Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 128


__ADS_3

Mobil mewah Sedan Hitam kekuar dari rumah mewah Vano itu....


"kenapa kamu menatap aku begitu mas?" kata Salsa yang merasa risih, karena suaminya menyetir sambil menatao wajah istrinya dengan penuh arti.


"cantik" kata Vano singkat namun wajahnya penuh tatapan mesum


"daddy, mami memang cantik kata papa nya jo juga mami cantik" kata Keenan yang sedang duduk di kursi belakang dengan polosnya


"duhh keenn siapa lagi itu si papa Jo... bikin daddy naik darah aja deh" kata Vano berdecak kesal


"keen kalo ada yang bilang mami cantik, keen jawab yaa, mami cantik karena daddy tampan" kata Salsa lembut


"oke mami siap.."


"pokoknya ken kalo ada yang bilang mami cantik, ken lapor ke daddy yaa" kata Vano


"kan tadi udah ken bilang dadd" kata Keenan dengan lucunya


"iyaa besok kalo ada lagi maksud nya" kata Vano dengan sabarnya meladeni anaknya yang keritis itu


"oh oke dadd....."


Mereka menuju rumah sakit hanya bertiga, karena usai melakukan kontrol, Vano ingin mengajak Keenan untuk pergi ke mall.. Salsa juga ingin membeli beberapa pakaian karena sudah banyak pakaian yang tak nyaman di gunakan...


Sampainya di rumah sakit mereka langsung menuju ruangan dokter Hanum yang telah menunggu.. Keenan begitu antusias setiap Salsa akan melakukan kontrol, Keenan sangat menantikan kehadiran adiknya itu, bahkan ia selalu menanyakan kapan akan lahir,....


Hasil kontrolpun sangat baik, keadaan janin juga sehat sekali.. bahkan berat badan bayinya sudah kebih dari cukup, yang sebelumnya janin salsa di katakan agak sedikit kecil dan rentan...


Selesai memriksakan kandungannya mereka bergegas ke sebuah Mall...


"daddy.. mami itu aunty Kani kan??" tanya Keenan sambil menujuk ke arah restoran jepang...


terlihat Khania bersama seorang pria sedang makan siang bersama di sebuah restoran jepang, mereka memilih duduk di pelataran resto itu..


"massss" kata salsa menatap suaminya lalu menggelengkan kepalanya


"dia sudah dewasa mas, kamu bisa selidiki dari jauh.. jangan buat di malu mas" kata Salsa menahan suaminya yang terlihat sedikit marah dan ingin menghampiri Thania...

__ADS_1


"bagiku dia masih anak kecil sayang, aku takut dia akan merasakan kecewa" kata Vano


"mass kalo kita hidup tak ada rasa kecewa apa itu akan menjadikan hidup kita lebih baik??? nanti aku akan bicara sama dia baik baik ya mas.." kata Salsa dengan lembut memberi pengertian kepada suaminya itu...


Vano pun menuruti kata isterinya.. mereka melanjutkan jalan jalannya.. sesekali salsa merasa lelah maka mereka akan duduk dulu menghilangkan pegal dan lelah yang salsa rasakan...


Setelah mendapatkan apa yang mereka cari, mereka bergegas pulang, namun orang tua Salsa meminta Salsa, Vano dan Keenn untuk makan malam bersama...


Vano melajukan mobilnya menuju rumah mertuanya...


Sanpainya disana ternyata sudah ada Ibu widya dan juga Pak Banu yang turut di undang... ada pula Khania yang datang, ternyata Khania di minta untuk mebgantar kedua orang tuanya, karena supir mereka sedang meminta izin pulang kerumahnya....


"mas ada khania tolong jaga sikap kamu yaa, biar aku yang ngomong karena sesama wanita" kata salsa memohon ke suaminya saat mereka masih berada di dalam mobik...


"iyaaaa iyaaa.." kata Vano


merekapun masuk dan mengobrol bersama.. terkihat ke akraban yang hadir di tengah dua kekuarga yang bersatu itu..


Pak Latif sebenarnya sudah tau tentang masalah yang di hadapi rumah tangga anaknya.. namun karena hanya sebuah fitnah pak Latif tidak ingin lagi membahas bahkan tak mau mengingatnya lagi ...


"ciyeh kagi kasamarna ya dek" tanya salsa dengan sedikit gurauan....


"kaka apaan sii, nggak lah" kata khania dengan pipi merah nya


"hemm tadi kk liat kmu di mall"


DENG!!!


"Kaaakkk, dia hanya temanku" kata Khania meyakinkan


"aku ga marah, kalopun dia pacarmu.. kenapa memangnya? aku juga dulu pacaran kok, aku juga kan normal" kata Salsa kerkekeh melihat gelagat adik iparnya sedikit ketakutan...


"hemm kak, aku suka juga sama dia.. dia udah nyatain perasaanya tapi aku takut nerimanya kak, takut sama mama, papa, abang, kakak"


"hemm, kalo aku sebagai orang tua pasfi aku worry si, tapi aku kan pernah di posisi kamu.. nah aku rasa kalo kita menjalankannya santai, ringan, tanpa yang neko neko ke arah negatif itu gak masalah kan??? yang terpenting kan kita bisa jaga diri, bisa tetep pertahankan tangungjawab kita soal pelajaran"


kata Salsa dengab hati hati berbicara dengan abg yang sedang kasmaran itu.

__ADS_1


"jadi aku harus gimana kaka?


"ikuti kata hati, jika yakin jalanin dengan penuh tangungjawab, dan yang pentinf harus jujur ke mama papa, karena dengan begitu mereka akan selalu jadi pagar yang kan menjaga kamu sayang" kata slsa


"kak kenapa bang Vano, dan kak Thania gabsa nenangin aku kaya kaka gini" kata khania


"bukan gak bisa, kita kan berbeda , cara kita juga berbeda... kamu juga boleh cerita ke abang, ke kak thania.. dulu aku cuma cerita ke momy ku karena aku gak punya adik atau kakak" kata salsa tersenyum..


"kita makan yuk jangan bengong aja" kata Salsa menyasarkan lamunan Khania....


Merekapun masuk untuk makan malam bersama...


*


*


*


**hay hay..


temen temen, malam ini cukup 4 yaaa hihi..


besok kita lanjut lagi..


oh iya aku ada satu karya lagi.. aku akan upload malam ini, semoga langsung di Up yaa sama pihak Noveltoon nya hihi..


semoga kalian juga suka karya aku itu...


perbedaanya nanti aku lebih banyak up novel ini dulu sampai tamat..


misalnya novel ini up 3 eps. Novel baru up 1 eps.. gitu yaa...


Silakan cek Karyaku secara berkala ya...


happy reading guys...


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘**

__ADS_1


__ADS_2