Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 121


__ADS_3

Pukul 18.00


Mereka sudah siap untuk merencanakan sesuatu di sebuah kamar hotel...


Sebelumnya, dengan sangat terpaksa Vano harus menghubungi Lea untuk datang ke Hotel tersebut...


terdengar Lea sangat antusias dengan ajakan Vano itu...


Dengan kekuatan sebuah kekuasaan, kini wartawan pun mulai berpergian.. terutama di rumah utama Pak Banu...


Sementara di rumah pak Latif masih ada beberapa wartawan yang masih menunggu...


Di tempat lain..


"saya merasa memiliki beban moril kalo saya tidak menyampaikan ini..." kata seorang wanita berhijab berparas cantik


"lakukan lah sesuai kemampuan kita untuk membantu, saya dan suami saya akan membantu" kata seorang wanita berambut cokelat itu


"tapi bagaimana Caranya??" kata wanita berhijab itu...


"ikut saya, saya tau caranya" kata seorang lakilaki...


Mereka bertiga pun pergi dalam satu mobil...


dalam waktu 30 menit mereka sampai di tempat yang mereka tuju...


"selamat malam pak, ada yang bisa saya bantu" sapa seorang satpam rumah mewah itu...


Pria itu memberi tau maksud dan tujuannya datang, namun sayang hanya ada Khania di rumah itu.. namun mereka akan tetap berbicara pada Khania..


Yaa rumah mewah itu milik pak Banu...


mereka pun di persilakan masuk dan duduk di ruang tamu... Salah satu asisten rumah tanggapun memanggil Khania yang berada di kamarnya.. dengan rasa penasaran Khania pun keluar menemui tamu tersebut...


"maaf ada yang bisa saya bantu" kata Khania dengan kaos dan celana pendeknya


"malam nona,, perkenalkan saya Zafran, ini Citra istri saya, dan ini rekan saya Hanum.. kami bekerja sebagai dokter di Rs. Wijayas" kata seorang pria itu yang ternyata adalah


Zafran dengan Citra istrinya juga dengan Hanum dokter Cantik berhijab..


"oh iya.. hemm pasti mau ketemu kakak saya ya Thania?Nama kita memang suka ketuker, tapi dia ga tinggal disini" kata Khania yang menyangka orang tersebut salah menyebut Nama....


"sebenarnya kami kesini mau bertemu siapapun keluarga Dokter Salsa..." kata Citra


"hah? maksudnya apa ya? apa ada hubungannya sama masalah kakak saya ini??" kata Khania...


"non, maaf ini minumnya..." kata seorang ART yang tiba tiba datang membawa minuman dan cemilan


"silakan pak dokter ibu dokter diminum" kata Khania sopan..


"terimakasih" sahut mereka bersamaan

__ADS_1


"hemm jadi maksud kami kesini memang benar kalo ada hubungannya dengan masalah dokter salsa..." kata dokter hanum melanjutkan inti kedatangan nya


"bisa jelaskan ke saya" kata Khania


"wanita yang mengaku hamil itu satu bulan lalu melakukaan suntik pencegah kehamilan ke saya selaku dokter kandungan, saya sudah mengecek dari awal sesuai prosedur bahwa wanita itu tidak hamil... makanya saya bisa suntik penunda kehamilan....." Kata dokter hanum memberi kopian riwayat Pasien


DENGGG!!!


"terus kenapa si uler keket itu bisa hamil?" kata Khania yang sebenarnya masih sangat polos itu,


para dokter itu sempet terkekeh mendengar julukan uler keket itu


"yaa saya yakin dia tidak mungkin hamil nona, saya yakin dia berbohong" kata Citra dengan semangatnya


"ini bukti buktinya.. kalo dia bilang sekarang dia hamil satu bulan, maka itu tidak masuk akal, sedangkan dia baru menyuntikan dirinya enam minggu yang lalu.. lihat ini tanggalnya" kata dokter hanum memperlihatkan beberapa bukti


"hmm tapi apa dokter yakin wanita itu sama? maksud nya si uler keket itu bukan uler yang lain " kata Khania


"yakin.. karena wanita ini sempat memarahi suster di Rs, jadi saya sangat hapal wajahnyaa, dia juga menggunakan nama aslinya sesuai identitas sementara saat dia di indonesia, Leora Alexander..."


kata dokter Hanum


"kita juga udah serch di internet tentang nama itu, dan wanita itu seorang model terkenal di luar negri.... di sapa Lea" kata citra


"saya sangat khawatir sama keadaan dokter Salsa karena keadan kandungannya tidak sekuat kehamilan pertamanya" kata dokter Hanum..


"hah kak Salsa hamil? kok aku gak tau yaa?" kata khania syok..


"baik.. saya boleh pegang bukti ke busukan si uler keket ini? malam ini akan saya beritaukan hal ini kepada papa saya..." kata Khania


"dengan senang hati... sampaikan maaf kami pada bapak Ketua , kami tidak bisa menemui beliau langsung karena kami juga hanya tau Alamat rumah ini.." kata Zafran..


"iya tak masalah, nanti saya sampaikan"


Setelah selesai menyampaikan maksud dan tujuan para dokter itu pun bergegas pamit pulang... begitu juga dengan Khania, ia menghubungi Thania untuk segera ke rumah pak latif namun ternyata Thania sudah berada dibrumah pak latif sejak sore...... Khania bergegas mengendarai mobilnya menuju rumah pak latif....


Setibanya disana hanya terlihat beberapa wartawan saja.. dengan cuek Khania masuk ke rumah mewah itu...


"tega sekali kalian ninggalin aku di rumah sendirian" kata khania protes melihatbseluruh kekuarganya kumpul..


"sstttt diemmm!! liat Salsa baru tertidur" kata bu Widya yang sedang memangku kepala menantunya itu...


"yaa Allah kasian banget kakak, dia lagi hamil mahhh pasti kalian belum tau kan??" kata khania


"udah!!!!" kata pak Banu, Byan, Thania


"dihh serem banget cuma aku doang yang gak tau, tegaaaa!!!!" kata Khania berdecak kesal


"khania!! kamu ini dateng heboh, dateng ga ngucap salam pula!! ampun deh mama pusing,, kamu ini anak gadis kalo sikap kamu kaya ginu mana ada cowok yang mau" kata Ibu Widya frustasi dengan gaya cuek centil putri bontotnya itu...


"sorry mah, hilaffff... oh iya ini aku bawa ini" kata Khania yang kemudian menjelaskan ia baru saja bertemu dengan tiga dokter dari Rs milik kakaknya itu....

__ADS_1


dengan antusias semua mendengarkan penjelasan Khania... tanpa di sadari Salsa mendengar semua itu...


"maaahhh" rintih Salsa dalam pangkuan Ibu mertuanya


"iya sayang, maaf kamu keganggu yaa" kata bu Widya


"mah aku udah denger semua.. hiks hiks hiks" sambil membangunkan tubuhnya.....


"sayang tenang yaa" kata bu widya yang tak henti memeluk menantu nya itu...


"sekarang Vanonya mana mah, kenapa ga dateng dari tadi" kata salsa Lirih


"Vano di hotel saa, dia sedang sama Lea" kata pak Banu


"apah???????? Hiks hiks hiks"


Kata Salsa Terkejut, pikirannya mulai melenceng jauh mendengar kata Hotel dan besama Lea...


"PAPA!!!!!!!!!!" Teriak Thania dan Khania yang memicingkan matanya ke pak Banu


"ehh sayang maksud papa, Vano lagi jebak Lea di Hotel biar dia bongkar semuanya" kata Pak Banu terkekeh


"kamu tenang yaa, doain Vano aja" kata Thania.


"uuuuweekkkkk , uuuuuwwweekkk" salsa pun bangkit dan berjalan cepat menuju kamar mandi..


dengan cekatan bu widya menghampiri menantunya, memijat pelan tengkuk menantunya...


sekiranya Salsa sudah melepas rasa mualnya, Ibu widyaa memapah menantunya untuk kembali duduk di sofa ruang keluarga itu...


"maaf ya semua, aku gatahan tadi" kata salsa merasa tidak enak karena merasa sangat mual di depan keluarga suaminya


"yaa gapapa, namanya orang hamil muda" kata pak Banu


"kamu mau makan sesuatu sa? kata Thania


"enggak kak, rasanya hamil sekarang lebih parah saat hamil Keenan dulu, gak ada rasa nafsu makan, apalagi mualnya setiap waktu"


Thania pun terkekeh


"makanya aku madih pikir pikir lagi kalo mau hamil saa"


kata Thania


"ehennmnnm" mendengar itu Byan hanya maampu berdehen ria, pasalnya memang Thania masih berfikir seribu kali untuk hamil lagi.


*


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2