Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps.196


__ADS_3

Acara Resepsi Pernikahan..


Khania mengenakan Gaun berwarna Biru Elektrik, rambutnya yang di sangul moderen dengan mahkota kecil menempel, beberapa akasesoris di tubuhnya mampu menghipnotis siapa saja yang melihatnya, Aura bahagianya nampak jelas terlihat... sementara Raffi mengenakan jas dan celana berwanrna senada dengan kemeja putih di dalamnya, di tambah dasi kupu berwarna merah nya...


Pada acara Resepsi itu banyak sekali kolega dari Pak Banu yang juga menjadi kolega Vano... Vano bertugas berbincang kepada kolega yang datang sementara Pak Banu dan Ibu Widya berada di atas pelaminan mendampingi sepasang pengantin....


Vano kali itu bersama Salsa... dengan setia Salsa mendampingi suaminya itu... sementara kedua anak mereka sudah mereka percayakan kepada pengasuhnya, karena untuk acara seperti ini tidak lah mungkin Salsa memengang kedua anaknya itu...


Ada moment dimana Salsa memang harus menitipkan kedua anaknya kepada para pengasuh...


Salsa sebenarnya tak mengerti arah pembicaraan bisnis mereka, Namun kalo Slasa ingat lagi sejak ia menjdi pemimpin perusahan Pak Latif ia mulai memahami, setidaknya Salsa bukan orang yang malas untuk berfikir ditambah kecerdasanya mempu membawanya berfikir luas..


"Pak Vano isterinya sangat Cantik" Puji seorang pria yang Terlihat usianya hampir sama dengan Pak Banu


Salsa hanya tersenyum, sementara Vano tersenyum sambil berkata..


"Tentu, mendapatkan nya sangat sulit pak" kata Vano bersandagurau


"Kau bisa saja, sungguh cocok tampan dan cantik" pak Tua kembali memuji


"Terimakasih pak, anda sungguh berlebihan" kata Salsa sopan


"Tidak berlebihan, lihat suamimu ini Nona, tampan, smart , berwibawa" katanya sambil terkekeh menujuk Vano dengan Bangga


"Dan pastinya, sukses kaya Raya" katanya Agak pelan


Perkumpulan itu tertwa tentunya....


Dia pikir isteriku matrealistis ya?! Bahkan limit kartu kreditny tidak mencapai 50 juta satu bulan... sungguh aku beruntung~


Batin Vano sambil tersenyum getir...


Vano Dan Salsa masih sibuk dengan menyambut beberapa tamu agung nya.. sementara Thania juga Byan tengah sibuk menemani kolega dalam bidang kesehatan..


Tamu seakan tak henti datang dan pergi silih berganti..

__ADS_1


Khani mulai terlihat gusar, memang Khania memiliki paras ekspresif sehingga apapun yang terjadi wajahnya nampak sekali mengambarkan...


"Kamu capek ya?" Kata Raffi berbisik


"Sedikit, pengen duduk" rengek Khania dengan bisikannya


Raffi pun mengerti keadaan Khania karena ia juga tengah merasakan betisnya mulai mengencang...Raffi menoleh jam tangannya...


Satu jam lagi..


"Sabar sayang, satu jam lagi" Kata Raffi berbisik


Khania hanya membalas anggukannya


Acara berlangsung secara lancar tanpa ada hambatan yang berarti...


Khani menghela nafasnya lega,,,


"Capek dek?" Tanya Khania sambil membawakan minuman untuk adiknya


"Sangat!" Kata Khanai sambil meraih minuman dari tangan Thania


"Ena ena apaan tuh ka?"


Tanya Khania penasaran, tentu sepolos nya Khani dia tau apa yang akan terjadi dalam sutu ikatan pernikahan.. hanya saja ena ena bagi khania itu kata-kata asing yang ia tak pahami...


"Belah duren... sakit loh dek" kata Thania berbisik pada adiknya


Seketika Khania merinding disko ... entah sudah merah atau belum pipinya, Khani tak dapat melihatnya...


"Kakak ini! Perempuan mes*m" kata Khani terkekeh kesal lalu berdiri berusaha meninggslkan Thania


Thania hanya terkekeh melihat respon adiknya...


Khania mencari sosok Raffi dalam area Ballroom yang hanya terisi oleh kelurga inti saja... terakhir Raffi mengantar rombongan Saudaranya yang hendak pulang, namun Raffi berkata akan mengantarkan nya sampai Lift....

__ADS_1


Kemana Raffi... apa dia sudah ke kamar duluan yaaa kata khania sambil memanjangkan arah pandangannya....


"Cari siapa?? Suami mu??"


"Ehhh kaaakk... iya kak, aku udah lelah kaa" kata Khania jujur kepada kakak iparnya, Salsa


"Dia di ruangan sana" tunjuk Salsa ke sebuah ruangan yang sebenarnya itu ruangan makeup untuk pengantin jika hanya menyewa ballroom saja...


"Sepertiny kedua abangmu sedang mengerjainya" tambah Salsa yang juga sedikit berdecak kesal


"Hah maksud kaka??"


Kata Khania penasaran dengan kata-kata mengerjai


"Mereka lagi main Catur disnaa... Raffi Vs Vano, berharap Raffi kalah, lalu akan berhadapan degan Bang Byan... begitu terus sampai Raffi kalah" kata Salsa menjelaskan hal sebenarnya


"Apah???!!! Sungguh tega mereka" kata Khania berdecak kesal


Khania berfikir,


jika aku menghampiri Raffi pasti mereka mengira aku yang mau tidur sama Raffi.. ah memalukan sekali....


"Ini ide DEVANO WIJAYA" Timpal Salsa yang sudah ikut kesal dengn sikap suaminya


Salsa pun menjelaskan jika ia sudah melarang suaminya untuk mengerjai Raffi namun ke inginan Vano lebih kuat hingga Salsa hanya bisa membiarkan...


"Ah sudah kak biarin aja, ayo kaa kita ke kamar, aku lelah" kata Khania dengan ekspresi yang sulit di artikan, sambil berjalan menjauh dari lokasi itu


Bisa-bisanya bang Vano dan Bang Byan ngajak Raffi main catur!!! Dan Bodohnya Raffi mau aja masuk ke dapam perangkap mereka..


Awas ya Bang. Akan aku balas!!


Dalam hati Khania dengn suasana hatinya kesal...


Khania pun sedikit kerepotan berjalan seorang diri dengan Gaun yang cukup berat serta lebar itu... dengan kedua tangannya ia menarik baju bagian sisi kanan dan kiri agar langkahnya bisa sedikit melebar.....

__ADS_1


belum Sampai disitu cobaan Khania, sampai Di Kamar ia masih kesulitan melepas kancing Baju belakangnya.. dengan Pintarnya Khania menelfon petugas servc room perempuan untuk datang ke kamarnya... Kamar yang telah wangi lavender dari lilin aroma therapy serta taburan kelopak mawar di bagian lantai sampai ke tempat tidur..


di sisi lain juga terlihat rangkaian kelopak mawar berbentuk Love dengan inisial K dan R di dalam love tersebut...


__ADS_2