Dokter Cantik

Dokter Cantik
BONUS 4


__ADS_3

Salsa Lebih dulu tiba di Rumah Sakit dan telah menanti kedatangan Suaminya yang membawa adiknya..


Mobil mewah hitam terlihat menuju Pintu IGD tentu mobil yang sangat Salsa kenal..


"siapkan semuanya" kata Salsa terhadap para perawat yang tengah berada dengannya


Kau hebat Khania, semua orang tengah panik mendengar berita ini...


Batin Sala..


"bawa dan cek sust" perintah Salsa Saat Khania sudah di letakkan di atas ranjang Rumah Sakit...


"sayang kamu pucat, kenapa?" tanya Salsa pada suaminya sambil berjalan


"tak apa, aku cuma Worry" kata Vano menunduk


"Tenang lah, aku seperti melihat kamu saat aku melahirkan Keenan dan Kiinan" kata Salsa tertawa kecil


"ah perasaan ini sama sayang, Khania adik yang aku sangat sayangi" kata Vano lirih


"Tenanglah mas,, memang begini proses alamiah nya sayang.... lalu, Dimana Raffi" kata Salsa celingukkan sebelum masuk ke ruang persiapan bersalin


"dia di jalan, mama dan papa juga sebentar lagi tiba di bandara" kata Vano menjelaskan


Salsa mengangguk


"aku masuk dulu, kalo Raffi datang suruh masuk ya" kata Salsa sambil memegang pipi suaminya


"bantu adiku sayang" kata Vano tersenyum, lalu di balas dengan dua jempol tangan Salsa


****


"Baru lima Dok" kata Salah satu perawat, Salsa pun mengangguk lalu menghampiri Khania


"apa yang kamu rasakan?" tanya salsa dengan senyum bahagianya


"lemes kak, saat serangan itu datang, beeehh nikmat kaa, antara mau pup sama rasa sakit pingang lagi datang bulan, tapi ini 100 kali lipatnya" kata Khania dengan gaya hebohnya namun dengan suara sedikit pelan dan wajah sudah terlihat tak berekspresi lagi..


Salsa dan beberapa suster tertawa mendengar hal itu...


"kasih infus sust" perintah Salsa


"baik dok" kata suster itu sambil berlalu


"Sabar ya, ini baru lima.. masih ada lima lagi.." kata Salsa


" kamu kalo bisa bergerak, jalan disini aja mondar mandir... biar cepat" kata Salsa sambil tangannya menujuk arahan dari kiri ke kanan


"iya kaa nunggu Raffi dulu deh" kata Khania yang merasa mulesnya hilang, sisa pingang yang sakit,, Salsa pun mengangguk

__ADS_1


20 menit kemudian..


"kaak kenapa miss aku rasanya mergang gitu kak, nyeri kaaa hiks hiks" keluh Khania merasakan hebatnya Kontraksi luar biasa di perutnya


"iya memang begitu sayang sabar yaa, ini anak pertama jadi memang agak lamban prosesnya, jngan stres" kata Salsa sambil membelai rambut Khania


Kreeekkk


Suara pintu terbuka


Salsa pun mencondongkan kepalanya, menoleh ke arah pintu


"Raffi"


"sini, temenin ni isteri kamu, kasih semangat yaa.." kata Salsa mengajak Raffi bergabung


Tiga Puluh Menit Berlalu, Salsa dan Vano tengah duduk di luar ruangan bersalin, di dalam ruangan Raffi dan Khania tengah mondar mandir, duduk di atas bola besar, makan sedikit demi sedikit serta meminum air isotonik...


Setiap terjadi kontraksi para perawat siap memeriksa Pembukaan.. nampaknya pembukaan Sangat berjalan lamban..


"udah berapa sus?" tanya Khania yang sudah sangat lemas itu


"baru enam bu, sabar yaa.. isi energi aja dulu bu sambil banyak bergerak" kata Salah satu suster yang berlatar belakang seorang bidan


"sakit ya?" kata Raffi yang tak lepas mengengam tangan Khania


Khania mengangguk


"engga sayang, aku kuat kok.. telfon mama deh, mama udah sampe harusnya" Ucap Khania


"mama dalam perjalanan kesini sayang, tadi ka salsa bilang, supir abang langsung kebandara abis drop kamu disini" jawab Raffi yang tak henti mengengam tangan isterinya


"aaaakhhhhhhh akhhh sakit, astagfirullah sayang, sakit, hmmmmm, Nikmat sekali yaa Allah" kata Khania di iringi air mata mengalir di pipi nya


"aku harus gimana ya sayang, aku bingung" kata Raffi kebingungan saat isterinya mendapatkan serangan dari anaknya di dalam perut


khania hanya diam dsn tetap menarik membuang nafasnya sambil merintih, berserah kepada pencipta..


"anak Ayah,.. ayah udah gak sabar loh mau ketemu kamu, kasian Bunda kalo kamu kelamaan di dalam sana, yuk bantu Bunda supaya ga terlalu lama nahan sakit nya, semangat anak ayah!!"


Ucap Raffi sambil menggusap Perut Khania, mendekatkan wajahnya hingga berjarak satu senti meter dari perut Khania


"ahhh sayang makin sakit, jadi makin kenceng" kata Khania


"apa dia gak suka sayang aku suruh cepat keluar?" Kata Raffi menggaruk kepalanya yang tidak gatal..


Khania hanya diam tak menggubris, lebih baik ia menghemat energinya untuk melahirkan dari pada meladeni Raffi kala itu


Mendengar Khania merintih suster datang kembali, lalu memeriksa lagi..

__ADS_1


"Wah sudah delapan ya, bersiap yaa bu, pak" Kata seorang suster


"Allhamdulillah...." ucap Raffi


"Allahuma Sholi Alla Syaidina Muhammad, Waa ala Ali Syaidina Muhammad"


ucap Raffi tujuh kali sambil mengusap perut Khania, kemudian meniup perut Khania..


Sepuluh Menit kemudian...


"dengerin kaka yaa!! kalo mules kontraksi ngejen aja yaa, jangan mengejan kalo ga kontraksi" perintah Salsa pada Khania


"kaaakk emmmmmm emmmkkhh, huh hah hah huu" khania mulai mengejan lalu di akhiri dengan mengatur nafasnya yang engos engosan...


"bagus.. bisnilah dek, kepalanya sudah sangat terlihat" kata Salsa


"semangat sayang" kata Raffi yang tak henti menyemangati sembari menciumi pipi dan kening khania


"akhhh.. kaa, emmmhh emkkkhhhhhh emmmmmmmmmkkkkkkhhhhh"


"owekkk owekkk oweeeeeekk"


"Allhamdulillah"


"makasih sayang" ucap Raffi lalu menoleh ke arah bayi lahir


"Selamat Raf, Laki-laki yaa" kata Salsa memerlihatkan Raffi Bayi laki-laki tampan itu"


Raffi menoleh ke arah Bayi yang tampan tengah menangis, badanbya penuh darah, Khabia juga terlihat banyak mengeluarkan darah..


Bruuuggghhhhh


"Yaa Tuhann... Panggil petugas lain sust" perintah Salsa sambil mebyerahkan Bayi itu kepada dokter anak yang mendampingi lalu berjongkok mengecek nadi Raffi


"Kaaak, Raffi gabsa lihat darah banyak, pasti dia abis liat darah ya ka" Tutur Khania yang sudah sangat lemah...


"pantes! Memalukan sekali kau" kata Salsa sedikit memberi pukulan kecil pada lengan Raffi...


Sementara di Luar ruangan, berdecak bahagia mendengar tangisan bayi, namun rasa Lega dan bahagia berubah ketika suster berlarin mendorong kasur ber roda itu.. tak ada yang berkata, mereka berimajinasi masing-masing..


"pah apa yang terjadi? hiks hiks hiks" kaga Ibu Widya yang baru lima menit tiba


"tenang mah tenang" kata Pak Banu mengusap lengan isterinya


Tak lama berselang, mereka terkejut dengan keluarnya perawat mendorong kasur yang semula kosong, kini terisi pria yang tentu Mereka kenal


"sust menantu saya kenapa?" tanya Pak Banu


"emm ini Tuan, menantu Tuan ga bisa lihat darah, pas dia lihat melahirkan mengeluarkan banyak darah, dia pingsan tuan"kata seorang suster

__ADS_1


hal tersebut mengundang gelak tawa Pak Banu, Ibu Widya dan Vano......


__ADS_2