
Selama masih dalam keadaan sakit, Vano selalu pulang sebelum adzan magrib, bahkan ia memilih tidak mengambil meeting pada sore hari, alasan Vano hanya untuk melayani kebutuhan salsa...meskipun salsa tak meminta tapi vano selalu melayani salsa dalam hal apapun...
pukul 17.10 vano tiba dirumah
Vano melihat salsa tertidur di atas kasur sambil memegang ponsel nya...
Vano bergegas untuk mandi... selsai mandi Vano terkejut melihat istrinya telah duduk bersandar kepala kasur dengan mata yang sinis...
*duhhh apalagi iniihhhh, aim lelaah yawlahhh
ucap vano dalam hati
Vano menghampiri Salsa, dan duduk di atas kasur menghadap Salsa.. tanpa berbicara salsa menunjukan layar ponselnya ada tanda bukti dana masuk ke rekeningnya dari Vano..
"kanapa sayang, kurang yaa?" kata Vano..
"hah?! ini buat apa? dan untuk seberapa lama"
salsa mulai kesal
"ya buat apapun yang mau kamu beli.. ya kalo habis minta lagi sayang" kata vano mulai bingung...
"ini kebanyakan, kamu juga udah kasih aku credit card, ini berlebihan" ucap salsa kesal
"aku ada rezeki lebih sayang, jadi aku harus kasih kamu lebih juga" ucap vano menatap salsa
"maafin aku sayang, aku ga faham.. aku hanya menyisihkan sedikit dari hasil kerjaku untuk isteriku..."
kata Vano
*yaa lebih baik dia emg kasih ke aku si istrinya, dari pada di foya foya ke orang lain, apalagi ke perempuan lain.. hmmm
"pekerna di rumah ini apa sudah di gaji?"
"sudah semua sayang"
"bi inah di kasih bonus ga? dia capek loh akhir-akhir ini..." tanya salsa
"sudah sayang"
"panti asuhan?" tanya salsa
"sudah sayang"
"masjid, musholah?"
"sudah sayang"
"oh udah semua ya, yang belum apa?" tanya salsa sambil berfikir...
"yang belum main sayang, udah 2 minggu lebih.. aku sedih loh sayang kangen banget..."
Salsa kaget dengan Ucapan Vano...
salsa juga rindu, tapi salsa takut ketagihan dan malah berujung kelelahan, dia tau suaminya ga cukup satu ronde kalo bermain...
"udah adzan ayo sholat dl, terus aku mau makan, mau minum obat" ucap salsa mengalihkan pembicaraan
Vano menghela nafasnya panjang...
__ADS_1
"yaudh ayo wudhu", salsa berjalan sedikit tetatih karena paha lutut salsa masih sangat linu di gerakkan...
Salsa belum bisa sholat berdiri karena lututnya Sangat sakit untuk posisi ruku, sujud dan duduk di antara dua sujud . jadi Salsa melaksanakan sholatnya duduk...
selesai sholat...
"bentar yaa aku minta bi inah bawa kesini makananya"
kata vano
"aku mau makan di bawah aja" pinta salsa..
"yaudh aku gendong" kata Vano..
Vano pun menggendong salsa , salsa sangat takut saat mereka menuruni tangga, tangan salsa berada di leher vano...
"kamu wannggi" ledek salsa menggoda suamnya
"jangan siksa aku sayang" ucap vano...
salsa hanya tertawa kecil...
selsai makan salsa menonton TV di ruang tv bersama Vano..
salsaa yang menggunakan celana pendek membuat vano melihat jelas luka lebam slsa mulai memudar...
"sayang ini masih sakit ga ?" vano mengusap paha salsa yang memar
"sedikit"
"tapi yang mata udah ilang sayang" ucap vano melihat mata salsa hang sebelumnya lebam dan bengkak
"iyaa mungkin ga sebesar luka ini jadi lebih cepet kan proses penyembuhannya... kata bi inah yang di pungung juga udah memudar " ucap salsa..
salsa hanya mengangguk
"aku mau ke kamar van" kata salsa...
"ayoo, minum obat terus tidur" kata Vano sambil menggendong salsa
"tidurin aku van" bisik salsa dengan mendesah
"sayang please jangan siksa aku" kata vano dan si ujang udah mulai bangkit dari peristirahatan nya
"aku lagi sakit jadi gak bisa siksa kamu" ucap slsa lagi sambil berbisik
"sayang dia bangun" kata vano dengan muka sedihnya
"yuk boboin, aku siap asal pelan-pelan"
kata salsa
"serius?? gapapa?" ucap vano yang mulai kegirangan
"serius lah, jangan sakitin aku yaa" ucap salsa..
Vano langsung merebahkan Salsa di atas ranjang.. Vano membuka baju nya..
mulai mencium bibir Salsa dan menjalar ke segala arah mematikan...
__ADS_1
Vano bermain sangat pelan dan berhati hati...
Salsa terlihat menikmati sentuhan Vano yang sangat membuatnya hilang daya...
setelah puas mencumbu Salsa, Vano mulai memasuki tahap paling inti...
sudah lama Vano menahan ini, satu jam berlalu vano mendapatkan puncak pertamanya, merasa belum puas Vano masih lanjut selama 40 manit....
Salsa terlihat sudah cukup letih, Vano pun mengehntikan permainannya setelah mencapai puncaknya yang ke dua...
"makasih sayang" kata Vano sambil mengecup kening Salsa
Salsa hanya tersenyum....
Salsa dan Vano akhirnya tertidur karena merasa lelah.....
*
*
*
----------------------
*
*
*
Dua bulan berlalu... Kini Salsa sudah dua minggu berada dirumah, tidak bekerja lagi, sementara pak Latif telah kembali kenperusahaan...
Pak latif sebenarnya ingin sekali Salsa tetap di perusahaan namun Salsa mengeluh terlalu letih dan memang akhir-akhir ini Salsa terlihat sering pusing dan kurang nafsu makan...
Salsa menjadi sosok yang sangat manja dan malas.. Bukan seperti Salsa yang biasanya....
"bisakah kamu libur sayang, aku dirumah sendirian bete" ucap Salsa ke Vano
"gak bisa sayang. Aku ada rapat siang ini.. Sementara Sandi berada di Malaysia mengurus cabang dan akan pergi ke brunai untuk meeting bisnis baru ku, aku sudah mengalah untuk tak pergi ke sana, sekarang kamu malah memintaku dirumah"
Ucap Vano
"kamu ko gitu sihhh, kamu ga ngerti perasan aku" ucap Salsa yang mulai menitihkan air mata
"yaudh kamu ikut aku aja ke kantor? Bagaimana?"
"gak!!!"
"atau aku pulang di jam makan siang??"
"yaudah tapi gak boleh balik kantor lagi yaa.." ucap salsa...
"iyaaaaaa"
Vano sebenarnya paling tidak bisa menolak permintaan salsa.. Jadi vano berusaha mengaturnya sedemikian rupa..
Saat vano pergi ke kantor salsa kembali tertidur dan bangun pukul 11 siang, berkali kali bi Inah membangunkan nya untuk sarapan tapi salsa malah tertidur lagi dan berkata akan makan bersama suaminya...
*
__ADS_1
*
*