Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 187


__ADS_3

Pagi telah berganti...


Pagi ini udara sejuk sangatlah terasa begitu menusuk tubuh...


Khania telah terbangun sejak subuh tadi, rasanya mengantuk tapi fikirannya masih ke arah Raffi...


agak egois memang kalo aku marah ke Raffi, apalagi soal pekerjaan... bener kata mama semalam, aku cemburu.. bahkan cemburu sama pekerjaanya... kalo untuk soal pekerjaan nya aja aku gak bisa support gimana dia mau lebih maju dari ini kan.. hemmm


baiknya aku make sure ke dia buat ambil cincin hari ini...


Jhania pun mengambil po selnya, menulis esan singkat untuk Raffi..


THANIA


Raff jangan sampai lupa hari ini kamu janji untuk ambil cincin.. kamu jemput aku yaa.. see you..😘


Pesan pun terkirim hanya saja belum ada tanda-tanda di bacanya oleh Raffi.. khania memilih menunggu balasan pesan itu sambil menonton serial kartun di Televisi kamarnya..


karena mengantuk Khania pun tertidur dengan posisi TV menyalah...


Pukul 8 pagi Raffi membuka matanya, hal yang pertama ia lakukan adalah membuka ponselnya, Raffi membaca beberapa pesa. dan salah satunya dari Khania..


Raffi tersenyum sendiri membacanya...


Ia bergegas ke Dapur mini nya, mengambil sebungkus mie instan lalu memasaknya.. Rasa lapar mulai membuatnya ingin memakan apa saja yang tersedia di kost nya, maklum semalam ia langsung tidur sangkinv lelahnya tanpa memikirkan untuk mengisi perut nya..


Usai makan Raffi seolah mendapat energi lebih maka ia bergegas membersikan Kamar Kost nya yang memang hanya ia bersihkan saat akhir pekan...


pukul 10.30


Raffi menuju Rumah Khania setelah ia membersihkan kamar kost juga membersihkan diri...


Pukul 11.20 Raffi Tiba di kediamannya...


Pak Banu yang tengah duduk Di terasnya pun mempersilakan Raffi masuk ke dalam bersama nya..


Saat Masuk Raffi melihat Khania duduk di sofa ruang keluarga itu sedang mengangkat kakinya di lipat lalu menghampit piring berisi makanan di antara paha dan dadanya dengan asik ia makan sambil menonton televisi...


Yaa khania memng sedikit berbeda dengan kedua kakaknya yang sangat disiplin.. mungkin karena ia anak Bontot jadi terkesan semua berbeda dari kedua Kakaknya..


"Khaniaaaa" kata Pak Banu


Khania menoleh, betapa kagetnya ia melihat Raffi datang... Khania langsung menurunkan kakinya dan meletakkan piring di sisi nya..


"papaa.. ehh Raff" kata Khania gugup, pasalnya Khania belum mandi kala itu..


"Tuh Raff kamu lihat khania, gak ada manis-manis nya jadi perempuan" kata Pak Banu sambil berjalan untuk duduk di sofa


Raffi kahanya terkekeh...


"emang air mineral pah ad manis-manisnga" kata Khania sambil makan

__ADS_1


Bu Widya pun datang dari arah kamarnya...


"eh Ada nak Raffi, duduk sayang,,, berdiri mulu kaya manekin aja" ledek Ibu Widya


"eh iya tant" kata Raffi duduk sejajar dengan Khania namun berjauhan


"Raffi pikir lagi jadi ga nikahin Khania, liat dia bangun siang, belum mandi sudah makan, makanya pun ala ala di warteg..." Kata Ibu Widya


"Raffi pun terkekeh


"mama ini kenapa bicara bgitu?" kata khania kesal


"yaaa biar Raffi lebih memantapkan lagi untuk memperisteri kamu..." kata Ibu Widya


"nah raf gimana masih cinta sama Khania?"Tanya Pak Banu dengan nada meledek


"masih lah om.. cinta itu kan buta om, jadi gimana pun Khania yaa saya tetep cinta" kata Raffi terkekeh


"uchhh co cwit anak muda mah yaa" ledek Ibu Widya


Khania pun merasa kesal sejak tadi menjadi bahan tertawaan mereka... khania pun beranjak dari duduknya sambil membawa piring ksoongnya..


"eh mau kemana" kata Ibu Widya


"mau mandi mahh, aku mau jalan sama Raffi" kata Khania


"hemm yaudah cepat nanti Raffi lama nuunggu bisa bulukan" ledek Ibu Widya lagi


Khania berjalan melewati Raffi.. mata Rafdi terbelatak melihat Khania yang menggunakan hotpans berbahan kaos tipis dengan kaos oblong yang khania kenakan...


Yaa Tuhan dia begitu menggoda... biar bagaimanapun aku lelaki normal jelas aku tergoda dengan pakaiannya itu.. apa itu pakaian harian dia selama di rumah??!!!


Ibu Widya menatap Raffi pun tersenyum seolah tau apa yang Raffi pikirkan.. namun Rasa percayanya pada Raffi dan Khania membuatnya tak berfikir berlebihan...


"eehhemmm" dehem ibu widya


Raffi pun langsung tersadar dari lamunanya..


"Raff sebelum pergi makan dulu yaa, mama sudah siapkan makan siang.. Khania baru aja makan gak mungkin makan lagi" kata Ibu Widya sambil berdiri..


"iyaa tantee, makasih" kata Raffi


"kalo udah siap makan sekarang aja mam"kata Pak banu


"yaudah ayo ke meja makan, udah mateng semua kok" kata Ibu Widya sambil berjalan


"ayo raff" kata Pak Banu mengajak Raffi


Raffi hanya mengangguk...


Raffi pun makan bersama kedua calon mertuanya, sudah tak ada kecangungan di antara mereka, itu karena Pak Banu dan Ibu Widya yang memiliki sikap humble pada siapa saja, dan memberi Raffi ruang sehingga Raffi menjadi semakin nyaman berada bersama mereka...

__ADS_1


Usai makan Raffi melaksanakan Sholat... lalu ia bergegas duduk di sofa ruang keluarga menghampiri Pak Banu yang juga telah menyelesaikan Sholatnya...


Tak lama Khania turun, menggunakan pakaian Santainya..


"lamaaaa nyaaa, calon mantu papa sampe numbuh uban tuh" Ledek Pak Banu


"masa??? kalo udah numbuh uban Mah Khani pikir dua kali deh buat di nikahin" timpal Khania


"eeeehh ngomongnya" celetuk Raffi


"haha takut banget Raff, yuk ah"kata Khania


Pak Banu yang sedari tadi terkekeh itu akhirnya berbicara agak serius...


"duduk dulu khani, papa mau bicara"


khania duduk di sebelah Raffi namu. tidak terlaku berdekatan...


"kenapa pah?" kata Khania yang juga jadi sedikit serius


"seberapa persen persiapan acara kalian minggu depan?" kata Pak Banu yang memang tidak terjun langsung dalam persiapan acara..


"ini mau ngambil cincin pap, setelah ini si yaa sudah rampung semua tinggal persiapan pas hari H aja" kata Khania


Pak Banu mengangguk


"nahh untuk Nak Raffi, Maaf ni papa mau tanya... kita kan akan ada penyesuaian dua adat yabg berbeda yaa, apa daei pihak Nak Raffi ada suatu adat yang memang harus di lakukan saat meminang? itu di bicarakan baiknya.. karena papa gamau ada miss kom.. pengalaman papa waktu Thania juga Salsa berbeda... Salsa dan kita Dalam satu adat, Thania dan Byan berbeda karena Byan sendiri keturunan Arab Betawi.. nah kalo kamu bagaimana nii" Tanya Pak Banu yang memikirkan hal tersebut sejak lama namun baru memiliki kesempatan saat ini untuk berbicara...


"hemm sebenarnya ini pengalaman pertama si om bagi keluarga inti Raffi.. kemarin juga sudah Raffi tanya ke Ibu Dan Bapak... mereka ikut adat sini aja mulai dari lamaran sampai nanti acara pernikahan" kata Raffi


"ambil tengah nya ajaa pap, lebih baik pake yang lumrah dan biasa aja gak perlu pakai adat istiadat kaya ka Vano.. Khania ingetnua tuh pusing apalagi jalaninnya" celetuk Khania


"nah bagaimana Nak Raffi itu pinta nya Khania,," kata Pak Banu yang memang tidak ingin ikut campur soal keinginan anaknya selagi itu baik dan tidak menyimpang


"Saya setuju aja si om.. sebelumnya saya sudah bicarakan juga ke Khania"


"Bagus, memang untuk acara sakral lebih baik di bicarakan, jaga komunikasi dengan baik supaya gak ada misskom.."


"iya pap khani tau.. Khani juga buat acara ini se sederhana mungkin supaya bener-bener terjalin ni pap nuasa kekeluargaanya" kata khania


"Anak manis, bagus kalo begitu.... nah sekarang pergilah, papa mau istirahat juga" kata Pak Banu


"baik om, saya ajak Khania ke Mall dulu mungkin setelah makan malam om pulangnya, karena mau nonton dulu nanti sama sekalian dinner di luar" Kata Raffi jujur


"iya tak apa.." kata Pak Banu tersenyum lalu menepuk bahu Raffi..


Usai Berpamitan merekapun menuju Mall terbesar dan Terelitte di Ibu Kota ini...


************


Guys ayo masuk Grup aku akan mulai GA ala ala nyaa... cekidott GA di mulai usai Buka puasa, dari sekarang aku akan kasih Rulersnya yaa semoga beruntung.... 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2