
Beralih ke perusahan Vano...
Sandi yang semula mendampingi Vano rapat, karena mendapat telfon dari Dimas akhirnya meninggalkan ruang rapat itu..
Setelah mendapatkan penjelasan dari Dimas, Saandi langsung masuk, membisikan sesuatu ke Vano agar dia segera menyudahi rapatnya itu... untunglah rapat memang sudah hampir selesai...
*dasar cewek sinting!! bodoh kalo lo nyerang perusahaan anakan, itu gak akan bikin kita hancur, meskipun gue tau niat lo cuma mau bikin Salsa down... hemm kalo gue dsoetin bukti busuk lu, gue bawa orang se kampung buat nyorakin lo!!!! dasar Badut Ulang Tahun!!!
kata batin sandi kesal....
Di ruangan Vano...
"Lihat ini" kata Sandi yang memberi Vano sebuah Ipad ....
"sial... Ini efeknya bisa ke perusahaan kita"
Kata Vano kesal
"jelas! Itu yang mereka mau! Kata Sandi
"hmm oke, kerahkan semua cabang untuk inves kesana, itu sudah cukup buat mereka stabil, meskipun kita akan membuat posisi cabang anakan kita tidak aman" kata Vano
"oke..gue akan urus, gue yakin perusahaan anakan gak akan oleng.."
kata Sandi dengan percaya diri...
"bagus, atur semua sebelum mertua gue tau" kata Vano yang justru memikirkan pak Latif
"eh iya pikirin Salsa juga,, mending kita kesana, kita kerjain disana bareng Dimas"
Kata sandi
"ah ga mungkin, Salsa mana mau nerima kehadiran gue san!"
"tapii tadi bini lo syok banget, sampe dia pingsan" kata Sandi yang sempat luoa Kalo tadi dimas bilang Salsa pingsan...
"apa pingsan??BODOH!! kenapa lo baru bilang!!!!" kata Vano kesal lalu melempar ipad ke arah Sandi yang kemudian membentur dada bidang Sandi, untungnya sandi berhasil menangkap Ipad tersebut....
"aduhhhh,.....hmmm yakan satu satu gue sampeinnya" kata Sandi beralasan
"tapi harusnya lo kabarin tentang keadaan bini gue dulu" kata Vano kesal lalu berlari kecil ke arah luar ruangan, di ikuti Sandi...
Vano pun mengendarai kendaraannya dengan Sandi berada di samping kursi kemudi...
"Van gila lo, pelan pelan, tenang!!!" kata Sandi yang sedikit ketakutan
"Berisik!!!!" kata Vano kesal
bentakan itu membuat Sandi kenciut bagai daun putri malu tersentuh...
pasalnya Vani benar benar extream sekali menyetirnya...
"hubungin dimas, tanya kabar Salsa" kata Vano ketus
"yaelah tinggal belok nyampe gaperlu nelfon gue tegang banget ni" kata Sandi dengan tegangnya, Karena kegilaan Vano menyetir membuat kepalanya juga sedikit pusing dan ada rasa mual...
Mereka pun tiba...
Vano dan Sandi bergegas ke Ruangan Salsa, bebrapa karyawan yang melihat kedatangan Vano memberi hormat dan sapaan, namun tak ada satupun yang di gubris Vano...
Sampai di ruangan Salsa
Terlihat ada Susan dan Dimas yang sedang sibuk dengan Laptop masing-masing.. Semenyara terdengar suara Uwek Uwekz dari kamar mandi ruangan itu...
"dimana Salsa??" tanya Vano ketus
"di dalam pak, ibu sakit sepertinya sudah duakali sejak sadar dari pingsannya ibu muntah muntah" kata Susan..
"pak Vanoo" kata Dimas Menyapa Vano yang juga bosnya itu...
"hmm.. Kalian bisa tinggalkan saya sebentar disini bersma isteri saya, San, jelaskan ke Dimas dan susan segera" perintah Vao
"baik Pak" kata Dimas dn Susan
Merekapun meninggalakn Vano, sementara Salsa masih di dalam kamar mandi...
Salsa pun keluar kamar mandi..
"baik pak Vano" kata Sandi..
Saat bekerja di depan orang lain Sandi selalu membiasakan diri memanggil Vano dengan awalan Pak.. ia memang meemgang teguh ke profesionalan yang alakadarnya itu,..
__ADS_1
"sayang, apa kamu sakit?" kata Vano menghampiri isterinya berniat untuk memapah Salsa duduk di sofa
"stop!!!! Untuk apa kesini?" kata Salsa dengan ketusnya
"sayang please jangan begini aku khawatir" kata Vano melihat wajah Salsa sangat pucat pias...
"sudah lah, aku sedang banyak pekerjaan, kamu bisa pergi dari sini" kata Salsa yang sudah duduk di sofa berusaha meraih laptopnya..
"baik aku akan pergi, tapi setelah urusan ini selesai.. Ingat Saa aku ada andil di perusahaan ini, terkait janjiku sama papi, tolong jangan libatkan masalah ini dengan masalah kita, ini harus kita selesaikan agar papi tidak tau" Kata Vano dengan tegas
mendengar penjelasan Vano tentang masalah perusahaan membuat Salsa mengingat keadaan orang tuanya itu... membuat Salsa juga berfikir bahwa orang tuanya tidak boleh mengetahui hal ini...
"baik.. Disini anggap kita sebagai rekan kerja!" kata Salsa singkat dan ketus..
"iya..."
Kata Vano kemudian meraih laptop milik Salsa...
Dalam tatapan ke Laptop Vano sesekali melirik isterinya yang makin mempesona itu.. Entah aura cantik itu sangat terpancar...
"apa kau sakit?" kata Vano
DENG!!!!!!!!!!!
*Yaa Allah bagaimana kalo Vano tau aku hamil, tapi aku ga boleh kasih tau dia sebelum masalah Lea selesai....
"hanya masuk anggin kurang tidur"
"aku akan berusaha membuktikan ketidak bersalahan aku, bahkn masalah perusahaan ini pun sudah jadi bukti kalo aku memang di jebak" kata Vano
"apa maksud mu?" kata Salsa ketus
Vano meletakkan laptopnya di meja, meraih tangan Salsa mengengam jemari isterinya.. Lalu Vano menghempaskan nafasnya kasar...
"Mr. Leon adalah Ayah dari Lea, aku baru tahu ketika perpanjangan kontrak pihak mereka ke perusahaan kamu, itu pun Sandi yang memberi tau... Sudah ada sedikit kecurigaan karena ia menaikan modal saham, di tambah pihaknya datang ke sini, kamu tau sayang, seribu kali dia mau kerjasama dengan perusahaanku, tapi Sandi mampu meretas identitas Leon, makanya Sandi berusaha menolak semua proposalnya agar Lea tidak bisa mengusik ku lagi..." kata Vano berharap Salsa sudah Faham..
"oh.. Jadi memang disini akulah pihak yang selalu di rugikan" kata Salsa dengan sesak yang semakin menekan di dadanya..
"tentu tidak, ini juga gocangan bagi perusahaanku saa" kata Vano
"aku akan membuktikan lebih lagi kalo aku tidak melakukan hal busuk itu" Sambung Vano dengan yakinn
tiba-Tiba ponsel Salsa berdering..
"keenan, ada apa ya" kata salsa kemudian mengangkat panghilan itu...
🎥🎥🎥🎥🎥
Salsa
Assalammualaikum sayang
Keenan
Waalaikumsalam mihh
Mihh keenan bosan, boleh keenan kerumah oma dan opah??
Sontak Salsa menatap Vano begitu juga Vano, yang kemudian Vano menganggukan kepalanya ke salasa
Salsa
Boleh sayang, apa kamu sudah makan siang?
Keenan
Sudah mih, mih apa itu daddy??
(keenan melihat sesosok pria namun hanya setengah bagian di layar kamera)
(vano langsung menyambar)
Vano
Hay Boy, iya ini daddy
Keenan
Daddy keen kangen, daddy kenapa tak mengunjungi aku dan mami?? Apa daddy tidak merindukan aku...
(salsa beralih dari poselnya, memberikan ponsel itu ke Vano sepenuhnya... ia tak kuasan menahan rasa sakit di hatinya.. ia menitihkan air matanya)
__ADS_1
Vano
Tentu daddy rindu sayang...
Keenan
Nanti daddy jemput aku yaa di rumah opah, aku mau bobo sama daddy dan mami
Vano
Iya keen nanti daddy jemput.. Jangan nakal yaa, daddy dan mami ada pekerjaan mungkin akan pulang malam..
Keenan
Oke daddy tidak masalah...
Bye daddy...
Aku sayang daddy...
Vano
Bye son! Daddy juga menyayangimu...
Sambungan itu pun terputus, Salsa masih dalam isak tangisnya...
Vano yang memeperhatikan isterinya sedari tadi pun mendekatinya...
"maafkan aku sayang" kata Vano lirih
"mengapa harus seerti ini, hiks hiks hiks"
"iya maafkan aku, maafkan akuuuu, aku akan memulihkan semua keadaan seperti sediakala..." kata Vano memegang erat tangan isterinya...
Dengan cepat salsa melepas gengaman tangan itu...
"Stop, Aku masih terlalu sakit!!! kita akan seperti ini dulu sampai hatiku dan keadaan ini membaik" kata Salsa tegas
"hmm baiklah, aku akan berusaha membuat kamu dan keenan kembali" kata Vano
Merekapun melanjutkan pekerjaan itu, kini sudah ada Sandi, Dimas , dan Susan..
Mereka juga memesan beberapa makanan karena mereka akan lembur..
"uwwekkkk" salsa berlari ke kamar mandi, mencium aroma yang membuatnya mual...
"pak sebaiknya bapak pulang, kasian bu Salsa sakit, takutnya semakin parah" kata Dimas
*dia pasti stres karena masalah ini, sampai kurang tidur dan masuk angin... Kata Vano dalam hatinya..
"aku tau bagaimana isteriku, kalian berpura puralah menyelesaikan tugas hari ini, agar aku bisa membawanya pulang,"
mereka bertigapun menganggukan kepala...
Tak lama Salsapun keluar dari kamar mandinya, melihat ketiga orang itu sedang merapihkan berkas dimeja sofa...
"bu salsa, kita sudah cukup untuk hari ini, sebaiknya ibu pulang, kami juga akan pulang" kata Pak Dimas
"hmm baik" Salsa bergegas merapihkan diri.. Begitu juga mereka yang sebenarnya akan berpindah ke ruangan Dimas..
"bu kami permisi" kata Susan
"iya baik, terimakasih susan, salam untuk keluargamu maaf harus lembur" kata Salsa Tulus
"kamu juga Pak dim, sampaikan maaf saya ke isteri dan anakmu" kata salsa
Dimas hanya menganggukan kepala dengan senyuman..
merekapun meninggalkan Salsa dan Vano di dalam ruangan itu...
"aku akan mengantarkn kamu" kata Vano
"gak perlu, aku bawa mobil, kau bisa tidur bersama keenan dirumah papa.. Aku akan pulang" kata Salsa berjalan meninggalkan Vano di dalam ruangan Salsa
Vano tak mengejar ataupun bernegosiasi dengan Salsa..
Vano pun melajukan mobilnya mengikuti mobil Salsa dari belakang,, Vano sangat khawatir dengan keadaan Salsa...
Setelah memastikan Salsa masuk kerumahnya Vano segera menuju rumah orng tuanya...
*
__ADS_1
*
*