Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 163


__ADS_3

Masih suasana Malam minggu...


"kamu seneng ga?" tanya Khania pada Raffi


"ya seneng dong, tandanya aku udah selangkah lebih maju buat dapetin kamu" kata Raffi


"bukannya aku udah kamu dapetin dari lima bulan lalu" kata Khania terkekeh


"iyaaa sih, ternyata lumayan panjang juga ya penantian restu kita"kata Raffi


Khania hanya mengangguk


"kamu mau kapan aku lamar?" kata Raffi mengejutkan khania, sontak membuat Khania kehabisan kata2 untuk berbicara


"kenapa? masih mikir yaa sama perbedaan kita?" kata Raffi


" ih apaan sii, enggaklah! aku ga suka deh kalo kamu bicara soal itu" kata Khania cemberut


"iya maaf, maaf abis kamu malah bengong, aku kan nanya serius syang, kapan kamu mau aku lamar" kata Raffi


"apa kalo kamu melamar artinya kita akan segera menikah?" Tanya Khania serius


"aku ikut mau mu saja" kata Raffi


"aku masih mau kerja raff, yaa mungkin setahun raff, bagamana menurut mu? " kata Khania


"aku ikut mau mu saja... senyamannya kamu, aku gamau hubungan ini malah jadi beban kamu" kata Raffi


"hemn kalo kita udah nikah apa aku boleh bekerja?" kata Khania


"boleh, kalo kamu bisa atur waktu sebagi istri dan kelak akan menjadi ibu" kata Raffi tersenyum...


"makasih ya Raff, aku bener-bener bahagia banget malam ini" kata Khania


"aku juga bahagia sayang, nanti kapan-kapan kalo kita sama-sama luang, aku mau ajak kamu ketemu orang tua aku" kata Raffi menatap Khania


"apa mereka galak?" tanya khania


"tidak ada yang lebih galak dari abangmu itu" kata Raffi yang mengundang gelak tawa Khania...


"kamu ini.... aku mau kok kamu ajak ketemu orang tua kamu, pasti akan memacu detak jantungku lebih cepat" kata Khania Polos


"baiklah, semoga kita dapaatkan waktu yang tepat..." kata Raffi pada Khania


Merekapun menghabiskan waktu malam minggu dengan penuh rasa bahagia sekaligus rasa syukur...


Sesuai perintah orang tua Khania Raffi mengantar khania pulang pukul 10 malam, satu jam lebih awal rasanya waktu yang pas untuk memulangkan anak gadis seseorang...


********


Hari telah Berganti...


Khania masih tertidur meski matahari telah menjulang tinggi..


ini merupakan kebiasan Buruk khania, selalu sulit bangun pagi saat hari Libur...


Dirumah Vano..


"aku tadi joging bareng papa loh syaang" kata Vano yang baru saja keluar dari kamar mandi


"oh yaa, pasti kalian berbincang?!"

__ADS_1


"iyaa ngomongin Khania" kata Vano


"kenapa Khania?"


"khania sama rafii udah berkomitmen kata papa" kata Vano


yey akhirnya go publik juga mereka, maaf mas, pah aku udah tau sejak awal hihii


"Allhamdulillah, aku seneng!"


kata Salsa sambil menyisir rambutnya


"hemmm"


"kenapa mas, kamu ga seneng ya?" tanya Salsa


"seneng lah, masa adik aku bahagia aku ga bahagia...


"uhh kakak yang baik" ledek Salsa..


"jangan meledek, kalo meledek aku bisa berubah pikiran loh" kata Vano


"oh yaa??? yakin kamu bisa berubah pikiran mas?" kata Salsa penuh arti


"ehh engga sayang, aku bercanda aja..... kita makan aja yu" kata Vano yang ekmudian mengalihkan pembicaraan


"mas duluan aja turunya, aku tengok doubel K dulu di kamarnya" kata Salsa yang kemudian Vano balas dengan anggukkan


Merkapu makan bersama... usai makan mereka bekumpul di Ruang keluarga...


"mami daddy aku mau main kerumah Rey" celetuk Keenan


"enggak mih kan anty Nadya lagi sakit" kata Keenan


Salsa dan Vano saling memandang...


"apa Sandi ga berbicara sesuatu sama kamu?" kata Salsa


"nggak, kemarin telfonan juga ga bilang apa-apa" kata Vano


"yaudah kita kesana aja" kata Salsa


Vano pun mengangguk..


Mereka akhirnya pergi kerumah Sandi, karena dekat mereka memutuskan untuk berjalan kaki, salsa berfikir itu akan membangun tali silahturahmi pada tetangga...


Sampai di Rumah Sandi, mereka di persilakan masuk oleh Sandi... Rey begitu histeris mendapati Keenan yang datang kerumahnya, Rey pun mengajak Keenan main ke Kamar Bermainnya...


"Kata Keenan, Nadya sakit San? Mana nadya nya?" kata Salsa yang matanya melirik kanan dan kiri...


"gak sakit Saa, dia ada di kamar ga mau ketemu gue" kata Sandi


"hah?? kalian bertengkar?" kata Salsa


Sandi pun menggelngkan kepalanya


"terus?" kata Vano


"Nadya Hamil" kata Sandi senang


"aaa serius?? wahh selamat yaa, aku seneng dengernya" kata Salsa

__ADS_1


"akhirnya Jadi juga yaa setelah nyoba tiap hari" ledek Vano


"haha iya makasih makasih"


"terus kenapa Nadya gamau ketenu kamu?" tanya Salsa


"gatau saa, Tiap dia liat Gue dia mual, tiap Dia deket gue dia Mual, jadi udah dua malem gue tidur sama Rey, komunikasian Via telfon atau Chat... ah sedih banget gue" kata Sandi dnegan nada Frustasinya


Vano pun tertawa terpingkal-pingkal...


"untung bini gue ga ngidam kaya gitu, duh ga bisa bayangin deh gue" kata Vano sambil terkekeh...


"ah lo mah malah memperkeruh perasaan gue"kata Sandi kesal


"sabar san paling sampe 3 bulan" kata salsa tersenyum


"kesiksa lahir batin gue" kata Sandi


"haha udah ke dokter kalian?" tanya Salsa


"belum... gue baru tau juga semalam dia hamil, soalnya seminggu ini dia aneh, sering pusing, ngantuk, lemes, minta manggah muda, minta jus terong belanda, belum lagi dia kesel sama bau parfum gue, dan banyak lagi... akhirnya karena semalem gue di usir dari kamar lagi untuk kedua kalinya, gue suruh dia tespek dulu, eh bener positif" kata Sandi


"duhh gabsa bayangin dah gue San klo harus pisah ranjang ama bini hahaha" ledek Vano


"sial....!!!"


"eh sayang inget!!! waktu aku hamil muda kinan kan kita juga pisah ranjang, bahkan pisah rumah, dengan kasus yang behhh MENYAKITKAN!!!!" Kata Salsa pada Vano dengan sedikit nada bercandanya


"hahaha bener tuh saa, dia stres, frustasi banget tuh waktu itu" ledek Sandi


"diem lu San"kata Vano eksal


"udah sayang jangan di bahas" kata Vano pada Salsa..


"lo liat Nadya gih saa, tadi dia minta buatin omlet berbentuk love sama gue dan harus gue yang masak, akhirnya gue beli aja loyang love, gue masak di oven tuh omlet" kata Sandi kesal


"okeoke aku liat, ternyata perjuangan kamu luar biasa San... TOP!" kata Salsa smabil berdiri menggendong Kinan


Salsa melangkahkan Kakinya menuju kamar Nadya.. ia melihat Nadya sedang asik meilhat tutorial makeup di ponselnya...


"pagi bumill" sapa Salsa


"Saaaaaaa, kamu kesini?? ah seneng!" kata Nadya


"iya Keenan bilang kamu sakit, eh ternyata hamidun"ledek Salsa


"iya Saa aku kira aku telat biasa tau nya Positif heheh...... periksa aku dong saa"


pinta nadya


"yaa gak disini, besok ke Rs aja minta anter Sandi..." kata Salsa


"males saa, dia bau, mukanya ngeselin pula"kata Nadya


"hahah itu hanya bawan hamil, Sandi mana pernah bau si" ledek Salsa


"iya sih, tapi besok Sandi harus jaga jarak ama aku saa, minimal satu meter" kata Nadya


Salsapun tertawa mendengar perjataan Nadya...


merekapun akhirnya melanjutkan banyak perbincangan hingga siang hari....

__ADS_1


__ADS_2