Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 112


__ADS_3

Hari-hari Vano lalui dengan berat karena menyimpan rahasia besar terhadap isterinya..


masih belum ada titik terang soal penjebakan Lea malam itu..


setiap Hari Vano selalu memantau kabar itu ke Sandi... begitu juga Sandi, selalu menanyakan semua hal kepada anak buahnya, namun belum menemui titik terang...


Hari Ini adalah hari Pentas Seni di sekolah Keenan, acara di muali jam 9..


"masss mass bangun, udah jam 7 mas kita kesiangan" kata salsa dengan Hebohnya


"sayang peluk lagi" kata Vano yang belun membuka matanya


"mass kamu ini masih belum puas juga sudah bikin aku nyeri gini... ayo cepet mas kamu mau Keenan ngambek?? kena hari ini pentas mas" kata Salsa mulai kesal


"oh iyaaa lupa" dengan terburu-buru vano bergegas memasuki kamar mandi, tak lupa mencium kening istrinya yang terlihat cemberut itu, Salsa yang sudah menyelesaikan mandinya lebih dulu, bergegas bersiap siap.. mengeringkan rambut, berpakaian lalu bermakeup natural seperti biasanya...


salsa telah bersiap, ia memakai dres biru muda dengan banyak motif bunga....


"maas aku tunggu di bawah yaa, keenan sudah rewel dari tadi" kata salsa kepada suaminya yang sedang memakai kaos itu


"iya sayang" kata Vano singkat


Setelah Vano bersiap, ia turun untuk sarapan bersama, terlihat salsa sedang menyuapin Vano dengan Nasi goreng seafood ..


Setelah sarapan mereka bergegas berangkat, hari ini Vano memilih untuk menyetri mobilnya sendiri..


tak Hanya Salsa dan Vano yang mendampingi Puteranya..Sandi dan Nadya juga mendampingi Rey ke acara sekolahnya itu...


Setibanya di sekolah, Salsa dan Nadya mengantarakan anak mereka bertemu dengan teman dan gurunya...


Salsa kemudian berdiskusi sedikit dengan guru kelas Keenan...


setelah berbincang mereka menghampiri Suami mereka yang sudah duduk di sebuah aula besar sekolah itu...


"keenan tampil keberapa sayang?" tanya Vano


"ke tiga mas" kata salsa singkat karena sedang mendengar sambutan dari kepala sekolah...


Setelah hampir satu jam, kini giliran keenan dan teman - temannya tampil...


Keenan tengah duduk di bangku piano, memberi lambaian tangan kepada Vano dan Salsa...


Rey juga ada di pangung bernyanyi bersama dengan teman temaan sekelasnya...


Vano dan Sandi yang membawa camera Digital pun mengabadikan momen anaknya berada di atas pangung..


Kenan memulainya dengan intro yang begitu indah, ada rasa bangga dalam diri Salsa dan Vano melihat anaknya begitu berani tampil kala itu...


"mas aku terharu" kata salsa


"sama aku juga, taoi gablucu kalo kita nangis sayang" kata Vano mengusap pungung tangan isterinya...


Para murid dan beberapa Guru pendamping di pangung pun mulai bernyanyi dalam iringan musik piano...


*Kubuka album biru


Penuh debu dan usang


Kupandangi semua gambar diri


Kecil bersih belum ternoda


Pikirku pun melayang


Dahulu penuh kasih


Teringat semua cerita orang


Tentang riwayatku

__ADS_1


Kata mereka diriku selalu dimanja


Kata mereka diriku selalu ditimang


Nada-nada yang indah


Selalu terurai darinya


Tangisan nakal dari bibirku


Takkan jadi deritanya


Tangan halus dan suci


Telah mengangkat tubuh ini


Jiwa raga dan seluruh hidup


Rela dia berikan


Kata mereka diriku selalu dimanja


Kata mereka diriku selalu ditimang


Oh, bunda ada dan tiada


Dirimu 'kan selalu*…


Rasa haru menyelimuti ruangan itu.. terlihat Salsa dan Nadya berserta banyak ibu ibu menyeka air mata harunya itu...


murid muris itu turun kecuaki Keenan yang masih duduk di bangku pianonya... Mc pun naik ke pangung memberi arahan acara...


"sayang keenan kok ga turun, pede banget ya dia" kata Vano heran


"dia Tampil lagi mas,, hebat kan" kata Salsa dengan bangga


Keenan berdiri dari dudukannya di kursi memberi tepuk tangan semangat untuk maminya...


"sayang kamuuu????" kata Vano heran


"iyaa, doakan yaa" kata Salsa


"saa semangat" kata Nadya yang juga sangat bersemangat kala itu...


Salsa pun memberi hormay dengan menempelkan kedua tangannya 🙏 sambil sedikit membungkuk saat melewati bangku para wali murid dan para petinggi sekolah tersebut...


"assalammualaikum, salam sejahtera semua, terimakasih kepada para guru, pembimbing serta petinggi sekolah telah mendidik, membantu saya, kami sebagai orang tua untuk menciptakan rasa percaya diri pada anak, hari ini saya di beri kesempatan, menyumbangkan sebuah lagu yang dimana lagu ini menurut saya bisa mewakili rasa syukur kita sebagai orang tua... semoga para hadirin sekalian bisa memaklumi suara saya,, karena saya bukan seorang penyanyi profesional...saya akan di iringi oleh lantunan piano dari Keenan, putera saya sendiri..."


kata salsa memberi sambutan...


Keenan mulai memainkan impruf sebelum Salsa mulai bernyanyi...


salsa kini berdiri di samping kenan, tidak berada di tengah pangung...


Vano mulai membidik istri dan anaknya menggunakan camera digitalnya...


Saat engkau tertidur


Kupandangi wajahmu


Masih ingin kumendekapmu


Masih ingin kumenciummu


Tak pernah kusadari


Waktu cepat berlalu


Kini engkau menjadi besar

__ADS_1


Kini engkaulah harapanku


(hiks hiks hikss, terlihat salsa menitihkan air mata, suaranya jadi sedikit bergetar...)


Tumbuh-tumbuhlah anakku


Raihlah cita-citamu


Jangan pernah engkau ragu, Sayang


Doaku selalu bersamamu


membuat aman dihidupmu


Selamanya......


"hiks hiks hikss"


salsa menangis memeluk keenan yang masih memainkan pianonya..


di bangku hadirin, semuanya ikut menitihkan air matanya.. Vano juga terlihat menarik nafasnya kasar.. mengingat kembali kesalahan ada istri dan anaknya, air mata itu pun terjatuh di pipi mulus Vano, dengan cepat Vano menghapusnya kasar...


Sandi mengetahui itu tentu sangat faham apa hang tengah di rasakan oleh Vano kala itu....


Salsa dan keenan menyelesaikan tugasnya di atas pangung, lalu mereka turun bersamaan, kompak seluruh hadirin berdiri memeberi tepuk tangan pada Salsa dan Keenan....


"dont cry mihh, i love you" kata keenan di belakang pangung


"thankyou sayang, mami juga sangat menyayangimuu" kata Salsa memeluk putranya itu...


merekapun menghampiri Vano, sementara acara terus berlangsung


"Boy!!! kerennnn, Daddy bangga!!" kata Vano sambil memeluk anaknya...


"thank you daddy"


"luar biasa sayang... aku semakin jatuh cinta sama kamu" kata Vano mengecup kening isterinya yang sudah duduk di sampingnya...


Mereka pun, mengikuti acara sampai selesai..


Selepas acara mereka memutuskan untuk makan siang bersama keluarga Sandi..


dengan mengendarai mobil masing masing ,mereka menuju sebuah restoran Jepang...


"Nad udah tespek?" tanya salsa saat para suami dan anak mereka sedang cuci tangan


"udah, negatif saa.. ternyata cuma telat aja,, besoknya gue haid saa soalnya" kata Nadya sedikit kecewa


"oo makanya jangan setres Nad, bikin terus jangan menyerah" ledek salsa


"yee gausah di suruh, laki gue paling getap" kata Nadya justru mengundang tawa Salsa


"girang banget syang, kaya abis dapet hadiah" ledek Vano


"hahaha apa sii mass" kata Salsa salah tingkah...


*kamu masih bisa tertawa sayang, tapi hatiku menangis.. aku ga sanggup kalo kamu tau apa yang pernah aku lakukan, aku ga mungkin sanggup melihat air mata sedih mu... maafkan aku sayang, maafkan....


kata Vano dalam hatinya, melihat senyum, tawa serta kebahagiaan istrinha justru membuat luka yang begitu dalam dan semakin dalm di hati Vano...


"mass ayo makan, malah bengong" tegur salsa membuyarkan lamunan Vano...


Usai makan merekapun bergegas untuk pulang ke kediaman mereka masing masing...


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2