
Satu Bulan Berlalu
Kandungan Khania kini sudah memasuki usia 2 bulan, tidak ada rasa mual apalagi muntah, hanya kepalanya saja yang terus pusing, untuk itu Raffi tidak mengizinkan Khania untuk pergi ke hotel, Dewi akan mengantarkan Berkas pekerjaan Khania kerumah, jika ada meeting nanti mungkin Khania akan mengarahkannya kerumah atau meeting akan di temani oleh Raffi...
Khania dan Raffi kini tinggal di kediaman Utama Wijaya atas permintaan Ibu Widya agar bisa menjaga Khania saat kehamilannya masih sangat muda itu...
Vano dan Salsa kini menjalani aktivitasnya seperti biasa, Vano beberapa hari ini masih di sibukkan dengan berbagai macam meeting dan pekerjaan lain nya..
Sering kali Vano membuat Salsa menunggu hingga tertidur karena Vano pulang terlalu larut, Salsa sempat curiga akan kesibukan suaminya pun terus memantau kegiatan suaminya melalui Raffi juga Sandi, namun apa yang Raffi dan Sandi katakan itu sama seperti yang Vano katakan dan Lakukan ....
Pagi Hari..
Usai Salsa mengantarkan Keenan kesekolahnya, Salsa menuju sebuah cafe di antar oleh supir nya.. Salsa menuju Cafe karena Salsa akan bertemu dengan Vannya.. setelah dua bulan lamanya Vannya tinggal di Daerah Tambang dimana Suaminya mendirikan perusahaan..
Mereka sengaja bertemu di Caffe karena jika sudsh di rumah tentu mereka seolah tak memiliki waktu bahkan hanya sekedar berbincang...
"lama sekali Nyonya Wijaya" kata Vannya menyindri Salsa
"Sorry , tadi ada Drama dulu, si Keenan mogok sekolah karena Rey ga sekolah" kata Salsa sambil menghela nafasnya
"kenapa Rey ga sekolah?" Tanya Vannya penasaran
"mereka lagi di bekasi, nginep di rumah orang tua Sandi, adiknya sandi mau lamaran katanya" kata Salsa menjelaskan sesuai dengannapa yang Nadya katakan
"ohhh" ucap Vannya sambil mengangguk
"Jadi kenapa harus ketemu sepagi ini hem?" tanya Salsa penasaran
"jam 10 di bilang pagi, udah siang nyonya"! ledek Khania pada Salsa
"gapapa si saaa gue kangen aja suasana kaya gini" kata Vannya yang sudah lama tak merasakan aroma cafe serta tempat lain nya, karena disana ia full tinggal di dalam rumah, berhunung mall juga tempat lainnya jauh dan medann jalan yang tak bersahabat...
"lo balik lagi ga kesnaa?" Tanya Salsa pada Vannya
__ADS_1
"engga si kayaknya, biar laki gue bolak balik aja, gue ga sanggup tinggal disana saa, stres gue" kata Vannya yang sudah Frustasi
"terus rencana lo selanjutnya???" tanya salsa
"Nah itu dia saa, gue mau ngelamar di Rumah Sakit kaka ipar lo, bisa ga ya" kata Vannya
"Bisa aja kalo sesuai sama kriteria mereka, dan kalo lagi butuhin dokter gigi juga sih" Kata salsa sambil berfikir
"sebenarnya kak Thania lagi di Sg , beberapa urusan RS mendesak itu Vano yang urus... jadi coba nanti deh gue omongin ke Vano dan kak Thania" kata Salsa Pada Khania
Di tengah perbincangannya dengan Thania, Salsa melihat sosok laki-laki yang ia kenal, yaa siapa lagi kalo bukan Vano suaminya..
Terlihat Vano asik berbincang sambil membolak balikan beberapa berkas..
"itu laki gue kan Nya?" tanya Salsa pada Vannya sambil menunjuk ke arah Vano
"eh iya tuh saa, meeting ya? ko berdua" kata Vannya yang memiliki sikap ceplas ceplos itu
"meeting si kayaknya tapi gatau ya kenapa berdua doang, kemana sandi atau Raffi?" kata Salsa penasaran
"mau tapi nanti aja dulu" kata Salsa yang masih mau melihat tingkah Vano dan Wanita itu
Vannya hanya mengangguk seolah mengerti...
Tak lama Vannya harus pulang karena ia harus memasak makan siang sebelum anaknya pulang dari sekolah, Salsa pun mengerti dan ia juga akan menjemput keenan di sekolah..
"duluan, mau nyamperin Vano dulu" Kata Salsa pada Vannya
"oke gue duluan yaa, see you" kata Vannya usai mengecup pipi kanan kiri Salsa
Dengan santai Salsa menuju meja Vano bersama Wanita yang Salsa yakin itu adalah rekan kerjanya..
"mas..." sapa Salsa pada Suaminya.. sontak membuat Vano menoleh ke arah sumber suara
__ADS_1
"Sayang.. ko disini?" tanya Vano sambik melirik ke arah kanan dan kiri sekitarnya
"kan aku bilang kalo aku mau ketemu sama anya abis antar Keen ke sekolah" kata Salsa kembali menjelaskan
"oh iya lupa aku, Annya ya mana?"
"sudah pulang, kamu meeting?" tanya Salsa langsung menjurus pada intinya
"eh iya sayang, ini ibu Melly rekan bisnis aku....
bu Melly ini Salsa Wijaya Isteri saya" kata Vano memerkenalkan keduanya
"Salsa...
"Melly....
kata Keduanya saling berjabat tangan...
"sayang mau tunggu sebentar? nanti kita jemput keen bareng, aku habis ini mau pulang" kata Vano pada isterinya
"oke" kata Salsa dengan perasaan senang nya
"duduklah" pinta Vano pada isterinya yang mengarahkan ia duduk di sebelahnya
"maaf Bu Melly mari lanjutkan, maaf saya ajak isteri saya disini, saya gak bisa minta dia nunggu saya sendirian" kata Vano kepada Ibu Melly dengan Sopan
"oh ga masalah pak Vano, mari kita bahas bagian kontrak" kata Ibu Melly melanjutkan pembahasannya..
Setelah 20 menit akhirnya mereka menyelesaikan pembahasannya.. Vano pun mengajak Salsa untuk menjemput Keenan
"kami permisi bu, kami duluan" kata Salsa ada Ibu Melly
"Mari silakan, hati-hati" sambut hangat Ibu Melly pada kedua pasangan itu
__ADS_1
Beruntungnya Wanita itu...
Dalam Hati Ibu Melly menatap Salsa juga Vano pergi menjauh dari meja tersebut...