Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 195


__ADS_3

Fajar Pun datang...


cuaca Hari ini rasanya akan sangat cerah....


Usai melakukan ibadahnya Khania memilih merebahkan kembali tubuhnya sambil menunggu team MUA datang..


Acara Akad pukul 9 pagi jadi menurut Khania itu waktu yang pas dan tepat, karena ia tidak harus bermakeup ria saat pagi buta...


"Hei pengantin masih asik merebahkan badan aja" Ledek Thania yang berkunjung ke kamar Pak Banu itu


"Ngantukk" jawab Khania ketus


"Walah anak ini jadi nikah gak si mah, se tenang itu dia?!" Kata Thania pada Ibu Widya dengan wajah heran


"Yee kamu gimana si, itu cara dia untuk melepas rasa gugup nya" kata Ibu Widya terkekh pelan


Lah kok mama tau si... dalam hati Khania yang pura-pura tidur dalam posisi memeluk guling...


"Dasar bocahhhhhhh" pekik Thania tertuju untuk Khania


Sekitar Pukul 6.30 team MUA sudah tiba dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk memoles wajah mulus Khania...


Kamar milik Pak Banu itu bagaikan Basecamp kelurganya, yaa Vano yaa Thania yaa Byan yaa Salsa akan keluar masuk Kamar tersebut secar leluasa meski hanya untuk meminum teh buatan ibu Widya...


Pukul 8.30 semua sudah bersiap dengan Makeup elegant dan kebaya modern berwarna cokelat muda..


Sementara Khania sudah berbalut kebaya putih nan cantik, panjangnya melati menghiasi tepi sanggul Khania yang menjuntai sampai ke bagian dadanya..


Makeup yang ringan namun sangat terpancar kecantikan Khania, siapa yang melihatnya pasti merasa pangling di buatnya...


"Cantiknyaaaa" kata Salsa menatap Adik ipar kesayangannya


"Kamu ratunya hari ini" Tambah Thania yang juga berada di sisi Khania


Thania dan Salsa akan mendampingi Khania sampai ke meja dimana Raffi akan mengucap janji suci nya...


"Kalian makin bkin aku dekdekan... aku mau pingsan ka rasanya" Kata Khania yang sudah sangat Gugup


"Ehh dek jangan ngaco kamu" kata Thania ikut panik di buat Khani


"Tenang, tenang... ini bukan sesuatu yang mematikan, tenang dek" Kata Salsa menenangkan Khania sambil mengusap Pungung Khania pelan


"Duh takut Raffi salah kak" Kata Khania sambil meremas tangannya meski agak sukit karena adanya kuku palsu


"Sstt emang dekdekan tapi omongan kamu jangan ngco, yakin aja Raffi bisa!" Kata Thania dengan sangat berusaha membuat adik nya tenang


"huh kalian waktu menikah apa ga berdebar seeperti ini? bisa-bisanya kalian nyuruh aku tenang" kata Khania sambl menghembuskan nafasnya kasar


"yaa pasti Sama lah dek, emang kucinya cuma tenang, relex aja" tutur Salsa Dengan Lembut...


Tak Lama pihak Wo meminta Khania masuk ke area Akad nikah, sementra Kelurga besar keduanya telah berkumpul di ballroom Hotel Wijaya Utama...

__ADS_1


Mereka bertiga melangkah pelan menuju Ballrom, wajah tegang Khania mampu menembus makeup cantiknya itu...


Salsa dan Thania juga ikut tegang karena aura Ketegangan itu menular cepat bersumber dari Khana...


Khania, Salsa, Thania sudah masuk ke dalam Ballrom itu, terlihat meja dan Kursi yang telah di isi oleh Pak Banu sebagai orang tua yang akan menikahkan anaknya, ada pula Vano yang akan bertindak menjadi Saksi nikah adiknya, ada perugas KUA juga ada salah satu Saksi dari pihak Raffi, yaaa Terlihat Juga Raffi dengan jas putih gading nya dengan satu bunga mawar di bagian saku jas bagian dada...


Thania dan Salsa kembali ke posisinya setelah memastikan Khania duduk dengan nyaman...Khania menatap Pak Banu, pak Banu yang menyadari memberi senyuman manis dengan mengangkat kedua jempol tangan nya sambil berkata "its oke, kamu cantik" dengan Pelan namun dapat terdengar beberapa orang di sekitarnya...


Khania pun tersenyum bahagia sambil menahan air mata nya agar tak terjatuh, Pandangan Khania kini beralih ke Vano,, Vano tersenyum manis penuh rasa kerelaan serta suka cita...


Tak Lama Perugas KUA mulai mengarahkan Raffi dan Pak Banu agar melangsungkan IjabQobul .... Raffi juga tampak tegang kala itu, Pak Banu bisa merasakan tangan Raffi sudah bersuhu mirip seperti Es batu...


Jantung Khania berdegub sangat kencang padahal Petugas KUA baru mengarahkan...


Hingga dua puluh detik kemudian Pak Banu dan Raffi berjabat tangan lalu Raffi mengucapkan Ijabqobulnya... SAH SAH SAH semua Pengunjung beriringan menyebutkan Allhamdulillah secara beramaa...


Khania merasa lega, senyumnya pun mulai melebar membuat siapa saja hayut di buatnya...


Kini Saatnya Raffi memakaikan cincin berlian elegan nya ke jari Khania, begitupun sebaliknya... Mc pun meminta Raffi mengecup kening Khania usai Khania mencium pungung tangan Raffi untuk pertama kali nya...


*******


Singkat Certia Acara Akad nikah telah selesai, mereka mengosongkan Ballrom tersebut sebulum pukul 5 sore hingga pukul 9 malam akan berlangsung acara resepsi...


Kini Khania berada di kamar pengantin bersama Raffi, nampak kecangungan di antara ke dua nya... Khania masih cangung harus bersikap apa, meskipun Raffi merasakan hal yang sama namun ia tidak menampakan kecangungannya yang berlebihan..


"Aku dulu atau kamu dulu yang ganti pakaian?" Tanya Raffi pada Khania


"Kamu dulu aja, aku masih buka aksesoris ini" Kata Khania sambil membuka anting-anting yang terpasang cantik di telinga nya


"Sayang tolong ambilin baju aku dong di dalam koper aku... aku lupa bawa ke kamar mandi" Kata Raffi sedikit berteriak dari dalam kamar mandi


Cih! Bagaimana bisa dia melupakan pakaiannya... kata Khania dalam Hatinya sambil berjalan menuju koper Raffi


Khania pun berjalan menuju koper Raffi... mengambil satu kaos oblong putihnya dengan celana pendek ...


"Inii, julurkan tngganmu" kata Khania sambil memalingkan pandangannya


Raffi pun meraihnya,,


"Sayang ini daleman nya mana? Entar aku masuk angin" Kat Raffi yang juga sedikit cangung


Argh! Raffi apa kamu sengaja melakukan ini! Membuatku merinding saja!


Dalam hati Khania, melihat pakaian dalam Raffi khani bergidig ngeri, ini kali pertamany menyentuh pakaian dalam laki-laki....


Dengan cara yang sama Khania memberikan celana itu kepada Raffi... tak lama Raffi pun keluar sambil mengeringkan kepalanya dengan handuk...


Cups!


"Makasih sayang" kata Raffi sambil mencium pipi isteriny yang tengah duduk di depan meja rias

__ADS_1


Deng! Khania merinding di buatnya, ia tak mampu berkata - kata... ia hanya diam membisu saja..


"Aku bebersih dulu yaaa" Kata Khani beranjak dari meja rias kamar pengantin yang disediakan hotel miliknya itu...


Raffi merebahkan tubuhnya sambil bermain ponsel, melihat beberapa media sosial yang penuh dengan Tag atas dirinya juga Khania...


setelah 15 Menit khania keluar kamar mandi, aroma Khas sabun mandi masuk kedalam hidung Raffi, membuatnya bergidig memandangi isterinya dengan pkaian santai dan rambut di bungkus oleh handuk...


"Kenapa melihat aku kaya melihat setan" tegur Khania yang melihat Raffi tak biasa memandangnya


"Setan hatiku....." Ledek Raffi


"sini duduk lihat ini" kata Raffi mengajak Khania duduk di atas kasur bersama nya sambil menujukan ponselnya


Khania pun menurut, sedikit cangung berada di atas ranjang berduan kini...


mereka melihat sesekali mengomentari foto mereka yang di Upload kerabat mereka...


"Kamu wangi" kata Raffi tiba-tiba dengan posisi kepala sangat dekat dengan leher jenjang Khania


Raffi aneh! Kalo wangi kan wajar, namanya juga abis mandi, tapi omongannya kenapa bikin jantung berdebar gini yaa...


"Iyalah wangi, kan abis mandi" kata Khania sambil menrjauhkan dirinya sedikit dari arah Raffi


Duh kenapa dia menjauh, kenapa gue juga jadi dekdekan gini, dia kan isteri gue jadi udah sepantasnya kita mau deketan bahkan bug*l bareng pun sah sah aja!


"Kamu kenapa menjauh? Ga nyaman deket aku?" kata Raffi sedikit memelas


"Ih engga lah!! Aku cuma lelah mau merebahkan badan, sini kamu rebahan juga" Kata Khania sedikit cangung


"Hemm! Baiknya kita istirahat dulu, lumayan kan isi energi dua jam kedepan" kata Raffi pada Khania


"Iyaa aku juga ngantuk, semalam ga nyenyak tidur" jawab Khania dengan jujur


"Apa kamu mikirin soal Akad tadi?"


"Iyaa aku takut kamu gak bisa dalam sekali ucap! Kata bang Vano kalo sampe tiga kali kan akadnya harus di tunda" kata Khania dengan kepolosannya, ucapan itu mengundang gelak tawa Raffi


"Kenapa kamu ketawa, ada yang lucu?!" Kata Khania kesal


"Kamu tenang aja sayang, tadi buktiny sekali ucap satu tarikan nafas kan? Yaa meskipun aku sambil baca memonya tadi" kata Raffi dengan bangga lalu di akhiri juga dengan kepolosannya


"Hah?! Kamu sama Abang Vano sama! Sama-sama pakai contekan" kata Khania semakin kesal


"Dari pada salah hayoo? Ga jadi nikah kita..." kata Raffi terkekeh


"Sudah-sudah aku ngantuk ah" kata Khania kesal lalu memejamkan matanya, Rafii hanya terkekeh sambil memandangi wajah isteri nya itu...


SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI.


MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.

__ADS_1


MEYSHA S.


🙏😇


__ADS_2