
Nadya dan Vannya keluar ruangan labgsung syok melihat Salsa berbicara dengan orang yang mereka kenal....
Nadya dan Vannya mendekati mereka namun tak mebgekuarkan sepatah dua patah kata pun...
"suami? apa maksud kamu aku ga ngerti"
kata Salsa kebingungan
"jangan pura bodoh kamu!!!!! kamu sengajakan mau hancurin aku!!!"
"apa maksud kamu Prilly, aku ga ngerti! kamu jangan Fitnah ya kamu!" Kata Salsa sudah semakin kesal..
yaa Wanita itu adalah Prilly..
"jangan sok polos seperti gadis SMP!!!"
"kenapa kamu jebloskan suamiku kepenjara?! ANTON suamiku!! apa kamu pikir suami ku salah hah?"
Salsa sedikit meraba Nama anton di memori otakknya, tak lama ia pun ingat siapa Anton..
begitu juga Nadya, dia mengingat Nama anton karena suaminya menyebut nama antorn.. sementara Vannya keperti Bayi baru lahir yang tak mengerti siapa Anton, siapa yang masuk penjara, dan apa hubungannya...
"maaf Prilly itu urusan suamiku, silakan kamu tanya pengacara kami, dan jaga ucapanmu keluarga kami tidak pernah asal menjebloskan seseorang yang tidak bersalah" kata Salsa dengan nenaikan nada bicaranya...
"cih! jangan munafik, jangan mentang mentang kamu kaya dan berkuasa... dimana mana juga kalo tuh adik lo ga lenjeh godain laki gue , gak mungkin laki gue bersikap macem macem... emang adik lo aja yang receh!!"
Plaakkkk
Tamparan keras mendarat ke pipi Prilly...
Salsa menamoar Prilly dengan penuh emosi...
Nadya dan Vannya kaget bukan main, mereka menahan lengan SalsA
Dari kejauhan Vano yang melihat aksi Isternya berjalan sedikit ceoat mebuju tiga orang wanita itu...
Prilly pun berniat membalas tamparan itu, namun tangannya berhasil di tahan oleh Vannya
"Prilly congor lo dari dulu emang koslet yaa?! Jaga sikap lo diisni, atau gue panggil satpam!! kata Vannya dengan kesalnya
"jangan keroyokan! gue ga ada urusan sama lo!" kata Prilly sambil menujukan telujuknya ke hadapan Vannya...
"Ada apa ini..." kata Vano dengan tegas
"ini ni Van, cewek ini maki maki bini lo, ngata ngatain adik lu..." kata Vannya dengan pentes nyaa..
"Siapa dia?"
Tanya Vano dengan sikap bossy nya..
"dulunya dia temen sekelas pas SMP, suka sirik ama salsa nah sekarng katanya isterinya Anton, Anton mana gue gatau," kata Vannya dengan celotehannya yang mematikan itu
brengsek!!! batin Prilly
"Anton itu, karyawn gue, oh model ini isterinya, pantes lakinya suka jajan di luar... jajan di luar pake uang oprasional hotel, suka buka kamar hotel untuk perempuan lain, belum lagi datang ke kantor semaunya, se enaknya.. dan kemarin si brengsek itu berusaha melecehkan adik gue!!! dan gue pastikan dia bakal menua di penjara" kata Vano menahan amarahnya, wajahnya sudah sangat memerah..
Salsa menatap suaminya, memegang jemari suaminya seolah menahan amarahny..
Vannya dan Nadya hanya diam membisu namun sedikit syok dengan perkataan Vano tentang suami Prilly...
"jagan lakukan itu, lepaskan dia, maafkan dia" hiks hiks hiks
" Tidak akan Pernah!!!!!" Tegas Vano...
__ADS_1
"Masuk!" kata Vano kepada Salsa, Vannya dan Nadya.."
"Tuan aku mohon lepaskan suamiku, Salsa bantu gue saa bantu gue hiks hiks" kata Prilly kepada sepasang suami isteri itu...
"maaf aku gabisa" kata Salsa meninggalkan Prilly bersama suaminya yang masuk kedalam Ruang rawat...
Di dalam ruang rawat Khania bingung melihat ke empat orang dewasa itu memasang tampang kesal, gugup,... terutama Vano.. mukanya jadi begitu Jutek...
"kalian kenapa, masuk masuk kaya abis kalah main UNO" kata Khania
"gapap dek, udah istirahat aja" kata Salsa mengucap bagian kaki Adik iparnya
"saa, kita pamit yaa" kata Vannya
"iya saa satu jam lagi anak anak pulang" kata Nadya
"baiklah, terimakasih yaaa semua, hmm Nad.. boleh aku titip Keenan pulang bersamamu??" kata Salsa pada Nadya
"tentu, Tapi kalo Keenan mau main bersama Rey bagaimana? "
kata Nadya
"tak apa, hari ini dia gak ada les dirumah Nad... nanti kamu bisa hubungi Bi Inah kalo Keen mau pulang... dn yang penting jangan sampai merepotkan kamu" kata Salsa
"sip tenang aja" kata Nadya meberikan jempol kanan ke Salsa
"khnania, kaka kakak gemes ini pulang dulu yaa, ceepet sembuh kamu" pamit Vannya
"cepet sehat yaa, aku pulang dulu" kata Nadya
"van kita cabut yaa," kata Nadya ke arah Vano..
Vano hanya berdehem tanda meng iya kan...
"kak kapan si aku pulang? bete deh" kata Khania dengan muka di tekuknya
"Nanti tanya kak Thania yaa, dia kan dokter utama kamu, tapi kalo untuk hari ini belum bisa" kata Salsa
"hemn bosan!!! bangg........ abang" panggil Khania ke Vano,
Vano pun menoleh
"kenapa?"
"aku masih boleh kerja kan bang?" kata Khania penuh harap..
"belum tau, abang belum bicara sama papa" kata Vano sedikit ketus
"kata papa boleh bang!"
"yaudah , nanti di pusat! gantiin papa. apa sanggup?" tantang Vano
"sanggup!!!!! tapi ada sayaratnya..."
khata khania sambil menaik turunkan alisnya
"aneh! kamu yang minta kerjaan kenapa kamu yang ngasih syarat! kata Vano kesal
sementara Vano dan Salsa hanya tertawa
"yeee syaratnya mudah bang" kata Khania
"apaan?"
__ADS_1
"Aku mau sekertarisku Dewi!!"
kata Khania tegas
"Dewii??? dewi sekertasis Cabang?" kata Vano...
"nanti abang pikirin, gak mungkin abang se enaknya mindah mindahin orang!" kata Vano sambil menggerutu
"dasar Jutek! kenapa si kak Salsa tahan ama suami model begitu??" kata Khania Kesal
"Siapa bilang?? aku ga tahan tau" kata Salsa dengan nada bercandanya menatap Vano
ah kan salah lagi, ngambek deh pasti
batin Vano
"Tau ih kakak mau mau nya aja sama om om macem dia, kita kan bagai se umuran kak" kata Khania menimpali
"khaniaa!!! aku dan Salsa hanya berbeda Dua setengah Tahun.. jadi aku bukan om om" kata Vano kesal
"tapi kaka terlihat sepuluh tahun di atas kak salsa.... makanya kak jangan suka marah marah terus!! jangan ketus, jangan jutek! jadi tuirrrr...!!! kata Khania
Salsa hanya tertawa mendengar ucapan Khania yang memang ada benar nya Juga bahwa Vano terlalu ketuz, jutek pada orang.. namun Wajahnya tak terlihat tua, hanya saja salsa yang terlihat muda...
Pukul 12.15
Salsa dan Vano menunaikan ibadah bersama di dalam ruangan tersebut... setelahnya salsa menyuapi Khania dengan telaten
"manja!" kata Vano
"bodo" balas khania
"mas kamu mau makan apa? mau aku pesenin?" tanya Salsa
"ku udah pesen, nanti orang suruhanku datang" kata Vano sambil melipat kain sarung yang ia kenakan...
salsa hanya mengangguk seraya mengiyakan... karena kedudukan suaminya siapa saja tentu bisa ia suruh dan Salsa seolah tak ingin tahu siapa yang ia suruh...
Usai menyuapi dan memberikan obat pada khania, Salsa duduk di samoing suaminya, mereka bertiga menonton acara Tv bersama namun Khania tetap berada di atas temoat tidurnya...
toookk
tookkkkk
tokkkkkkkkkk
"yaaa masukk"
kata Vano sedikit berteriak.....
*******
hay teman teman terimakasih atas dukungan kalian... terimakasih sudah bersedia membaca hihi...
jangan lupa like, komen yang membangun, juga Vote agar aku semangat lagi untuk berkarya....
*****
*maaf dari kemarin aku lama up...
karena kemarin dapat jatah piket dari kantor, terus pagi ini harus bebenah rumah dulu hihiii...
makasih kalian yang selalu setia..❤❤❤❤❤*
__ADS_1