
Merekapun akhirnya kembali ke Jakarta ke esokan paginya.. menggunakan mobil masing-masing..
Salsa terlihat sudah tertidur bersama Keenan di pelukannya..
maklum Salsa habis lembur sampai jam 5 subuh..
Semalam Salsa juga telah menceritakan apa yang terjadi sebelum pertemuan Nadya dan Naufal di restoran...
Vano hanya tak habis pikir bahwa ada seorang perempuan yang ingin menyakiti perempuan lain...
Pukul 1 Siang mereka tiba dirumah masing-masing...
salasa yang merasa waktu makan siang langsung ke dapur karena ia tau Bi Romlah sedang di rumah mommy nya..
"Ngapain sayang?" kata Vano
"masak sayang, pada laper kan?"
"pesen aja sihh aduhhh cintakuu kita kan baru pulang..." kata Vano
"ssttt cuma sup ayam sama dendeng siap goreng sayang, biar keenan juga bisa makan ini" kata Salsa..
"yakin ga capek?"
"noo"
"yaudah aku ke atas yaa bebersih sama solat"
kata Vano
"iyaaa mas"
tak perlu lama, hanya 30 menit salsa memasak, hanya sup ayam dan dendeng goreng yang sudah dinstok di kulaks tinggal di goreng...
serta memanggang sedikit salmon untuk Lauk Keenan...
selesai maska Salsa memilih sholat di ruang sholat...
"kenapa si anak mamiii, laper yaa.? sini sini mami gendong" kata salsa
"bii tolong ambilin makan keen yaa, udah aku dinginin tadi supnya... nasinya masih di ricecookeer" kata Salsa
"oke baik non" kata bi inah
tak lama kemudian...
"sayang udah sholat?"
kata Vano
"belum" kata salsa
"sini keenan sama daddy yaa, mami mau Allah dulu" kata Vano
"dadii mamam mamam" kata keenan
"oh mau mam yaa, yuuuu kita mamam" kata hot daddy
"bii sini saya aja yang suapinn, tolong minumnya aja bawain bii" kata Vano
"ini disini minumnya Tuan" kata bi ina
"ooh iyaa... bibi makanlahh, nanti biar saya selesai nyuapin bibi bisa gantiin keenan baju heheh"
"eh iya denn bibi sekalian izin sholat juga.."
"iyaa bii gapapa, mau mandi juga gapap bii" hehee
Vano pun menyuapi anaknya dengan telaten... saat salsa kembali keenan sudah menghabiskan setengah makanananya
"duhhh so sweet banget si daddy..." kata salsa
vano hanya tersenyum lalu kembali menyuapi anaknya...
salsa pun akhirnya mengambilkan nasi dan lauk lalu menyuapi Vano..
merekapun saling suap menyuapi...
uuhhh bafeerrrr yekanπ
siapan yang tidak mendambakan kisah romantis itu ... hehe
*
*
hari semakin sore, sore kemudian bergnti menajdi malam..
kini hujan turun membasahi tanah yang hampir tanduss...
harum aroma tanah kering tersiram air membuat siapa saja rindu akan Hujan...
Vano, Salsa, dan Keenan tidur dalam dekapan bersama...
Sementara berbelok sedikit dari Rumah Vano, kini di kediaman Sandi, merekapun tidur bersama..namun Nadya tidur dalam kegelisahannya, ia bermimpi buruk sampai tubuhnya gemetar dan mengeluarkan keringat dingin...
__ADS_1
"sayang.....Nadya.... Nadddd....bangun naadd...."
"maaamaaaa" kata Nadya terbangun
nafasnya mulai tak stabil...
"kamu kenapa?"
"mama aku mau telfon mama"
"ini udah jam setengah 2 malam sayang, mama juga udah tidur"
"aku nyesel kemarin ga jenguk mama, padahal kita ke bandung" kata Nady
"kan kamu yang gak mau, katanya ga enak kalo mama liat muka kamu yang lebam"
"aku takutt san,, mama menjerit minta tolong hiks hiks hikss"
"tenang yaa tenang kasian Rey nanti terbangun..." kata sandi memeluk isterinya..
Setelah Sandi menenangkan Nadya, merekapun memutuskan untuk tidur kembali..
baru akan memejamkan mata ponsel Nadya berdering....
mereka saling tatap...
"kak Bayu " kata Nadya dengan tangan dan bibir gemetar...
ππππ
"angkatlah, onspeaker" kata Sandi
sandi mendekat dengan istrinya..
"Assalammualaikum kak"
"deek maamaaa dekkk"
hiks hiks hikss Nadya seolah tau ada kabar tak baik, ia langsung saja terisak... sandi langsung memeluk isterinya...
"kak ini aku Sandi, ada apa?" kata sandi berbicara
"mama san, mama jatuh di toilet tekanan darah mama sangat tinggi sampai ada pembulu darah yang pecah, mama harus di operasi"
"maamaaaaa" isak Nadya
"lakukan saja kak, sejak kapan kejadiannya mengapa baru menelfon? " tanya Sandi
"sudah tadi tinggal menunggu keputusan dokter bedah syaraf yang sedang menuju Rs..hmm tadi kejadiannya jam 11 malam, aku terburu2 ke rumah sakit, ponselku tertinggal, ini baru dinantar ponselku" kata bayu
tut
tut
tut
"tenang lah sayang, kita akan kesana, tapi Ray gabsa kita bawa karena disana kita akan menghabskan waktu di Rs."
Nadya hanya mengangguk di pelukan suaminya...
"bersiaplaah" kata Vano mengecup kening suaminya...
Sandi meraih ponselnua menghubungi Vano...
tak ada jawaban...
teringat oleh salsa...
Sandi menghubungi Salsa...
tak juga ada jawaban...
tiba - tiba ponsel Nadya kembali berdering...
Sandi menyambar ponsel itu dan mengangkatnya....
πππ
"speaker sayang" kata Nadya
Sandi menganggukk..
"deek, sannn" kata Bayu
"iya kak kami disini" kata Sandi
"doakan mama, hikss hikss"
"kak bicara apa kamu, bicaralah tahan tangismu" bentak Nadya
"deeek, mama sudah ga mungkin di operasi, karena keberhasilannya hanya 10 persen, hiks hiks.. cepatlah kesini mungkin mama menunggu muu" Kata Bayu lirih
"enggaakkkkkkkk, maaaaa,, mamaaaa hiks hiks hiks.."
nadya meronta, nadya sudah benar benar hilang kendali, sampai Ray terbangun dan menangis...
__ADS_1
"kak kami akan segera kesana"
tut
tut
tut
Sandi bergegas menuruni tangga menuju kamar pembantu juga pengasuh Rey,, kemudian Rey di handle oleh mereka...
Di luar hujan sangat lebat,.. namun mereka harus segera bergegas untuk ke bandung...
"sayang tenang lah, apa Ray perlu di ajak?" kata Sandi
Nadya hanya mengangguk...
tokkk
tokk
tooookkk
"yaaa masuk" kata Sandi
"tuan maaf badan Rey panas"
"yaa Allahh..... kasih penurun panas dulu ya"
bagaimana ini kenapa semua berbarengan, cobaanMu nikamat sekali yaa Allah...
"sayang, Ray demam apa Rey kita tinggal dirumah? dia mungkin kelelahan kita jg kan baru pulang dari bandung...." kata Sandi sangat hati hati
lagi lagi Nadya hanya mengangguk...
"ayo kita berangkat" kata Sandi
Sandi pun memapah isterinya yang terus menangis...saat menuruni tangga ponsel Sandi berbunyi...
saat sudah tiba di mobil Sandi menelfon balik Vano, menjelaskan semua, dan menitipkan anaknya jika demam berkelanjutan agar di bawa ke Rs... Vano pun mengerti kemudian meminta Ray dan pengasuhnhya di antar lebih dulu ke kediaman Vano agar terkontrol olehnya...
Akhirnya sandi memasuki lagi rumahnya mengajak pengasuh dan Ray.. tanpa membawa perlengkapan Ray sama sekali kecuali stok susu kaleng Ray yang berada di dapur langsung di raih oleh Pengasuh Rey, karena Ray tau Keenan tidak munum sufor berbeda dengan Ray.....
Setelah itu Sandi menacapkan gas nya ke rumah Vano, sudah ada salsa dan Vano di gerbang... memegang payung,
"ayo masuk cepat" kata salsa memayungi Ayu pengasuh Ray
Salsa mengantarkan Ayu dan Ray agar masuk ke pelataran agar tak terkena hujan...
"lo yakin kuat nyetir? kalo ga gue tlp supir papa dia standby di rumah papa"
kata Vano
"gak usah, gue kuat, udah ya Van gue cabut, titip Ray"
kata Sandi
"naad yang sabar yaa, aku doakan yaang terbaik, kaubtenang yaa Ray aman bersama kami" kata Salsa...
Nadya hanya mengangguk...
Sandi menancapkan gasnnya, sudah pukul 03 pagi jalan sangat sepi namun hujan membuat pandangan Sandi terbatas...
*
*
*
"mba Ayu, tidur di kamar Keenan aja, ken kalo malam tidur di kamar saya" kata salsa yang mengahampiri Ayu duduk si sofa ruang tamu nya...
"tapi Nyonya saya ga bawa botol susu, baju dan diapres Ray, tadi Tuan Sandi mendadak sekali bu sampai saya hanya bisa meraih ini di dapur"
"gak papa mba ayu, keen punya stok botol baru yang sama dengan Ray, baju dan diapers saya rasa masih bisa pake punya Ken" kata salsa...
"baik nyonya..."
"ayo saya antar"
sampai di kamar Keenan...
"nah kalian bisa tidur disini, gapapa kan?" kata Salsa
"yaa gapap nyonya malah ini saya jadi ga enak tdur sama den Rey" kata ayu sambil merebahkan badan Rey di kasur....
"ini botol susu barunya, silakan di cuci dulu di kamar mandi ada washtafel ada sabun dan sikat botol, lalu di steril disini, tekan on dan oke aja, itu dispensernya, kalo air panas di klik dulu yaa tombol kuncinya, yg merah ini..... nah lalu ini lemari baju ken, ini lemari diapers nya, ini box perlengakapan kayu putih dll... ini termometer, kalo bisa di pantau terus suhu Ray, kalo ada apa apa ketuk kamar saya yaa... bagaimana jelas?!"
kata salsa menjelaskan dan menujukkan bagian bagian yang bisa di gunakan Ayu...
"Sangat jelas nyonya terimakasih..."
salsa hanya mengangguk dna meninghalkan kamar itu...
*
*
__ADS_1
*