin biar bisa kayak kak dinda sayang" ucap rita


"iya dek, jangan malas belajar, kamu itu udah cantik kayak tante," ucap dinda


"iya mi, kak dinda, claris akan rajin belajarnya" jawab claris. mereka semua tertawa bercanda, hingga seorang maid dirumah herman memberitahukan bahwa keluarga dari alfian adijaya sudah datang. dinda begitu tegang,


Dinda yang dituntun keluar diapit oleh maya, rita dan clarisa menuruni anak tangga, keluarga dion sudah berjajar rapi ditempat yang disediakan, keluarga besar herman dan firman menyambut dengan hangat keluarga besanya. senyum tak pernah luntur dari bibir dion, melihat calon istrinya yang begitu cantik dengan balutan kebaya yang senada dengan bajunya.


Mc memulai acaranya diawali dengan perwakilan dari keluarga dion yang secara khusus meminang dinda sebagai calon istri dion dan sebagai calon menantu dari keluarga letjen alfian adijaya. dion diberi waktu untuk berbicara didepan calon istrinya dan keluarganya untuk melamar dinda.


"*Aku disini bukan untuk diriku sendiri"


"Aku disini karena ketakutanku pada Tuhan, seraya menjalankan titah tuhan"


"Aku disini bukan untuk diriku sendiri"

__ADS_1


"Hanya berharap tergolong dalam naungan sang baginda Rosul dengan menjalankan sunnah-Nya"


"Aku disini bukan untuk diriku sendiri, melainkan untuk dirimu"


"Yang suatu saat nanti akan menjadi prioritas dalam hidupku setelah Allah dan Nabi"


"Aku ingin kau menjadi perhiasan terindahku yang kelak akan bersama titian menuju surga, menggapai Ridho-Nya"


"Izinkan aku dengan segala perasaan yang di titipkan Tuhan ini membuat pengakuan, sudah sejak lama diri ini menyimpan rasa suka"


"Bukan aku tak ingin memilikimu"


"Aku hanya ingin menjagamu, hingga halal bagiku menyentuhmu"


" Dan siang yang cerah ini, aku ingin mengatakan dengan segenap kerinduanku"


"Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, Jadilah pendamping hidupku*"


"*Beribadah kepada-Nya adalah tujuan dari pernikahan kita"


"Tapi bukan berarti tak ada rasa cinta"


"Meski tak pernah menjalin hubungan sebelumnya, aku percaya bahwa kamu adalah jodohku"


"Sebab, kita selalu menjaga agar tidak ada hubungan terlarang srbelum adanya akad"


"Terima kasih untukmu Tuhan, kau memberikan cinta pada orabg yang tepat, yang menjagaku hingga halal baginya"

__ADS_1


"Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, aku menerima mu menjadi imamku kelak didunia dan akhirat*"


semua orang kagum akan kata2 dion dan dinda, Nadia selaku mama dion menyematkan cincin dijari manis dinda, dan sebuah kalung berlian yang dipasangkan di leher dinda yang menandakan ikatan pertunangan dion dan dinda, dan dion menyerah kan buket bunga mawar merah yang berjumlah 99 bunga mawar. dengan senyuman yang tak pernah luntur dari dion untuk calon istrinya.


Prosesi acara lamaran ditutup dengan makan bersama seluruh keluarga besar dari kedua keluarga. bayu terharu melihat kebahagiaan sang adik tersayangnya. dia sedang duduk bersama dion disebuah bangku.


"gue titipin adek tersayang gue, yang paling manja ya meskipun dinda bukan adek kandung gue, tapi dia segalanya buat gue selain kedua orang tua gue, gue yakin, loe bisa jaga hati dan perasaanya." ucap bayu


"abang tenang saja, ingsya allah gue akan selalu membuat dinda bahagia" jawab dion


"gue pegang omongan loe, kalau seandainya nanti gue tau loe bikin adek kesayangan gue nangis, loe yang harus berhadapan dengan gue, dan loe gak usah merasa cemburu dengan kedekatan antara gue dan dinda, dia akan selalu menjadi adik kecil gue yang manja" ucap dion panjang lebar


"siap laksanakan abang komandan!" jawan dion


Mereka berdua tertawa bersama, dinda melihat abang dan calon suaminya akrab membuatnya tersenyum simpul, dinda berjalan mendekati kedua laki2 yang berharga dalam hidupnya dengan membawa 2 gelas orange jus.


"seru banget kayaknya, ngobrolin apa sih bang?" tanya dinda dengan menyodorkan orenge jus


"terima kasih dek, mau tau aja apa mau tau banget" goda bayu


"ishh, abang ih, kok gitu sih jawabnya? kak dion sama abang ngomongin apa sih" sekarang dinda menanyakan pada dion


"ada dehh rahasia laki2, ya kan bang!" ucap dion sambil high five bersama bayu


"ih sebel deh sama abang dan kak dion, uda ah dinda tinggal aja! dinda mau sama bunda" ucap dinda sambil mengerucutkan bibirnya dan meninggalkan kedua laki2 itu.


Dion dan bayu tersenyum melihat wanita yang mereka sayang ngambek dan meninggalkan mereka......

__ADS_1


Hai kakak kakak bagai mana baper gak???😊


jangan lupa like, coment dan vote yaaaa, yang banyakπŸ˜‚πŸ˜ŠπŸ˜Š


__ADS_2