Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 210


__ADS_3

Sorot Matahari mampu menembus selah-selah hordeng kamar hotel yang mampu membuat mata sepasang suami isteri itu tidak nyaman...


Usai melakukan ibadah subuh tadi, Salsa dan Vano kembali melanjutkan adegan panas layaknya suami isteri.. karena kelelahan Vano dan Salsa pun tertidur dengan lelapnya tanpa berbalut busana...


Mata hari menyorot pun bisa mereka hempas dengan menaikan selimut sampai ke pipi mereka...


namun dering ponsel Vano mampu mengalahkan Rasa kantuk Vano hingga matanya sedikit terbuka lalu tangannya bergerak mencari titik letak ponsel itu...


Vano terkejut melihat panggilan suara itu dari Sandi, seketika ia mengingat akan rencanaya pagi ini... namun ia kembali membulatkan matanua saat Jam menunjukan pukul 10 pagi..


Vano bernajak dari atas Ranjang secara perlahan, lalu meraih boxernya kemudian memakainya, lalu Vano berlari kecil ke arah kamar mandi dan membiarkan Salsa dalan tidurnya...


dalam sambungan telfon..


📞📞📞📞


"gue baru bangun, sorry" kata Vano dalam sambungan Telfonya dengan Sandi


"lo gilakk!! lo bilang jan 10 tapi ini jam 10.15 lo malah baru bangun, abis berapa ronde lo semalem" kata Sandi kesal pada Vano


"entahlah, kayaknya tujuh" kata Vano dengan serius memikirkan kejadian semalam hingga tadi pagi


"Gilaaa loo!!! minun obat kuat ya lo??" kata Sandi sedikit bergik ngeri


"enak aja lo!! lo kali tuh... yaudah undur semuanya di jam makan siang yaa.. gue bangunin bini gue dulu" kata Vano


"hemm mau gamau lah gue undur, kabarin gue kalo lo udah siap berangkat" kata Sandi yang sudah sangat kesal dengan Vano yang bisa-bisanya melupakan janjinya pagi ini..


"bawel lo, udah ya gue tutup." kata Vano kemudian meng akhiri panggilan telfonya,


Vano yangbusai memcuci mukanya usai melakukan panggilan nya dengan sandi bergegas keluar kamar mandi.. Vano sedikit terkejut mendapati Salsa yang sudah duduk di atas kasur sambil menyender ke Dipan kasur sambil menutup seluruh tubuhnya dengan selimut putih


"sudah bangun sayang," Kata Vano menghampiri Salsa


"sudsh, kamu habis telfonan sama siapa mas?" kata Salsa yang samar-samar mendengar percakapan suaminya


"sandi, aku gak ada kabar makanya dia sibuk nelfonin aku... aku juga kebelet pipis jadi sambil telfonan deh" kata Vano dengan jujur


"ohh, kita pulang yu mas, aku kangen anak-anak" kata Salsa memelas


"iyaaa, kamu mandi yaa aku sambil pesen makanan" kata Vano


Salsa pun mengangguk seolah mengerti..

__ADS_1


"oh iya sayang, aku gak ada pakaian ganti" kata Salsa teringat ia tak menbawa baju salin


"lihatlah lemari itu sayang, aku sudah memersiapkannya" kata Vano sambil mengengam telfon kamar hotel itu


Salsa penasaran pun langsung membuka lemari itu dan melihat sebuah paperbag, tanpa banyak bicara Salsa menuju kamar mandi, kebetulan pula Vano sedang memesan makanan...


Tiga Puluh menit salsa keluar dari kmar mandi...


Dress simple yang cantik... Dalam hati Salsa sambil melengang keluar kamar mandi...


"Cantiknyaaa" puni Vano memandang Salsa menggunakan Drees selutut berwana soft pink


Cups!


"Dressnya yang cantik, makasih yaa aku suka" kata Salsa sambil mencium pipi suaminya


"menggodaku yaa?" kata Vano mendekati Wajah isterinya


"cukup mas! segeralah mandi atau aku akan tinggal kamu disini" kata Salsa berjalan menuju sebuah sofa guna mengambil tasnya yang terdapat lipstik dan juga bedak padat, Salsa membawanya karena ia kemarin berencana bertemu rekan bisnis Vano, salsa membawanya agar bisa touchup saat diperlukan...dan ternyata benar-benar berguna saat ini...


"baiklah aku mandi, sarapan akan datang sebentar lagi, kamu boleh makan duluan" kata Vano sambil berjalan menuju kamar mandinya..


*********


Dalam perjalanan...


"kenapa kamu jadi pelupa gini sayang...?" kata Vabo menatap Salsa namun salsa hanya mengerutkan dahinya


"kan aku sudah bilang mau ngajak kamu ke suatu tempat, apa kamu lupa hemm??" tanya Vano dengan wajah seriusnya


Salsa menepuk jidatnya


"aku lupa, terus kemana kamu mau bawa aku mas??" tanya Salsa penasaran


"ada dehh" kata Vano terkekeh


Satu cubitan melayang di pingang Kiri Vano


"kenapa main rahasian hemm?!"


"Awwwwww sakit sayang, yaampun" kata Vano sambil menahan sakit cubitan Salsa


"lagian kamu mas pake rahasian segala deh" kata Salsa kesal sambil melipat kedua tangannya ke bagian dadanya

__ADS_1


"kan biar romantis sayang" kata Vano terkekeh


"mau kemana si? pulang? anak-anak udah dirunah ya?!" kata Salsa karena arahnya menuju rumah mereka


Vano hanya terkekeh lalu memasang Lampu sen ke kiri, salsa yang mengetahuinya pun semakin penasaran di buatnya...


Vano menepikan mobilnya, lalu mengambil sebuah Syal berwarna biru donker


"apa itu mas?" tanya Salsa sambil mengerutkan dahinya


"mata kamu tutuo dulu yaa, please biar romantis kaya Filem korea" kata Vano terkekeh geli menyebutkan film korea dari mulut nya


"hemm apa kamu bilang? jadi kamu sudsh menykuai film korean genre romantis mas?" tanya Salsa penasaran


"ssttt diam, sekarang aku tutup dulu mata nya, gak sampe sepuluh menit kok" kata Vano meyakinkan Salsa agar tetap nyaman


"baiklah" kata Salsa pasrah..


Dengan lembut Vano menutup mata Salsa dengan syal yang sudah ia siapkan, setelah ia merasa cukup untuk mengahalangi pandangan Salsa Vano kembali melajukan mobilnya menuju tempat yang ia siapkan untuk Salsa...


"lama banget mas" kata Salsa menggerutu kesal


"maaf sayang kejebak lampu merah, kita akan lebih lama 60 detik" kata Vano sambil meledek isterinya


"60 detik bagai 6 tahun kalo mata aku tertutup gini, jantung aku juga jadi berdebar cepat gini masa" kata Salsa jujur kepada Vano


"sabar-sabar, nanti jantung kamu akan berdebar 6 kali lebih cepat dari ini sayang" kata Vano kembali terkekeh


"haduhhh lamaaaaaaaa" kata Salsa malah menggerutu...


Vano hanya tertawa kecil melihat sikap tidak sabaran isterinya yang sudsh haus penasaran akan rencana suaminya kali ini...


setelah 5 menit kemudian, Vano membelokan stirnya, telat persis di depan sebuah bangunan yang terlihat baru namun sebenarnya bangunan dasar itu sudah cukup lama berdiri kokoh...


"sudsh samapai, siap-siap ya" kata Vano memberi peringatan kepada Salsa


dengan ucapan Vano itu membuat debar jantung Salsa semakin bergetar


Vano keluar mobilnya untuk membukakan dan memapah Isterinya menemui kejutan yang ia siapkan kala itu...


********


hay apa akabar kalian semua...

__ADS_1


kita hampir sampai ke ending yaa.. maaf jika aku lama tak menyapa kalian, maaf jika banyak sekali Typo mengiringi karya ini... maaf jika banyak yang tak berkenan dengan alur yang aku buat... semoga kalian selalu dalam kesehatan dan lindungan Tuhan....


ILOVE YOU! ❤❤❤❤


__ADS_2