Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 86


__ADS_3

*apa kamu telah menghianati pernikahan kita mas? apa kamu benar benar gakut melihatku melhirkan lagi atau..... hiks hiks hiksss hikss


sasa membasahi seluruh tubuhnya di bawah gemericik air shower.... entah apa yang harus ia perbuat, untuk berfikir pun tak mampu lagi... selama dua tahun menikah, inilah hal yang paling menyakitkan bagi Salsa...


Malam itu menjadi malam yang sangat gelap bagi salsa.. pikirannya terus terbayang bayang dengan kejadian yang baru dia lihat..


Sudah tak ada lagi ketukan di pintu kamar keenan..


Dikamar Vano juga membasahi dirinya di kamar mandi, dia bagaikan orang bodoh kala itu, bisa bisanya perempuan lain menyentuh bibirnya meski hanya dengan tangannya itu...


Vano sanggat mengerti akan perasaaan salsa kala itu... bahkan Vano juga membayangi tangisan Salsa yang justru membuat Vano semakin menyesali kejadian itu...


Salsa merebahkan badannya dalam ranjang Keenan yang tak terlalu besar namun sangat nyaman walau ia tidur dengan keenan...


Salsa menatap wajah anaknya, tangaisannya semakin mendalamm...


salsa mengmbil ponselnya, memlihat terdapat puluhan miiscall dari Vano, dan puluhan pesan dari vano, namun tak sedikitpun salsa membuka nya...


Salsa pun akhirnya mulai terlelap dalam tangisnya...


Salsa terbangun saat suara Adzan berkumandang, salsa bergegas mensucikan diri untuk segera beribadah subuh, sebelum keenan terbangun, selsai sholat salsa melangunkan doanya di balut isak tangis yang membuat dadanya sangat terasa sesakk....


*kuatkan aku yaa Allah, aku percaya jika memang suamiku benar maka kejadian ini akan menjadi penguat rumah tangga kami.. namun jika memang ini benar benar duri dalam hidupku hilangkan rasa sakitku, kuatkan aku.. jaga aku dan anakku dalam lindunganMu yaa Allah...


tak lama terdengar suara ketukan pintu...


"sayang, apa sudah sholat... ayo kita sholat bersama" kata Vano...


salsa hanya diam, namun matanya tak henti mengeluarkan air mata..


ketukan pintu itu justru membangunkan keenan dalam tidurnya.. salsa segera mendekat dan memberikan ASI langsung...


Salsa menatap wajah Keenan, air matanya semakin deras berlinang,...


Vano mendengar suara tangisan anaknya langsung menghentikan ketukkannya, ia sadar ia telah menganggu anaknya tidur...


Matahari sudah cukup menerangi bumi ini.. Vano harus ke kantor karena ada meeting dengan kepala cabang kantornya.. dan tidak bisa di wakili...


ini kali pertama Vano sarapan sendiri di meja makannya...


tak ada nafsu untuk makan sama sekali saat itu.. vano bergegas berangkat ke kantor dan menyelesaikan rapatnya...


Salsa di kamar masih menatap keenan yang masih terlelap..


*apa vano udah berangkat? apa dia sudah sarapan? kalo aku keluar ada dia bagaimana? aku belum siap untuk bicara dengannya*


salsa sedang kebingungan kala itu, ia merasa khawatir dengan keadan suaminya sementara hatinya masih belum siap untuk bertemu.. kamar Keenan memiliki balkon yang mengahadap ke kolam renang sementra kamar utama Salsa dan Vano memiliki balkon menghadap ke depan jalan...


salsa teringat akan CCTV....


salsa segera mengeceknya, terlihat vano sudah pergi sekitar 5 menit yang lalu...


salsa bergegas keluar kamar..


meminta bi inah memandikan keenan, s


Salsa bergegas ke kamar nya, mengambil beberapa baju dan pakaian dalamnya.. memindahkan ke lemari Keenan...


setibanya Vano di kantor..


hatinya tak tenang terus memikirkan kejadian kemarin...

__ADS_1


"Pagi pak.. rapat di mulai 10 menit lagi" kata Sandi


"pak.... pakkk...VANOO!!!!!"


Sandi berkali kali menyadarkan Vano dalam lamunannya..


"ini kantor saya bos anda" ucap vano ketus


"dih pak saya tadi udah menyapa bapak sesuai SOP kantor ini.. bapak aja yang melamun terus, melamun jorok ya pak" kata Sandi asal


vano menggambil sebuah berkas dan memukul Sandi...


"lo tau ga san, wanita ja**ng datang merusak kepercayaan salsa ke gue, sekarang salsa marah banget sama gue, semalem gue tidur sendiri"


"tar dulu dahh, maksd bapak wanita ja**ng siapa?"


tanya Sandi merasa heran


"Soraya!" jawab Vano


"ha? dia dateng gimana? tanya Sandi penasaran dan Vano menceritakan kronologis kejadian itu...


"pantes Van bini lo marah, tuh cewek kurang ajar" kata Sandi kesal


"ini kantorr!!!!" ucap Vano menggeretak


"eh iya pak maaf pak, jadi sekarang kita harus gimana pak?" tanya Sandi


" cari tau tetang dia, kabarin saya selanjutnya... setelah rapat. saya akan pulang, kamu bisa handle semuanya" kata Vano bangkit dari duduknya dan menuju ke ruang rapat...


"baik boss" kata Sandi...


*


*


*


Salsa perlu menenangkan diri...


ponsel salsa berdering.. bertanda pnghilan masuk, ternyata Thania yang menghubungin salsa..


📞📞📞📞


Salsa


Assalammualikum kak


Thania


waalaikum salam saa.. saa kamu sakit?? aku dapet info kamu gabisa praktek nanti...


Salsa


iya kak ga enak badan...


Thania


oh gitu.. yaudah istirahat deh saaa, mau aku kesana?


Salsa

__ADS_1


makasih kak tapi gak usah kak, aku cuma ga enak badan aja mungkin kecapean sama kegiatan kemarin...


Thania


oh gitu.. yaudah istirahat yaa saaa.. cepet sehat lagi...


Salsa


iya kak makasih yaa kak....


-------


Salsa kembali berfikir akankah semuanya terjadi, ketakutan salsa akan berlisah dari suaminya, sementara ia merasa keluarga Vano sudsh seperti mendarah daging baginya, sulit berpisah...


Pukul 12.20 Vano menyelesaikan rapatnya dan bergegas untuk pulang...


Sampainya dirumah pukul 1 siang ...


"Tuan sudah pulang..." sapa bi Inah


"sudah bii, Keenan mana?"


"Den keenan tidur tuan, sama Nyonya" kata Bi Inah...


Salsa sebenarnya enggan di sebut Nyonya.. namun di belakang salsa bi inah dan yang lainnya membahasakan nyonya..


setelah kenan lahirpun Vano di oanggil Tuan oleh seluruh pekerjanya, Vano pun tak mempermasalahkan hal itu sbenarnya...


"salsa ga ke Rs bi?" tanya Vano


"katanya ga enak badan tuan, Nyonya juga belum makan dari pagi tuan"


mendengar ucapan bi Inah Vano segera datang ke kamar Keenan, kala itu pintunya tak di kunci karena tadi bi Inah masih keluar masuk kamar itu, Salsa juga tak menyangka Vano akan kembali kerumah secepat itu...


Vano menghampiri salsa.. mengecup kening salsa dan mengambil botol susu kosong di tangan salsa..


menyadari hal itu Salsa terbangun, terkejut melihat Vano..


"mau apa kamu, keluar aku tak mau di ganggu" kata salsa yang kemudian duduk dari posisi tidurnya...


"sayang kamu harus dengar aku kali ini"


kata Vano lirih


"aku gamau di ganggu van" kata salsa


"van??? kamu merubah nama panggilan mu sayang??"


Salsa hanya terdiam.... menunduk tak ingin ia melihat sosok lelaki di hadapannya...


jawab aku??! kamu merubah nama panggilan aku?? Jawab!!!" ucap Vani sedikit membentaj dan menaikan nada suaranya...


"hargai anak aku van, dia sedang tidur, lebih baik kamu kelaur atau aku yang keluar??"


ucap salsa...


*


*


*

__ADS_1


"


__ADS_2