
Ryan mengedarkan pandanganya..ia mencari sosok wanita yang ia cintai...
ryan menangkap wanita cantik dengan balutan gaun warna peach serta jilbab senada...dia mengikutinya hingga ditaman belakang..dia menatapnya dan ia memutiskan untuk menemuiinya dengan perasaan yang tak karuan... sekarang dia sudah dihadapan wanita cantik itu.....
dinda mendongak kan kepalanya karena mendapati sepatu berhenti dihadapanya..dinda terkejut memdapati ryan didepanya.. ryan langsung memeluk dinda dengan erat...dinda meronta ingin melepaskan pelukanya....
"maaf....sayang.....maaf.....hiks..."ucap ryan
"pergi kamu!!!! bukanya kamu bilang kalau aku wanita murahan hah...!!" dinda sudah emosi
"aku salah dinda......aku minta maaf.....karena kecemburuanku aku berkata kasar sama kamu..aku mohon maafin aku...." ryan.
"hemph..!! maaf segitu mudah nya kamu minta maaf sama aku..setelah apa yang kamu ucapkan kepada ku..!! aku yang menurutmu yang sama halnya dengan ******.....yang suka bergonta ganti pasangan..!!" dinda
"kau jijik denganku..kenapa kamu kesini hah...pergi kau dariku..aku tak mau bertemu dengan mu..!! anggap saja kita tidak saling kenal...dan aku harap gak akan pernah bertemu denganmu lagi.." ucap dinda sambil berlalu dari ryan
"apa karena kamu sudah mencintai laki-laki lain dinda.." ucap ryan dinda menghentikan langkahnya dan berbalik melihat ryan..
"kenapa kamu masih bertanya..bukanya kamu sudah tau kalau aku seorang ****** yang suka berganti-ganti pasangan...!!"
"dinda....!! maafin aku yang sudah berkata kasar sama kamu....aku salah.... kamu jangan sebut dirimu dengan sebutan itu....aku...." belum semoat ryan melanjutkan omonganya bogem mentah melayang dimukanya
bugh..bugh....
"loe bilang adek gue ******..!!! loe laki-laki brengsek.....!" ucap bayu...
ya bayu tak sengaja mendengar pertengkaran dinda dan ryan..dia sudah tak bisa menahan emosinya setelah mendengar adik kesayangan nya di katain seperti ******..
bughh bughhh.....
bayu kembali menghajar ryan...sampai akhirnya dinda melerai sang abang..
"abangg.....!!! pekik dinda
"sudah bang.. jangan kayak gini..adek takut...."ucap dinda yang merangkul punggyng abangnya dari belalang sambil menangis...
"adek..sudah..maaf abang kelepasan...abang gak mau adek abang ditindas sama orang brengsek seperti dia.." ucap bayu menunjuk ryan yang tersungkur dengan darah mengalir dari sudut bibirnya...
Semua orang yang mendengar keributan di taman belakang..mereka berlari mencari sumber keributan itu..mereka mendapati ryan tergletak di lantai dengan wajah penuh luka membuat rama dan sinta berteriak. .
"ryaannnn...." sinta
"apa yang kamu sudah lakukan sama putraku hah.."! ucap rama tak kala emosi mendapati ryan penug luka
"putramu sudah menghina adik ku!dia mengatai adik saya dengan sebutan ******!!" jawab bayu yang tanganya mengepal menahan emosi, dia tak mau adeknya takut
__ADS_1
"kamu! jaga bicaramu, tidak mungkin putraku seperti itu!" elak rama
kemudian herman mendekat
"yang dikatakan bayu benar..bahwa putramu sudah membuat cucuku malu.kalau tidak percaya kau tanya saja sama putramu sekarang bawalah putramu pergi dari kediaman ku!" ucap herman datar
dinda sudah merasa pusing dan pandangan nya mulai kabur, dan
bruuukkkk....dinda jatuh pingsan, bayu segera membopong tubuh adiknya kekamarnya, semua orang membubarkan diri kecuali keluarga firman dan hadi, karena dion tengah memeriksa dinda
gak bakalan gue lepasin loe..kalau sampai terjadi sesuatu sama adek gue..!!" batin bayu
"gimana adik saya dion." ucap bayu yang sangat khawatir..
"dinda hanya kecapekan dan banyak fikiran..dia terlalu stres" ucap dion
"lebih baik biarkan dulu dinda istirahat," ucap dion lalu meninggalkan kamar dinda dan menemui keluarga yang lain diruang keluarga, biarkan bayu yang menjaga dinda dikamarnya
"gimana keadaanya dion" tanya hadi
"opa tenang aja, dinda hanya kecapean dan terlalu stress.."jawab dion
"dion, kakek mau tanya, apa kamu setuju kakek jodohkan dengan dinda.." ucap herman, dion sudah merasa senang pasalnya sejak pertemuan pertamanya dion sudah jatuh cinta sama dinda
"bagaimana menurut anda tuan firman dan nyonya" tanya herman
"kalau saya terserah dinda.tuan dia sudah dewasa, sudah bisa nentuin pilihanya "jawab firman yang disetujui oleh maya dan anggota lainya
"saya mau, dinda menyelesaikan S2 nya terlebih dahulu tuan herman??" timpal firman
"kalau masalah itu,dion dan dinda akan bertunangan terlebih dahulu"jawab herman
didalam kamar dinda
Dinda mulai tersadar, dia mengerjapkan matanya, bayu yang menyadari adiknya sadar segera mendekat kearahnya
"dek "ucap bayu
"abang " dinda mengahambur kepelukan sang abang sambil menangis sesegukan, bayu menenangkan sang adik dengan mengelus punggungnya berharap memberi ketenangan
"dek...sudah kalau kamu nangis terus, baju abang basah kena ingusmu"canda bayu, tapi dinda terus menangis di dada sang abang tanpa mengeluarkan sepatah katapun
Herman..firma, maya dan juga dion yang hendak masuk ke kamar dinda melihat dinda nangis dipelukan sang abang, mereka terdiam,firman dan maya tau kalau dinda sangat manja dengan putranya, bahkan bisa menceritakan hal apa saja sama sang abang
"dek, coba cerita sama abang? apa yang telah terjadi sama kamu juga ryan.dan juga apa hubunganmu dengannya" tanya bayu lembut
__ADS_1
"hiks...hiks.....dia..dia.. aku sama ryan pacaran bang tapi..hiks..hiks..."
dinda tidak melanjutkan perkataanya, dia tambah menangis mengingat ryan berkata kasar kepadanya
"oke abang ngerti, sudah .kamu tidak layak menangisi pria brengsek seperti dia...!!" jawab bayu
"benar yang diakatakan abangmu dinda.."ucap herman
"kamu sekarang gak usah berhubungan lagi dengan laki-laki brengsek itu kakek sudah memutuskan kamu akan bertunangan dengan dion secepatnya..." timpalnya lagi
"tapi kek" dinda
"gak ada tapi tapian..!!" ucap herman
"kek..kakek jangan memaksakan kehendak kakek..apa kak dion mau sama dinda.kek!" ucap dinda
"saya bersedia menjadi calon suamimu dinda!" ucap dion
dinda kaget mendengar perkataan dion, dinda tidak menyadari adanya dion karena posisi tubuh dinda dipeluk oleh bayu
"apa kamu juga setuju dengan perjodohan ini, dan menerima saya sebagai calon suamimu" ucap dion..
dinda bingung disisi lain dia masih sayang sama ryan, disisi lain kakeknya tidak menerima penolakan dan akhirnya dinda
"saya setuju kak, tapi apakah kakak mau menunggu dinda, dan menerima dinda apa adanya" tanya dinda, kini dion mendekat kearah dinda, dion menggenggam tangan dinda
"saya akan menerimamu apa adanya dan membuatmu jatuh cinta sama saya!" ucap dion
"ya sudah kamu istirahat ya dek, pasti kamu capek kan?" bayu
"abang nginap sini ya bang? adek kangen abang dan temenin adek tidur" rengek dinda
"yaelah dek, kamu tuh mau punya calon suami masak masih manja sama abang, malu tau sama dion dek "jawab bayu
"ihhhh abang jahat! ya udah sana pergi gak usah temenin adek lagi!" dinda
"yaelah dek gitu aja ngambek" bayu.
"udalah bay, adekmu kalau ngambek susah, kamu nginap dirumahnya pak herman aja, ayah sama bunda pulang kerumdisnya om mu"ucap firman
dion yang melihat dinda begitu manja sama bayu, ia ingin nanti dinda akan bermanja manja bersamanya
Semua orang pamit pulang kecuali bayu..yang menina bobo kan bayi gede,.yang gedenya segede gaban..!! adik yang begitu manja terhadapnya, yang membuat rindu akan tingkah laku adeknya setiap dia bertugas diluar
Hai kakak kakak...jangan lupa like coment...... dann vote yaaa😊😊
__ADS_1