Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 62


__ADS_3

Salsa semakin senang dengan hasil dari kinerjanya.. pak latif yang mendengar kabar itupun jadi semakin bangga pada anaknya..


hari ini salsa bekerja menyelesaikan pekerjaanya, dengan niat agar besok bisa libur lagi dan membantu Vano di kantornya..


Salsa bekerja sampai lupa Waktu, bahkan Dimas sudah pulang sejam lalu..


vano mencoba menghubungi Salsa sejak pukul 7 malam, namun tak ada jawaban dari Salsa bahkan sampai nomernya gak aktiv..


Tak terasa sudah pukul 9 malam.. Salsa bergegas untuk pulang, kantor begitu sepi, tak ada karyawan kecuali security, rasa lelah salsa terbayar oleh pekerjaanya yang selesai semua pada hari ini..


*sudah jam 9 malam, pasti Vano sudah dirumah meskipun dia bilang pulang telat..


Salsa melajukan mobilnya dengan kecepatan cukup kencang, Salsa sempat mampir ke minimarket untuk membeli pembalut dan tisu mobil...


Sampai dirumah, semua lampu mati, hanya lampu kecil di setiap sudut tembok yang menyalah...


salsa segera masuk kamar, namun tak mendapati Vano... Salsa berfikir vano berada di ruang kerjanya, Salsa memilih untuk mandi terlebih dahulu...


setelah keluar kamar mandi, salsa kaget melihat Vano berdiri di depan pintu kamar mandi sambil melipat tangannya di dada


"kamu bikin kaget aja sayang" ucap salsa


"kamu inget ga kalo sudah punya suami? hah?!" tanya vano dengan anda yang mulai ga asyik


"ya ingetlah, kok kamu nanya begitu?"


"lihat ga sekarang jam beraapa?" tanya Vano


salsa hanya menunduk...


" lihat gaaa??!!! apa pantas seorang istri pulang malam bertemu laki laki???" ucap Vano yang membuat Salsa merasa kaget akan ucaoannya...


"apa pantas???!!!!" vano kembali menaikkan suaranya


"jangan kamu pikir aku yang mencintaimu terus kamu bisa berbuat se enakmu sa!! "


"aku hanya bekerja, tadi itu aku me-----"


ucap salsa yang sudah gemetar karena Vano marah...


"Kerja apa? kerja apa? kerja jadi ja**ng???!!!" ucap vano kelepasan


sals mendengar itu bagai tersambar petir disiang bolong, mata salsa menatap Vano tajam dan berlari keluar kamar masih dengan jubah mandinya...


salsa masuk ke kamar tamu yang berada di lantai yang sama..


*shit bodohnyaaaaa!!!! kenapa mulut ini gak ke kontrol...


arrghhhhhhhhh


Ucap Vano menyesali perbuatannya namun hatinya geram mengingat kejadian tadi...


-Flashback On-

__ADS_1


vano mengendarai mobilnya karena telah menunggu, menghubungi salsa tak ada jabawan... hari sudah semakin malam.. Vano masih memiliki kekhawatiran pada salsa sejak kejadian penculikan salsa...


Vano bergegas mengendarai mobilnya menuju Kantor salsa, namun di lampu merah saat Vano terjebak lampu merah melihat mobil Salsa lewat, Vano pun memutar ara saat lampu sudah hijau...


Vano yang semula kehilangan jejak salsa melihat mobilnya terparkir di depan minimarekt...


salsa keluar bersama laki-laki yang kemudia memegang bahu slsa,


Vano melihatnya sangat geram,dan marah,,ia langsung pergi meninggalkan salsa untuk pulang..


-flashbacakoff-


Salsa merasa hatinya begitu sakit mendengar perkataan suaminya, salsa sungguh tak menyangka akan ucapan suaminya itu..


salsa menangis sejadi jadinya...


Bahkan ia sedikit menyesali kenapa dia harus membeli pembalut sehingga bertemu Angga...


-flasback on-


di minimarke


"salsa...??"


"angga..???"


"hay saaa apa kabar?? ya tuhan lama ga ketemu yaa terakhir kapan yaa?"


"sudah dua tahun lalu, saa..." ucap angga..


mereka sudah selesi membayar menuju parjiran, sebelumnya salsa menanyakan kabar orang tua Angga yang cukup ia kenal dengan baik


"kabar orang tuaku baik, tapi kita lagi di uji saa"


"apa?" tanya salsa penasaran


"mama kena struck makanya aku dan isteriku kembali ke sini, papa juga sakit sakitan" ucap angga


"astagfirullah, yang sabar ya angga, aku akan mengajak Vanya dan Nadya ke rumahmu" ucap salsa


"makasih saa, kamu memang selalu menjadi teman terbaik kita dari dulu" Angga meemngang bahu salsa cukup lama dengan kedua tanggannya dan tentunya menatap salsa ..


"kalian juga teman terbaikku..." ucap salsa


"pulang lah saa, udah malam pasti suamimu khawatir.."


"eh iyaa, yaudah aku duluan yaa, salam untuk isterimuu...daaah assalmualaikumm"


-flashbackoff-


Salsa tertidur dengan jubah mandi, dan rambut basah yang belum di keringkan kala itu...


*********

__ADS_1


Pagi hari tiba, vano telah selesai bersiap kemudian turun untuk sarapan, di tengoknya kamar yang salsa tiduri masih tertutup rapat...


"den, non salsa mana?" tanya bi inah


"mungkin masih tidur" ucap Vano...


selesai makan vano bergegas ke perusahaanya mengingat pekerjaanya sangat banyak kala itu sementara Sandi baru pulang Dua hari lagi...


Salsa sudah terbangun, tapi dia tetap berada di kamar memnginat kejaidan semalam membuatnya makin menangis...


kepala Salsa sudah sangat pusing, Salsa juga lemas karena tak makan selain sarapan kemarin...


pukul 10 Salsa keluar kamar karen sudah tak kuat lagi menahan pusing di kepalanya...


dari ujung tangga Salsa memangil bi inah...


"biiiii, biibii , bibiiiiii to------" badan Salsa jatuh, dari ketinggian itu Salsa terguling menuruni anak tangga...


bi inah kaget bukan main..


"nonnn, yaa Allahhh.. tolong tolonggggggg tolonggg" ucap bi inah...


dalam teriakannya bi inah menyadari bahwa majikannya hanya memakai jubah baju yang sexy.. bi inah berlarian ke pintu utama, menguncinya, kemudian mengambil baju salsa di ruang londry, bi inah sigap menggantikan baju Salsa meskipun dengan air mata bi Inah yang keluar, terasa badannya sangat panas kala itu, bi inah jg menyadari salsa sedang datang bulan, setelah selesai, bi inah kembali berlari ke pintu, meminta satpam memanggil taxi kemudian memintanya masuk...


betapa kagetnya melihat Salsa tergeletak.. namun tak banyak bicara karena takut dengan bi inah yang cukup tegas dan sudah menngis...


"kalian jaga rumah, jagan bilang tentang ke adaan non salsa biar saya aja karena saya saksi mata" ucap bi Inah langsung masuk ke taxi ...


bi Inah menuju rumah sakit milik keluarga Wijaya..


dengan sigap perawat UGD membaringkan Salsa ke kasur dan mendorongnya masuk....mereka sangat kenal dengan dokter cantik ini..


"dia kenapa?" tanya dokter lakilaki


"jatuh dok dari tangga, terguling... dok tolong tangani yaa, kalo bisa panggil juga dokter thania" ucap bi inah


"oh iya baik, dokter thania ada di atas, saya akan memintanya turun" ucap dokter itu


"terimaksih dok"


ucap bi inah..


Salsa di tangani dengan sigap di periksa bagian tubuhnya takut ada yang patah...


tak lama Thania datang sambil berlalri.


"bi Inah... ada apa ini??? ko ga sama Vano??" Thania sangat panik karena melihat bi ianh sudah berderah air mata..


bi Inah menggeser thania sedikit ke sudut ruangan..


"begini non...mereka bertengkar sepertinya, sejak 2 hari lalu, bibi gatau apa penyebabnya, yang bibi tau mereka saling diam... tapi tadi non Salsa ga sarapan sama den Vano, bibi cek ke kamar non Salsa gak ada, rupanya tidur di kamar tamu... pas tadi bibi mau masak makan siang bibi dengar non Salsa memanggil sangat pelan... karena keadaan rumah sepi jadi bibi dengar meskipun samarr.. pas bibi menoleh ke tangga bibi lihat non Salsa sedang terguling guling di tangga" bi inah menjelaskan dengan gemetar dan berderai air mata....


"sudah tenang bii, Salsa akan di tanggani, sekarang bibi gaperlu bilang ke Vano apapun, saya tau sifat adik saya dan saya menaruh curiga padanya bahwa dia yang salah, saya akan telfon mama dan papa, karena orang tua salsa sedang di luar negri...bibi tetap disini yaa.... biarin vano kebingungan mencari isterinya" ucap Thania yang sangat kesal kala itu ..

__ADS_1


__ADS_2