
Hari Telah berganti...
Perusahaan Wijaya..
"pagi Pak.." sapa Raffi
"pagi.. ikut saya keruangan" kata Vano
"baik pak..." kata Raffi sambil membawa beberapa berkas juga Ipad..
mereka telah duduk di sofa...
"bagaimana Raff pekerjaan kamu di
WO" tanya Vano to the poin
"lancar pak, Allhamdulillah 3 bulan ini sudah balik modal, saya berniat mengembalikan ke bapak" kata Raffi
"gak usah, kamu kembangin aja usaha kamu, saya kasih itu memang untuk hadiah kamu, sama kaya Sandi dulu, itung-itung itu ucpan terimakasih saya pada kalian" kata Vano
"tapi pak ini terlalj banyak" kata Sandi
"banyak sedikit kan relatif..." kata Vano dengan sombongnya...
"eh iya pak" kata Raffi yang bingung menanggapi..
"bagaimana kerjasama dengan adik saya? apa ada kendala?"
kata Vano
"gak ada pak, semuanya lancar" kata Raffi
"apa kamh tertarik sma adik saya?" kata Vano dengan cepat membuat Raffi terbelatak di buatnya
"ma...maksud bapak?" kata Raffi seolah tak mengerti
"adik saya bilang, dia tertarik sama kamu, nah kalo kamu gak tertarik sama adik saya lebih baik kamu menjauh, saya gamau adik saya terluka hatinya" kata Vano to the poin
kamu gila khania, kamu bener-bener berani mengakui itu ke kakak kamu....
dalam hati Raffi
__ADS_1
"hemm sebenernya saya... saya sudah lama jatuh hati sama adik bapak.. maaf pak" kata Rafi dengan jantung berdebar kencang
"sejak lama? sejak lama nya kapan?" kata Vano heran
"Khania itu adik tingkat saya pak di kampus, kita beda 2 tahun.. Sebelum saya bekerja di sini saya masih suka ke kampus karena saya masih ikut serta aktiv di organisasi kampus dimana disitu juga ada Khania...
beberapa kali Saya dekati Khania pak, tapi Khania selalu menghidar karena dia bilang Abangnya galak.... jadi saya agak jaga jarak namun saya sering pak komunikasian sama Khania sebatas Sharing masalah kampus" kata Raffi Jujur
awas kamu Khania bilang abang galak!!!
"hemm... Terus?"
"yaa terus saya ketemu lagi pas musibah di hotel pak, saya kaget ternyata Khania adiknya bapak, padahal selama ini dia ngakunya cuma anak pedangang baju,, pas saya tau kebenarannya saya sedikit minder pak, tapi semakin saya menghindar semakin waktu mendekatkan kita... Khania awalnya juga takut kalo saya marah karena Khania menutupi statusnya, tapi dia punya alasan kuat Pak...." kata Raffi
"apa alasannya?"
"katanya dia mau seperti isteri bapak, yang di cintai seseorang bukan karena harta dan tahta,, tapi isteri bapak beruntung dapet bapak yang sepadan, kalo saya yaa hanya begini saja keadaannya" kata Raffi dengan merendahkan dirinya...
Vano pun terdiam...
Khania ternyata kamu benar-benar sudah dewasa.. selama ini abang selalu menganggap kamu anak kecil, abang yakin kamu akan semakin sukses nantinya karena kamu pintar memilih mana yang dapat kamu tiru dan tidak....
"saya senang... saya senang adik saya dekat dengan kamu yang bertangung jawab... datang lah kerumah orang tua saya, ayah saya mengundang kamu bermian catur" kata Vano
"tapi pak--"
"tapi tapi tapi!!!! kamu serius ga sama adik saya?kalo cuma main maina kamu pulang kampung aja!!" kata Vano dengan tegas
"eh iya pak saya serius, tapi saya masih ga nyangka aja pak" kata Raffi menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali itu...
"sudahlah jangan lebay! lanjut kerja sana" kata Vano ada Raffi...
"Baik pak, Terimakasih" kata Raffi keluar ruangan dengan wajah yang sangat memancarkan rona kebahagiaan...
Raffi segera menghubungi Khania untuk bertemu selepas pulang bekerja, mereka janjian di sebuah restoran..
**********
di Restoran..
"maaf Raff aku telat"
__ADS_1
kata Khania yang baru saja datang
"gapapa aku juga baru datang sayang" kata Raffi pada Khania
"Tumben kamu ngajak ketemu mendadak gini, ada apa?" tanya Khania
"kangen...." kata Rafi mencubit pipi Khania
"ahh gombal" kata Khania tersipu maluu
"beneran, aku merasa rindu, disisi lain aku mau ngasih tau kalo aku besok mau kerumah kamu" kata Raffi dengan senyuman melebar
"ngapain kerumah aku, ga kerumah abang aja, apa janjian nya dirumah aku??" tanya Khania heran
"apa Papa kamu ga bilang kalo beliau mengundang aku? atau kamu yang lupa, apa kamu yang menyembunyikannya? kata raffi serius..
mata khania terbelatak mendengar ucapan Raffi
"kamu tau dari mana raf? " kata Khania
"dari abang kmu, aku udah jujur sayang tentang perasaan aku, dan abang menerima aku asal aku serius sama kamu" kata Raffi tersengum lebar
"ah yang bener raff, ko aku seneng yaa? tapi mau nangis juga" kata Khania yang sulit membendung perasaan bahagianya...
"kalo air mata itu adalah tanda kebahagian kamu, maka nangislah sayang, menangis dengan senyuman mu..." kata Raffi mengenggam tangam kahania
"hiks hiksss ini hari bahagia aku Raff" kata Khania
"masih ad hari-hari bahagia kita di depan nanti sayang" kata Raffi
Khania pun memeluk erat tubuh Raffi, dengan wajah di hiasi air mata juga senyuman bahagia...
"besok jadi malam minggu pertama kita dong Raff" kata Khania
"eh iya yaa sayang, tapi malam minggu pertamanya sama papa kamu dulu baru sama anaknya hehehe" kata Raffi terkekeh
"yaaa gapapa deh buat pemanasan"
Merekapun tertawa bersama ....
**********
__ADS_1