Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 201


__ADS_3

Empat Bulan Berlalu...


Kediaman Devano Wijaya...


"mas akhir-akhir ini kamu sangat sibuk, kasian anak-anak mas setiap hari rindu makan malam bareng kamu" kata Salsa berbicara lembut kepada suaminya di atas ranjang


"maafkan aku sayang, tapi semua serba menuntut aku harus kesana kesini, Bahkan Raffi pun ikut lembur" kata Vanondengan Rasa sedikit bersalah


"teganya, Bahkan Raffi harus kuliah mas sepulang kerja, apa kamu tidak memberinya kelongaran Waktu?"


"sudah sayang, hanya seminggu dua kali dia kuliah di waktu weekday, satu hari di Weeknd" Kata Vano menjelaskan


"terus sampai kapan Mas kamu sibuk??? aku juga rindu waktu luang mu" lata Salsa yang memang sudah sangat merindukan Waktu kebersamaan keluarganya


"sampai Proyek ini selesai maka aku akan lebih banyak waktu dengan Kalian" Kata Vano dengan percaya diri


"Proyek yang mana? bukanya hampir semua Proyek di Kota ini tengah kamu kuasai ?" kata Salsa dengan nada Cemburu nya


"Sabar yaa Sayang, aku usahakan tak sampai sebulan lagi, setelah itu kita akan liburan satu bulan ke Belanda" kata Vano dengan Yakin nya...


"sure? satu bulan?" kata Salsa meyakinkan


"yesss, aku akan cuti satu bulan" kata Vano


"gak perlu, gimana kalo kita Satu Minggu di Belanda , lalu ke Jerman, lalu ke Rusia" kat salsa telah membayangkan Negara di Eropa itu


"dengan Senang Hati Nyonya Wijaya" kata Vano dengan Bangga nya lalu memeluk istrinya dalam pelukkan yang Sangat erat itu..


Karena Hari sudah larut, merekapun tertidur dengan nyenyak....


*****


Tak terasa, Satu Bulan pun berlalu dengan Cepat....


Vano benar-benar menepati Janjinya untuk memboyong keluarga kecilnya liburan keliling Eropa....


"uhh anty pasti rindu kalian... kalian jangn lupa yaa beliin aunty oleh-oleh" Kata Khania pada Keenan juga Kiinan yang tengah menunggu waktu keberangkatan pesawat..


atas permintaan Salsa mereka pergi mengunakan penerbangan Komersil meski menggunakan Frist calass...


Mereka pergi tidak membawa para pengasuh, Vano dan salsa memberi mereka bonus untuk liburan selama mereka pergi dengan catatan Rumah mereka tidak boleh kosong, jadi mereka harus panadai mengatur giliran Liburan selama satu bulan itu...


"kamu baik-baik yaa dek, meningat kak Tahania juga ada di singapur" Kata Salsa khawatir pada adik nya itu


"Tenng kak aku akan Baik-baik saja, jaga kesehatan ya kak disana lagi musim dingin lih" kata khania pada kakak Iparnya itu


"tentu... dimana Abangmu ya" Kata Salsa menunggu kedatangan Suaminya yang masih harus meeting terlebih dahulu


"Tadi Raffi bilang mereka sudah OTW si kak, mungkin sebentar lagi"

__ADS_1


"Daddyyyyy" teriak Keenan


"panjang umurr sekali dia" kata Khania menatap kedatangan Vano dan Raffi


"keeenn" kata Vano memeluk Anaknya itu


"Mas kamu ganti pakaian?" kata Salsa melihat pakaian Vano sudah berganti ke pakaian casual


"iya tadi meeting di mall sekalian aja beli baju dn ganti Baju" kata Vano singkat


"ini pakaian kotor, cuciin yaa adik manis" kata Vano memeberikan paper bag kepada Khania


"cih, paperbagnya membanggakan tapi isinya tak menyenangkan" kata Khania pada Vano


"jngan berprasangka buruk, kau ku belikan sepasang sepatu keluaran terbaru" kata Vano pada Khania


"benarkah?? mana???" tagih kahnia dengan antusias


"ada di mobil sayang" sahut Raffi kepada Khania


"ukkhh telimakacih abang ganteng,, jangan lupa oleh oleh yaa" ledek Khania pada Vano


Salsa tekekeh melihat Aksi manja Khania yang tidak berubah usai menikah, namun ia cukup semakin dewasa setiap mengurus suaminya, bahkn tangung jawabnya juga semakin besar ketika ia tetap meilih untuk tetap bekerja..


Selepas Vano dan keluarga kecilnya pergi, tinggalah Khania dan Raffi menuju mobil mereka masing-masing karena mereka membawa mobil dari titik yang berbeda..


"Pulang sayang, pekerjaanku hari ini sudah selesai...


"Syukurlah,, aku akan masak untuk makan malam" kata Khania dengan gembiranya


mereka berjalan menuju aera parking,,


Dari sisi berlawanan seseorang menegur Raffi yang membuat Langkah Raffi dsn Khania terhenti..


"Raffi.....


"hemm maaf" kata Raffi menahan kelanjutan bicaranya, sambil mengerutkan dahinya seolah berfikir


"Rani, aku Rani teman sekelasmu" kata Wanita Itu dengan gembiranya


"oh yaa? Sorry aku lupa..." kata Raffi jujur karena ia tidak sempat banyak bicara apalagi ngobrol selama 3 bulan mengikuti kuliah s2 nya...


Khania menatap wanita itu aneh, bahkan Khania melihat matanya penuh harap pada Raffi yang justru Raffi sedikit acuh pada wanita itu...


"tak masalah, lusa kita ujian apa kamu sudah belajar?" kata Wanita itu dengan Sok Akrabnya


"ekhemmm" khania berusaha menghentikan obrolan murahan itu


"eh iya, ini Khania Isteriku" kata Raffi memerkenalkan Khania, Khania hanya tersenyum tanpa menjulurkan tangannya

__ADS_1


"oh isteri, aku kira adik kamu Raff" kata Rani dengan polosnya


"terimakasih tante, tandanya muka ku baby face yaa padahal aku hanya beda satu tahun dengan Raffi " kata Khania dengan pedenya


mendengar Khania memanggilnya Tante membuat Rani kesal..


"hemm, kalo begitu panggil aku Rani tak perlu Tante, karena aku dan Raffi se umuran" kata Rani menjelaskan dengan nada sedikit kesal


"oh ya? maaf maaf aku pikir kamu jauh di atas kami, bahkan dengan Kakakku terlihat masih mudaan kakak aku loh makanya aku panggil tantee... eh maaf" kata Khania dengan lantangnya


Raffi hanya terkekeh mendengan celotehan Khania kala itu, Raffi tak berkata apapun kala itu...


Rani terlihat sangatlah kesal dengan ucapan Khania itu, di tambah ekspresi Raffi sangat bahagia kala itu...


"aku permisi Raff, aku sudah di tunggu temanku:" kata Rani sambil terus berjalan lurus dengan tatapan kesal ke Khania


"huh aneh..." pekik Khnia..


Raffi pun tertawa melihat Reaksi Isterinya menangapi Rani


"kenapa tertawa ha?" Kata Khania kesal


"aku suka gaya mu sayang, kereeeennnn!! aku bahagia juga si kamu cemburu sama aku" kata Raffi membuat Khania menjadi malu di buatnya


"aku ga cemburu, bukan standarku buat menjadikannya alasan cemburu" kata Khania berjalan lebih dulu meninggalkn Raffi


Raffi mengejarnya dengan sedikit berlari...


"Syukurlah kalo ga cemburu, karena aku juga eneg liat sikap perempuan macem tadi" kata Raffi Jujur


"halal lelaki kalo bicara manis banget kaya gula Biang!" kata Khania kesal


"apa tuh gula biang sayang?" Tanya Raffi yang tak paham


"gula biang itu manis tapi kalo kebnyakan pait, sama kaya omongan lelaki yang mengandur unusur gombalan" kata Khania dengan ketus


"udah ah sayang, aku juga ga kenal perempuan tadi, sialnya dia sekelas samaku, tapi aku gak pernah sedikitpun berbincang padanya"bkata Raffi menjelaskan jujur


Khania melihat kejujuran ada suaminya itu..


"bagus, kalo aku tau yang lebih kau akan menyesal...." ancam Khania pada Raffi dan tak main-main kalo sudah Khania berkata


"ayo pulang, aku akan segera masak: " kata Khania yang telah berjalan bersama Raffi mencari mobil mereka....


Raffi pun mengangguk menangapi ucapan Khania padanya...


mereka menuju rumah mereka yang cukup nyaman, asri serta penuh kehangatan itu...


Sesamapainya di rumah Khania bergegas memasakan beberpa menu untuk suami tercinta nyaah......

__ADS_1


__ADS_2