
Pagi Hari, Jakarta
Gumpryangggg....
Suara benda pecah belah terjatuh hingga pecah...
Raffi yang tengah memakai pakaian kantornya segera berlari menuju sumber suara, dimana lagi kalo bukan dari arah meja makan...
"yaa ampun nyonya, nyonya gapapa" kata Bi surti yang bekerja di rumah Khania
"gapap bii, pusing aja sampe jatuh gelasnya.." Kata Khania yang masih berdiri bertumpuh pada meja makan sambil memegang keningnya
"Ada apa?? sayang kamu kenapa?" Kata Raffi yang telah menakai setelan kemeja dan celana kerjanya
Raffi pun memegang bahu Khania mendudukannya di kursi makan
"Pusing banget aku" kata Khania yang sudah terlihat sangat pucat
"bi tolonf bersihkan ya, maaf" kata Raffi yang melangkan menjijitkan kakinya yang beralaskan sandal rumahan
"baik tuan" Kata Bi surrti sambil melangkah kebelakang mencari alat pembersih
"kedokter aja yaa sayang" Kata Raffi berbicara pada Khania
"engga usah sayang, aku mau istirahat aja" pinta Khania
"yaudah ayo ke kamar, gausah ke Hotel dulu, nanti aku hubungi Dewi " Kata Raffi kembali menghampiri Khania lalu memapahnya menuju kamar mereka di lantai dua...
karena merasa sangat pusing dan lemas, Khania hanya menuruti perintah suaminya saja...
Usai merebahkan tubuh Khania, Raffi mengambil ponselnya dan menghubungi dewi selaku Sekertaris khania...
Raffi pun kembali menghampiri Khania yang matanya terpejam namun tak tertidur
"Sayang, aku sudha menghubungi dewi, masalahnya sekarang aku gak bisa dirumah nemenin kamu, hari ini banyak berkas penting yang harus aku siapkan karena Bang Sandi mau rapat dengan beberapa klien" kata Raffi sedikit merasa bersalah tidak bisa menemani Khania
"gak masalah, aku cuma butuh tidur aja aku cuma pusing kok" Kata Khania berusaha membuat Raffi tenang...
"jako begitu aku berangkat dulu yaa" kata Raffi mengecup kening Khania
"makan lah dulu, aku udah buatin nasi gorrng tadi" kata Khania yang mengingat kalau ia tadi sudah sempat masak bersama Bi Surti
"Iya aku akan makan dulu sebelum ke kantor"nkata Raffi kemudian berajak pergi meninggalkan Khania di kamar nya itu...
__ADS_1
Pukul 12.00 Jakarta
kenapa kepala ku semakin pusing yaa, di bawa tidur pun udah.. kak Thania di singapur, kak Salsa di Paris, apa kabar aku sekarang ... males banet harus ke Rs rasanya...
dalam Hati Khania yang sangat merasa pusing itu...
Dalam pekerjaannya Raffi sedikit cemas memikirkan Khania, namun Raffi harus tetap tenang dan mengerjakan pekerjaanya dengan cepat agar bisa kembali ke Rumah... Jam makan siang pun Raffi lewatkan demi mengejar waktu agar cepat kembali pulang kerumah...
"pak maaf ada yang bisa saya bantu lagi?" kata Raffi pada Sandi usai jam makan siang
"hemm kenapa emang nya Raff?!" Tanya Sandi yang sudah merasa ada sesuatu hal yang pada Raffi
"berkas meeting hari ini, dan laporan meeting tadi sudah saya kerjakan pak, boleh saya izin pulang, isteri saya lagi ga enak badan" kata Raffi dengan penuh hormat
"Khania sakit? sakit apa?"
tanya Sandi penasaran
"entahlah pak sejak kemarin keluhannya hanya pusing, bahkan sampai sempoyongan gitu, sudah saya ajak ke rs beribu kali tp dia gak mau" kata Raffi dengan jujur
"hemm baik kamu boleh pulang, tetep standby ponsel, takuf ada sesuatu yang mendesak" pinta Sandi pada Raffi
"baik pak, terimakasih pak... Saya permisi"
Pukul 03.00 Raffi tiba di kediamannya..
mendapati Kahania tengah tertidur di balik selimutnya dengan posisi sedikit meringkuk..
Raffi memegang kening isterinya seraya memeriksa ke adaanya..
Tidak demam.. Syukurlah...
Dalam hati Raffi sedikit ada ketenangan..
Raffi bergegas membersihkan diri, mengganti pakaiannya dengan pakaian santai rumahan..
karena Khania masih terlelap dalam tidurnya Raffi memutuskan turun ke dapur untuk melakukan makan siangnya yang sudah ia tunda beberapa Jam...
"Bii apa isteri saya sudah makan?" Tanya Raffi pada Bi Surti yang tengah menyiapkan hidangan di meja makan
"sudah tuan, gak banyak si tapi tadi Nyonya saya paksa makan sebelum minum obat sakit kepala" kata Bi Surti jujur
"syukurlah setidaknya ada asupan yang masuk" kata Raffi sambil menyendok makanan kepiringnya...
__ADS_1
Raffi pun sedikit lega dan mampu menghabiskan makanan di piringnya tanpa membayangkan keadaan Buruk Khania yang sempat ia bayangkan akan mogok makan..
Jam Makan Siang, Paris..
Usai Makan siang, Salsa dan Vano tengah merapihkan barang-barangnya kedalam koper, mengingat besok mereka akan menuju Tanah Air..
Salsa sudah memberi kabar kepada kedua orang tuanya yang juga baru saja kembali dari Negri Gingseng...
Vano menatap isterinya yang begitu bersemangat untuk kembali ke Tanah air itu pun ikut merasa tak sabar dengan kepulangannya besok..
"yang mau pulang seneng banget" ledek Vano sambil bermain bersama Keenan dan Kiinan
"Iya dong, kangen Mommy aku tuh" kata Salss jujur apa adanya
"yakin kangen mommy aja?!" ledek Vano
"yaa kangen semua sih, kangen nasi padang juga.. nanti mampir dulu ya mas, udah kangen banget sama nasi padang" kata Salsa sambil sejenak menghentikan aktivitasnya mengepak barang
"oke masuk list pertama tuh nasi padang"kata Vano sambil terkekeh
"hemm aku kangen capcaynya mama juga"
"mama gak ke jakarta sayang, mungkin minggu depan" kata Vano karena Ibu Widya baru mengatakan hal tersebut padanya lewat aplikasi chat
"yahh sedih deh... yaudah nanti bibi aku suruh masak deh" kata Salsa dengan antusiasnya itu
"kamu Ngidam sayang?" kata Vano dengan sedikit rasa harap
Salsa menggelengkan kepalanya...
"ini sudah ada tanda-tanda mau datang bulan mas" kata Salsa sedikit ada rasa sedih dan kecewa
"gak masalah lah sayang, kita bisa terus coba... aku masih sangat kuat kok" kata Vano terkekeh yang langsung mendapatkan respon muka kesal pada isterinya...
"aku akui itu, tapi tolong mas jangan buat seluruh badanku jadi sakit" kata Salsa kesal mengingat tadi pagi badannya serasa habis bekerja bakti keliling kampung
"hahahaha maaf sayang, kalo udah ke enakan suka lupa aku" kata Vano dengan mimik muka menggoda
Sontak Salsa langsung melempar satu buah botol lotion ke arah suaminya...
"kalo ngomong ya kamu, inget ada anak-anak" kata Salsa kesal, sementara Vano hanya tertawa mendapati respon dari Isterinya yang nampak Malu itu....
********
__ADS_1