Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 206


__ADS_3

Dua hari Berlalu..


Weekend


Kini seluruh keluarga Pak Banu bergegas menuju Rumah Khania, termaksud Pak Banu dan Ibu Widya yabg sengaja kembali ke Jakarta menemui Anak Bontotnya yang tengah hamil muda itu...


mereka semua berkumpul kecuali Thania dan Byan yang masih harus berada di Singapura..


Khania memang tidak mengalami mual muntah pada ibu hamil pada umumnya...


"itu normal si dek, banyak banget ragam orang hamil muda" kata Salsa yang tengah duduk di ruang Tamu kediaman Khania


"mama juga dulu gitu waktu hamil abang kamu, males liat matahari, anehkan?!" kata Ibu Widya memaparkan


"pantes noh jadinya dingin, dari perut jarang kena matahari si" ledek Khania pada Vano yang tengah asyik bermain catur bersama Raffi


Vano hanya menoleh sebentar namun tak mengubris ucapan Khania karena terlalu fokus pada permainan caturnya bersama Raffi....


"terus kata dokter Hanum apa dek?" sambung Salsa bertanya pada Khania


"yaaa cuma bilang harus tetep makan si kak, banyak minum, masalahnya cuma di darah rendah aku.. pusing banget rasanya" kata Khania menjelaskan


"minum jus buah beet aja dek, itu bagus kok, sama makan hati sapi, daging sapi, dulu waktu hamil dua anak juga aku keluhannya ya darah rendah" kata Salsa menjelaskan


"kamu pindah dulu deh kerumah mama, mama bakal di Jakarta sampe kamu ga pusing lagi" kata Ibu Widya yang Khawatir dengan kondisi puterinya itu


"nanti Khania bicarain sama Raffi dulu mam" Kata Khania yang mengerti posisinya sebagai isteri


"aku setuju kok" kata Raffi nyeletuk namun matanya masih fokus terhadap papan catur di depan nya


"kamu ngomong sama siapa si, ngomong kemana mata kemana" kata Khania yang menanggapi nya kesal


"eh iyaa.. iyaa ngomong ke kamu, ke mama... aku setuju kalo sementara waktu kita di mama dulu, aku juga jadinya tenang kalo kerja karena kamu ada mama" kata Raffi menjelaskan lalu kembali ke caturnya


"yess!!" kata Khania kesenangan...


Tak lama Pak Banu datang, menggendong i


Kiinan juga menuntun Keenan...


"haduh papa capek, ngeladenin dua anak ini" kata Pak Banu dengan nafasnya yang ter engah-engah

__ADS_1


Salsa pun berdiri mengambil Kiinan dari gendongan Pak Banu


"uh sayang, emang dari mana sama opah?" kaTa Salsa


"papa ajak lihat burung tetangga, eh malah ngajak jalan terus sampe ujung, aduhh capek deh Oppah di kerjain cucu" kata Pak Banu sambil merebahkan keplanya di pungung sofa


"oppa aja yang sudah tua, jadi gak kuat yaa" kata Ibu Widya meledek suaminya


"tapi mah Kiinan emang berat banget loh mah, satu tahun 11 kg lumayan juga bikin papa ngos-ngosan" kata Salsa membenarkan jika pak Banu kelelahan menggendong Kiinan


"terus waktu kamu holiday gimana tuh siapa yang berperan menggendong Kiinan" kata Ibu Widya


"sama Daddy nya mah, kalo engga yaa di taro stroller aja.. untung kiinan anteng" jelas salsa pada semua nya sambil menatap Vano sesekali


"tapi seru ya kak pergi ber empat gitu, family time banget" celetuk Khania


"jangan coba-coba lo gak akan kuat, cuma bini abang seorang yang sanggup" kata Vano membanggakan isterinya


"lebay" celetuk salsa


"lah bukan lebay sayang, tapi emang bener kenyataan" kata Vano dengan bangganya


"dasar bucin" ledek Khania


celetuk Vano gak mau kalah


"sudah-sudah kalian ini sudah pada berkeluarga, sudah punya anak masih aja adu mulut, pusing mama tuh" kata Ibu Widya yang kesal dengan Vano dan Khania


"lah abangnya aja tuh mah, mau nya serba bener" kata Khania


"jangan kebangetan kesel sama abang, nanti anak kamu mirip abang loh" ledek Vano


"idih amit-amit, sedih banget kalo udah punya abang macem gini, eh masa punya anak kaya gini juga" kata Khania sambil menunjuk ke arah Vano


"lah gue mah ganteng, cewek berjejer yang mau!!" kata Vano dengan pedenya


"ohh banyak ya mas, ada berapa mas?" kata Salsa dengan nada ketus nya


"dulu sayang duluu sekarang mah gak ada"


"boong kaa bukan gak ada, tapi ga di publish" kata Khabia memperkeruh suasana

__ADS_1


"kompor lo kompor, biarin aja lo anak lo mukanya sebelas dua belas ama gue" kata Vano mencecar Khania


"yaa gantengnya gapapa dah asal jangan sifatnya aja, amit-amit"


"betul dek, pokoknya setiap ngeliat abang kamu terus amit-amit yaa" perintah salsa


"teganya sayang, emang aku apaan" kata Vano lirih


"SKAKMAT!" teriak Raffi


"aaah kan kalah" kata Vano frustasi


"hahaha emang kamu dari dulu cuma sok jago aja Van, lawan papa aja kalah terus" kata Pak Banu ikut meledek


"ehh engga ya pap, enak aja.. jangan jatohin harga diri aku depan Salsa pap" kata Vano yang kesal dengan ledekan Vano


"cih! bucin" ledek Khania


"tanpa papa bilang Vano emang kalah mulu loh pap, dalam segala hal" ledek Salsa yang menimpali...


"di ranjang juga kalah mulu kak?" ledek Raffi sambil berlari menjauh dari Vano


"skurang ajar!! maba ada?!! Ipar kurang ajarrrrrr" kata Vano yang sudah kesal dengan ledekan keluarganya..


Salsa, Pak Banu, Khnania juga bu Widya sontak tertawa mendengar celotehan Raffi kala itu...


"aduh perut mama sampe sakit, sudah yu makan siang dulu, biar ini cucu cucu mama bisa tidur siang tepat waktu" kata Ibu Widya yang memang selalu disiplin merawat serta mengurus anak anaknya hingga ke cucu nya saat ini...


"ayo papa juga sudah laper ni" kata Pak Banu beranjak dari atas sofa


"keen mam dulu yaa, ayo" ajak Salsa sambil menggendong Kiinan yang sudah tidak bisa diam itu


"nanti main lagi ya mih" pinta Keenan sambil meninggalkan lego yang baru saja ia mainkan


"oke" jata Salsa menanggapi permintaan Keenan


Merekapun makan siang bersama dalam satu meja makan yang sudah terisi berbagai macam masakan rumahan...


********


Satu Bulan Berlalu

__ADS_1


Kandungan Khania kini sudah memasuki usia 2 bulan, tidak ada rasa mual apalagi muntah, hanya kepalanya saja yang terus pusing, untuk itu Raffi tidak mengizinkan Khania untuk pergi ke hotel, Dewi akan mengantarkan Berkas pekerjaan Khania kerumah, jika ada meeting nanti mungkin Khania akan mengarahkannya kerumah atau meeting akan di temani oleh Raffi...


Khania dan Raffi kini tinggal di kediaman Utama Wijaya atas permintaan Ibu Widya agar bisa menjaga Khania saat kehamilannya masih sangat muda itu...


__ADS_2