
Salsa tiba di rumah sakit, dengan berlarian kecil ia menelusuri jalan menuju IGD...
"tadi anak saya kesini?" kata Salsa dengan nafas terengah-engah bertanya di meja dokter dan suster IGD
"iya dok, sudah masuk ruang rawat" kata salah satu dokter wanita
"oke makasih" kata Salsa langsung berlarian menuju ruang perawatan yang memang di khususkan untuk keluarga Wijaya..
"Dokter Salsa" teriak seorang laki-laki...
"Dokter Zafran..... "
"Dok apa dokter yang menangani anaku?" tanya Salsa
"iya dok benar, sementara hasil Lab Kinan terkena ISK juga ada bakteri dalan salauran cerna nya.." kata Dokter Zafran menjelaskan...
"baik aku ke atas dulu, makasih ya" kata Salsa melihat pintu lift terbuka ia langsung masuk ke dalam lift, dengan cepat ia memencet tombol penutup pintu lift...
Jantung Salsa berdebar, seolah tak memikirkan dirinya sendiri bahkan petugas rumah sakit yang menyapanya...
Salsa membuka salah satu pintu kamar yang terlihat lampunya menyalah...
Brakk,
Salsa membuka pintu nya sedikit kasar...
Semua mata tertuju pada Salsa...
"mas,, kinan mas" kata Salsa menyapa suaminya lalu berjalan ke arah ranjang ...
"mami, mami dari mana saja, adik sakit mih kasihan dia nangis pas di suntik" kata Keenan dengan polosnya
Deng!!! Rasanya hancur Hatiku mendengar ini.. Maafin mami sayang, maafin mami...
"maaf keen mami ada pasien juga tadi" kata Salsa ada Keenan...
Vano sudah terlihat sangat amat marah...
"bii bawa Keenan makan malam dibawah" kata Vano pada Bi inah,
"mbak Fat, silakan juga ikut makan, ajak sanusi dan amar!" perintah Vano pada keduanya..
Seolah Bi Inah sudah tau apa yang akan terjadi di dalam ruangan itu, melihat wajah Vano sudah matang seperti kepiting rebus ...
Sementara salsa sibuk menciumi pungung tangan putri kecilnya itu... Hatinya begitu hancur, air matanya pun rasanya ingin mengalir...
"daddy keen mau makan disini, mau di suapin mami" rengek Keenan
"makanlah sama Bibi, Mami mu sibuk!" kata Vano ketus membuat Salsa menoleh ke arah suaminya, lalu menatap anaknya
"keen, maafin mami yaa.. Keen makan dulu yaa sama bibi, mami biar jaga adik, kan mami dokternya" kata Salsa membujuk puteranya
__ADS_1
"oke mih, tapi malam ini Keen tidur sama mami yaa" pinta Keenan
"oke sayang, makan yang banyak yaa" kata Salsa..
Kenanpun mengangguk..
Setelah kepergian Bi inah, keenan dan Mbak Fatmah
"jangan Ganggu Tidur Anakku!!!" kata Vano ketus
"masss, kamu bicara apa si" kata Salsa dengan detak jantung yang begitu kencang
"bicara apa yang seharusnya aku bicarakan!"
Kata Vano tanpa menatap isterinya justru membelakangi istrinya, Vano menatap ke arah luar jendela yang terlihat lampu gedung tinggi...
Salsa Terdiam..dia hanya membisu memandang wajah anaknya..
"kemana kamu saat anak kamu sakit dan membutuhkanmu??" kata Vano ketus
"maaf mas, aku kan sudah izin, hari ini aku harus menangani 5 pasien operasi... Bukannya kamu sudah mengizin kan aku mas" kata Salsa lirih
"tapi apa dengan izinku ini kamu mengabaikan telfon dari rumah, dari suamimu sendiri???? perintahku adalah jangan kamu masukkan jadwal operasimu di hari liburmu!! Rupanya satu minggu tiga kali kurang yaaa"
"bukan begitu mas, ini urgent,kalo dia harus nunggu aku lima hari kedepan sampai hari senin itu bisa beresiko"
"apa di Rumah Sakit ini hanya ada kamu dokter kandungan yang mampu melakukan operasi?"
Mendengar ucapan itu, Vano sangat marah, ia membalikan wajahnya mendekatkan dirinya ke arah ranjang..
"Lihat anak ini, lihat!!!! Dia Anakmu, anak mu Salsa!!! Seberapa penting anakmu di bandingkan Pasien mu??? HAAH?!!"
"Mas jangan bandingkan pasien ku dengan Anak-anak, sungguh berbeda mas, sungguh tak sama!!!!!"
"tentu! Anak-anak ada pengasuh yang sangat kamu percaya, nah sementara kamu sendiri sebagai pengasuh pasienmu..." kata Vano ketus, ksangat ketus!!!
Salsa sudah enggan sekali berdebat dengan suaminya yang sedang menaruh amarah dengannya...
Rasa sesal tentu ada, rasa kecewa pada dirinya sendiri tentu ada...
"aku salah mas, aku minta maaf" kata Salsa Lirih
"kalo sudah begini apa kamu bisa aku maafkan? HAH????? Lihat Kinan, Lihat!!!! Mau kamu pakai Sepuluh Pengasuh terbaik di bandingkan Satu kasih sayang Ibunya itu jauh lebih baik sa!!!
"mas setinggi itu nada bicaramu padaku?" kata Salsa mulai gemetar menahan tangis
"apa kamu paham arti dari tingginya nada bicaraku? Hah? Aku kecewa! Aku merasa suami paling bodoh selalu nurut kata isteri!!!!
"mass istigfar mas, aku salah aku minta maaf... Kamu ga bodoh mas engga" kata Salsa yang sudah menangis itu...
"kamu bandingkan cara kamu merawat Keenan dan Kiinan!!! Rasakan perbedaanya, di usia kinan yang belum genap setahun kamu sudah menyetop ASI untukknya... Aku tidak pernah memaksa mu memberikan ASI tapi melihat kamu ternyata lebih memilih susu formula dan kamu sibuk bekerja aku jadi Faham kamu lebih memprioritaskan pejerjaan!!"
__ADS_1
"bukan itu alasan aku mas, tapi aku benar-benar kelelahan harus memerah 5-8 kali sehari, asi ku benar-benar ga sebanyak waktu Keenan mas, aku sudah berusaha mas" kata Salsa semakin tersudutkan....
"Apa kurangnya aku sa, apa???? HAH??!!! Apa kurang nominal yang aku berikah sebagai Nafkah hah??? Apa kurang sampai kamu bersikeras untuk bekerja??!!! Sepuluh kali lipatpun dari pendapatan kamu disini aku mampu!!!" kata Vano semakin tersulut emosinya
"mass aku bekerja bukan soal materi, tapi soal nurani, soal cita-citaku mas... Hiks hiks hiks"
"Nurani???? Dimana hati Nurani mu terhadap anak-anak mu hah??? DIMANA????!!!!"
Kata Vano semakin menjadi
Kinan untungnya masih terjaga dalam tidurnya yang sangat lelap, mungkin pengaruh obat juga...
"Astagfirullah mas, apa se hina itu aku di matamu mas? Aku akui aku salah mas aku minta maaf"
"kamu pikir sendiri, hina atau tidak kamu dimataku!!! Jangan serakah Salsa! Jangan kamu menghilangkan pemberian aku sebagai suamimu, jangan pula engkau lupakan berapa persen keuntungan perusahaan orang tua mu yang masuk ke rekeningmu... KURANG APA? KURANG APAAAA SAMPAI KAMU MENELANTARKAN ANAK-ANAK!!!!"
"mas!! Stop bicara soal materi, aku bekerja bukan karen materi semata mas!! Ini sudah kita bahas berkali-kali mas! Kamu jangan melupakan ucapan mu yang meridhoi aku bekerja mas! Kamu boleh marah sama aku, tapi gak begini cara kamu, jangan kamu bahas sesuatu hal yang memang bukan niat aku..."
"STOP!! pandai sekali kamu menjawab semua pembicaraanku!!! Aku tidak pernah mendidik mu sebagai isteri yang pembangkang! Aku selalu membanjiri hidup mu dengan kasih sayang sa! Ingat itu!!!!"
"aku bicara apa adanya mas... Apa selama aku bekerja pernah aku menyakiti hati mu seerti kamu menyakiti aku???" kata Salsa yang juga mulai ter sulut emosi sehingga mengeluarkn senjatanya
Vano yang kesal langsung menaikan tangannya ke atas, dengan cepat salsa merespon dan sedikit menundukkan mukanya....
"mas, apa kamu akan memukulku?" kata Salsa sambil terisak
"lakukan mas, lakukan kalo itu bisa membuat mu memaafkan aku, lakukan jika itu akan membuatmu bagaiaa, lakukan jika itu membuat mu merasa Menang!!!" kata Salsa yang sudah mendongakkan wajahnya, lalu menatap takut Vano...
Vano menurunkan tangannya lalu mengepalnya erat..
Vano menjatuhkan tubuhnya di sofa dalam posisi duduk, ia memijit pucuk kepalanya....
Sementara Salsa masih menangis tersedu-sedu...
Salsa menghampiri Vano, ia berjongkok menghadap suaminya...
"aku minta maaf mas, aku salah.. Aku lalai menjalani fitrahku sebagai istri dan ibu hiks hiks hiks, maafkan aku mas maafkan aku" kata Salsa dalam isak tangisnya...
Vano tidak bergeming, bahkan menatap Salsa pun tidak.. Kali ini Vano benar-benar marah terhadap isterinya...
"mas... Jangan seperti ini hiks hiks hiks"
Vano berdiri.. Dengan keadaan salsa masih berada di kaki Vano ..
"jangan kamu Fikir aku gak bisa marah terhadapmu.. Kita lihat sejauh mana pengorbananmu terhadap kami" kata Vano lalu pergi menjauh dari salsa...Vano memilih untuk keluar ruangan itu..
Vano meninggalkan Salsa yang tengah menangis, juga Kinan yang terlihat masih terlelap dalam ranjang yang cukup besar itu...
Vano pergi menemui Para pekerjanya juga Keenan, Vano meminta agar keenan tidur di rumah, segala bujuk rayu di lakukan Vano dan para pengasuhnya...
*********
__ADS_1